Erfin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik Erfin; Husniati; Baiq Niswatul Khair; Muhammad Syazali
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3338

Abstract

Hasil belajar IPA siswa pada umumnya masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari masih terdapat beberapa siswa yang nilainya masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) di beberapa sekolah yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik  pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Instrument penelitian berupa pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data (data reducation), penyajian data (data display), dan kesimpulan (consclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar  IPA kepada peserta didik kelas V yaitu berasal dari faktor internal yaitu 75,96%, kemudian cara belajar IPA sebesar 68,27%, dan kecerdasan/ intelegensi sebesar 63,07% dan terakhir kesehatan sebesar 29,23%. Sedanngkan yang berasal dari faktor eksternal secara berurutan yang paling besar dukungan keluarga sebesar 67,31%, dukungan sekolah sebessar 63,46%, dan dukungan masyarakat sebesar 50%. Sementara berdasarkan hasil wawancara dari pihak guru bahwa faktor yang paling mempengaruhi rendahnya hasil belajar IPA kelas V di SDN So Loka yaitu motivasi belajar sebesar 100%, dari dukungan sekolah sebesar 87,50%, minat belajar sebesar 62,50%, kecerdasan sebesar 60%, cara belajar sebesar 50%, dukungan masyarakat sebesar 50% dan kesehatan sebesar 20%.