Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SIMULASI DAN UJI KINERJA ALGORITMA JOHNSON UNTUK PENENTUAN RUTE TERBAIK PADA JARINGAN SOFTWARE DEFINED NETWORK Ilhamsyah, Muhammad; Mangkudjaja, Rumani; Hertiana, Sofia Naning
Jurnal Sistem Komputer Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Sistem Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jsk.v6i2.121

Abstract

Since the development of computer network technology is larger and more complex, computer network technology which is more flexible and easier to configure is now required. SDN (Software Defined Network) is one of the solutions for the computer network requirement which is now larger and more complex. SDN offers the network concept which is different from the traditional network. In the traditional network, control plane and data plane are in one device; it is different from the concept offered by SDN in which control plane and data plane are designed separately on SDN. SDN concept has simplified the existing network concept since the network control on a controller is programmable and it makes the network easy to configure and more flexible. In this research, the researcher applied the routing service using the shortest path-searching method of Johnson algorithm on SDN network and analyzed the network performance. The implementation of Johnson algorithm was used on the network created on mininet emulator. The OpenFlow protocol will be used on this network. The result of performance test on SDN network in which the routing service has been applied with Johnson algorithm shows that the larger the network, the more time required for convergence; routing is flexible since it can adapt to the change on network.
Analisis User Throughput Based Mobility Load Balancing Menggunakan Prediksi Regresi Logaritmik Reference Signal Received Quality Di Jaringan Akses Radio Long Term Evolution Danisya, Achmad Rizal; Munadi, Rendy; Hertiana, Sofia Naning
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 1 (2018): February 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.966 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v10i1.350

Abstract

The improvement of Long Term Evolution (LTE) radio access network services is affecting the increased value of traffic load in its network, which is causing traffic unbalance between cells in LTE Radio Access Network (RAN). Users will be served with ineffective resource block allocation which will make the total of gained throughput are not optimal. A method is required to move network load from overloaded cells to underloaded cells in order to balance the resource block allocation optimally. By using NS-3.26 simulation, User Throughput Based (UTB) predictive Mobility Load Balancing (MLB) method is tested with RandomWalkMobilityModel for each user. This method produces an improvement of 2,29 % in average of total throughput of 63,33 % successful optimization.
Analisis Performansi Perutingan Link State Menggunakan Algoritma Djikstra Pada Platform Software Defined Network (SDN) Sudiyatmoko, Abu Riza; Hertiana, Sofia Naning; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.824 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.50

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638% sampai 39,04%
Uji Performansi Algoritma Floyd-Warshall Pada Jaringan Software Defined Network (SDN) Saputra, Ihsan Aris; M., R. Rumani; Hertiana, Sofia Naning
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v16.52-58

Abstract

Penentuan rute pada sebuah jaringan software defined network (SDN) merupakan salah satu contoh topik yang menarik untuk diteliti. Algoritma penentuan rute terpendek pada jaringan SDN sangatlah menentukan apakah jaringan SDN yang dibangun dengan algoritma tersebut sudah optimal. Salah satu algoritma penentuan rute terpendek yaitu algoritma FloydWarshall, yang akan diuji coba dan dianalisis apakah sudah termasuk algoritma yang optimal pada jaringan SDN dengan membandingkan dengan standarisasi yang ada. Pengujian akan dilakukan dengan mengirimkan paket data, VoIP dan video dengan melihat overhead traffic dan QoS (delay dan packet loss). Algoritma Floyd-Warshall akan digunakan pada pengontrol Ryu dan menggunakan Mininet sebagai emulator jaringan dengan topologi berbasis Abiline. Hasil simulasi dan pengujian algoritma Floyd-Warshall sebagai penentuan jalur terbaik dalam jaringan SDN, mendapatkan hasil yang memenuhi standarisasi. Nilai dari QoS yang didapat untuk delay masih berada pada nilai yang menjadi standar ITU-T G.1010. Packet loss yang dihasilkan semua jenis layanan sudah memenuhi standar ITU-T G.1010 yaitu 0% hingga saat pada jaringan diberikan background traffic melebihi kapasitas link yaitu pemberian sebesar 75 Mbps. Dalam pengujian waktu konvergensi didapatkan waktu dengan rata-rata nilai 17.71446 detik. Kemudian untuk overhead traffic menunjukan bahwa perubahan overhead dipengaruhi oleh controller update dan juga flow update, dimana ketika sering terjadinya controller update dan flow update maka semakin besar juga overhead yang didapat.
Perancangan dan Analisis Sistem Komunikasi Serat Optik Link Makassar-Maumere Menggunakan DWDM Ayu Nurdiana, Fitria; Sugito, Sugito; Naning Hertiana, Sofia
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.153 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v4i3.158

Abstract

Today, the Palapa Ring project launched by the government is focused on development in Eastern Indonesia. The fiber optic is chosen for backbone network because fiber optics have wide bandwidth, thus allowing delivery of messages on various services. This study designs an optical backbone network for connecting Makassar and Maumere. This design uses several parameters, both technical and non-technical, such as human activities and sea conditions connecting the two regions. This design also uses the power link budget and the rise-time budget as reliability parameters. The results show that maximum BER is 5.892 x 10-11, which is still below the standard, 10-9.Proyek Palapa Ring yang dicanangkan pemerintah saat ini sedang difokuskan pada pembangunan di kawasan Indonesia Timur. Pemilihan fiber optik pada jaringan backbone dikarenakan fiber optik memiliki bandwidth yang lebar, sehingga memungkinkan pengiriman pesan pada berbagai layanan dapat direalisasikan dengan baik. Pada makalah ini dirancang jaringan backbone fiber optik untuk menghubungkan kawasan Makassar hingga Maumere. Perancangan ini memperhitungkan beberapa parameter, baik secara teknis maupun nonteknis seperti aktivitas manusia maupun kondisi laut yang menghubungkan kedua kawasan tersebut, serta melakukan pengujian terhadap power link budget dan rise-time budget sebagai parameter keandalan sistem. Dari hasil rancangan, didapatkan nilai BER terbesar adalah 5,892 x 10-11 yang masih berada di bawah standar BER maksimum 10-9.
Penggunaan Virtual Machine untuk Mengoptimalkan Server pada Cloud Gaming dengan GamingAnywhere Prabowo, Tiko Hadi; Hertiana, Sofia Naning; Sussi, Sussi
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 4 No 6 (2020): Desember 2020
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v4i6.2679

Abstract

The development of the game industry is increasingly advanced until the emergence of cloud gaming network technology. Cloud gaming allows low-spec clients to play high-spec games. An open-source cloud gaming platform is GamingAnywhere. In this study, we will implement a cloud gaming server using GamingAnywhere and combine it with a virtual machine. The virtual machines that will be used are VirtualBox and VMware. This research is aimed at providing information about resource usage on servers and clients as well as Quality of Service (QoS) and Frames Per Second (FPS) from GamingAnywhere running on virtual machines. From the results of server measurements it only takes 12-21% CPU usage, 5-7% GPU usage, and 75-77% memory usage for VirtualBox and 17-26% CPU usage, 26-35% GPU usage, and 64-65% memory usage for VMware. From the FPS measurement results obtained on the client, it has an average of more than 59 fps for the three test games when GamingAnywhere is running on VirtualBox, VMware, and without using a virtual machine. From the measurement results, to get optimal QoS in accessing games with GamingAnywhere, a minimum bandwidth of 5 Mbps is needed and the distance between the client and the router is a maximum of 7 meters. If the bandwidth is less than 5 Mbps, the system experiences a delay of ± 0.003 seconds and the packet loss is more than 10%.
ANALYSIS OF USER MOBILITY PERFORMANCE ON SOFTWARE DEFINED WIRELESS NETWORK USING DIJKSTRA ALGORITHM Khoerotunisa, Icha Nurlaela; Hertiana, Sofia Naning; Negara, Ridha Muldina
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 2 No. 2 (2021): JUTIF Volume 2, Number 2, December 2021
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jutif.2021.2.2.84

Abstract

Over the last decade, wireless devices have developed rapidly until predictions will develop with high complexity and dynamic. So that new capabilities are needed for wireless problems in this problem. Software Defined Network (SDN) is generally a wire-based network, but to meet the needs of users in terms of its implementation, it has begun to introduce a Wireless-based SDN called Software Defined Wireless Network (SDWN) which provides good service quality and reach and higher tools, so as to be able to provide new capabilities to wireless in a high complexity and very dynamic. When SDN is implemented in a wireless network it will require a routing solution that chooses paths due to network complexity. In this paper, SDWN is tested by being applied to mesh topologies of 4,6 and 8 access points (AP) because this topology is very often used in wireless-based networks. To improve network performance, Dijkstra's algorithm is added with the user mobility scheme used is RandomDirection. The Dijkstra algorithm was chosen because it is very effective compared to other algorithms. The performance measured in this study is Quality of Service (QoS), which is a parameter that indicates the quality of data packets in a network. The measurement results obtained show that the QoS value in this study meets the parameters considered by the ITU-T G1010 with a delay value of 1.3 ms for data services and packet loss below 0.1%. When compared with the ITU-T standard, the delay and packet loss fall into the very good category.
Uji Performansi Algoritma Floyd-Warshall Pada Jaringan Software Defined Network (SDN) Saputra, Ihsan Aris; M., R. Rumani; Hertiana, Sofia Naning
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jet.v16.52-58

Abstract

Penentuan rute pada sebuah jaringan software defined network (SDN) merupakan salah satu contoh topik yang menarik untuk diteliti. Algoritma penentuan rute terpendek pada jaringan SDN sangatlah menentukan apakah jaringan SDN yang dibangun dengan algoritma tersebut sudah optimal. Salah satu algoritma penentuan rute terpendek yaitu algoritma FloydWarshall, yang akan diuji coba dan dianalisis apakah sudah termasuk algoritma yang optimal pada jaringan SDN dengan membandingkan dengan standarisasi yang ada. Pengujian akan dilakukan dengan mengirimkan paket data, VoIP dan video dengan melihat overhead traffic dan QoS (delay dan packet loss). Algoritma Floyd-Warshall akan digunakan pada pengontrol Ryu dan menggunakan Mininet sebagai emulator jaringan dengan topologi berbasis Abiline. Hasil simulasi dan pengujian algoritma Floyd-Warshall sebagai penentuan jalur terbaik dalam jaringan SDN, mendapatkan hasil yang memenuhi standarisasi. Nilai dari QoS yang didapat untuk delay masih berada pada nilai yang menjadi standar ITU-T G.1010. Packet loss yang dihasilkan semua jenis layanan sudah memenuhi standar ITU-T G.1010 yaitu 0% hingga saat pada jaringan diberikan background traffic melebihi kapasitas link yaitu pemberian sebesar 75 Mbps. Dalam pengujian waktu konvergensi didapatkan waktu dengan rata-rata nilai 17.71446 detik. Kemudian untuk overhead traffic menunjukan bahwa perubahan overhead dipengaruhi oleh controller update dan juga flow update, dimana ketika sering terjadinya controller update dan flow update maka semakin besar juga overhead yang didapat.