Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Beberapa Aspek Reproduksi Ikan Layang Deles (Decapterus macrosoma BLEEKER, 1841) yang Tertangkap dengan Bagan Perahu di Perairan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Dahlan, Muh Arifin; Andy Omar, Sharifuddin Bin; Tresnati, Joeharnani; Nur, Muhammad; Umar, Moh. Tauhid
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layang merupakan salah satu komoditas ekonomis penting di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi ikan layang meliputi nisbah kelamin, Indeks Kematangan Gonad (IKG), Tingkat Kematangan Gonad (TKG), ukuran pertama kali matang gonad dan fekunditas ikan layang deles yang tertangkap menggunakan bagan perahu di perairan Kabupaten Barru. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2013 di Kelurahan Sumpang Binangae yang merupakan fishing-base nelayan penangkap ikan layang deles. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Jurusan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar. Nisbah kelamin dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat, TKG ditentukan secara morfologi, IKG dihitung menggunakan metode perhitungan (Johnson, 1971), ukuran pertama kali matang gonad diperoleh dari ukuran pertama pada TKG III dan fekunditas menggunakan metode gravimetric. Ikan layang deles yang diperoleh selama penelitian sebanyak 213 ekor, dengan nisbah kelamin jantan : betina adalah 2,33 : 1,00.  Secara statistik, nisbah kelamin ikan jantan dan betina bukan 1 : 1 atau dalam keadaan tidak seimbang (α = 0,05 ; X2 hitung = 59,6082;  X2 tabel = 9.488; db = 4).  Ikan layang deles pada perairan Barru diperoleh TKG I sampai V dengan IKG 0.0503– 4.4667 % untuk ikan jantan dan 0.2501 – 7.6677 % untuk ikan betina. Persentase ikan layang deles matang gonad tertinggi ditemukan pada bulan Juli dan September, baik untuk ikan jantan maupun ikan betina, sementara pada bulan Oktober ikan yang tertangkap didominasi ikan yang belum matang gonad. Ikan layang deles jantan matang gonad pada ukuran 142 mm dan betina pada ukuran 128 mm dengan fekunditas berkisar antara 1.512 - 34.875 butir.
Komposisi Jenis Plankton Pada Musim Penangkapan Ikan Penja (Gobioidea sp) Di Muara Sungai Mandar Rahman, Chichilia Qaila Azzahrah; Umar, Moh. Tauhid; Rukminasari, Nita; Sahabuddin, Sahabuddin
Tropical Fisheries Management Journal Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i1.30912

Abstract

Penja is an endemic fish in the Mandar river and is one of the small pelagic fish species that has been used by fishermen in Polewali Mandar for a long time. Penja fish is one of the water organisms that utilize plankton as its food. This study aims to determine the composition of the plankton species the fishing season in Mandar waters of Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. This research was conducted in November-December 2017. The sampling location was conducted in two different water locations which are at estuary and body of Mandar River, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. And the identification of samples was done at the Biology Laboratory of Plankton and Natural Feed at the Research Center for Brackishwater Aquaculture Development and Fisheries Extension (BRPBAP3) of Maros Regency. The results of this study indicate that the highest abundance of plankton during the fishing season in the estuary waters and the month of December. Bacillariophyceae class is the most plankton class found during the study and there is 37 genus plankton consisting of 28 genus of phytoplankton and 9 genus of zooplankton. The range of diversity index value during fishing time, sampling location, research month and sampling time are 1 <H '<3 which means medium diversity, uniformity index value is 0.7-0.9 so that the plankton uniformity index is relatively the same or equal, and the Domination index value indicates that no domain genus in the community.
Dinamika Populasi Ikan Bungo (Glossogobius giuris Hamilton–Buchanan, 1822) di Perairan Danau Tempe, Sulawesi Selatan Kudsiah, Hadiratul; Suwarni, Suwarni; Rahim, Sri Wahyuni; Tresnati, Joeharnani; Umar, Moh. Tauhid; Novriani, Andi
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.13790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika populasi ikan  bungo   meliputi  kelompok  umur,  pertumbuhan, mortalitas,  laju  eksploitasi  dan  Yield  per  Recruitmen Relatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli  2020  di  Perairan  Danau  Tempe, Kabupaten wajo Sulawesi Selatan. Penentuan kelompok umur  dilakukan  menggunakan  metode  Bhattacharya dengan  bantuan  program  FAO-ICLARM  Fish  Stock Assesment Tools II (FISAT II), pertumbuhan menggunakan persamaan  Von  Bertalanffy,  mortalitas  alami  (M) menggunakan persamaan empiris Pauly, mortalitas total menggunakan persamaan Beverton dan Holt, mortalitas penangkapan (F) dengan persamaan Z= F+M, eksploitasi (E) menggunakan persamaan Baverton dan Holt dan yield per recruitment (Y/R’) menggunakan persamaan Beverton dan Holt.Hasil penelitian ikan bungo yang diamati berjumlah 923 ekor yang terdiri dari ikan tbungol jantan sebanyak713 ekor dan ikan bungo betina sebanyak 210. Kisaran panjang total mulai 100 mm – 266 mm yang terbagi dalam tiga kelompok umur dengan panjang masing-masing 129.54 mm, 177.41 mm dan 248.14 mm. Panjang asimtot (L∞) = 283.00 mm, koefisien pertumbuhan (K) = 0.60 dan umur teoritis (to) sebesar -3.9811 per tahun. Laju mortalitas total (Z) = 1,55 per tahun. Mortalitas alami (M) = 0,71 per tahun, mortalitas penangkapan (F) = 0,84, Eksploitasi (E) = 0,54 dan yield per recruitment (Y/R’) = 0.0620. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ikan bungo yang berada di Perairan Danau Tempe memiliki pertumbuhan yang cepat dan diduga telah mengalami kelebihan tangkapan