Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN IBU DALAM MERAWAT DIRI SELAMA PERIODE NIFAS DI RSUD ABUNAWAS KOTA KENDARI” Sahmad, Sahmad
Preventif Journal Vol 2, No 2 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.389 KB) | DOI: 10.37887/epj.v2i2.5435

Abstract

Kemandirian adalah suatu aktivitas yang dimulai secara individu dan dilakukan atas kemampuan sendiri. Masanifas merupakan masa pemulihan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Kemandirian dalam merawat diri selamamasa nifas penting agar pemulihan kesehatan segera tercapai. Perawatan diri ibu selama masa nifas dipengaruhibeberapa faktor diantaranya pengetahuan, motivasi, budaya, kepercayaan, pengalaman dan usia. Tujuanpenelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan antara pengetahuan, pengalaman dan usia dalammerawat diri selama periode nifas. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional populasisebanyak 290 dan sampel sebanyak 32 orang dengan tekhnik accidental sampling. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Juni - 05 Juli 2014. Data dianalisisdengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitiandidapatkan sebagian besar faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian ibu dalam merawat diri selamaperiode nifas adalah usia, karena semakin usia ibu tidak beresiko maka semakin mandiri pula dalam merawat diri.Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu ibu nifas dalam merawat diri selama periode nifas menjadi lebihbaik dan mandiri.Kata kunci : Tingkat Kemandirian ibu nifas, periode nifas.
PENGARUH PEMBERIAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP FLEKSIBILITAS SENDI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA MINAULA KENDARI Sahmad, Sahmad; Yunus, Reni; Sarmawan, Andi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 2 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.125 KB) | DOI: 10.33490/jkm.v2i2.21

Abstract

Aging is a physiological process that will reduce all the functions of organs, one of which is on the musculoskeletal system which can lead to limited motion. This study aimed to determine the effect of Range Of Motion (ROM) of the passive joint flexibility in the elderly in PSTW Minaula Kendari. This research was conducted in PSTW Minaula Kendari. Number of samples 12 people. This study uses the design of one group pretest-posttest. Leverage data is done through observation and documentation. Data were analyzed using paired t-test at 95% confidence level with a = 0.05 using computerized tools (SPSS-20). The results showed that there is the effect of passive ROM tehadap right knee joint flexibility by providing flexion (p = 0.00), extension (p = 0.00), the left knee with the provision of flexion (p = 0.01), extension (p = 0.00), with the provision of the right ankle dorsi flexion (p = 0.00), plantar flexion (p = 0.00), the left ankle with the provision of dorsi flexion (p = 0.00), plantar flexion (p = 0.00), the right foot by giving inverse (p = 0.00), eversion (p = 0.00), the left foot by giving inverse (p = 0.00), eversion (p = 0.00). The conclusion of this study is to show that there is the effect of passive ROM to the flexibility of the joints in the elderly.  
Mild Cognitive Impairment (MCI) pada Aspek Kognitif dan Tingkat Kemandirian Lansia dengan Mini-Mental State Examination (MMSE) Akhmad, Akhmad; Sahmad, Sahmad; Hadi, Indriono; Rosyanti, Lilin
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 11 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.891 KB) | DOI: 10.36990/hijp.v11i1.105

Abstract

Aging reduces physical, psychological and social functioning. Cognitive impairment causes disabilities in daily functions and limits quality of life. In the elderly there is often a partial or total dependence on external assistance or care. The importance of a study to conduct a study on Mild Cognitive Impairment (MCI) on the Cognitive Aspects and the Level of Independence of the Elderly with a Mini-Mental State Examination (MMSE) measurement tool, in elderly people living in coastal areas who are part of the assisted blood of the nursing department. The type of research used is descriptive research, in August-December 2018 on the coast of Toronipa. The population in this study were all elderly who live in the Toronipa coastal area of ??Konawe Regency, an assessment instrument that functions to measure functional independence in self-care and mobility and is also used as a criterion in assessing functional ability for 10 minutes and assessing cognitive function in the areas of orientation, memory, attention and calculation, language construction and visuals. Patients score between 0 and 30 points, and cut-offs of 23/24 are usually used to indicate significant cognitive decline. Research result; Analysis on cognitive function: normal category 20 people (40.0%) while cognitive function disorders as many as 30 people (60.0%). The category of the independence level of the elderly, independent in carrying out daily activities as many as 48 people (96.0%), while those who experienced dependence amounted to 2 people (4.0%). The results of the analysis with the Chi Square test, the value of p = 0.510, meaning that the P value is greater than 0 , 05, so that there is no relationship between MCI from a cognitive aspect with the level of independence of the elderly in the coastal area of ??Toronipa.
Analisis Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien (Patient Safety) di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Gunwan, Wawan; Narmi, Narmi; Sahmad, Sahmad
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 01 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.948 KB)

Abstract

Abstrak Keselamatan pasien di Rumah Sakit merupakan sistem pelayanan yang memberikan keamanaan saat perawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan standar keselamatan pasien (patient safety) di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif, dilaksanakan tanggal 3-30 Mei tahun 2018. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat inap di Laika Waraka Bedah dan Non Bedah RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 281 pasien dan sampel 56 orang yang diperoleh dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 56 responden, pelaksanaan standar keselamatan pasien dari segi pelaksanaan hak pasien sebagian besar (89,3%) terpenuhi, pelaksanaan pendidikan pada pasien dan keluarga, sebagian besar (83,9%) dalam kategori dilakukan, dari aspek kesinambungan pelayanan sebagian besar (85,7%) dalam kategori dilakukan dan dari aspek komunikasi sebagian besar (80,4%) dalam kategori dilakukan. Simpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan standar keselamatan pasien dari segi pelaksanaan hak pasien sebagian besar terpenuhi, pendidikan pada pasien dan keluarga, kesinambungan pelayanan dan komunikasi Perawat masing-masing sebagian besar dalam kategori dilakukan. Saran bagi pihak Rumah Sakit agar melakukan sosialisasi rutin tentang patient safety, menambah jumlah perawat dan bagi perawat agar memberikan hak pasien, pendidikan kepada pasien dan keluarga, memberikan kesinambungan dalam pelayanan serta menerapkan komunikasi perawat yang efektif. Absctract Patient safety at the Hospital is a service system that provides patient care during treatment. This study aims to analyze the implementation of patient safety standards (patient safety) in RSU Bahteramas Southeast Sulawesi Province in 2018. This research is a descriptive survey research, conducted on 3-30 May 2018. The population of this study are all inpatients in Laika Waraka Surgical and Non Surgical RSU. Bahteramas of Southeast Sulawesi Province were 281 patients and 56 samples were obtained with Accidental Sampling. The data were collected using questionnaires and analyzed descriptively. The results showed that from 56 respondents, the implementation of patient safety standard in terms of implementation of patient rights mostly (89,3%) met, the implementation of education on patient and family, mostly (83,9%) in the category done, from the aspect of continuity of service most (85,7%) in the category were done and from the communication aspect most (80,4%) in the category were done. The conclusions in this study are the implementation of patient safety standards in terms of exercising the patient's rights are mostly met, education on patient and family, continuity of care and communication Nurses each mostly in the category done. Suggestions for the Hospital to conduct routine socialization on patient safety, increase the number of nurses and nurses to provide patient rights, education to patients and families, provide sustainability in services and implement effective nurse communication
Hubungan Pengetahuan Dengan Penerapan Lima waktu Cuci Tangan Pada Perawat Di Unit Rawat Inap Blud Rs Konawe Selatan Purwaningsih, Suciati Eka; Asrul, Muhammad; Sahmad, Sahmad; Syahwal, Muhammad
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 02 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Infeksi nosokomial atau healthcare-associated infections (HAIs) adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setelah dirawat 2 x 24 jam dimana sebelum dirawat, pasien tidak memiliki gejala tersebut dan sudah mempengaruhi kesehatan ratusan juta pasien di seluruh dunia setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan penerapan mencuci tangan pada perawat rawat inapdi BLUD RS Konawe Selatan tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap di BLUD RS Konawe Selatan berjumlah 67 orang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang diambil dengan teknik accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 25 orang (61.0%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 16 orang (39.0%). Sebagian besar responden menerapkan five moment mencuci tangan sebanyak 23 orang (56.1%) dan yang tidak menerapkan five moment yaitu sebanyak 18 orang (43.9%). Ada hubungan pengetahuan dengan penerapan mencuci tangan pada perawat pasien rawat inap(X2hit = 6.578 > X2tab = 3.481). Simpulan penelitian adalah ada hubungan pengetahuan dengan penerapan mencuci tangan pada perawat pasien rawat inapdi BLUD RSUD Konawe Selatan. Saran peneliti adalah dapat mengambil kebijakan progresif agar perawat dan seluruh elemen yang bertugas di rumah sakit melaksanakan penertiban pelaksanaan lima waktu cuci tangan dengan baik dan kepada perawat rawat inap agar selalu menerapkan lima waktu mencuci tangan agar dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Absctract. Nosocomial infections or healthcare-associated infections (HAIs) are infections that occur in hospitals or health care facilities after being treated 2 x 24 hours where before they are treated, patients do not have these symptoms and have affected the health of hundreds of millions of patients worldwide every year. This study aims to determine the relationship of knowledge with the application of hand washing in hospitalized nurses at BLUD Konawe Selatan Hospital in 2019. This type of research is an analytic cross sectional approach. The population in this study were all nurses who served in the inpatient room at BLUD Konawe Selatan Hospital amounted to 67 people with a total sample of 41 people taken by accidental sampling technique. The results showed that most respondents were good knowledgeed as many as 25 people (61.0%) and less knowledge as many as 16 people (39.0%). Most respondents applied five moments of washing their hands as many as 23 people (56.1%) and those who did not apply five moments were as many as 18 people (43.9%). There is a relationship of knowledge with the application of hand washing to nurses. The conclusion of the study is that there is a relationship of knowledge with the application of hand washing to nurses inpatients in BLUD Konawe Selatan Hospital. Researcher's suggestion to the South Konawe Hospital BLUD can take a progressive policy so that nurses and all elements in charge of the hospital carry out five moments of hand washing properly and to nurses inpatient to always implement the five moments of hand washing in order to prevent nosocomial infections
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Rsud Kota Kendari Tahun 2016 Sahmad, Sahmad
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarakan hasil evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan diperoleh data bahwa perawat hanya terfokus pada pembuatan rencana tindakan keperawatan saja dan sering mengabaikan pengankajian dan diagnose keperawatan. Tujuan penelitian adalah untuk pengetahuan fakto-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerjaperawat dalam melaksanakan asuhan keperwatan di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua tenaga perawat di RSUD Kota Kendari yang berjumlah 108 orang. Sampel penelitian adalah 85 perawat yang bertugas di RSUD Kota Kendari. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dan uji phi Hasil penelitian adalah ada hubungan sedang antara fasilitas kesehatan dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan kuat antara insentif dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan kuat antara kondisi/lingkugan pekerjaan dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Ada hubungan sedang antara supervise dengan motivasi kerja perawat (p value = 0,000 < α = 0,05). Disarankan agar rumah sakit agar meningkatakan ketersediaan rumah fasilitas kesehatan dan sedapat mungkin dapat merencanakan peningkatan insentif perwat Abstract Based on the evaluation results of nursing care dokumentation, abtained the data that nurse juts fokused on making the plan of action nursing caurse and often ignore the nursing asessment and diagnosis. The objective of this study was to dtermine factors related with motivation of kendari city 2016.This was analitical study using cross sectional. Population of the study wes the entire nurses in general hospital of kendari city as many as 108 people. Sample of the study was 85 nurses on duty in general hospital of kendari city. Statistical test used was chi square and phi tests. The study resulst that there was a moderate relationship between facilities with motivation (p value = 0,000 < α = 0,05). There was a strong relationship between incentives with motivation (P value = 0,00 < α = 0,05). There was a srong relationship between working condition / atmosphere with motivation (P value = 0,00 < α = 0,00). It is recommended to the hospital in order to further increase the availability of health facilities and wherever possible couid plan an increase of the nurses.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Terapi Hemodialisa Di Sulawesi Tenggara Unga, Herlina Ode; Sahmad, Sahmad; Wahyuni, Osrin; Astowin, Bangkit
Jurnal Keperawatan Vol 2 No 03 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia yang berdampak pada masalah medik, ekonomi dan sosial yang sangat besar bagi pasien dan keluarganya, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dalam Menjalani Terapi Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 32 pasien yang diteliti diperoleh 27 repsonden (84%) mendapatkan dukungan keluarga baik dan 5 responden (16%) mendapatkan dukungan keluarga kurang, serta dari 32 pasien yang diteliti terdapat 26 responden (81%) yang patuh dalam menjalani terapi hemodialisa dan 6 responden (19%) tidak patuh. Hasil analisis menggunakan statistik uji fisher’s exact test diperoleh nilai probabilitas (p value) 0,002, yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisa.Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisa. Absctract Chronic kidney disease is a health problem around the world that gives impact to medic problem, economic and social which is very big problem for patient and the family, either in developed country or developing country. This study aims to analyze the relationship of family support wit patient obedience of cronic kidney disease doing hemodialysis therapy at Bahteramas Public Hospital, Province of South-East Sulawesi. This study was analytical descriptive with cross sectional approach. Data collection used purposive sampling technique with numbered of sample was respondents. Result of the study showed that 32 patients who studied was found that respondents (84%) got the family support well and 5 respondents (16%) got less family support, also from 32 patients studied there were 26 respondents (81%) which had obedience doing hemodialysis therapy and 6 respondents (19%) had no obedience. Analysis result used fisher’s exact test which found that probability value (ρ value) 0,002, it meant there was a relationship of family support with patient obedience of cronic kidney disease doing hemodialysis therapy. In conclusion, there is a relationship of family support with patient obedience of cronic kidney disease doing hemodialisys therapy.
Peningkatan Pengetahuan Perawat melalui Pelatihan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Akhmad, Akhmad; Sahmad, Sahmad; Taamu, Taamu
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 13 No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v13i2.283

Abstract

Standar diagnosis keperawatan indonesia merupakan pedoman yang disusun oleh persatuan perawat nasional indonesia, dan digunakan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terhadap pemanfaatan standar diagnosis keperawatan indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Tahun 2020. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode eksperimen semu, terdapat pra-pasca tes, dan responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isian kuesioner sebelum diberikan pelatihan, 4 responden (13,3 %) memperoleh nilai baik, 14 responden (46,7%) dengan nilai cukup, dan 12 responden (40,0%) dengan nilai kurang. Setelah pelatihan, total nilai dari isian kuesioner adalah 24 responden (80,0 %) memperoleh nilai baik, 5 responden (16,7 %), dan 1 responden (3,3%) memperoleh nilai cukup dan kurang. Nilai p hasil uji statistik adalah 0,000. Pelatihan meningkatkan pengetahuan perawat tentang standar diagnosis keperawatan indonesia.