Siti Agustina, Siti
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian RI Jl. Balai Kimia I Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kimia dan Kemasan

PENGOLAHAN RAMI SECARA BIOLOGI Tuti, Lydia C.H.; Agustina, Siti; Andrianty, Trisny; Warsiti, Warsiti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4977.665 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3585

Abstract

Pada saat ini proses pengolahan serat rami menjadi China grass dilakukan dengan menggunakan proses secara fisika dan kimia. Hasilnya cukup balk, tetapi proses ini menghasilkan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan mengolah serat rami menggunakan mikroorganisme, pada proses delignifikasi dan degumming. Pada penelitian ini adalah jenis-jenis bahan perendam digunakan sebaqai variabel (media mikroorganisme) yaitu: air laut, air kelapa kopyor, air enzim papain, larutan bakteri dan air rawa. Berdasarkan hasil penelitian  untuk proses delignifikasi yang terbaik adalah perendaman serat rami selama 4 hari dengan air laut dan untuk proses degumming adalah perendaman 5 hari oleh bakteri Pseudomonas fluoresence 15%. Spesifikasi china grass yang dihasilkan adalah kuat tarik per helai 320,8 pada kondisi standar 32,7 mN, kehalusan 5,29 Dtex (1,76 Denier) dan kemuluran 1,8% serta warna serat yang dihasilkan berwarna putih dan berkilau.
Perolehan Kembali Seng Dari Limbah Industri Galvanis Sebagai Seng Asetat Agustina, Siti; Indrasti, Nastiti Siswi; Suprihatin, Suprihatin; Rochman, Nurul Taufiqu
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.13 KB)

Abstract

Seng dross merupakan hasil samping dari industri pelapisan logam (galvanis) dengan proses hot-dip dan mempunyai kandungan seng yang cukup tinggi. Hasil samping ini dapat digunakan sebagai bahan baku seng asetat. Seng asetat digunakan sebagai bahan tambahan makanan, suplemen, obat-obatan, precursor, dan pelega tenggorokan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kembali seng dari seng dross untuk menghasilkan seng asetat. Seng asetat tersebut akan digunakan sebagai precursor. Proses ekstraksi seng dross dilakukan dengan asam asetat glasial pada kondisi proses, yaitu waktu ekstraksi 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, suhu ekstraksi 130 oC, 150 oC, dan 170 oC, serta konsentrasi asam asetat glasial 20%, 40%, dan 60%. Hasil ekstraksi berupa seng asetat dianalisis untuk mengetahui kadar seng dan karakteristik kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses ekstraksi yang terbaik diperoleh pada suhu 130 oC, konsentrasi asam asetat glasial sebesar 60%, dan waktu proses ekstraksi selama 1 jam. Seng asetat yang diperoleh mengandung 75,39% seng dan kristal seng asetat mempunyai intensitas 5800 counts. 
Teknologi membran dalam pengolahan limbah cair industri (Review) Agustina, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4191.858 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3281

Abstract

Teknologi membran dalam pengolahan limbah cair industri (Review)
BIODEGRADASI DAN TOKSISITAS DETERJEN Suratmono, Suratmono; Wuryanto, Wuryanto; Agustina, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3180.352 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3580

Abstract

Deterjen merupakan bahan pembersih pakaian yang mengandung surfaktan dan bahan pengisi, yang banyak digunakan oleh manusia. Kriteria ekolabel menunjukkan bahwa biodegradasi deterjen adalah  lebih besar dari 90% dan tingkat toksisitasnya terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodegradibilitas dan toxicity deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakteri pseudomonas dan bakteri bacillus dapat mendegradasi deterjen sebesar 96 - 97 %, dan toksisitas lingkungan yang diuji pada ikan mas menunjukkan LC 50 selama 96 jam adalah pada konsentrasi deterjen sebesar 3,5 ppm.
PROSES AKTIVASI ULANG ARANG AKTIF BEKAS ADSORPSI GLISERIN DENGAN METODE PEMANASAN Agustina, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4806.994 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3575

Abstract

Arang aktif bekas yang merupakan sisa proses adsorpsi gliserin mempunyai daya serap rendah.  Proses aktivasi ulang rnernungkinkan arang aktif bekas untuk digunakan kembali pada proses adsorpsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode yang terbaik dalam mengaktivasi  ulang arang aktif bekas dan mengetanui efektifitas pada larutan gliserin. Penelitian ini menggunakan rnetode kombinasi antara kimia dan panas untuk mengaktivasi ulang arang aktif  bekas dengan tiga cara yang berbeda yaitu: (1) Perendarnan dengan asam diikuti dengan pemanasan, (2) Pencucian dengan air diikuli dengan pemanasan. sorta (3) Pernanasan secara langsung. Suhu pemanasan yang diaplikasikan bervariasi dari 500°C, 600°C dan 700°C, sedangkan ama waktu pemanasan yang digunakan 1, 2 dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda yang terbaik adalah pemanasan secara langsung pada suhu 500°C selama satu jam pemanasan. Arang aktif hasil aktivasi ulang tersebut dapat menurunkan warna gliserin dari warna kuning muda ke warna jernih dengan persen transmitan sebesar 99%.
Proses Ekstraksi Seng Oksida Dari Seng Dross Menggunakan Metode Hidrometalurgi Sistim Terbuka Agustina, Siti
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.516 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2704

Abstract

Seng oksida merupakan jenis bahan kimia yang banyak digunakan oleh masyarakat, diantaranya adalah untuk industri kosmetik, industri kesehatan, industri karet dan industri pertanian. Pada saat ini dalam memenuhi kebutuhan seng oksida di dalam negeri sebagian impor dari negara lain. Untuk substitusi impor akan seng oksida maka dicari potensi bahan baku yang dapat digunakan untuk pembuatan seng oksida, diantaranya adalah seng dross yang merupakan hasil samping dari industri galvanis sistem hot-dip. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi proses ekstraksi seng dross dengan asam asetat glasial, sehingga menghasilkan seng oksida. Pada proses ekstraksi menggunakan metode hidrometalurgi sistem terbuka, variabel yang divariasi adalah waktu proses ( 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit), suhu proses ( 150 oC, 170 oC dan 190 oC), dan konsentrasi asam asetat glasial ( 20 %, 40 % dan 60 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang terbaik adalah pada waktu 90 menit, suhu 150 oC, dan konsentrasi asam asetat glasial 60 %, didapatkan rendemen sebesar 62,45 % dan kadar seng dalam seng oksida adalah sebesar 70,23 %. Berdasarkan analisis X-ray diffraction (XRD) kristal seng oksida yang terbentuk sama dengan seng oksida standar. Seng dross berpotensi sebagai bahan baku untuk pembuatan seng oksida, sehingga dapat digunakan sebagai bahan substitusi impor.