Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN Mulyana, Nandang; Resnawaty, Risna; Darwis, Rudy Saprudin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.05 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v1i2.23241

Abstract

Anak merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Akan tetapi dalam perkembangannya anak seringkali menjadi korban kekerasan. Kekerasan terhadap anak mempunyai dampak yang sangat luas dan panjang. Anak korban kekerasan akan membawa trauma selama hidupnya. Di sisi lain korban kekerasan semasa kecil mempunyai potensi untuk menjadi pelaku pada masa yang akan dating sewaktu korban tersebut telah dewasa. Trauma yang luas dan panjang ini harus mendapatkan penanganan secara komprehensif. Faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam keluarga. Sementara faktor eksternal adalah faktor yang terjadi diluar lingkungan keluarga. Penanganan terhadap anak korban kekerasan yang komprehensif, sehingga diperlukan adanya model pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan. Model pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan dapat dilihat dari cakupan dan kesinambungannya, maupun pemberi pelayanan sosial yang diberikan. Jadi dengan demikian untuk mendapatkan pelayanan yang komprehensif bagi anak korban kekerasan diperlukan koordinasi antarlembaga pemberi pelayanan sosial. Penanganan bagi anak korban kekerasan dengan peningkatan koordinasi antarlembaga yang memberikan pelayanan bagi anak korban kekerasan. Koordinasi ini menjadi penting dengan tujuan untuk menghindari pelayanan yang diberikan tumpang tindih. Selain itu juga dengan koordinasi pelayanan sosial yang diberikan akan lebih menyeluruh. Koordinasi juga akan melihat pelayanan yang sudah diberikan serta yang dibutuhkan oleh anak korban kekerasan. Kemudian koordinasi juga dapat melihat pelayanan sosial yang dimiliki oleh masing-masing instansi yang memberikan pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan.
PERAN PENDAMPING DALAM PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK BINAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) (Di Desa Lebakagung Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut) Ramadhani, Putri Erika; Mulyana, Nandang
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.442 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v2i1.27049

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah Peran Pendamping Dalam Pengembangan Usaha Kelompok Binaan Program Keluarga Harapan (PKH), di Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Pada tahun 2018 terdapat pendamping PKH yang berhasil mendapatkan dana dari Program Kelompok Usaha Bersama, dengan kelompok binaan yang beranggotakan 10 penerima manfaat, pendamping membuat kelompok untuk usaha E-Warung dan usahanya berjalan dari tahun 2008 sampai saat ini. Maka dari itu karena keberhasilan pendamping di Desa Lebakagung, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pemberian peran pendamping dalam pengembangan usaha kelompok menggunakan konsep Ife & Tesoreiro yaitu Peran dan Keterampilan Fasilitatif yang meliputi, animasi sosial, mediasi dan negosiasi, mengorganisir, memfasilitasikelompok, pemanfaatan keterampilan dan sumber. Peran dan Keterampilan Edukasional yang meliputi, membangun kesadaran, memberikan informasi, dan pelatihan, lalu Peran danKeterampilan Keterwakilan yang meliputi pencarian sumber daya, advokasi, hubungan public dan perwakilan public, dan jejaring, lalu yang terakhir Peran dan Keterampilan Teknis yang meliputi, manajemen dan control keuangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah indepth interview, observasi non partisipasi, dan studi dokumentasi.Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yaitu satu orang dari Koordinator Kabupaten PKH Garut, satu orang dari Koordinator Kecamatan Karangpawitan, tiga orang pengurus inti usaha kelompok E-Warung, dan dua orang anggota kelompok E-Warung. Hasil dari penelitian ini yaitu pendamping telah memberikan Peran dan Keterampilan Fasilitatif, Edukasional, Keterwakilandan Teknis. Hambatannya adalah terkait dengan kapasitas pendamping dalam membantu mengelola usaha, kebutuhan akan soft skills bagi pendamping perlu diperhatikan oleh penyelenggara PKH melalui pelatihan spesifik yang dikembangkan untuk pendamping. Maka Plan Of Treatment dalam penelitian ini mengadakan kegitan untuk meningkatkan kapasitas pendamping dalam membantu mengelola usaha.
PELAYANAN SOSIAL BAGI KELUARGA YANG MENGALAMI PERUBAHAN SOSIAL Mulyana, Nandang; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.472 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v1i2.23239

Abstract

Dinamika masyarakat mendorong terjadinya perubahan sosial yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Perubahan mata pencaharian merupakan salah satu contoh dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan mata pencaharian lebih disebabkan karena adanya adaptasi yang harus dilakukan oeh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan mata pencaharian akan memunculkan masalah sosial. Oleh sebab itu perlu adanya pelayanan sosial terhadap keluarga yang mengalami perubahan mata pencaharian agar masalah sosial yang terjadi tidak bertambah besar yang dapat mengganggu masyarakat secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, Sumber data berasal dari masyarakat yang mengalami perubahan mata pencaharian dan tokoh masyarakat yang mengetahui perubahan mata pencaharian di lokasi penelitian. Hasil penelitian diarahkan pada permasalahan yang terjadi dalam masyarakat akibat perubahan mata pencaharian, pelayanan sosial yang sudah ada, dan kebutuhan pelayanan sosial masyarakat. Masalah yang dihadapi adalah masalah dalam keluarga maupun hubungan antarkeluarga. Demikian juga pelayanan sosial yang ada dan dibutuhkan lebih mengarah kepada pelayanan sosial untuk keluarga dan hubungan antar keluarga. Kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul akibat dari perubahan mata pencaharian tidak selamanya dapat diselesaikan oleh masyarakat yang bersangkutan. Pelayanan sosial yang ada hanya dapat menyelesaikan sebagian permasalahan yang dihadapi. Masyarakat masih membutuhkan pelayanan sosial lainnya agar tercapai kondisi yang kondusif.
NEED ASSESSMENT MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS DI JATINANGOR Mulyana, Nandang
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.449 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13143

Abstract

Keberadaan perguruan tinggi di Jatinangor sesuai dengan SK Gubernur Nomor 593/3590/1987 yang menjadikan Wilayah Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. Dengan dijadikannya kawasan pendidikan, perguruan tinggi yang berdiri di Jatinangor diharapkan untuk dapat membantu perkembangan masyarakat kearah yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satu butirnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diimplementasikan dalam berbagai program yang direncanakan sesusia dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.Lokasi penelitian untuk melihat kebutuhan dan potensi serta program yang telah di lakukan oleh perguruan tinggi ini di tiga desa. Ketiga desa tersebut adalah Desa Hegarmanah, Sayang, dan Cilayung. Pemilihan ketiga desa ini karena ketiga desa tersebut dekat dengan lokasi berdirinya perguruan tinggi dan memiliki karakteristik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan mengambil sampel penelitian secara acak.Hasil penelitian menitikberatkan pada kebutuhan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Selama ini kebutuhan dari masyarakat ketiga desa tersebut dari aspek pendidikan hampir sama yaitu masih sedikitnya putra-putra yang berasal dari ketiga desa tersebut yang dapat diterima perguruan tinggi yang ada di Jatinangor. Kebutuhan dari aspek kesehatan adalah masih kurangnya sarana pelayanan kesehatan bagi Desa Cilayung, dan masih dirasakan mahal biaya untuk pelayanan kesehatan. Sedangkan aspek ekonomi lebih kepada masih banyaknya tenaga kerja setempat yang belum tertampung dunia usaha disana.Ditinjua dari sisi potensi, ketiga desa yang dijadikan lokasi penelitian mempunyai potensi yang berbeda-beda. Desa Hegaramanah mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha jasa, sedangkan Desa Sayang masih merupakan desa peralihan yang dapat dikembangkan menjadi desa yang lebih maju lagi. Desa Cilayung mempunyai potensi pengembangan petanian dan kerajinan.Program pengabdian kepada masyarakat juga dirasakan belum merata. Hal ini dapat dilihat bahwa kegiatan yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada di Jatinangor lebih banyak dilakukan di Desa Hegarmanah dan Desa Sayang. Sedangkan Desa Cilayung sangat jarang. Hal ini disebabka karena untuk mencapai Desa Cilayung cukup jauh padahal secara geografis letaknya sangat dekat desa Univarsitas Padjadjaran.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA SINERGI FOUNDATION Pratami, Emma Rachmawati; Darwis, Rudi Saprudin; Mulyana, Nandang
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13654

Abstract

Kehadiran lembaga-lembaga pelayanan sosial di Indonesia membantu masyarakat dalam memperoleh layanan sosial yang tidak disediakan oleh pemerintah. Lembaga pelayanan sosial membantu menyediakan akses dan sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Suatu lembaga tidak terlepas dari komponen-komponen penyusunnya. Lembaga memiliki visi-misi, tujuan lembaga didirikan, program-program, struktur organisasi, pengelolaan dana, dan manajemen kelembagaan. Atau dapat disebut komponen internal dan eksternal yang membangun lembaga. Begitupun dengan faktor-faktor dari luar seperti aturan hukum dan kondisi sosial-politik yang turut mempengaruhi. Hal yang mendasar dari berjalannya suatu lembaga terletak pada sumber daya manusianya. Apabila SDM yang dimiliki berkualitas dan berkompeten, akan membawa kemajuan pada lembaga begitupun sebaliknya. Walaupun memiliki visi-misi yang bagus tetapi apabila SDM kurang handal maka lembaga tersebut sulit mengalami kemajuan. Diperlukan pengelolaan SDM yang baik agar SDM dapat menjadi aset untuk memajukan lembaga.
PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA TENTANG KESETARAAN GENDER Fauziah, Resti; Mulyana, Nandang; Raharjo, Santoso Tri
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13536

Abstract

Pengetahuan Masyarakat Desa tentang Kesetaraan Gender. Isu kesetaraan gender mulai merebak di Indonesia pada tahun 1990-an. Walaupun isu gender telah lama merebak di Indonesia, namun banyak orang yang masih salah mengartikan tentang konsep gender dan kesetaraan gender. Selain gender yang sering disamakan dengan arti seks (jenis kelamin), kemudian salah arti lainnya dimana kesetaraan gender seolah-olah dianggap sebagai tindakan atau keinginan menomorsatukan perempuan yang ada di belahan dunia. Sebuah penelitian pada kelompok perempuan petani pedesaan di Jambi mengungkapkan bahwa pada awalnya masyarakat setempat sangat risih berbicara dengan kesetaraan gender.Mereka beranggapan bahwa kesetaraan gender adalah hal yang tidak lazim dibicarakan, terlalu vulgar dan mendukung aliran liberalisasi serta sekularitas. Penulis memandang kesetaraan gender ini dapat dijunjung tinggi melalui perubahan pola pikir masyarakat yang berkembang saat ini. Pola pikir yang positif tentang kesetaraan gender akan membantu mengurangi kasus-kasus ketimpangan gender di Indonesia. Mengubah pola pikir masyarakat tentunya harus didasarkan pada pengetahuan masyarakat di daerah itu sendiri.Pekerja sosial khususnya bidang pekerja sosial feminis bertugas untuk mengubah pola pikir dan mengedukasi masyarakat baik kaum laki-laki maupun perempuan.Inti dari artikel ini bahwa masyarakat khususnya masyarakat pedesaan memerlukan tambahan pengetahuan tentang kesetaraan gender. Pemahaman tentang kesetaraan gender yang positif pada masyarakat memiliki banyak manfaatnya dalam kehidupan terutama untuk mengurangi kasus-kasus ketidakadilan gender dan permasalahan rumah tangga. Adapun yang menjadi dasar bagi pekerja sosial dalam melakukan intervensi ialah pendidikan, umur, dan sumber informasi di suatu daerah atau masyarakat tersebut.
PENGEMBANGAN USAHA TAPE KETAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF COMMUNITY DEVELOPMENT MULYANA, NANDANG; SINTIA, ARUM; ISHARTONO, ISHARTONO; RESNAWATY, RISNA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14397

Abstract

Setiap daerah mempunyai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan dari darah tersebut. Produk-produk unggulan tersebut harus terus dikembangan sehingga akan menjadi besar. Pengembangan produk unggulan ini tentunya akan mendukung pengemabngan ekonomi local dari daerah yang bersangkutan. Pengembangan ekonomi local juga akan mendukung masyarakat yang bersangkutan berkembang.Pengembangan ekonomi local yang bertumpu pada produk unggulan tidak dapat dilakukan oleh pengusaha saja. Perlu adanya dukungan dari pemerintah maupun stakeholders lain yang bergerak dalam pengembangan ekonomi local. Dukungan pemerintah tentunya diperlukan dengan membuat kebijakan yang mendukung pengembangan produk unggulan. Sementara itu stakeholders lainnya membantu para pengusaha dalam mengembangkan produknya sehingga dapat berkembangan dan dikenal diluar daera.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROSES REHABILITASI ANAK BERMASALAH DI PANTI SOSIAL PETIRAHAN ANAK (PSPA) SATRIA BATURADEN Puteri, Afrida Eko; Mulyana, Nandang; Raharjo, Santoso Tri
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13689

Abstract

Anak memiliki permasalahan yang kompleks. Salah satu masalah yang dihadapi anak adalah permasalahan pembelajaran. Panti sosial petirahan anak hadir sebagai sarana yang diberikan oleh Kementerian Sosial dalam upaya pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak bermasalah dalam pembelajaran. Pekerja sosial memiliki peranan dalam penanganan anak bermasalah melalui rehabilitasi di panti sosial petirahan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengkaji peran pekerja sosial dalam rehabilitasi anak bermasalah di panti sosial petirahan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Panti Sosial Petirahan Anak Satria di Baturaden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari informan dan responden. Adapun hasil penelitian belum dapat dipaparkan karena peneliti belum melakukan penelitian di lapangan.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM COORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY (Kasus Pelaksanaan CSR oleh PT Pertamina UP-IV Balongan) Mulyana, Nandang; Zainuddin, Moch.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14212

Abstract

Pengentasan kemiskinan bukan saja tugas dari pemerintah tetapi kewajiban semua pihak termasuk perusahaan. Perusahaan khususnya BMUN mempunyai kewajiban untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan melalui program CSR. Program CSR yang dilakukan oleh perusahaan tentunya tidak terlepas untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Akan tetapi setiap perusahaan mempunyai model yang khas yang dikembangkan sesuai dengan visi dan misi dari perusahaan tersebut. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR ini pada intinya dapat dilihat dari empat aspek yaitu aspek input, proses, outpur dan outcome.Pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat melalui program CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina UP-IV Balongan sudah mencakup semua aspek yang ada. Dalam pelaksanaannya faktor sumber daya manusis menjadi aspek yang belum sesuai dengan kebutuhan. Sumber daya manusia yang mengurus pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat melalui CSR di PT Pertamina UP-IV Balongan masih terbatas baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini cukup menjadi kendala.
PEKERJA SOSIAL DAN PENYELESAIAN KONFLIK DI INDONESIA Rochmat, Usep; Mulyana, Nandang; Irfan, Maulana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13278

Abstract

Konflik merupakan tindakan kejahatan yan dilakukan oleh manusia dalam hal prilaku kehidupannya. Konflik pun tidak bisa dihilangkan dari diri manusia itu sendiri, karena konflik merupakan suatu sikap yang dimiliki manusia atas dasar perbedaan, baik untuk diri sendiri maupun kelompok atau organisasi. Yang perlu di lakukan adalah bagai mana caranya melakukan proses penyelesaian konflik dengan baik, dan sesuai dengan hukum yang sudah ditentukan. Penegakan hukum yang sesuai, serta menjalankannya dengan baik akan mengurangi tindakan terjadinya konflik kembali. Dalam kaitannya dengan konflik, tentunya yang harus menjadi perhatian adalah orang-orang yang harus terlibat dalam resolusi konflik. Seperti dalam resolusi konflik atau penyelesaian konflik melalui jalur Non-Litigas. Dalam proses resolusi konflik jalur Non-Litigasi ini memerlukan orang yang handal dalam memerankan diplomasi ini Non-Litigasi ini. Seperti Negosiator, Mediator, dan itu dapat dilakukan oleh seorang pekerja sosial. Karena seorang pekerja sosial sudah dibekali dengan berbagai ilmu elekti lainnya, dalam proses kemanusian, dan akan sangat tepat jika pekerja sosial terlibat di dalam resolusi konflik-konflik di Indonesia.
Co-Authors A, Geminastiti Purinami ACHMAD, AZHARY ADHYN Achmad, Azhary Adhyn Afriansyah, Ari Afrida Eko Puteri, Afrida Eko Agus Wahyudi Riana, Agus Wahyudi ALFIARINI, ALFIARINI ALFIARINI, ALFIARINI APRILIANI, FARAH TRI Ayuwanty, Fitriani BASAR, GIGIN G. KAMIL BASAR, GIGIN G. KAMIL Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Darastri Latifah, Darastri Darwis, Rudy Saprudin Dessy Hasanah Siti Asiah, Dessy Hasanah Siti Destin Putri A., Destin Putri Dyana C Jatnika, Dyana C Dyana C. Jatnika, Dyana C. Edi Suharto Emma Rachmawati Pratami, Emma Rachmawati Everd Scor Rider Daniel, Everd Scor Rider Ferdiawan, Rachmat Putro Fitria Fitria Hadiyanto A Rachim, Hadiyanto A Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hani Fauziyyah, Hani Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Ishartono Ishartono, Ishartono JUNIAR, ASRI AFRIDA JUNIAR, ASRI AFRIDA Kamil Basar, Gigin Ginanjar Maulana Irfan, Maulana Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Mutiara Suci Erlanti, Mutiara Suci Nanlohy, Badhmore Nulhaqim, Soni Akmad Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari, Nurliana Cipta Nurwati, R. Nunung Opan Suhendi Suwartapradja Poluakan, Marcelino Vincentius Puspa Sagara Asih, Puspa Sagara Putri Nabhani Nurany, Putri Nabhani RADIANSYAH1, SYURDIANA RADIANSYAH1, SYURDIANA Rahadian Riza Modana, Rahadian Riza Ramadhani, Putri Erika Resti Fauziah, Resti Ria Agnes Chrisnalia Silalahi, Ria Agnes Chrisnalia Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Rumijati, Tjutju Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri SINTIA, ARUM SINTIA, ARUM Sri Sulastri Suharto, Meiliani Puji Sulistyanto, Agus Usep Rochmat, Usep W, R Willya Achmad Wandi Adiansah, Wandi Yasin, Verdi Yasmin Anwar Putri, Yasmin Anwar Yulasteriyani, Yulasteriyani Zahara, Sofia ZAINUDDIN, MOCHAMMAD ZAINUDDIN, MOCHAMMAD