Beatriks Novianti Kiling-Bunga, Beatriks Novianti
Universitas Nusa Cendana

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Intuisi

PERSEPSI IBU TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI Teti Soge, Ellesa Margareth; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Thoomaszen, Friandry Windisany; Kiling, Indra Yohanes
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran ayah dalam rumah tangga di Indonesia selama ini jauh dari aktivitas merawat dan mendidik anaknya yang masih berusia dini. Keseimbangan peran ayah dan ibu dalam mengasuh anak usia dini (AUD) memiliki sumbangsih penting dalam perkembangan anak secara holistik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui persepsi ibu terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan AUD di Kota Kupang, 2) untuk mengetahui upaya para ibu dalam melibatkan ayah atau mendukung terhadap keterlibatan pengasuhan. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang ibu yang berdomisili di Kota Kupang. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa ibu merasa tugas pengasuhan anak adalah tugas besar ibu. Tugas ayah adalah bukan untuk mengasuh anak melainkan mencari nafkah. Waktu yang dihabiskan ayah untuk bersama-sama dengan anak masih sangat kurang. Kurangnya kerjasama serta pemahaman ibu dan ayah dalam pengasuhan anak juga melatarbelakangi minimnya peran ayah dalam pengasuhan. Dukungan dari ibu terhadap ayah yang berkaitan dengan pengasuhan sangat diperlukan untuk perkembangan yang seimbang.Father’s role in household in Indonesia up to now is still far from nurturing and educating their young children. Balance of role between father and mother in raising young children has important contribution in child’s development holistically. This research’s goals are: 1) to understand mother’s perception to father’s involvement in parenting young children in Kupang City: and 2) to know mother’s efforts in involving father or in supporting them to be involved in parenting. This research was done in Kupang City, East Nusa Tenggara Province. Method used was qualitative with descriptive approach. Participants were five mothers resided in Kupang City. Data collection techniques were interview and observation. Results showed that mothers felt that parenting is a big duty for them. Father’s role is not to parenting their children but instead to earn a living. Time spent by fathers to be with their children was still lacking. The lack of cooperation and also father’s and mother’s awareness in child parenting were also serves as cause of the the lack of fathers’ role in parenting. Support from mother to father that is related with parenting is needed for a balanced development process.
POLA ASUH KERAS PADA AYAH DARI ANAK USIA DINI: STUDI DESKRIPTIF Tea, Maria Erista; Thoomaszen, Friandry Windisany; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Kiling, Indra Yohanes
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan kepada anak yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang tidak sedikit. Perilaku ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh yang bertumpu pada pemberian hukuman terutama oleh ayah. Pola asuh keras adalah bentuk pola asuh yang saat bentuk agresi dari orang tua ke anak yang bertujuan untuk menghukum perilaku anak, juga menyebabkan anak mengalami rasa sakit atau tidak nyaman. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola asuh keras dari ayah di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Partisipan penelitian adalah 159 orang ayah yang memiliki anak usia dini. Data dijabarkan secara deskriptif dan ditabulasi silang dengan data demografik. Hasil penelitian menunjukkan ayah di Kota Kupang memiliki perilaku terkait pola asuh keras yang berada dalam tingkatan sedang dari lima tingkatan dengan persentase 36,47%. Beberapa pola sebaran data dijelaskan di penelitian ini. Keadaan Kota Kupang yang sedang diprogramkan untuk menjadi Kota Layak Anak membuat kesadaran orangtua terutama ayah semakin bertambah untuk menjauhi pola asuh keras yang dapat berujung ke kekerasan pada anak usia dini.Child violence cases happened in East Nusa Tenggara province are more than just a few. These behaviours are influenced by parenting that relies on punishment especially from father. Harsh parenting is a form of parenting when an agression from parent to child that has objective of punishing child’s behaviour, also resulted in pain and discomfort in the child. This study’s objective was to describe the pattern of harsh parenting from fathers in Kupang City. Method used was quantitative descriptive with accidental sampling as the sampling technique. Participants were 159 fathers who have young child. Data were descriptively briefed and cross tabulated with demographic factors. The results showed that fathers in Kupang City have moderate level of harsh parenting from total five levels, with percentage of 36,47%. Some data distribution’s patterns were explained in this research. Kupang City as a city that is being programmed as a child-friendly city made parents’ awareness especially fathers to increase, in order to avoid harsh parenting practices that could leads to violence to young children.
PERSEPSI IBU TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI Teti Soge, Ellesa Margareth; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Thoomaszen, Friandry Windisany; Kiling, Indra Yohanes
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i2.8617

Abstract

Peran ayah dalam rumah tangga di Indonesia selama ini jauh dari aktivitas merawat dan mendidik anaknya yang masih berusia dini. Keseimbangan peran ayah dan ibu dalam mengasuh anak usia dini (AUD) memiliki sumbangsih penting dalam perkembangan anak secara holistik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui persepsi ibu terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan AUD di Kota Kupang, 2) untuk mengetahui upaya para ibu dalam melibatkan ayah atau mendukung terhadap keterlibatan pengasuhan. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang ibu yang berdomisili di Kota Kupang. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa ibu merasa tugas pengasuhan anak adalah tugas besar ibu. Tugas ayah adalah bukan untuk mengasuh anak melainkan mencari nafkah. Waktu yang dihabiskan ayah untuk bersama-sama dengan anak masih sangat kurang. Kurangnya kerjasama serta pemahaman ibu dan ayah dalam pengasuhan anak juga melatarbelakangi minimnya peran ayah dalam pengasuhan. Dukungan dari ibu terhadap ayah yang berkaitan dengan pengasuhan sangat diperlukan untuk perkembangan yang seimbang.Father’s role in household in Indonesia up to now is still far from nurturing and educating their young children. Balance of role between father and mother in raising young children has important contribution in child’s development holistically. This research’s goals are: 1) to understand mother’s perception to father’s involvement in parenting young children in Kupang City: and 2) to know mother’s efforts in involving father or in supporting them to be involved in parenting. This research was done in Kupang City, East Nusa Tenggara Province. Method used was qualitative with descriptive approach. Participants were five mothers resided in Kupang City. Data collection techniques were interview and observation. Results showed that mothers felt that parenting is a big duty for them. Father’s role is not to parenting their children but instead to earn a living. Time spent by fathers to be with their children was still lacking. The lack of cooperation and also father’s and mother’s awareness in child parenting were also serves as cause of the the lack of fathers’ role in parenting. Support from mother to father that is related with parenting is needed for a balanced development process.
POLA ASUH KERAS PADA AYAH DARI ANAK USIA DINI: STUDI DESKRIPTIF Tea, Maria Erista; Thoomaszen, Friandry Windisany; Kiling-Bunga, Beatriks Novianti; Kiling, Indra Yohanes
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i1.8551

Abstract

Kasus kekerasan kepada anak yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang tidak sedikit. Perilaku ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh yang bertumpu pada pemberian hukuman terutama oleh ayah. Pola asuh keras adalah bentuk pola asuh yang saat bentuk agresi dari orang tua ke anak yang bertujuan untuk menghukum perilaku anak, juga menyebabkan anak mengalami rasa sakit atau tidak nyaman. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola asuh keras dari ayah di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Partisipan penelitian adalah 159 orang ayah yang memiliki anak usia dini. Data dijabarkan secara deskriptif dan ditabulasi silang dengan data demografik. Hasil penelitian menunjukkan ayah di Kota Kupang memiliki perilaku terkait pola asuh keras yang berada dalam tingkatan sedang dari lima tingkatan dengan persentase 36,47%. Beberapa pola sebaran data dijelaskan di penelitian ini. Keadaan Kota Kupang yang sedang diprogramkan untuk menjadi Kota Layak Anak membuat kesadaran orangtua terutama ayah semakin bertambah untuk menjauhi pola asuh keras yang dapat berujung ke kekerasan pada anak usia dini.Child violence cases happened in East Nusa Tenggara province are more than just a few. These behaviours are influenced by parenting that relies on punishment especially from father. Harsh parenting is a form of parenting when an agression from parent to child that has objective of punishing child’s behaviour, also resulted in pain and discomfort in the child. This study’s objective was to describe the pattern of harsh parenting from fathers in Kupang City. Method used was quantitative descriptive with accidental sampling as the sampling technique. Participants were 159 fathers who have young child. Data were descriptively briefed and cross tabulated with demographic factors. The results showed that fathers in Kupang City have moderate level of harsh parenting from total five levels, with percentage of 36,47%. Some data distribution’s patterns were explained in this research. Kupang City as a city that is being programmed as a child-friendly city made parents’ awareness especially fathers to increase, in order to avoid harsh parenting practices that could leads to violence to young children.