Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN

Analisis Kesiapan Guru IPS Di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara Dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013 Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 1 No 1 (2016): November 2016
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.459 KB)

Abstract

As a profession, teachers are required to have pedagogic competence, personal competence, social competence and professional competence. Curriculum 2013 is a new curriculum implemented in Indonesia so requires teachers to be ready in implementation. This study aims to determine the readiness of Social Studies teachers at Junior High School in the District of Bawang Banjarnegara in supporting the implementation of the curriculum of 2013. The research is a qualitative descriptive study. The technique of collecting data using interviews, questionnaires, documentation and field notes. Subjects in this study is social studies teacher at Junior High School in the District of Bawang Banjarnegara. Analysis of data using qualitative data analysis with interactive analysis design. The research proves that the readiness of social studies teacher at junior high school in the districts of Bawang Banjarnegara not maximized, ie the category is quite ready, even though they had tried to keep implementing the curriculum 2013. Sebagai sebuah profesi, guru dituntut memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang baru diterapkan di Indonesia sehingga menuntut guru untuk siap dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru mata pelajaran IPS di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara dalam mendukung implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner/angket, dokumentasi dan catatan lapangan. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran IPS di SMP Se-Kecamatan Bawang Banjarnegara. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan desain anĂ¡lisis interaktif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kesiapan guru IPS SMPN se-kecamatan Bawang Banjarnegara belum maksimal, yaitu dalam kategori cukup siap, walau sudah berusaha untuk tetap mengimplementasikan kurikulum 2013.
KONSERVASI LITERASI BAGI ANAK DI LINGKUNGAN TPA JATIBARANG SEMARANG Hermanto, Fredy; Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.581 KB)

Abstract

Literacy awareness will lead to a civilization in a respectable position, literacy is a necessity of life for advanced societies. Of course the low literacy of a person inhibits the progress of a nation's life. Humans as social beings need language skills in performing their functions in people's lives. Therefore, literacy ability is very important to be the provision of acceptance of someone in the community container itself. Poverty that hit it will cause efforts to meet the needs of literacy as a secondary and even tertiary needs. The objectives of this PPM activity are: (1) to provide literacy access to children according to their needs, (2) establishing a reading park (library) in the neighborhood around which the child can take advantage at any time; (3) to educate the importance of education as an effort to gain literacy access for children. The method in this PPM activity is using Participatory Rural Appraisal (PRA) approach approach. The operational steps needed to overcome the problems include three things: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring. Kesadaran berliterasi akan mengantarkan sebuah peradaban pada kedudukan yang terhormat, literasi merupakan kebutuhan hidup masyarakat maju. Tentu saja rendahnya literasi seseorang menghambat kemajuan hidup suatu bangsa. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan keterampilan berbahasa dalam melakukan fungsinya di dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, kemampuan literasi sangat penting menjadi bekal diterimanya seseorang di dalam wadah masyarakat itu sendiri. Kemiskinan yang melanda maka akan menyebabkan upaya memenuhi kebutuhan literasi sebagai kebutuhan sekunder bahkan tersier. Tujuan daripada kegiatan PPM ini adalah: (1) memberikan akses literasi kepada anak sesuai dengan kebutuhannya, (2) mendirikan taman bacaan (perpustakaan) di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dapat dimaanfaatkan oleh anak setiap saat, (3) memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai sebuah upaya mendapatkan akses literasi bagi anak. Metode dalam kegiatan PPM ini adalah menggunakan metode pendekatan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan meliputi tiga hal, yaitu: Exploratory, Topical, Evaluation and Monitoring.
PERSEPSI GURU MENGENAI PERMENDIKBUD NO 10 TAHUN 2017 TENTANG PERLINDUNGAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI KOTA SEMARANG Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun; Hermanto, Fredy; Putri, Noviani Achmad
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.929 KB)

Abstract

The existence of Permendikbud No. 10 of 2017 is expected to provide peace for teachers in carrying out their duties and profession. However, the understanding of the teachers and the educational institutions is that this is still low, so that research is needed. This study used qualitative research methods. Data analysis method in this study is Interactive Analysis. The results of this study are teacher perceptions of Permendikbud No. 10 of 2017 concerning the Protection of Educators and Education Personnel in Semarang City where teachers will feel safe and comfortable when the candy can be realized properly when teachers, education staff and school principals carry out their duties. The Role of Permendikbud No. 10 of 2017 concerning Protection of Educators and Education Personnel in protecting teachers is still not maximal, it is shown that there are still some teachers, educators and principals who still have not received protection from the Education and Culture Minister. Adanya Permendikbud No 10 Tahun 2017 ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi guru dalam menajalankan tugas dan profesinya. Namun pemahaman para guru dan juga instansi pendidikan mengeanai hal tersebut masih rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu Analisis Interaksi (Interactive Analysis). Hasil dari penelitian ini adalah Persepsi guru terhadap Permendikbud No 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kota Semarang adalah guru akan merasa aman dan nyaman ketika permen tersebut dapat terealisasi sebagaimana mestinya ketika guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah ketika melaksanakan tugasnya. Peran Permendikbud No 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam melindungi guru masih belum maksimal, hal ini ditunjukkan masih ada beberapa guru, tenaga pendidik dan kepala sekolah yang masih belum mendapatkan perlindungan dari pemendikbud tersebut.
PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL BAGI GURU IPS SMP KABUPATEN BATANG SEBAGAI WUJUD NILAI KARAKTER PEDULI FIS UNNES Aji, Ananto; Mulianingsih, Ferani; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.001 KB)

Abstract

The target of this service is to increase the willingness of teachers to write journals and research reports, improve the ability of teachers to write scientific works, namely through mentoring the writing of journal articles for social studies teachers at Batang Regency Middle School as a form of UNNES conservation spirit. The benefits of this service are expected to be able to provide social studies teachers for junior high schools across Batang Regency with the willingness and skills to create scientific papers so that they can increase their knowledge and increase their income as a consequence of their promotion. This service method consists of four stages of activity, namely planning, implementation, monitoring and evaluation. While the steps of this service activity consist of three core training material activities, namely training material on the preparation of PTK proposals, training material on the preparation of PTK reports, and training in making articles to be published in the journal.   Target pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemauan guru menulis jurnal dan laporan penelitian, meningkatkan kemampuan guru menulis karya ilmiah, yaitu melalui pendampingan penulisan artikel jurnal bagi guru IPS SMP Kabupaten Batang sebagai wujud spirit konservasi UNNES. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membekali guru IPS SMP se-Kabupaten Batang mempunyai kemauan dan keterampilan untuk membuat karya tulis ilmiah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan pendapatannya sebagai konsekuensi dari kenaikan pangkatnya. Metode pengabdian ini terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sedangkan langkah-langkah kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga kegiatan inti materi pelatihan yaitu pelatihan materi tentang penyusunan proposal PTK, pelatihan materi tentang penyusunan laporan PTK, dan pelatihan pembuatan artikel yang akan dimuat dalam jurnal.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS DI SMP AL-AZHAR 29 SEMARANG Ginanjar, Asep; Putri, Noviani Achmad; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun; Hermanto, Fredy; Mewangi, Adila Bunga
HARMONY Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 November 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.906 KB)

Abstract

The progress of science and technology, especially in the field of information and communication technology has led to the rapid spread of globalization and has an impact in various sectors. This condition indirectly requires students to have the ability to sort content and information that they can through the internet or commonly referred to as digital literacy. In relation to social studies learning, digital literacy is one of the supporters to develop students' knowledge of social issues that occur in society in real-time. This study aims to examine the implementation of digital literacy in social studies learning. This type of research is qualitative research. The location of the study was conducted in an educational environment in the city of Semarang, precisely at SMP Al-Azhar 29 Semarang City. Data analysis method in this research is interactive analysis. The validity of the data used is data triangulation. Research results Implementation of digital literacy in social studies learning is done through Google Classroom, Kahoot, and Quizzleet. Kemajuan IPTEK terutama dibidang teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan semakin pesatnya penyebaran globalisasi dan menimbulkan dampak dalam berbagai sektor. Kondisi ini secara tidak langsung menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan memilah konten dan informasi yang mereka dapat melalui jaringan internet atau biasa disebut dengan literasi digital. Dalam kaitannya dengan pembelajaran IPS, literasi digital menjadi salah satu pendukung untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik terhadap isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji implementasi literasi digital dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di lingkungan pendidikan yang berada di Kota Semarang, tepatnya di Sekolah Menengah Pertama Al-Azhar 29 Kota Semarang. Metode analisis data dalam penelitian ini analisis interaktif. Validitas data yang digunakan adalah Triangulasi data. Hasil penelitian Implementasi literasi digital dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui Google Classroom, Kahoot, dan Quizzleet.
IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU LIPAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 1 BATANG Sudiami, Dinok; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
HARMONY Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 November 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.126 KB)

Abstract

The problems that arise in a social studies learning at SMP Negeri 1 Batang begin with the use of models and teachers in their teaching learning activities use media learning that. The scientific model has been carried out, but the students remain silent, they do not dare to express their opinions. The teacher had made improvements to make their students to be more active and to increase their outcome learning. The learning model that is used by the teacher is Quantum Learning with the use of folding cards. The purpose of this study is to find out the increasing activities and learning outcomes of social studies material by using the Quantum learning model on class VIII B students. This research is a classroom action research (CAR) that consist of two cycles, it consist of planning, implementation, observation, and reflection . The results of this research showed that there was an increasing in student learning outcomes from cycle I to cycle II by 74.4, with classical completeness 73.2% to 80 with classical completeness 80%. The results of the activities of students and teachers also increased the first cycle by 70%.  It is increased to 85% in the second cycle, while the activities of teachers in the first cycle of 75%, it is increased to 93.3% in the second cycle. Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Batang berawal dari penggunan model dan media pembelajaran yang digunakan guru pada saat pembelajaran. Model saintifik sudah dilaksanakan namun peserta didik tetap diam, tidak berani mengemukakan pendapat. Guru melakukan perbaikan agar peserta didik lebih aktif dan hasil belajar meningkat. Model pembelajaran yang digunakan adalah QuantumLearningdenganberbantuan kartu lipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar materi IPS dengan menggunakan model Quantumlearningpada peserta didik kelas VIII B. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan ada kenaikan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II sebesar 74,4 dengan ketuntasan klasikal 73,2% menjadi 80 dengan ketuntasan klasikal 80%. Hasil aktivitas peserta didik dan guru juga meningkat siklus I sebesar 70% meningkat menjadi 85% pada siklus II, sedangkan aktivitas guru pada siklus I sebesar 75% meningkat menjadi 93,3% pada siklus II.
BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI MODEL JOYFULL LEARNING BAGI GURU IPS SMP DI KOTA SEMARANG Santoso, Apik Budi; Wasino, Wasino; Ginanjar, Asep; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
HARMONY Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 November 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.959 KB)

Abstract

Social studies subjects are one of the subjects that are closely related to the community environment in the learning process. Joyful Learning will lead to student learning motivation. Unfortunately social studies teachers are still limited in applying models in the classroom. So it is necessary to implement Technical Guidance for the Implementation of Joyful Learning Models for Social Studies Teachers of Junior High Schools in Semarang City. The objectives of the Community service activities are (1) Collaborating jointly with partners regarding what learning models have been used by the teachers in Semarang City Junior High School; (2) Studying jointly with partners related to the implementation of social studies learning which has been carried out in Semarang City Junior High School; (3) Providing technical guidance for implementing Joyful Learning models for Social Studies teachers in Semarang City Junior High School. The method of implementing community service activities uses two approaches namely textual and contextual. The procedure in this community service activity includes: (1) Exploratory; (2) Topical; (3) Monitoring and Evaluation. The results of the implementation of this community service activity can be seen that the learning model used by teachers in Semarang City Junior High School is still teacher centered and the learning model is still based on indoor learning. Guidance The implementation technique of the joyful learning model gets the result that the learning objectives must contain elements of ABCD (Audience, Behavior, Condition, and Degree), regular material and remidial material levels may be the same, but for enrichment materials must be higher, assessment of knowledge must have stimulus on the test, indicators of competency achievement to be achieved must also be integrated Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang erat kaitannya dengan lingkungan masyarakat dalam proses pembelajarannya. Pembelajaran yang dirancang secara menyenangkan (Joyfull Learning) akan menimbulkan motivasi belajar peserta didik. Sayangnya guru IPS masih terbatas dalam mengaplikasikan model di kelas. Sehingga perlu dilaksanakan Bimbingan Teknis Implementasi Model Joyfull Learning bagi Guru IPS SMP di Kota Semarang. Tujuan daripada kegiatan PPM ini adalah (1) Mengkaji secara bersama dengan mitra terkait dengan apa saja model pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru-guru di SMP Kota Semarang; (2) Mengkaji secara bersama dengan mitra terkait dengan pelaksanaan pembelajaran IPS yang selama ini telah dilaksanakan di SMP Kota Semarang; (3) Memberikan bimbingan teknis implementasi model Joyfull Learning bagi guru IPS SMP di Kota Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan dua pendekatan yaitu tekstual dan kontekstual. Prosedur dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: (1) Exploratory; (2) Topical; (3) Monitoring and Evaluation. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat diketahui bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru di SMP Kota Semarang masih terpusat pada guru (teacher oriented) serta model pembelajaran yang masih berbasis indoor learning. Bimbingan Teknik implementasi model pembelajaran joyfull learning mendapatkan hasil bahwa tujuan pembelajaran harus memuat unsur ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree), materi reguler dan materi remidial tingkatannya boleh sama, namun untuk materi pengayaan harus lebih tinggi, penilaian pengetahuan harus ada stimulus dalam soalnya, indikator pencapaian kompetensi yang ingin dicapai juga harus terpadu.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KASUS SMP N 12 SEMARANG) Muslichah, Azizah Nur Aini; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 5 No 1 (2020): Volume 5 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v5i1.40290

Abstract

The teacher has an important role in the implementation of learning. Especially in masterring the characteristics of each students. Therefore teachers must be able to master pedagogical competencies to develop social skills especially in students with special needs in inclusive schools. The reseach method used is a qualitative method. The results showed that (1) Social studies teachers have implemented pedagogic science well so that they can develop social skills of students with special needs (2) Supporting factors for the development of social sskills of children with special needs is the availability of shadow teacher, school collaboration with parents, and facilities and infrastucture (3) Meanwhile, the inhibiting factor for the development of social skills stem from love self-confidence of students with special needs themselves. Guru mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembelajaran terutama penguasaan terhadap karakteristik setiap peserta didik. Oleh karena itu guru harus dapat menguasai kompetensi pedagogik untuk mengembangkan keterampilan sosial terutama pada peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Guru IPS telah mengimplementasikan ilmu pedagogik dengan baik sehingga dapat mengembangkan keterampilan sosial dari peserta didik berkebutuhan khusus (2) Faktor pendorong pengembangan keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus yaitu dengan ketersediaan guru pendamping khusus, kerjasama sekolah dengan orangtua serta sarana dan prasarana (3) Sedangkan, faktor penghambat pengembangan keterampilan sosial berasal dari rasa kepercayaan diri yang rendah dari peserta didik berkebutuhan khusus sendiri dan kurangnya pelatihan pembelajaran kelas inklusi untuk guru mata pelajaran.
PENDAMPINGAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MASA PANDEMI COVID-19 (DESA AYAMPUTIH KEC. BULUSPESANTREN KAB. KEBUMEN) Ngaeni, Tri Nur; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v5i2.41762

Abstract

Distance learning (PJJ) is one of the policies set by the government during the Covid-19 pandemic. This PJJ requires students to carry out learning at home through an online system. In PJJ activities, parents now have the role of being a teacher for their children. This role is obtained because parents in the family have the function of providing education for family members. This study aims to find out how parental assistance is in IPS learning during the Covid-19 pandemic in Ayamputih village, Buluspesantren sub-district, Kebumen district. The research method used is a qualitative method. Qualitative method is a method that emphasizes in-depth understanding aspects of a problem data collection technique used by researchers is by conducting interviews with informants. The results showed that: (1) the implementation of learning carried out by students was carried out entirely online. (2) parental assistance in IPS learning is only done when the child finds it difficult to do the assignments given by the teacher. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan salah satu kebijakan yang ditetapkan pemerintah di masa pandemi covid-19 ini. PJJ ini mengharuskan peserta didik untuk melakukan pembelajaran di rumah masing-masing melalui system daring. Dalam kegiatan PJJ orang tua kini memiliki peran menjadi guru bagi anak-anakanya. Peran ini di peroleh sebab orang tua dalam keluarga memiliki fungsi memberikan edukasi bagi anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendampingan orang tua dalam pembelajaran IPS di masa pandemi covid-19 di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah teknik pengembilan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara kepada informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dilakukan sepenuhnya secara daring. (2) pendampingan orang tua dalam pembelajaran IPS hanya dilakukan ketika anak merasa kesulitan dalam pengerjaan tugas yang diberikan oleh guru.
ANALISIS AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 BAGI PESERTA DIDIK SMP DI KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Febiani, Meta; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 6 No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v6i1.41826

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a massive impact and transformation on people's lives and has affected various fields, one of which is education. all levels of education in Indonesia must provide learning from home, one of them is in social studies learning in junior high school. This article aims to discuss and provide an overview of online-based social studies learning activities for junior high school students in the Tahunan District, Jepara Regency. The research method used is qualitative methods. The results showed that (1) Online-based social studies learning activities by junior high school level students in the Annual District of Jepara Regency were carried out by utilizing digital technology through online learning applications (2) There were many obstacles experienced by junior high school level students in the Annual District of Jepara Regency. One of the online-based social studies learning processes is about the difficulty of understanding social studies material. Pandemi COVID-19 membawa dampak dan transformasi secara masif terhadap tatanan kehidupan masyarakat serta mempengaruhi berbagai bidang salah satunya bidang pendidikan. Seluruh jenjang pendidikan di Indonesia harus menyelenggarakan pembelajaran dari rumah, salah satunya dalam proses pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Artikel ini bertujuan untuk membahas dan memberikan gambaran mengenai aktivitas pembelajaran IPS berbasis daring bagi peserta didik SMP di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas pembelajaran IPS berbasis daring oleh peserta didik jenjang SMP di Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi pembelajaran online (2) Terdapat banyak kendala yang dialami oleh peserta didik jenjang SMP di Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dalam proses pembelajaran IPS berbasis daring salah satunya mengenai sulitnya memahami materi IPS