Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PARENT STORY TELLING SKILL AT BAITUL MAQDIS CIPTA EDUKASI Julaeha, Uha; Prijana, Prijana; Yanto, Andri
Record and Library Journal Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : D3 Teknisi Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V5-I2.2019.160-175

Abstract

Background of the study: informal education can be enhanced by providing parents with parenting education (non-formal education for parents) which can be obtained through courses, training, study groups, and community learning centers in order to support lifelong education. One of them is through inspiring fairy tale training for parents and educators organized by the educational institution Baitul Maqdis Cipta Edukasi (BMCE). Purpose: This research aims to determine the differences in the ability of storytelling  participants between before and after being given treatment in the form of storytelling  training in Baitul Maqdis Cipta Edukasi. Method: The method in this research uses a quantitative method through a pre-experimental study approach with the form of one group pretest-posttest design. The research population consisted of 36 Baitul Maqdis Cipta Edukasi storytelling  trainees. Sampling is based on the proportion of total sampling, which is a total of 36 participants. The research data was collected using primary data and secondary data. Primary data in the form of questionnaires, observation, interviews. Secondary data in the form of library studies. The research data uses a nominal scale and analyzed using a sign test (sign test) with a 95% confidence level. Findings: The results of this study indicate that there are differences in storytelling  skills in the form of the ability to understand and choose story material, the ability to tell fairy tales, and the ability to tell messages behind fairy tales after being given treatment. Conclusion: So that storytelling  training improves the ability of storytelling  participants and there are differences in the form of additional knowledge and skill of participants.
POTENSI MEMBACA BUKU TEKS (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung) Prijana, Prijana; Riyan, Arnold; Sukaesih, Sukaesih
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.978 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9491

Abstract

Research objectives: to determine the activities of the students read the textbook. Research methods: a survey. Sampling methods: quota sampling (n=74). Methods of analysis: statistics. Research: majority factor have a close relationship with the encouragement of students read textbooks: instruction lecturer has a correlation with the reading textbook (62%); friend persuasion has a correlation with activity the reading textbook (48%); student residence has a correlation with the activity of reading textbook (80%). Ethnic origin java has the potential to read textbook (82%). Malay minang ethnic origin have the potential to read textbook (50%); students still seem to have a dependency on libraries to meet the textbook reading material (64%).Tujuan penelitian: untuk mengetahui aktivitas baca mahasiswa pada buku teks. Metode  penelitian: survei. Metode sampling: quota sampling (n=74). Metode analisis: statistika. Hasil penelitian: Faktor kedewasaan (majority) memiliki hubungan erat dengan dorongan mahasiswa membaca buku teks; Intruksi dosen memiliki korelasi dengan aktivitas membaca  buku teks (62%); Persuasi teman memiliki korelasi dengan aktivitas membaca buku teks (48%); Tempat tinggal  mahasiswa memiliki korelasi dengan aktivitas membaca buku teks (79%); Asal Etnik Sunda memiliki potensi membaca buku teks (80%). Asal Etnik Jawa memiliki potensi membaca buku teks (82%). Asal Etnik Melayu Minang memiliki potensi membaca buku teks (50%); Mahasiswa masih tampak memiliki ketergantungan pada Perpustakaan untuk memenuhi bahan bacaan buku teks (64%).
UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN LITERASI INFORMASI KESEHATAN PADA IBU-IBU KADER PKK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Winoto, Yunus; Prijana, Prijana; Komariah, Neneng
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.971 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10319

Abstract

Kemampuan literasi informasi sebagai kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang karena literasi informasi merupakan prasyarat untuk mampu belajar mandiri  sepanjang hayat (lifelong learning). Kecamatan Jatinangor berada di wilayah Kabupaten Sumedang yang masih mempunyai beberapa masalah kesehatan lingkungan diantaranya sarana dan pelayanan kesehatan yang belum memadai di daerah pinggiran;  banjir, dan kekurangan air saat kemarau. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan di suatu wilayah.Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan berupa upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan literasi informasi kesehatan lingkungan bagi para ibu-ibu kader PKK di Kecamatan Jatinangor. Tujuan kegiatan adalah agar para ibu kader PKK memiliki literasi informasi kesehatan khususnya kesehatan lingkungan agar mereka mampu menyadari masalah kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya, mampu mencari dan menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi, mampu mengevaluasi kualitas informasi yang diperoleh dan mampu merumuskan informasi yang diperoleh untuk mengatasi masalah yang dihadapi, serta mampu mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain(masyarakat).Metode pelatihan terdiri dari penyampaian materi berupa ceramah tentang kesehatan lingkungan dilanjutkan dengan praktek aplikasi langkah-langkah literasi informasi kesehatan lingkungan. Berdasarkan focus group discussion dengan perwakilan ibu-ibu kader PKK yang dilaksanakan pada saat monitoring dan evaluasidapat diketahui bahwa  ibu-ibu kader PKK yang mengikuti pelatihan telah memiliki kemampuan literasi informasi kesehatan lingkungan dan mereka bersedia untuk menularkan pengetahuannya pada ibu-ibu yang lain yang merupakan anggota kelompoknya.  
Perluasan notasi Dewey Decimal Classification (DDC) tentang bahasa dan susastra Sunda Prijana, Prijana; Rohman, Asep Saeful; CMS, Samson
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 2 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.545 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i2.11014

Abstract

The Sundanese language becomes one of the regional languages in the Indonesian Dewey Decimal Classification (DDC)’s notation 499.2232. The knowledge of Sunda has become a representation of the language used by the Sunda ethnicity in ancient and present times, thus it is necessary to record the development of language science and Sundanese literature into the DDC system in the library. This study aimed to extend the Dewey’s Classification notation in the field of the Sundanese language and literature. The scope of this study was to review the Indonesian and Sundanese language and literature notations in the 23rd edition of DDC Classification System, the development of knowledge about the Sundanese language and Sundanese literature, as well as the extension of the notation on the subjects. The research used a qualitative method using a descriptive. The result of this study was the extension of the Sundanese language and literature subject notation to complete the DDC classification scheme, which then would be submitted to the Library Material Development and Information Services in the National Library of Indonesia. Furthermore, the development of knowledge of the Sundanese language and literature that have been published in various forms of publication, to date can be represented by some more specific classification notation under the notation 499.223 2 for the Sundanese language and under notation 899.223 2 for the Sundanese literature. The notation will also provide benefits in the management of library materials as a representation of information contained in various publications on the Sundanese language and literature.
KREDIBILITAS TENAGA PERPUSTAKAAN SMAN 1 SINDANG KAB. INDRAMAYU Tursi, Tursi; Rohman, Asep Saeful; Prijana, Prijana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.362 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11078

Abstract

This research discussed about the credibility of Library staff at SMAN 1 Sindang, Indramayu. This research used Credibility Theory from Hovland, Janis, and Kelley (1953). The purpose of this research is to know the credibility of library staff trough three components:attractiveness, skill and trust. The method used in this research is qualitative method with case study. Data were obtained from observations, interviews, and literature searches. The informant are eight people include the head of library, two library staffs, and five students. The result of this research shows the library staffs at SMAN 1 Sindang have good enough credibility. The library staff attraction consist of two factors; 1) Internal factor that is application of instructional technique and human realtions in communicating with students that produce a good interpersonal communication, 2) External factor is promotion that library staffs did such as rewarding and library socialization. Library staffs skill at SMAN 1 Sindang include management, service, developing of library staff sistem based on management competence, information management competence, education competence, personality competence, social competence, and profession development competence. It can be concluded the attractiveness and skill is to be related each other to build trust that continuously produce library staffs credibility at SMAN 1 Sindang. Library staff credibility in SMAN 1 Sindang was influenced too by educational factor, experience, and communication style. Hopefully, this research can be reference for the government to keep upgrading the human resources at school library especially SMAN 1 Sindang.Penelitian ini menggambarkan kredibilitas tenaga perpustakaan SMA 1 Sindang, Indramayu. Penelitian ini menggunakan teori kredibilitas dari Hovland, Janis dan Kelley (1953). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kredibilitas tenaga perpustakaan melalui tiga komponen: daya tarik, keahlian dan kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif melalui studi kasus. Data penelitian dihasilkan dari observasi, wawancara, dan studi literatur. Informan adalah 8 orang termasuk kepala perpustakaan, 2 tenaga perpustakaan dan 5 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga perpustakaan SMA 1 Sindang memiliki kredibilitas yang cukup bagus. Daya tenaga perpustakaan terdiri dari 2 faktor; 1) faktor internal yang diaplikasikan dari teknik instruksional dan hubungan manusia dalam komunikasi diantara siswa yang diproduksi melalui komunikasi interpersonal, 2) faktor eksternal ialah promosi yang dilakukan tenaga perpustakaan melalui penghargaan dan sosialisasi perpustakaan. Keahlian tenaga perpustakaan SMA 1 Sindang termasuk manajemen, pelayanan, pengembangan sistem tenaga perpustakaan berdasarkan manajemen kompetensi, manajemen kompetensi informasi, kompetensi pendidikan, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan pengembangan kompetensi profesi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa daya tarik dan keahlian menjadi saling terhubung satu sama lain untuk membangun kepercayaan yang diproduksi terus menerus oleh kredibilitas tenaga perpustakaan SMA 1 Sindang. Kredibilitas tenaga perpustakaan di SMA 1 Sindang dipengaruhi juga melalui faktor pendidikan, pengalaman, dan gaya komunikasi. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia di Perpustakaan Sekolah khususnya SMA 1 Sindang. 
INTERNET DAN GAYA FASHION MAHASISWA Prijana, Prijana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.595 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i2.11590

Abstract

The aim of the research: to know and explain the behavior of shopping on line with the presence of internet campus; know and explain the result of consuming the internet information that is associated with the orientation of the actions symbolically. Research Method: grounded research. Research Results: Students provide the welcoming response of the presence of free internet. They choose to approach the library campus with free internet. The intensity of the visit to the library increased since the presence of free internet. Users like line online for information fashion. User Men prefer merk and newness to select fashion. While user women prefer unique to choose fashion. User men like fashion hair that moderate, such as old school. While user women tend to select hair care and more conservative. Here consumers online have dual needs response. The presence of students as consumers online in the library campus original purpose to do the task - the task lecture and then ( secondary ) to shopping online information world fashion. In the habit of behavior ( information behavior ), the destination position can may upside down, even before they were looking for lecture material online, they first need rilek moment (enjoy) with internet browsing activities. They have the level of need, i.e. if an information that is he was looking for it to have the value of the high needs, then they will find the information in more detail, complete, and hunt ( Quarry ). If a information while he was looking for it have the value that needs less, so they will search for information hopefully alone without you walk further. They prefer to compare fashion that used in its social environment. Online information about fashion looks powerful and made the primary source of information. While they are rarely use secondary sources of information. In his social environment, they usually prefer a friend that gadgetry and fashionable as a source of information.Tujuan penelitian: untuk mengetahui dan menjelaskan perilaku shopping on line dengan hadirnya internet kampus; mengetahui dan menjelaskan akibat mengkonsumsi informasi internet, yang dikaitkan dengan orientasi tindakan simboliknya. Metode penelitian: grounded research. Hasil penelitian: Mahasiswa memberikan respon welcoming atas kehadiran internet gratis. Mereka memilih untuk mendekat perpustakaan kampus dengan internet gratis. Intensitas kunjungan ke perpustakaan meningkat semenjak hadirnya internet gratis. Users menyukai shoping online untuk informasi fashion. User laki-laki lebih menyukai merk dan newness untuk memilih fashion. Sementara user perempuan lebih menyukai yang unik untuk memilih fashion. User laki-laki menyukai fashion rambut yang moderat, seperti old school. Sementara user perempuan cenderung untuk memilih perawatan rambut dan lebih konservatif. Disini konsumen online memiliki respon kebutuhan ganda. Kehadiran mahasiswa sebagai konsumen online di perpustakaan kampus tujuan awalnya untuk mengerjakan tugas – tugas perkuliahan dan selanjutnya ( secondary ) untuk shopping online informasi dunia fashion. Dalam kebiasaan perilakunya ( information behavior ), posisi tujuan bisa mungkin terbalik, yakni sebelum mereka mencari materi perkuliahan online, mereka terlebih dahulu butuh rilek sejenak (enjoy) dengan melakukan aktivitas browsing internet. Mereka  memiliki level of need, yakni jika suatu informasi yang sedang ia cari  itu memiliki nilai kebutuhan yang tinggi, maka mereka akan mencari informasi itu secara lebih detail, lengkap, dan memburu ( Quarry ). Jika suatu informasi yang sedang ia cari itu memiliki nilai kebutuhan yang kurang, maka mereka akan mencari informasi sedapatnya saja tanpa menelusur lebih jauh. Mereka suka membandingkan fashion yang digunakan di lingkungan sosialnya. Informasi online tentang fashion tampak kuat sekali dan dijadikan sumber informasi primer. Sementara mereka itu jarang sekali menggunakan sumber informasi sekunder. Dalam lingkungan sosialnya, biasanya mereka lebih memilih teman yang gadget dan fashionable sebagai sumber informasi. 
UJI KORELASI TENTANG PRESTASI AKADEMIK DENGAN METODE BACA MAHASISWA (Studi Eksperimen Tentang Metode Baca Teks Ilmu Pengetahuan) Prijana, Prijana; Yanto, Andri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.31 KB)

Abstract

Uji hipotesis mengenai prestasi akademik dengan metode baca good reading pada α=0.05; df=32 menunjukkan hasilsignifikan ; pada α=0.10 ; df=32 menunjukkan hasil significant ; pada α=0.01 ; df=32 menunjukkan hasil significant.Sementara denganmetode baca reading habit pada α=0.05; df=38menunjukkan hasilsignifikan ; pada α=0.10 ; df=38 menunjukkan hasil significant ; pada α=0.01; df=38 menunjukkan hasil significant.Partisipan kelompok eksperimen (N=34), dan partisipan kelompok kontrol (N=40). Kesimpulan: Metode baca good reading dengan metode baca reading habit tidak memiliki perbedaan. Keywords: Metode baca good reading, metode baca reading habit, Prestasi akademik
DAMPAK NEW MEDIA TERHADAP SUMBER INFORMASI TATAP MUKA ( Face to Face Comminication ) PRIJANA, PRIJANA; YANTO, ANDRI
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.988 KB)

Abstract

Hadirnya New Media secara signifikan menggeser sumber informasi tatap muka (face to face communication). Unsur interaktif New Media memberi warna baru dalam dunia komunikasi dan informasi saat ini, yang sebelumnya tidak dimiliki oleh Mass Media (delayed feedback). Dalam komunikasi tatap muka ditemukan bahwa feedback komunikasinya adalah immidiate fedback dan di dalam komunikasi New Media ditemukan bahwa feedback komunikasinya adalah immidiate feedback.Media tatap muka dan New Media memiliki kharakteristik feedbackyang sama, yakni immidiate feedback. Sementara ruang waktu, dan stock idea kedua media berbeda. New Media memiliki stock idea yang maha banyak dan beragam, sementara media tatap muka stock idea terbatas. New Media memiliki ruang yang luas dan waktu yang cepat, sementara media tatap muka memiliki ruang yang sempit dan waktu yang terbatas. Keunggulan kharakteristik New Media inilah yang didugasebagai sebab pergeseran sumber informasi primer tatap muka ke sumber informasi New Media, dan menggeser kepercayaan (trusted). Disini penelitian menggunakan data sekunder untuk menjelaskan adanya pergeseran sumber informasi. Kesimpulan: Sumber informasi New Media memiliki peluang unggul daripada sumber informasi tatap muka. Kata Kunci: New Media, Sumber informasi, Tatap muka, Stock idea, immidiate feedback
IMPLEMENTASI SISTEM JARINGAN INFORMASI DI INDONESIA Yanto, Andri; Prijana, Prijana
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.847 KB)

Abstract

Maraknya informasi sampah yang beredar di dunia maya menjadikan sebuah tantangan bagi pengelola perpustakaan dan lembaga informasi lainnya untuk memberikan informasi yang berkualitas serta informasi yang mampu menjawab kebutuhan para pengguna. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan berjejaring antar perpustakaan dan lembaga informasi lainnya yang ada di Indonesia mengingat kapasitas dan kualitas informasi yang dimiliki oleh perpustakaan dan lembaga informasi tersebut sangat beraneka ragam dan telah melalui proses prosedur dan seleksi dari para pengelolanya. Salah satu jaringan perpustakaan yang terbesaar saat di Indonesia adalah Indonesia OneSearch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem jaringan informasi dan perpustakaan yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas). Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Indonesia OneSearch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai manfaat yang diperoleh dengan adanya sistem jaringan informasi yaitu interoperabilitas yang sangat mudah memberikan kesempatan berbagai institusi untuk bergabung dalam sistem jaringan informasi dengan berbagai keanekaragaman bentuk dan format informasi serta aplikasi yang dimiliki; manfaat lainnya adalah memberikan akses satu pintu untuk memudahkan pencarian informasi bagi masyarakat dengan berbagai fitur hasil pencarian dan fasilitas lainnya. Adapun yang menjadi tantangan dari pengembangan Indonesia OneSearch ini adalah keberlanjutan program dan pengembangannya itu sendiri yang saat ini masih bergantung dengan pendanaan dari pemerintah dalam hal ini Perpusnas. Kata kunci: perpustakaan, sistem jaringan informasi, Indonesia One Search
BARON DAUD DI MENARA LOJI (Analisis Wacana Mengenai Kehidupan Sosial Orang Cilayung dan Cileles Jatinangor Sumedang Jawa Barat) CMS, Samson; Prijana, Prijana; Perdana, Fitri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.816 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan pendidikan orang Cilayung dan Cileles, dan semangat Baron Daud di menara Loji. Metode penelitian: analisis wacana (discourse analysis). Hasil penelitian: Interaksi sosial orang Cilayung dan Cileles dengan pihak kampus masih belum optimal. Faktor pendidikan dan kondisi ekonomi orang Cilayung dan Cileles masih menjadi kendala dalam melangsungkan interaksinya. Kesimpulan: Baron Daud di menara Loji Jatinangor merupakan saksi adanya interaksi sosial antara penguasa tanah perkebunan karet di zaman Belanda dengan orang-orang Cilayung dan Cileles sebagai pekerja perkebunan. Interaksi sosial mereka berlangsung dengan baik. Kata Kunci: Baron Daud, Discourse Analysis, Interaksi Sosial, Menara Loji, Penguasa, Perkebunan Karet.