Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG Diabetes mellitus DAN DETEKSI DINI DENGAN MINAT DETEKSI DINI PADA MASYARAKAT DI DESA DRONO KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN KLATEN Lesmana, Tedy Candra; Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 01
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK The knowledge about Diabetes mellitus and early detection of people in Drono, Ngawen, Klaten District to early detection is low. This study was to determine the relationship between the level of knowledge about DM and early detection with interest in early detection ofpeople in Drono, Ngawen, Klaten District. This research is quantitative with cross sectional approach. Population on this study is people aged 40-59 years as many as 509 people with a sample as many as 84 people. Data were analyzed with Chi-Square. The level of knowledge about DM and early detection in a category is good as much as 78,57% and interest in early detection with a category is interest as much as 90,47%. There is a relationship between the level of knowledge about DM and early detection with interest in early detection of people in Drono, Ngawen, Klaten District Keyword: Diabetes mellitus, knowledge, interest, early detection
ANALISIS BREEDING PLACE Aedes Sp DI KELURAHAN SOROSUTAN, KECAMATAN UMBULHARJO, KOTA YOGYAKARTA Damayanti, Susi; Satoto, Tri Baskoro
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 09/Nomor 02/2016
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan kesakitan yang luar biasa pada manusia. Transmisi DBD terjadi di sekitar 100 negara di Asia-Pasifik, Amerika, dan Afrika. Hampir 2,5 milyar orang atau 40 % dari populasi penduduk di dunia diperkirakan tinggal di daerah dimana berisiko terjadi transmisi DBD. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, jumlah penderita DBD di Kota Yogyakarta pada tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011 berturut-turut adalah 767, 768 , 688, 1.517 dan 460 orang. Tahun 2012 Kelurahan Sorosutan merupakan wilayah di Kecamatan Umbulharjo dengan penderita DBD terbanyak. Kelurahan Sorosutan merupakan salah satu daerah endemis DBD. Sampai saat ini vaksin atau obat yang tepat untuk DBD belum ada sehingga dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD perlu diketahui tempat potensial yang menjadi tempat perkembangan nyamuk Aedes Sp. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan vektor DBD (HI, BI, CI, dan PI). Metode : Termasuk penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan rancangan studi cross sectional. Hasil: Hasil dari 268 rumah yang diperiksa terdapat 148(56,18%) rumah yang positif ditemukan jentik atau pupa Aedes sp dan dari 1.118 Tempat Penampungan Air (TPA) yang diperiksa, 242 (24,02%) TPA positif jentik atau pupa. 13 RW yang diperiksa, nilai HI yang paling tinggi yaitu 87,5%, CI (43,3%), BI (181,3%), dan PI (445). Kesimpulan : Berdasarkan kepadatan vektor ke-13 RW di Kelurahan Sorosutan memiliki HI, BI,CI, dan PI di atas batas normal dan memiliki risiko terhadap penularan virus dengue. Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, Kepadatan vektor.
Gambaran Status Kecacingan, Status Anemia dan Status Gizi sebagai Faktor Penentu Prestasi Belajar di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta Sumekar, Ariana; Chasanah, Siti Uswatun; Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                           IntisariPenyakit kecacingan merupakan penyakit yang masih diabaikan di Indonesia, hal ini dikarenakan rendahnya mortalitas penyakit tersebut walaupun morbiditasnya masih fluktuatif tergantung dari faktor risiko yang menyertainya. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes sp DI DUSUN KRAPYAK KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Werdinigsih, Indah; Damayanti, Susi; Rowa, Stefani Novalinda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                           ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Faktor yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit DBD adalah pengetahuan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu lingkungan fisik yang mempengaruhi keberadaan jentik Aedes sp yaitu pencahayaan dan ventilasi yang dapat mempengaruhi perkembangan jentik nyamuk Aedes sp. Desa Panggungharjo merupakan wilayah endemik karena telah terjadi peningkatan kasus DBD selama tiga tahun berturut-turut dan Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KLOPOSAWIT, TURI,SLEMAN, YOGYAKARTA Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 11/Nomor 01/2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Prevalensi dan insidensi Pediculosis capitis pada anak-anak cukup tinggi di berbagai negara di dunia. Pediculosis capitis biasanya menyerang pada anak-anak usia 5 – 13 tahun. Di Yogyakarta tahun 2011 angka prevalensi infestasi Pediculosis capitis sebesar 19,6 % pada siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah pedesaan dan 12,3 % pada siswa Sekolah Dasar di daerah perkotaan. Angka kejadian yang ada jauh di bawah angka yang sesungguhnya karena banyaknya penderita yang mengobati sendiri dan tidak melapor ke petugas kesehatan. Prevalensi pasti tidak diketahui, hal ini disebabkan karena Pediculosis capitis bukanlah penyakit yang wajib dilaporkan sedangan masyarakat menganggapnya hanya sekedar gangguan sehingga tidak di dilaporkan. Pediculosis capitis perlu mendapatkan perhatian karena penyakit ini sering menyerang anak-anak.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Damayanti, Susi; Surindra, Bayu
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.573 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.49

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Yang menjadi subjek penelitian ini yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri tingkat IV kelas E yang berjumlah 33 mahasiswa, sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu hasil belajar mahasiswa PGSD mata kuliah kewirausahaan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu analisi deskriptif untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa, serta dari hasil uji signifikansi didapatkan data nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan ada perbedaan yang signifikan. Selanjutnya dari hasil ketuntasan belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 68%, meningkat pada siklus 2 dengan nilai rata-rata sebesar 85,7%.
analisis soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak di sekolah dasar kecamatan banguntapan bantul yogyakarta sumekar, ariana; chasanah, siti uswatun; damayanti, susi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.683 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.268

Abstract

Prevalensi kecacingan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar adalah 60% - 80%. Prevalensi infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia mengalami fluktuasi yaitu pada tahun. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta pada tahun 2017, dengan desain penelitian cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling di tiga sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 115 siswa. Pemeriksaan telur cacing menggunakan metode Apung (Flotation Method). Tahapan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan ?=0,05). Hasil penelitian adalah terdapat 0,9% anak sekolah dasar di SD Kecamatan Banguntapan terinfeksi kecacingan yaitu Trichuristrichiura. Prevalensi anemia pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 16,5%. Asupan makanan dengan kategori kurang sebanyak 60,9%. Prevalensi gizi kurang pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 6,1% dan gizi lebih 35,7%. Prestasi belajar siswa dengan kategori kurang sebanyak 47,8% Terdapat hubungan yang sigifikan antara status gizi dan asupan makanan dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kecacingan dan anemia dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Memanfaatkan Bahan Bekas untuk Guru Sekolah Dasar pada Anggota Gugus 2 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Soenarko, Bambang; Wiguna, Frans Aditia; Putri, Kharisma Eka; Primasatya, Nurita; Kurnia, Ita; Imron, Ilmawati Fahmi; Damayanti, Susi; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.562 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11738

Abstract

Permasalahan klasik seorang guru antara lain adalah terbatasnya dana yang dibutuhkan untuk membuat/merancang media pembelajaran. Umumnya, guru menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran yang dibutuhkan. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat terciptanya media-media pembejaran yang kreatif dari para guru. Meskipun demikian, ketidakadaan dana bukan merupakan penghalang apabila guru dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar yang murah, seperti bahan dari barang bekas. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pelatihan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas, sesi pertama adalah presentasi teoritik, dan sesi kedua adalah pendampingan pengambangan media secara mandiri bersama tim fasilitator (tim pengabdian). Sasaran pengabdian ini adalah guru sekolah dasar pada anggota gugus 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Oktober 2017 di SDN Batuaji 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Materi dan pendampingan tentang pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas ini dapat mengahasilkan output berupa produk media pembelajaran dari bahan bekas oleh guru. Guru memiliki wawasan untuk mengembangkan media pembelajaran dari bahan bekas, disamping itu guru memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas.Hasil angket kegiatan yang diberikan oleh guru menunjukkan bahwa materi yang disajikan masih kurang terutama tentang alternatif contoh media dari barang bekas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan di kealas guru, sehingga diharapkan ada pengabdian masyarakat lanjutan untuk menindaklanjuti kekurangan dalam pengabdian masyarakat selanjutnya.
Pelatihan Pembuatan Soal Kognitif Berbasis Aplikasi Android Kahoot untuk Guru Sekolah Dasar Islam Terpadu Bina Insani Kediri Saidah, Karimatus; Mujiwati, Endang Sri; Permana, Erwin Putera; Wiguna, Frans Aditia; Damayanti, Susi; Mukmin, Bagus Amirul; Hunaifi, Abdul Aziz; Laila, Alfi; Basori, Muhamad; Wahyudi, Wahyudi; Kurnia, Ita
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.16895

Abstract

This activity aims to provide training to teachers and practice problem making and implementation in elementary schools. So that teachers get direct experience in making problems through the Kahoot application for teachers. The method of carrying out this activity is carried out from the preparation stage to the reporting of activities that take about 1 month. Parties involved in the activity include: 1). Lecturers as speakers and moderators, students as a support team for the implementation of the event. 2). Teachers in SDIT Bina Insani Kediri. Of the 25 teachers who have participated in the training, as many as 17 teachers have submitted the results of the analysis, based on the results of the questionnaire showed 4 teachers stated there were no obstacles in implementing kahoot. While the other 13 stated to experience some obstacles, namely less accustomed to operating kahoot. The advantages of applications when implemented include more interesting and easy to do. Kahoot application can be one of the alternative learning variations. Through the use of kahoot learning outcomes related to the order of the level of truth problems can be more quickly known. Kahoot application is practical, because teachers can directly monitor students who work on problems.
Kesesuaian antara Gaya Belajar Siswa dengan Metode Mengajar Guru dalam Pembelajaran Matematika Materi Menentukan Lama Waktu Suatu Kejadian Berlangsung pada Kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri Yuniantoro, Irwan Prastian; Santi, Novi Nitya; Damayanti, Susi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gaya belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada kelas III SDN Gayam 3 Kota kediri; 2) mengetahui kegiatan pembelajaran matematika tentang materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada siswa kelas III SDN Gayam 3 kota kediri; dan 3) mengetahui adakah kesesuaian antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa kelas III SDN Gayam 3 kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 28 siswa Kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengembangkan instrumen kuesioner atau angket. Data penelitian dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Gaya belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri, bahwa mayoritas adalah gaya belajar visual pada kategori cukup terdapat 21 (75%), gaya belajar auditori pada kategori kurang terdapat 4 (14%) dan gaya belajar kenestetik pada kategori kurang terdapat 3 (11%). 2) Kegiatan pembelajaran matematika tentang materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada siswa kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri, bahwa metode mengajar visual pada kategori cukup skor 26, sedangkan yang kedua adalah metode mengajar auditori, dan metode mengajar kinestetik pada kategori kurang skor 22. Dengan demikian bahwa metode mengajar adalah metode mengajar visual. 3) Kesesuaian antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa kelas III SDN Gayam 3 kota Kediri, terdapat kesesuaian dengan metode mengajar guru dengan gaya mengajar siswa mayoritas menggunakan gaya belajar visual sehingga terjadi keselarasan antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa.