Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Influence of Abiotic Factors on The Diversity and Abudance of Mangrove Crabs (Scylla spp.) in Blok Bedul Alas Purwo National Park Mangrove Forest Gita, Rina Sugiarti Dwi; Sudarmadji, Sudarmadji; Waluyo, Joko
Jurnal ILMU DASAR Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.774 KB) | DOI: 10.19184/jid.v16i2.1517

Abstract

The purpose of this study was to determine the diversity, abundance and abiotic factors influence the diversity and abundance of mud crab (Scylla spp.) In mangrove forests Blok Bedul Alas Purwo National Park. This research method uses descriptive quantitative method. Diversity is calculated by using the formula of Shannon Wiener, mangrove crab abundance is calculated using the formula abundance Kreb whereas the method of analysis using simple linear regression. The data used in this research is data such as the number and type of biotic mud crabs and data abiotic form of measurement of temperature, pH, salinity, substrate type, and the tide. This study shows the results include mangrove crab species diversity index of every observation stations in the mangrove forests Blok Bedul Alas Purwo National Park is H '= 0.315 showing that the level of diversity in every station is low. The abundance of mud crabs in the mangrove forests Blok Bedul Alas Purwo National Park is 0.0011 individuals / m² which showed that the level of abundance at relatively low research station. Results of the analysis of the influence of abiotic factors on the diversity and abundance of mud crabs in mangrove forests Blok Bedul National Park Alas Purwo not significant (p> 0.05) the diversity and abundance of mangrove crab.   Keywords : abiotic factors , abundance , diversity , mud crab , regression
KEANEKARAGAMAN JENIS KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO MANGROVE CRAB DIVERSITY (Scylla spp.) IN ALAS PURWO NATIONAL PARK Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 1, No 2 (2016): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unmuh Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.166 KB) | DOI: 10.32528/bioma.v1i2.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kepiting bakau (Scylla spp.) di kawasan hutan mangrove Blok Bedul Segoro Anak Taman Nasional Alas Purwo. Pengambilan sampel kepiting bakau dilakukan terhadap kepiting bakau yang hidup pada stadium dewasa yang berada di dalam plot penelitian. Keragaman kepiting bakau (Scylla spp.) Telah dilakukan di hutan mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo. Pengambilan sampel dilakukan di 8 stasiun yang berbeda di siang hari dan malam dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. keragaman Scylla yang rendah (H = 0,315; N = 0,0011 individu / m².) Stasiun yang terletak di topografi tinggi telah memberikan kontribusi terhadap rendahnya tingkat keragaman kepiting bakau. Dengan demikian perlu adanya kajian terhadap fauna yang hidup di dalamnya terutama mengenai faktor abiotik yang dapat mempengaruhi keanekaragaman.Kata kunci: Keanekaragaman, Kepiting Bakau.
JENIS TANAMAN BUAH DAN SAYUR PEKARANGAAN DI DESA SUMBEREJO AMBULU JEMBER Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 3, No 1 (2018): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unmuh Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.113 KB) | DOI: 10.32528/bioma.v3i1.1327

Abstract

Lahan pekarangan rumah di Indonesia pada umumnya belum termanfaatkan secara optimal dalam pemanfaatannya, padahal jika dimanfaatkan secara optimal bias dijadikan sebagai sumber tambahan keluarga. Jenis tanaman yang dibudidayakan akan memeberikan berbagai macam fungsi selain sebagai tanaman naungan rumah dapat juga menmabah penghasilan. Terdapat 38 jenis tanaman yang dibudidayakan oleh warga Desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, kabupaten Jember, jenis tanman tersebut yaitu 15 jenis tanaman buah tahunan, 2 jenis tanaman buah musiman, 1 buah jenis tanaman buah sayur, 3 jenis sayuran berumur pendek, 9 jenis tanaman berumur panjang, 1 jenis tanaman pangan, 1 jenis tanaman sayur bunga, dan 6 jenis tanaman umbi. Kata kunci: Pekarangan rumah, Jenis tanaman
KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN POKOK ALTERNATIF MASYARAKAT KABUPATEN JEMBER Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 5, No 1 (2020): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v5i1.3687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan keragaman pangan pokok alternatif yang dikonsumsi oleh masyarakat Jember. Metode penelitian adalah survei deskriptif, dengan teknik interview. Penetapan sampel penelitian secara purposive sampling untuk 20 dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Pengumpulan data berkisar September hingga Desember 2019. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa: 93,33% responden mengkonsumsi pangan pokok alternatif dan 6,67% tidak pernah; 41,43% responden mengkonsumsi pangan pokok alternatif dengan intensitas seminggu sekali, 25,71% setahun sekali, 24,29% sebulan sekali, dan 8,57% setiap hari; Keragaman pangan pokok alternatif yang dikonsumsi responden adalah 13 jenis dengan persentase konsumsi: jagung 27,42%; singkong 26,61%; ubi jalar 16,94%; kentang 9,68%; pisang 4,03%; gandum 2,42%; kacang 2,42%; kacang hijau 1,61%; sagu 1,61%; bihun 0,81%; dedak 0,81%; roti 0,81%; dan talas 0,81%                                                                                                                         
STUDI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KABUPATEN PAMEKASAN Gita, Rina Sugiarti Dwi; Danuji, Sarwo
BIOMA Vol 6, No 1 (2021): BIOMA:JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v6i1.4817

Abstract

Jamu tradisional di Pulau Madura dibuat dari racikan bahan tetumbuhan dan telah menjadi warisan keluarga secara turun-temurun. Warisan secara turun temurun ini perlu terus dipertahankan, dilestarikan dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi tumbuhan obat yang digunakan untuk pengobatan tradisional khususnya kabupaten Pamekasan. Metode Penelitian dilaksanakan secara random sampling pada 5 kecamatan dari keseluruhan 13 kecamatan dalam lingkup kabupaten Pamekasan. Pengumpulan data menggunakan metode survey eksploratif yaitu wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan analisis serta pengolahan data. Disimpulkan bahwa terdapat 13 jenis tumbuhan obat tradisional di Kabupaten Pamekasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional berdasarkan kebiasaan dan pengalaman secara turun temurun. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daun, akar, batang, bunga, buah, dan biji. Teknik meramu tumbuhan obat oleh masyarakat di Kabupaten Pamekasan yaitu dengan cara diseduh, direbus, diperas, dikunyah, dan dicampur dalam masakan.
Studi Keanekaragaman Tumbuhan Obat yang Digunakan dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Kabupaten Pamekasan Gita, Rina Sugiarti Dwi; Danuji, Sarwo
BIOMA Vol 6, No 1 (2021): BIOMA:JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v6i1.4817

Abstract

Jamu tradisional di Pulau Madura dibuat dari racikan bahan tetumbuhan dan telah menjadi warisan keluarga secara turun-temurun. Warisan secara turun temurun ini perlu terus dipertahankan, dilestarikan dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi tumbuhan obat yang digunakan untuk pengobatan tradisional khususnya kabupaten Pamekasan. Metode Penelitian dilaksanakan secara random sampling pada 5 kecamatan dari keseluruhan 13 kecamatan dalam lingkup kabupaten Pamekasan. Pengumpulan data menggunakan metode survey eksploratif yaitu wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan analisis serta pengolahan data. Disimpulkan bahwa terdapat 13 jenis tumbuhan obat tradisional di Kabupaten Pamekasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional berdasarkan kebiasaan dan pengalaman secara turun temurun. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daun, akar, batang, bunga, buah, dan biji. Teknik meramu tumbuhan obat oleh masyarakat di Kabupaten Pamekasan yaitu dengan cara diseduh, direbus, diperas, dikunyah, dan dicampur dalam masakan.
Uji Efektivitas Khitosan terhadap Daya Awet Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gita, Rina Sugiarti Dwi; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung; Afandi, Ahmad
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v4i2.2987

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of chitosan on fresh tilapia (Oreochromis niloticus) products as a natural preservative that can maintain the condition of fish with a longer shelf life. The method used in this study was experimental with three treatments, namely control treatment, 1% chitosan coating, and 1.5% chitosan coating. Data analysis was carried out through organoleptic tests with four parameters: color, aroma, texture, and taste of the tested tilapia. Observations were made for three consecutive days. The results showed that tilapia with 1.5% chitosan coating had better organoleptic parameter values than the other two test treatments. In conclusion, 1.5% of chitosan maintained the quality of tilapia with a longer shelf life. Keywords: Durability, Tilapia, Chitosan, Organoleptic
KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN POKOK ALTERNATIF MASYARAKAT KABUPATEN JEMBER Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 5, No 1 (2020): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v5i1.3687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan keragaman pangan pokok alternatif yang dikonsumsi oleh masyarakat Jember. Metode penelitian adalah survei deskriptif, dengan teknik interview. Penetapan sampel penelitian secara purposive sampling untuk 20 dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Pengumpulan data berkisar September hingga Desember 2019. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa: 93,33% responden mengkonsumsi pangan pokok alternatif dan 6,67% tidak pernah; 41,43% responden mengkonsumsi pangan pokok alternatif dengan intensitas seminggu sekali, 25,71% setahun sekali, 24,29% sebulan sekali, dan 8,57% setiap hari; Keragaman pangan pokok alternatif yang dikonsumsi responden adalah 13 jenis dengan persentase konsumsi: jagung 27,42%; singkong 26,61%; ubi jalar 16,94%; kentang 9,68%; pisang 4,03%; gandum 2,42%; kacang 2,42%; kacang hijau 1,61%; sagu 1,61%; bihun 0,81%; dedak 0,81%; roti 0,81%; dan talas 0,81%                                                                                                                         
JENIS TANAMAN BUAH DAN SAYUR PEKARANGAAN DI DESA SUMBEREJO AMBULU JEMBER Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 3, No 1 (2018): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v3i1.1327

Abstract

Lahan pekarangan rumah di Indonesia pada umumnya belum termanfaatkan secara optimal dalam pemanfaatannya, padahal jika dimanfaatkan secara optimal bias dijadikan sebagai sumber tambahan keluarga. Jenis tanaman yang dibudidayakan akan memeberikan berbagai macam fungsi selain sebagai tanaman naungan rumah dapat juga menmabah penghasilan. Terdapat 38 jenis tanaman yang dibudidayakan oleh warga Desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, kabupaten Jember, jenis tanman tersebut yaitu 15 jenis tanaman buah tahunan, 2 jenis tanaman buah musiman, 1 buah jenis tanaman buah sayur, 3 jenis sayuran berumur pendek, 9 jenis tanaman berumur panjang, 1 jenis tanaman pangan, 1 jenis tanaman sayur bunga, dan 6 jenis tanaman umbi. Kata kunci: Pekarangan rumah, Jenis tanaman
KEANEKARAGAMAN JENIS KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO MANGROVE CRAB DIVERSITY (Scylla spp.) IN ALAS PURWO NATIONAL PARK Gita, Rina Sugiarti Dwi
BIOMA Vol 1, No 2 (2016): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v1i2.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kepiting bakau (Scylla spp.) di kawasan hutan mangrove Blok Bedul Segoro Anak Taman Nasional Alas Purwo. Pengambilan sampel kepiting bakau dilakukan terhadap kepiting bakau yang hidup pada stadium dewasa yang berada di dalam plot penelitian. Keragaman kepiting bakau (Scylla spp.) Telah dilakukan di hutan mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo. Pengambilan sampel dilakukan di 8 stasiun yang berbeda di siang hari dan malam dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. keragaman Scylla yang rendah (H '= 0,315; N = 0,0011 individu / m².) Stasiun yang terletak di topografi tinggi telah memberikan kontribusi terhadap rendahnya tingkat keragaman kepiting bakau. Dengan demikian perlu adanya kajian terhadap fauna yang hidup di dalamnya terutama mengenai faktor abiotik yang dapat mempengaruhi keanekaragaman.Kata kunci: Keanekaragaman, Kepiting Bakau.