Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KOORDINASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BOS DI SEKOLAH DASAR Erna, Erna; Wahyudi, Wahyudi; Suib, Masluyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe research entitled "The Effect of Coordination and Principal Decision Making on the Effectiveness of BOS Fund Management in Pontianak State Elementary School". In this research used descriptive method with quantitative approach in comparative causal form. The result of the research that was tested by multiple linear regression analysis technique through SPSS (Statistical Package For Service Solutions) version 16 concluded that: 1) there is a coordination effect on the effectiveness of BOS management in SDN Kota Pontianak; 2) there is a decision-making effect on the effectiveness of BOS management in SD Negeri Kota Pontianak; 3) there is a mutual influence between coordination and decision-making on the effectiveness of BOS management so that the hipothesis which reads "there is a significant relationship between coordination and decision making on the effectiveness of BOS management in SD Negeri Kota Pontianak" is accepted. The study also recommends that: 1) the timing of BOS funds should be timely, as the delay in BOS funds affects school operations, the BOS funds provided to schools should be increased in number, keep the school operational activities very large, and reinforce them to the school committee, especially those concerned duties and functions of the committee; 2) the next researcher who wants to do research on the problem of BOS fund management, is expected to be able to analyze other wider subject, to be able to compare the effectiveness of BOS fund management more clearly. In addition, this research can be developed because every year the rules that apply in the management of BOS funds continue to grow. Keywords:Coordination, Decision Making, Effectiveness Management of BOS.
HUBUNGAN RIWAYAT STATUS KESEHATAN BAYI DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTED PADA ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERSAM KABUPATEN BATANG HARI TAHUN 2015 Erna, Erna
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.207 KB)

Abstract

Masalah kekurangan gizi yang mendapat banyak perhatian akhir-akhir ini adalah masalah kurang gizikronis dalam bentuk anak pendek atau "stunted” kurang gizi akut dalam bentuk anak kurus("wasting").Stunted didefinisikan sebagai indikator status gizi TB/U sama dengan atau kurang dari minus danstandar deviasi (-2 SD) dibawah rata-rata standar (WHO, 2006). Ini adalah indikator kesehatan anakyang kekurangan gizi kronis yang memberikan gambaran gizi pada anak pada masa lalu dan yangdipengaruhi lingkungan dan keadaan sosial ekonomi.Penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan pendekatan case control dengan matching umuranak dengan modifikasi 1 kasus berbanding 2 kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan datasekunder yang bersumber dari buku kohort ibu hamil dan bersallin, buku kohort bayi dan balita, sertabuku kegiatan SDIDTK Puskesmas Mersam Kabupaten Batang Hari. Dengan jumlah sampel 14sampel kasus dan 28 sampel control. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 – 23 Juli 2015.Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat .Hasil penelitian menunjukkan 10 (71,4 %) anak dengan riwayat berat badan lahir rendah akanmenjadi anak dengan tubuh pendek (stunted) dan 10 Ibu (71,4%) dengan riwayat LILA < 23,5 cmakan melahirkan anak dengan stunted. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikanantara riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dan riwayat LILA < 23,5 cm dengan kejadian stunted.Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan instansi tekait agar melaksanakan pemantauan status giziibu hamil dan bayi secara berkala, pengukuran TB/U pada bayi agar dapat dilaksanakan secara rutinsebagaimana pelaksanaan pengukuran BB/U agar dapat dilakukan deteksi dan intervensi dini untukmencegah terjadinya stunted pada anak.
Model Optimisasi Linier Integer untuk Masalah Pemilihan Media Periklanan dengan menggunakan Pendekatan Konsep Set Covering Chaerani, Diah; Erna, Erna; Dewanto, Stanley P.
Jurnal Matematika Integratif Volume 9 No 1 (April 2013)
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.628 KB) | DOI: 10.24198/jmi.v9.n1.10198.61-74

Abstract

Dalam paper ini disajikan kajian model optimisasi strategi pemilihan media periklanan dengan menggunakan pendekatan konsep set covering (SC). Pentingnya disain model masalah ini terletak pada konstruksi fungsi kendala sebagai masalah SC, dimana himpunan tipe audiens diasumsikan sebagai suatu himpunan yang terlingkupi oleh himpunan media yang tersedia. Ini berarti bahwa himpunan media beranggotakan sub himpunan dari himpunan tipe audiens. Tujuan utama dari masalah pemilihan mediaperiklanan ini dapat dinyatakan sebagai masalah optimisasi untuk menentukan kombinasi terbesar dari setiap anggota dari himpunan media yang melingkupi (atau disebut sebagai suatu cover) atas himpunan audiens dengan biaya promosi periklanan yang minimum. Dapat ditunjukkan bahwa model optimisasi yang diperoleh merupakan masalah Integer Linier Programming (ILP), sehingga masalah ini harus diselesaikandengan menggunakan metode/skema branch and bound dalam perhitungan numeriknya. Selanjutnya, untuk memperoleh suatu model optimisasi yang memperhatikan kondisi logis di dunia nyata, maka disajikan pula penambahan kondisi logis dengan konstruksi fungsi kendala menggunakan konsep conditional constraints. Contoh masalah yang disajikan dalam makalah ini merujuk pada [1].Keywords: optimisasi, pemrograman linier integer, set covering, periklanan, skemabranch and bound
Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Melalui Proses Fermentasi Erna, Erna; Said, Irwan; Abram, Paulus Hengky
Jurnal Akademika Kimia Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.663 KB)

Abstract

Carbohydrates can be obtained from tubers such as cassava. Cassava is a plant from family euphorbiaceae and typical tropical plants. Cassava peel is a major waste that contains carbohydrates. The peel of cassava can be used as an energy source, namely ethanol.The purpose of this study is to determine the contents of ethanol through the fermentation process of cassava peel where obtainable from Malino village, Batu Daka West, Tojo Una-Una. The parameters in this study was content of ethanol that was obtained by fermentation using saccaromyces cerevisiae yeast. The fermentation process was conducted by varying day of fermentation, 4, 6, 8, and 10 days. The results showed the fermentation of ethanol with time variation respectively is 4.50, 5.20, 6.00 and 4.00%. In conclusion, it can be said that the highest ethanol content is 6.00% with the fermentation time of 8 days.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN WAKTU KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA DI INDUSTRI PEMBUATAN BATUBATA KELURAHAN TANGKIT KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2012 Sakina, Sakina; Marta, Marta; Erna, Erna
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.912 KB)

Abstract

Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh menghindari kerusakanlebih lanjut, sehingga dengan demikian terjadilah pemulihan. Pada teori kimia secara umummenjelaskan bahwa terjadinya kelelahan akibat berkurangnya cadangan energi danmeningkatnya sisa metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot, sedangkanperubahan arus listrik pada otot dan syaraf adalah penyebab sekunder. Penelitian ini bertujuanuntuk melihat hubungan beban kerja dan waktu kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kerjadi Industri Batu Bata Kelurahan Tangkit Kabupaten Muaro Jambi.Jenis penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan uji korelasiChi-Square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling (sampelacak sederhana). Jumlah sampel sebanyak 45 orang tenaga kerja.Hasil penelitian diketahui hasil uji beban kerja (value = 0,041), jam kerja (p-value = 0,04)dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja di Industri Pembuatan Batu Bata Kelurahan Tangkit.Adapun simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara variabeldengan kelelahan kerja pada tenaga kerja di industri batu bata Kelurahan Tangkit KecamatanMuaro Jambi Tahun 2012.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SCABIES PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA JAMBI TAHUN 2013 Erna, Erna; sakinah, sakinah; Marta, Marta
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.39 KB)

Abstract

Penyakit Scabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei varianhominis. Prevalensi scabies di Indonesia sebesar 4,60-12,95% dan menduduki urutan ketigadari 12 penyakit kulit tersering. Salah satu faktor terjadinya penyakit scabies adalah sanitasiyang buruk dan personalhygiene yg kurang serta menyerang manusia yang hidup secaraberkelompok seperti rumah tahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungansanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian penyakit scabies pada warga binaanpemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Jambi.Metode penelitian adalah survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasipenelitian ini berjumlah 1300 orang dengan jumlah sampel 89 orang yang diambil secararandom sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square pada taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas warga binaan pemasyarakatan di LembagaPemasyarakatan Klas IIA Jambi yang menderita penyakit scabies yaitu sebanyak 56 orang(63,0%). Hal ini disebabkan karena sanitasi lingkungan (penyedian air bersih, ventilasi yangbaik, kepadatan penghuni kondisi lantai) di lembaga belum memenuhi standar yang baik. Dari47 responden dengan personal hygiene kurang baik sebagian besar (70,2%) respondenmengalami kejadian scabies, Sedangkan dari 42 responden dengan personal hygiene baiksebagian besar (61,9%) responden tidak mengalami kejadian scabies.Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan yaitupenyediaan air bersih nilai p-value= 0,001(p&lt;0,05), ventilasi nilai p-value = 0,018 (p&lt;0,05),kepadatan penghuni nilai p-value= 0,030 (p&lt;0,05), kondisi lantai nilai p-value= 0,009(p&lt;0,05),personal hygienenilai p-value= 0,002 (p&lt;0,05) dengan kejadian penyakit scabies padawarga Binaan Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Klas Iia Jambi Tahun 2013.
PPDM PENGOPTIMALISASI POTENSI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN KEERA KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN Lendri, Lendri; Husniati, Husniati; Erna, Erna
Jurnal BALIRESO Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BALIRESO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.448 KB)

Abstract

The Development Program of Village (PPDM) is an activity funded by the Ministry of Educationand Technology's 2018 budget year, which aims to improve the economy of the communitythrough superior programs that have been agreed upon. The problems faced by the Keeragovernment in the field of fisheries are: (1). Mining and seaweed business are still virtually freeand have not fully implemented modern technology, (2). The position is that the producer of thecommodity whose tendencies are lower and has less engineering than the outside product, so thatthere is no ability to absorb energy and consumers, (4). The farm products produced generallyhave not yet fulfilled the quality, (5). The market of producers is still a long stretch of consumerand non-transparency, which is the difference between prices of very large prices which arereceived by farms / producers with prices that are paid mainly for products of a Muslim nature, (6).Increased levels of disturbance of organisms in farms and culture and seaweed, (7). Not yet the useof waste from the roots and seaweed, and (7). Not yet related to both the fish and the world ofbusiness. The method of executing the start with the activities of the Socialization of the PPDMProgram in the meetings of the Keera Village which was attended by partners, the government ofKeera District represented by the Secretary of the Sub-District, The head of Keera village, thevillage facilitator and fishermen. The socialization objectives are (1) Explain what will be done bythe PPDM team as well as the error in terms of increasing production partners, (2) Inventory theanalysis that will be given to the owner of the needs. The first year provides training andsupporting equipment production partners, conducts training in other fields; Training of seaweedmanufacture, grass grazing, seaweed screw, lawn juice, and sea grass grass while the equipmentwe provide partners to support production activities namely, spinner, freezer, gas stove, printercake, mixer, display etc., each of these equipment.
Analisis Komparatif Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Padi Sawah Dengan Usahatani Padi Gogo di Kabupaten Konawe Selatan Erna, Erna; Taridala, Sitti Aida Adha; Indarsyih, Yusna
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol 3, No 6 (2018)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.169 KB) | DOI: 10.33772/jia.v3i6.7886

Abstract

The research was backed by extensive growth differences by production, harvesting, and productivity at the level of Southeast Sulawesi Province and South Konawe Regency. Data at the provincial level indicate that wetland paddy has increased harvested area, production, and productivity, whereas dryland paddy has decreased harvested area, production, and productivity.  In addition, there is a difference in the practice of cultivation, the technology and the prices of products between wetland paddy and dryland paddy. This research aims to analyze the difference of income and efficiency among wetland paddy farming in Cialam Jaya Village Konda Sub-district with dryland paddy farming in Wolasi Village Wolasi Sub-district. The determination of the research area is done purposively on the considerations of the largest of wetlands and harvest area of dryland paddy in each sub-district of producers. The research  from December 2016 until July 2017. The Total of wetland paddy farmers as many as 56 respondents and dryland paddy farmers as many as 13 respondents.  Data analysis used analyses of income, R-C ratio and different test (independent samples t-test).         The results of the research showed that the wetland paddy farming income amount Rp 9.743.521/Ha/MT and the efficiency value from revenue to cost 3,00, while the income of dryland paddy farming amount Rp 4.989.634/Ha/MT and the efficiency value from revenue to cost 1,66. The results of the analysis of the different test (independent samples t-test) showed that there is no significant income disparity between wetland paddy farming with dryland paddy farming, whereas for efficiency, there is a significant efficiency disparity between wetland paddy farming with dryland paddy farming. The income and efficiency of wetland paddy farming is bigger than dryland paddy farming. The author suggests to Local Government of South Konawe Regency in order to increase production to achieve food self-sufficiency, it is necessary done intensive outreach to farmers about the use of organic fertilizers and organic pesticides to maintain the sustainability of land and suppress the production costs.
PENANAMAN NILAI MORAL PADA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI MTs NEGERI 2 KENDARI Erna, Erna; Karsadi, Karsadi; Momo, Abdul Halim
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 3, No 1 (2019): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.454 KB) | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v3i1.7941

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses penanaman nilai moral pada pembelajaran PPKn siswa di MTs Negeri 2 Kendari. 2) Faktor-faktor yang menghambat penanaman nilai moral pada siswa di MTs Negeri 2 Kendari. 3) Upaya yang dilakukan oleh guru dalam penanaman nilai moral pada siswa di MTs Negeri 2 Kendari.  Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Sampel penelitian adalah siswa MTs Negeri 2 Kendari sebanyak 169 orang. Informan penelitian terdiri dari 2 orang guru PPKn, Kepala Madrasah, Wakasek Kurikulum, Wakasek Kesiswaan, guru BK, Ketua OSIS dan Pengawas sekolah. Pengumpulan data menggunakan angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan:  1) Proses penanaman nilai moral pada siswa dalam pembelajaran PPKn dilakukan melalui penanaman nilai kejujuran, toleransi, sikap bijaksana, sikap menghormati diri sendiri, kedisiplinan, sikap untuk tidak merendahkan diri, sikap berbelas kasihan pada diri sendiri, sikap kerjasama, dan sikap keberanian dalam proses belajar mengajar. 2) Faktor-faktor yang menghambat penanaman nilai moral pada siswa dalam pembelajaran PPKn berdasarkan sisi: faktor rasa takut siswa, iman dan takwa yang kurang, adanya kelompok-kelompok yang dibentuk siswa, dan kurangnya kepedulian terhadap keanekaragaman, membeda-bedakan dalam pertemanan, 3) Upaya yang dilakukan oleh guru adalah pembinaan pada saat apel pagi, memberikan pengarahan pentingnya toleransi, menjelaskan arti pentingnya keberagaman, menekankan sikap percaya diri, menginstruksikan apel pagi,  memberikan kesempatan kepada siswa tampil di depan kelas, menyampaikan keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, dengan memberikan model pembelajaran yang tepat, keikutsertaan siswa pada ekstra kulikuler.Kata Kunci: Penanaman Nilai Moral; Pembelajaran PPKn
Survival rate and growth of juvenile vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in different media water salinity Rakhfid, Abdul; Erna, Erna; Rochmady, Rochmady; Fendi, Fendi; Ihu, Muhammad Zayani; Karyawati, Karyawati
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.1.23-29

Abstract

Shrimp commodities in Indonesia have been cultivated, either traditionally, traditionally plus, semi intensive, or intensively. One type of shrimp that is constantly strived to increase its production is the shrimp vaname (Litopenaneus vannamei). The environmental conditions of pond waters are closely related to pond water quality. One of the water quality parameters affecting the survival and growth of vaname shrimp is salinity. The study was conducted from May to June 2018 at the Fish Seed Hall (BBIP) Ghonebalano, Ghonebalano Village, Duruka District, Muna Regency. This study aims to determine the effect of water salinity on different media on the survival and growth of vaname shrimp. The study used a Completely Randomized Design with four treatments and three replications. Treatment A salinity 20 ppt, B treatment salinity 25 ppt, C treatment salinity 30 ppt and treatment D salinity 35 ppt. The results showed that the treatment had significant effect on the survival of the animals in the 95% confidence level where the survival in sequence, the treatment of A 87.50%, the treatment of B 83.33%, the C treatment 80.56% and the treatment D 69.44% . The treatment also had a significant effect on the growth of test animal at 95% confidence level. Successive growth was, treatment A 2.01 g, treatment B 1.91 g, treatment C 1,71 g and treatment D 1.51 g.