Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PARADIGMA BEREKOTEOLOGI DAN PERAN ORANG PERCAYA TERHADAP ALAM CIPTAAN: KAJIAN EKOTEOLOGI Budiman, Sabda; Rutmana, Kiki; Takameha, Kristian Kariphi
Jurnal Borneo Humaniora Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v4i1.1908

Abstract

Ekoteknologi adalah disiplin yang membahas hubungan Tuhan, manusia, dengan alam. Dalamberekoteologi perlunya paradigma yang tepat dan Alkitab sebagai dasar untuk menjaga lingkungan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa paradigma yang tepat dan Alkitab dalam filotisologi? Apa sikap orang percaya terhadap sifat penciptaan? Tujuan tulisan ini adalah untuk menggambarkan paradigma yang tepat dan Alkitab dalam teologi dan menjelaskan sikap orang percaya terhadap sifat penciptaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil diskusi adalah bahwa orang percaya harus memiliki paradigma theocentric. Selain itu, orang percaya berperan sebagai pengawasan, membangun solidaritas dengan alam dan terlibat langsung dalam pemulihan krisis lingkungan.
Covid-19 impact on Church Society Ministry I Putu Ayub Darmawan; Nasokhili Giawa; Katarina; Sabda Budiman
International Journal of Humanities and Innovation (IJHI) Vol. 4 No. 3 (2021): September
Publisher : Center for Humanities and Innovation Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33750/ijhi.v4i3.122

Abstract

The ongoing COVID-19 pandemic has caused countless impacts and influences on human life. It disturbs the order of life and macro and micro-economics, drastically and radically changes human cultural and behavioral patterns, and greatly impacts the concepts of church theology, pastoring, and ministry. This study is a descriptive qualitative study on the COVID-19 and normal & abnormal reactions & responses to it. Through this article, the authors observed that the COVID-19 existence has transformed and recorrected the Christian paradigm on 1) ecclesiology, which to date exclusively based on building to the real Church, namely God’s people in the form of house/“tent” churches; 2) digital media utilization in this Society 5.0 era as God’s grace to all humanity. Findings and changes in society through renewable technology are an inseparable part of the pandemic. A dichotomic gap of understanding between science and technology for centuries should be reformulated. New technological inventions and social media created by humans are media in the hands of God that should be utilized by the Church to minister in various categories to improve the quality of ministry and service; and 3) creative and innovative interpretation of threefold responsibilities of the Church: koinonia, diakonia, and martyria.
Model Kepemimpinan Yesus Dalam Injil Yohanes Sebagai Teladan Bagi Kepemimpinan Kristen di Gereja Lokal Sabda Budiman; Yelicia; Krido Siswanto
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: As the times grew, leadership began to decline and crisis. This leadership crisis is also inseparable from the church environment. Speaking of leadership in the church is seen from the point of view of the Bible, inseparable from the Great person of Jesus Christ. This paper discusses Jesus' leadership model focusing on the Gospel of John. The author formulates the following problem: : What is the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church? The purpose of writing this scientific paper is to know and explain the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church. This study uses qualitative research method with descriptive approach which this method considers that the data collected to be the key to what is studied. The data the author observes is the Gospel of John, literature such as books and journal articles on leadership. The model of Jesus' leadership in the Gospel of John is Jesus as the Leader of the sheep, Jesus as the Ministering Leader, and Jesus discipleship and send. An example for the local church leadership model is to put self-integrity first, lead holistically, and implement a discipleship model. The local church leadership model reflecting Jesus' leadership model in the Gospel of John is expected to be a learning experience for leaders in the local church. Keyword: model, the leadership of Jesus, the local church, the example.   Abstrak: Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja. Berbicara mengenai kepemimpinan dalam gereja dilihat dari sudut pandang Alkitab, tidak terlepas dari pribadi yang Agung yaitu Yesus Kristus. Penulisan ini membahas tentang model kepemimpinan Yesus yang berfokus pada Injil Yohanes. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: : Bagaimana model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal? Adapun tujuan penulisan dari karya ilmiah ini ialah untuk mengetahui dan memaparkan model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana metode ini memandang bahwa data yang dikumpulkan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Data yang penulis amati ialah kitab Injil Yohanes, literatur-literatur seperti buku dan artikel jurnal tentang kepemimpinan. Adapun model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes ialah Yesus sebagai Pemimpin domba-domba, Yesus sebagai Pemimpin yang melayani, dan Yesus memuridkan dan mengutus. Teladan bagi model kepemimpinan gereja lokal yaitu mengutamakan integritas diri, memimpin secara holistik, dan menerapkan model discipleship. Model kepemimpinan gereja lokal yang bercermin dari model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pemimpin di gereja lokal. Kata kunci: model, kepemimpinan Yesus, gereja lokal, teladan.
Relevansi Pemahaman yang Benar Tentang Gereja Bagi Orang Percaya Masa Kini Sabda Budiman; Yabes Doma
KAPATA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.648 KB) | DOI: 10.55798/kapata.v2i2.27

Abstract

This wrong understanding of the church affects one's actions towards applying one's faith. The importance of proper and basic knowledge of the church is the need of every believer today—the need for a renewal of the correct understanding of the church. The need for a fundamental and biblical account of the church encourages the author to deepen the discussion of the church's doctrine. The problem in this research is: what are the misconceptions about the church? And what is the correct understanding of the church according to the Bible and its relevance for believers today? This study aims to discuss the knowledge of the church based on the perspective of the Bible and its significance for believers today. The method that the author uses is a qualitative-descriptive research method. The results of this study reveal that the church is not a building, denomination, or "me," but the church is more understood as an association of believers who have a goal to fellowship and build each other up. AbstrakPemahaman yang keliru tentang gereja itu mempengaruhi tindakan seseorang terhadap penerapan imannya. Pentingnya pemahaman yang benar dan mendasar dari gereja menjadi kebutuhan setiap orang percaya pada masa kini. perlunya pembaharuan akan pemahaman yang benar tentang gereja. Kebutuhan akan pengertian tentang gereja secara mendasar dan alkitabiah, mendorong penulis untuk mendalami pembahasan doktrin tentang gereja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apa saja pemahaman yang keliru tentang gereja? Dan bagaiamana pemahaman yang benar tentang gereja menurut Alkitab serta relevansinya bagi orang percaya pada masa kini? Penelitian ini bertujuan membahas tentang pengertian gereja berdasarkan persepktif Alkitab dan relevansinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang penulis gunakan ialah penelitian kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gereja bukanlah gedung, denominasi, atau pun “saya”, tetapi lebih dipahami sebagai perkumpulan orang-orang percaya yang memiliki tujuan untuk bersekutu dan saling membangun satu dengan yang lainnya.
Implikasi Latar Belakang Kehidupan dan Pelayanan Rasul Paulus Bagi Pelayan Tuhan Sabda Budiman; Yabes Doma
Jurnal Teologi Injili Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.726 KB) | DOI: 10.55626/jti.v1i2.13

Abstract

Guna memahami konsep teologi Paulus, perlu sekali untuk mempelajari latar belakang kehidupannya. Melalui pemaparan tentang latar belakang kehidupan Paulus, dapat ditarik implikasi bagi pelayan Tuhan pada masa kini, baik yang aktif melayani di organisasi gereja, bidang misi, maupun di sekolah. bagaimana latar belakang kehidupan rasul Paulus dari sebelum dan sesudah ia bertobat? Apa dan bagaimana pelayanan rasul Paulus setelah ia bertobat dan bagaimana masa akhir hidupnya serta bagaimana implikasi dari latar belakang kehidupan dan pelayanan Paulus bagi pelayan Tuhan saat ini? Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif-deskriptif. Dalam pembahasannya, penulis memaparkan tentang latar belakang kehidupan Paulus yang mencakup masa kelahiran Paulus, masa remaja Paulus, keluarga Paulus (termasuk status pernikahan Paulus), dan pelayanan Paulus sebelum ia bertobat, kisah pertobatan Paulus, pelayanan Paulus yang mana perjalanan misinya. Implikasi latar belakang dan pelayanan rasul Paulus bagi pelayan Tuhan ialah pelayan Tuhan dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, memiliki kisah pertobatan yang jelas, menghidupi panggilan, serta memiliki visi pelayanan yang jelas dan terstruktur. Dengan demikian, latar belakang kehidupan Paulus tidak hanya sebagai pengantar bagi seseorang untuk memahami teologi Paulus, tetapi juga ada implikasi yang dapat diterapkan bagi pelayan Tuhan saat ini.
IMPLIKASI KRONOLOGI BANGSA ISRAEL KELUAR DARI MESIR DALAM KITAB KELUARAN BAGI ORANG PERCAYA Sabda Budiman; Krido Siswanto
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1: Jurnal Shema - Vol 1 No 1 Juni
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.788 KB)

Abstract

The most interesting event in the Old Testament is the history of the exodus of the Israelites from the land of Egypt recorded in the Book of Exodus. how did the history of the Israelites come out of the land of Egypt and what is the relevance of the chronology of the Israelites out of Egypt in the Book of Exodus for today's believers? The purpose of this article is to explain the history of the Israelites coming out of the land of Egypt and explain the relevance of the chronology of the Israelites coming out of Egypt in the Book of Exodus for today's believers. The method used in this scientific work is qualitative research method with descriptive approach. Any data which in this case is in the form of literature and interpretations of the Bible collected and analyzed, becomes the key to what is analyzed and examined. The result of this study is that the chronology of the Israelites coming out of Egypt has the implication that God commits sin and gives space for man to repent, Jesus becomes the Passover lamb for today's believers, and God always leads believers in His way and plan.
Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran Maharin Maharin; Sri Ningsih; Sabda Budiman
JMPK : Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.191 KB) | DOI: 10.51667/jmpk.v1i2.704

Abstract

Management is a science that regulates the process of utilizing human resources effectively, and is also supported by other sources within the organization to achieve certain goals. To achieve development and progress in an institution, the implementation of human resource management, namely educators and education personnel, is important. Therefore, this study aims to determine how the implementation of the management of teaching and educational staff at Simpson Theological College. This research uses descriptive qualitative research method analysis to find out how the process carried out by the institution in the management of education and education personnel at the Simpson Theological College. The author uses data analysis through observation and interviews. The results of the data will be organized, then it is put together to be managed, the data obtained is then presented in descriptive form. The results of the study indicate: that the management process for educators and education is carried out through; Planning for the recruitment of educators and education personnel, organizing, coaching and developing, promoting and transferring educators and educational staff, then dismissing, compensation and awards for educators and education personnel. So the management is already in the implemented category. However, another explanation, especially the obstacles to funding the recruitment of educators is still lacking, due to human resources in addition to fulfilling the required criteria, as well as the interest and availability of human resources.
Implikasi Makna Sabat bagi Tanah dalam Imamat 25:1-7 bagi Orang Percaya Sabda Budiman; Enggar Objantoro
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 2: Pebruari 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i2.60

Abstract

One of the most important themes in the Old Testament is the Sabbath. In the life of the Israelites, discussion of the Sabbath was not only related to days, but to years. In its application, the Sabbath is not only reserved for humans and animals, it is also applied to the land. The concept of the Sabbath for the land also gave deep meaning to the life of the Israelites, starting from the practical to the main thing. One of the current issues is what are the implications of the meaning of the sabbath for the land for believers today? These questions become the writer's reference in examining more deeply the meaning of the Sabbath for the land in the lives of the Israelites. In the discussion, the author gives an explanation of the meaning of the Sabbath for the Israelites, of course with a focus on God. The method that I use in this article is a qualitative method with a descriptive approach. The author collects various data sources related to the topics discussed and analyzes in order to find a complete and precise understanding. Through this research, it was found that believers have a social responsibility and responsibility in maintaining the environment. Abstrak Salah satu tema penting di dalam Perjanjian Lama ialah tentang sabat. Dalam kehidupan bangsa Israel, pembahasan tentang sabat tidak hanya dikaitkan dengan hari saja, berhubungan dengan tahun. Dalam penerapannya pun sabat tidak hanya diperuntukkan bagi manusia dan hewan, sabat juga diberlakukan bagi tanah. Konsep sabat bagi tanah juga memberikan makna yang mendalam bagi kehidupan bangsa Israel, mulai dari hal yang praktis hingga kepada hal yang pokok. Salah satu persoalan saat ini ialah apakah implikasi makna sabat bagi tanah bagi orang percaya masa kini? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi acuan penulis untuk mengkaji lebih mendalam makna sabat bagi tanah dalam kehidupan umat Israel. Dalam pembahasan, penulis memberikan paparan terhadap makna sabat bagi orang Israel, tentunya dengan berpusat pada Allah. Metode yang penulis gunakan dalam artikel ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis mengumpulkan berbagai sumber data yang berkaitan dengan topik yang dibahas dan menganalisis guna menemukan pengertian yang utuh dan tepat. Melalui penelitian ini, didapati bahwa orang percaya memiliki tanggung jawab social dan tanggung jawab dalam memelihara lingkungan.
Aplikasi Pemahaman tentang Sifat Allah dalam Pernyataan "Allah Menyesal" Berdasarkan Yunus 3:10 Sabda Budiman; Astrid Maryam Yvonny Nainupu
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 3, No 2 (2021): Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v3i2.56

Abstract

The concept of God's regret in Jonah 3:10 may be confusing to today's Christians if they do not get a proper understanding. God is All-knowing and All-wise. If God is sovereign why can He change in His decisions and become remorseful. Knowing the nature of Alah based on the understanding of this text is indispensable to today's Christians. In addition, a clear understanding of the nature of God based on the text of Jonah 3:10 will lead the present Christian mat to understand what should be done based on that understanding. This paper will provide a clear understanding of the concept of God's regret through the exeegese method and library research of the text from Jonah 3:10 Today's Christians understand the nature of God in the concept of god's regret clearly based on the text of Jonah 3:10 and respond correctly based on an understanding of the concept. So be not allah of those who show mercy. He knew that the Ninevites would repent, which is why He forced Jonah to go to Nineveh. He was also a merciful God even against evil pagans like Nineveh. And whatever the situation, he remains unchanged and fully sovereign. He is all-knowing and all-wise. Abstrak Konsep Allah yang menyesal di dalam Yunus 3:10 mungkin membingungkan bagi orang Kristen masa kini jika tidak mendapatkan pemahaman yang tepat. Jika Allah Mahatahu mengapa Allah menyesal. Jika Allah berdaulat mengapa Ia bisa berubah di dalam keputusan-Nya dan menjadi menyesal. Mengenal sifat Alah berdasarkan pemahaman terhadap teks ini sangat diperlukan oleh umat Kristen masa kini. Selain itu juga pemahaman tentang sifat Allah yang jelas berdasarkan teks Yunus 3:10 akan membawa mat Kristen masa kini untuk mmengerti apa yang seharusnya dilakukan berdasarkan pemahaman tersebut. Tulisan ini akan memberikan pemahaman tentang konsep menyesallah Allah secara jelas melalui metode eksegese dan penelitian pustaka terhadap teks dari Yunus 3:10 umat Kristen masa kini memahami sifat Allah di dalam konsep menyesallah Allah secara jelas berdasarkan teks Yunus 3:10 dan meresponi dengan benar berdasarkan pemahaman terhadap konsep tersebut. Karena sangat jelas bahwa Allah yang menyesal itu adalah Allah yang tetap Mahatau. Dia telah tahu bahwa orang Niniwe akan bertobat itulah sebabnya Ia memaksa Yunus untuk tetap pergi ke Niniwe. Ia juga Allah yang penuh dengan belas kasihan bahkan terhadap bangsa kafir yang jahat seperti Niniwe. Dan apapun situasinya, Ia tetap tidak berubah dan berdaulat sepenuh-Nya. Penyesalan-Nya justru membuktikan Ia Mahatahu, Mahakasih dan Mahaberdaulat.
Upaya Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Sosial Untuk Pembentukan Karakter Siswa Kristen Sabda Budiman; Maharin Maharin; I Putu Ayub Darmawan
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 20, No 1 (2022): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v20i1.924

Abstract

Memandang bahwa karakter adalah sifat yang dapat mempengaruhi segenap pikiran dan menghasilakn perilaku positif dan negatif, maka pembentukan karakter merupakan hal yang sangat penting. Kepentingannya adalah untuk menjadikan manusia itu bersikap baik, berperilaku sopan, dan berakhlak mulia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya mengajar guru melalui model pembelajaran Kooperatif Sosial  untuk pembentukan karakter siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui upaya mengajar guru dalam pembentukan karakter siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Sosial. Jenis penelitian dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan kualitatif analisis dan studi kepustakaan. perlu ada pelayanan oleh guru dan orang tua yang berkesinambungan sehingga terbentuk karakter siswa yang baik.  Selain dari kerjasama antara guru dan orang tua untuk membangun kepribadian anak melalui pendidikan karakter, tetapi juga beberapa strategi yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan kepribadian untuk dapat menghasilkan prilaku yang manusiawi, yaitu melakukan pembinaan rohani dan konseling pastoral yang terus menerus dilakukan.