Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 38 SEMARANG Soleha, Siti; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.29898

Abstract

This research was aimed to know the influence of mind map learning media to student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, at SMP N38 Semarang. This research used True Eksperimental Design employing Pretest-Posttest Control Group Desain. The population of this research wasstudents of class VII in SMP N 38 Semarang with the total number of 157 students. The sample of this research is 31 students of VII B as an experiment class and 31 students of VII C as a control class. The data collection used was test method and documentation. The result of the t-test analysis gained tcount =2,784 > ttabel=2,000 and the significant value gained was 0,007<0,05 so Ha is received. It can be concluded that there was influence of mind map learning media to the student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini menggunakan True Eksperimental Design dengan bentuk desain Pretest-Posttest Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang sebanyak 157 siswa. Sampel penelitian ini adalah 31 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji t, diketahui bahwa taraf signifikansi α = 0,05 dengan nilai t hitung = 2,784 > t tabel = 2,000 dan nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,007 < 0,05 sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang.
PELAKSANAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNIVERSITAS MURIA KUDUS Nisa, Aisyah Nur Sayidatun; Wasino, Wasino; Setyowati, Dewi Lisnoor
Journal of Educational Social Studies Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP MA’ARIF NU 01 PEKUNCEN, BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2018/2019 ., Purwandari; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i2.42059

Abstract

The competency possessed by the teacher affects the attention of students in participating in the learning process which will produce student learning outcomes. This type of research used in this research is quantitative research. The results of this study are the relationship between students' perceptions of teacher pedagogical competence with the learning outcomes of seventh grade students of social studies at SM Ma'arif NU 01 Pekuncen, Banyumas Regency, Academic Year 218/2019 there is a positive and significant relationship between the two variables. This is evidenced by the obtained correlation value of the two variables is 0.943 with a significance of 0.000 and the student's perception variable about teacher pedagogical competence is related to the learning outcome variable by 88.9%. Kompetensi yang dimilki guru berpengaruh terhadap perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang akan menghasilkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar siswa kelas VII mata pelajaran IPS di SM Ma’arif NU 01 Pekuncen, Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 218/2019 terdapat hubungan positif dan signifikan antar kedua variabel. Hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai korelasi kedua variabel 0.943 dengan signifikansi 0,000 dan variabel persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru berhubungan dengan variabel hasil belajar sebesar 88,9%.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 JEPARA) Nikmah, Shofiatun; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i1.41324

Abstract

The 2013 curriculum is contextual in that it requires the teacher to relate the material to the environment around students. This study aims to discuss the development of local wisdom-based social studies learning in SMP N 1 Jepara. The research method used in this research is qualitative method. The results showed that the learning tools had been arranged in accordance with the Ministry of Education and Culture. The implementation of social science learning based on local wisdom is carried out by linking Jepara's material and local wisdom such as the natural conditions of its beaches, sea products, art carvings, Troso fabrics, and community traditions such as PerangObor and Lomban. The teacher links it spontaneously when lecturing and inserted it when the discussion adjusts the material and class conditions, that is not fixated with the lesson plan. Supporting factors for implementing social science learning based on local wisdom are: support from the principal, teachers and students as well as Jepara's local wisdom which can be used as a learning resource. Social studies learning based on local wisdom makes the students have better understanding to the material, even though the teacher is still hampered by the time management. Kurikulum 2013 bersifat kontekstual yang menuntut guru mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengembangan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di SMP N 1 Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sudah disusun sesuai dengan Permendikbud. Pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yang dilakukanya itu dengan mengaitkan materi dan kearifan lokal Jepara seperti kondisi alam pantainya, hasil lautnya, hasil karyanya seperti seni ukir, Kain Troso, dan tradisi masyarakat seperti perang obor dan Lomban. Guru mengaitkannya secara spontanitas ketika ceramah dan disisipkan ketika diskusi menyesuaikan materi dan kondisi kelas serta tidak terpaku dengan RPP. Faktor pendukung melaksanakan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal yaitu: dukungan dari kepala sekolah, guru dan siswa serta Kearifan lokal Jepara yang dapat dijadikan sumber belajar. Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal menjadikan peserta didik lebih memahami materi, walaupun guru masih terhambat pada manajemen waktu.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PUSEURJAYA KABUPATEN KARAWANG SEBAGAI DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI Ramadhani, Kholisul Irfan; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i1.39935

Abstract

Indonesia is a maritime country and there are many islands, cultures, races, tribes and various religions in Indonesia. There are 264 million people or 3.49% (of the total world population) of the population living in Indonesia. It is not uncommon for us Indonesians to hear the social changes that occur in our society because Indonesia is a multicultural and plural nation. from that the social changes of society will continue to occur in Indonesian society. This research focuses on: Socio-economic changes occurring in Puseurjaya Village. The results showed that there were socio-economic changes including public facilities, trading businesses, and types of work. Indonesia merupakan negara maritim dan terdapat banyak pulau, kebudayaan, ras, suku, dan bermacam-macam agama di dalam Indonesia. Terdapat 264 juta jiwa atau 3,49% (dari total populasi dunia) penduduk yang tinggal di Indonesia, bukan hal yang aneh lagi ketika kita masyarakat Indonesia mendengar perubahan sosial masyarakat yang terjadi di lingkungan masyarakat kita karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multikultural dan plural maka dari itu perubahan sosial masyarakat akan terus terjadi di dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini berfokus pada perubahan-perubahan sosial ekonomi yang terjadi di Desa Puseurjaya, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan sosial ekonomi meliputi fasilitas umum, usaha perdagangan, dan jenis pekerjaan.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LITERASI (GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHAP PEMBELAJARAN) PADA KELAS VIII DI SMPN 2 BANYUBIRU Anwar, Saiful; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i2.33327

Abstract

The implementation of the 2013 curriculum in learning one emphasizes the importance of literacy skills with the existence of the school literacy movement. The literacy movement at SMPN 2 Banyubiru has been running but has not been implemented optimally, especially at the learning stage and is still at the development stage. The research method used is a qualitative method, because it is to find out the activities and implementation of literacy in learning Social Sciences. The results showed: 1) Social literacy-based learning model used is a problem-based learning model and its implementation in the classroom requires the role of teachers and students, 2) There are obstacles faced by teachers in the planning, implementation and evaluation stages, 3) Learning outcomes students have differences after attending literacy-based social studies learning, whether those grades have increased or still remain the same. Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada pembelajaran salah satunya menenkankan pentingnya kemampuan literasi dengan adanya gerakan literasi sekolah. Gerakan literasi di SMPN 2 Banyubiru sudah berjalan namun belum terlaksana secara optimal terutama pada tahap pembelajaran dan masih pada tahap pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, karena untuk mengetahui aktivitas dan pelaksanaan literasi dalam pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pembelajaran IPS berbasis literasi yang digunakan yaitu model pembelajaran berbasis masalah dan pelaksanaanya didalam kelas memerlukan peranan dari guru dan siswa, 2) Terdapat kendala-kendala yang dihadapi guru dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, 3) Hasil belajar siswa terdapat perbedaan setelah mengikuti pembelajaran IPS berbasis literasi, baik itu yang nilainya bertambah ataupun masih tetap sama.
Pemahaman Nasionalisme Santri Siswa di SMP Al-Uswah Semarang Wasini, Rina; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36414

Abstract

An effective learning can not be separated with a qualified learning process. It needs plan, implementation, and evaluation from a teacher to achieve the qualified learning process. One of the teacher’s tasks before conducting a certain learning is choosing an appropriate learning method to encourage the students in order to achieve a good learning output. The appropriate learning method to encourage the students’ learning output is show and tell method. The objectives of this research are: (1) to explain the learning output of social science’s students with the use of show and tell learning method, (2) to explain the learning output of social science’s students with the use of leaturing method, and (3) to analyse the significant differences between the learning output with the use of show and tell learning method and leaturing method. The method of this research is quasi experimental method. Tests and documentations are used to collect the data. T-test in SPSS program series 16.0 for windows is used to analyse the data. From the research, it can be concluded that social science’s learning using show and tell learning method is more effective than using leaturing method. It is shown in the average score of students’ learning output which followed sosial science’s learning using show and tell learning method is 7,25, higher than the average score of students’ learning output which followed leaturing method which is 6,31. Pembelajaran yang efektif tidak terlepas dari proses pembelajaran yang berkualitas. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas diperlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari seorang guru. Salah satu peran guru sebelum melaksanakan pembelajaran adalah memilih model pembelajaran yang tepat untuk mendorong siswa agar hasil belajar baik. Model pembelajaran yang tepat untuk memacu hasil belajar siswa adalah model pembelajaran show and tell. Tujuan peneltian adalah: (1) menjelaskan hasil belajar IPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran show and tell, (2) menjelaskan hasil belajar IPS peserta didik yang menggunakan ceramah, dan (3) menganalisis perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran show and tell dan yang menggunakan ceramah. Metode penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-T pada program SPSS seri 16.0 for windows. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran show and tell lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan ceramah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran show and tell yaitu 7,25 lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan ceramah yaitu 6,31.
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar IPS oleh Guru-Guru SMP Negeri Kecamatan Sragen Kusani, Oktania Nelly; Tukidi, Tukidi; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36412

Abstract

Source of learning on teaching is most important thing for educator, as bridge knowledge between teacher with students. Usually learning of social science the teacher use speech method to give lesson for students. That is inclined make the learning boring. This research focused to analysis process of utilization environtment’s school as source of learning, related planning, implementation and evaluation with obstacle that faced teacher when utilization source of learning environment’s school. Technique collection of data is interview, observation, note of field, and documentation. This research use qualitative analysis. Result of research indicate that teacher IPS SMP Negeri in Kecamatan Sraegn utilize environment’s school scope spcae in hedge’s school as source of learning IPS. Obstacles that faced teacher when use source of learning environment’s school is limited area school, material lesson, unavaible tool and infrastructure, time, ability of teacher, unreadliness students and teacher age. Sumber belajar merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh pendidik, sebagai jembatan pengetahuan pendidik dengan peserta didik. Pembelajaran pada mata pelajaran IPS guru biasanya menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pada siswa. Hal tersebut cenderung membuat pembelajaran membosankan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis proses pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar IPS terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta kendala yang dihadapi guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar IPS. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obervasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, guru IPS SMP Negeri di Kecamatan Sragen memanfaatkan lingkungan sekolah ruang lingkup dalam pagar sekolah sebagai sumber belajar IPS. Kendala yang dihadapi oleh guru IPS dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, yakni sempitnya lahan sekolah, tidak tersedianya sarana dan prasarana, waktu, kemampuan guru, pengawasan, materi pelajaran, ketidaksiapan siswa, dan usia guru.
Analisis Kesiapan Guru IPS Di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara Dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013 Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 1 No 1 (2016): November 2016
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.459 KB)

Abstract

As a profession, teachers are required to have pedagogic competence, personal competence, social competence and professional competence. Curriculum 2013 is a new curriculum implemented in Indonesia so requires teachers to be ready in implementation. This study aims to determine the readiness of Social Studies teachers at Junior High School in the District of Bawang Banjarnegara in supporting the implementation of the curriculum of 2013. The research is a qualitative descriptive study. The technique of collecting data using interviews, questionnaires, documentation and field notes. Subjects in this study is social studies teacher at Junior High School in the District of Bawang Banjarnegara. Analysis of data using qualitative data analysis with interactive analysis design. The research proves that the readiness of social studies teacher at junior high school in the districts of Bawang Banjarnegara not maximized, ie the category is quite ready, even though they had tried to keep implementing the curriculum 2013. Sebagai sebuah profesi, guru dituntut memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang baru diterapkan di Indonesia sehingga menuntut guru untuk siap dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru mata pelajaran IPS di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara dalam mendukung implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner/angket, dokumentasi dan catatan lapangan. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran IPS di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan desain análisis interaktif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kesiapan guru IPS SMPN se-kecamatan Bawang Banjarnegara belum maksimal, yaitu dalam kategori cukup siap, walau sudah berusaha untuk tetap mengimplementasikan kurikulum 2013.
KONSERVASI LITERASI BAGI ANAK DI LINGKUNGAN TPA JATIBARANG SEMARANG Hermanto, Fredy; Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.581 KB)

Abstract

Literacy awareness will lead to a civilization in a respectable position, literacy is a necessity of life for advanced societies. Of course the low literacy of a person inhibits the progress of a nation's life. Humans as social beings need language skills in performing their functions in people's lives. Therefore, literacy ability is very important to be the provision of acceptance of someone in the community container itself. Poverty that hit it will cause efforts to meet the needs of literacy as a secondary and even tertiary needs. The objectives of this PPM activity are: (1) to provide literacy access to children according to their needs, (2) establishing a reading park (library) in the neighborhood around which the child can take advantage at any time; (3) to educate the importance of education as an effort to gain literacy access for children. The method in this PPM activity is using Participatory Rural Appraisal (PRA) approach approach. The operational steps needed to overcome the problems include three things: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring. Kesadaran berliterasi akan mengantarkan sebuah peradaban pada kedudukan yang terhormat, literasi merupakan kebutuhan hidup masyarakat maju. Tentu saja rendahnya literasi seseorang menghambat kemajuan hidup suatu bangsa. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan keterampilan berbahasa dalam melakukan fungsinya di dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, kemampuan literasi sangat penting menjadi bekal diterimanya seseorang di dalam wadah masyarakat itu sendiri. Kemiskinan yang melanda maka akan menyebabkan upaya memenuhi kebutuhan literasi sebagai kebutuhan sekunder bahkan tersier. Tujuan daripada kegiatan PPM ini adalah: (1) memberikan akses literasi kepada anak sesuai dengan kebutuhannya, (2) mendirikan taman bacaan (perpustakaan) di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dapat dimaanfaatkan oleh anak setiap saat, (3) memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai sebuah upaya mendapatkan akses literasi bagi anak. Metode dalam kegiatan PPM ini adalah menggunakan metode pendekatan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan meliputi tiga hal, yaitu: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring.