Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Material Experience: Kebaruan Dalam Desain Yang Berfokus Pada Material Studi Kasus: Desain Aksesori Fashion Berbasis Material Polyvinyl Chloride (PVC) John Martono; Eka Arifianty Puspita
JURNAL RUPA Vol 7 No 2 (2022): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v7i2.4790

Abstract

Material selection is indubitably prominent in design creation. Technical and physical properties of a material are highly considered to determine function, utility, and manufacturing process. However, material selection is not only pivotal to design but also central to the users. Users have their own experiences with material that constructs their perception, association, and definition of materials. In fashion, the material experiences influence consumers’ purchasing decisions. Fashion consumers begin their reasoning with material thinking and interaction (if possible). The hands-on interaction of the product, where the material is implemented, stimulates memories that help their consuming decisions. Prior researches also argued that integration of material experiences in design will optimize outcomes, specifically providing user satisfaction. Those arguments inspired this research to investigate material experience in the design process. Experiences of material polyvinylchloride were observed by adopting the Material Driven Design method and the material experience’s pattern were illustrated by utilizing the Meaning of Material model. According to the research done in the Do-It-Yourself approach, material experiences were identified and seen transforming in every step of the process. Furthermore, the study of material experience was found beneficial for helping designers in understanding and measuring the intangible success of product, specifically user satisfaction.
Diversifikasi Desain Batik Ciwaringin Cirebon melalui Adobsi Trend John Martono; Eka Arifianty Puspita
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 40, No 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i1.8097

Abstract

Ragam hias batik merupakan identitas warisan budaya tak benda di Indonesia yang menjadi kebanggan masing-masing sentra. Sebagian besar penerapan ragam hias dalam praktik desain pada media digital hanya meminjamnya sebagai konten atau elemen visual semata, karya tersebut tidak memenuhi kaidah sebagai karya batik tradisi. Batik Madura (maduraan) memiliki karakter khas yang dikenal dengan penggambaran hewan, tanaman akar-akaran, juga gori (isen-isen) yang menarik untuk dieksplorasi menembus batas dunia kriya tekstil tradisional beralih menjadi karya animasi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi visual ragam hias batik maduraan sebagai aset visual karya Animateutik (animasi batik tulis); mendefinisikan dan merumuskan model “Batik Digital Indonesia”; dan menerapkan model tersebut melalui inovasi desain Animateutik. Penelitian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan kajian pustaka untuk merumuskan definisi dan model batik digital Indonesia, serta pendekatan perancangan desain (design action) untuk mewujudkan Animateutik bergaya maduraan. Penelitian menghasilkan rumusan definisi dan model “Batik Digital Indonesia” dan karya inovasi desain berupa Animateutik (animasi batik tulis) bergaya maduraan yang berperan strategis memperluas inovasi, sinergi interdisiplin, dan memberikan alternatif peluang pengembangan antara ranah kriya batik tulis tradisional dengan media digital.
INSPIRASI HYPERNATURE PADA BATIK TULIS CIWARINGIN CIREBON UNTUK DESAIN HOME DÉCOR John Martono; Eka Arifianty Puspita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i1.44758

Abstract

Batik culture has succeeded in becoming a driving force of the creative economy and providing employment opportunities in various areas of Indonesia. However, the rapid development of batik does not guarantee the success of the batik businesses to be sustainable. One example occurs in one of the national batik industry centers, namely Cirebon. The famous culture of batik in Cirebon is synonymous with the craft center located in Trusmi Village. However, Cirebon also has other areas that are actively producing batik, such as Ciwaringin Village. Contrast to the popular Trusmi Village, Ciwaringin Village's batik tends to fade. The craftmanship of hand-written batik is assumed as one obstacle in responding to consumer trends and demands. In regards, this research aims to explore the alternative designs in developing Ciwaringin batik by infusing the trendy hypernature concept for home décor product. The idea of the batik development design is initiated to respond the growing trend of home décor consumption and the rise of hype nature concept of innovations, which is the integration of technology and nature to support sustainability. Thus, the design method used is a collaboration of Ciwaringin batik traditional elements with the trend of 2022/2023. The collaboration of traditional and the trend elements is considered sufficient in helping craftsmen to be responsive to the latest developments happened amidst society. Through the design process, it was discovered the potency of new designs and the rise of new market segments. Although the design project should be considered as an early stage of development, but it can be concluded that there are positive indications of implementing the trend elements for developing traditional batik designs.Keywords: batik Ciwaringin, home décor, hypernature. AbstrakBudaya batik kini berhasil menjadi satu penggerak ekonomi kreatif hingga membuka peluang ketenagakerjaan di beragam wilayah Indonesia. Namun maraknya perkembangan batik, tidak lantas menjanjikan kesuksesan seluruh pelaku usaha batik untuk mampu berkelanjutan. Sebagai contoh adalah sentra industri batik nasional, yaitu kota Cirebon. Hingga kini budaya pembatikan di Cirebon identik dengan sentra yang berlokasi di Desa Trusmi. Namun kota Cirebon pun memiliki beragam wilayah lainnya yang aktif menghasilkan batik, seperti Desa Ciwaringin. Berbeda dengan Desa Trusmi yang populer, industri batik Desa Ciwaringin cenderung meredup. Ciri khas batik tulis yang mengandalkan keahlian tangan para pengrajin batik digadang menjadi kendala dalam merespon tren dan permintaan konsumen. Menanggapi hal tersebut, penelitian ini bertujuan menggali potensi rancangan alternatif untuk pengembangan batik Ciwaringin, yaitu melalui desain batik dengan inspirasi hypernature untuk home décor. Gagasan desain batik tersebut didasari oleh tumbuhnya tren konsumsi produk home décor yang meningkat dan berkembangnya inovasi dengan konsep hypernature, yaitu terpadunya teknologi dan alam untuk mendukung keberlanjutan. Oleh karena itu, metode perancangan yang digunakan adalah kolaborasi unsur tradisi batik Ciwaringin dengan unsur tren 22/23. Kolaborasi unsur tradisional dan unsur tren dinilai sesuai dengan tujuan penelitian karena mendorong para pengrajin untuk tanggap terhadap perkembangan masyarakat terkini. Melalui proses desain, ditemukan potensi rancangan batik Ciwaringin baru dan terbukanya segmentasi pasar baru. Meskipun proyek desain dalam penelitian ini masih tergolong sebagai tahap awal, namun terindikasi adanya dampak positif dari implementasi unsur tren pada pengembangan desain batik tradisional.Kata Kunci: batik Ciwaringin, home décor, hypernature. Authors:John Martono : Institut Teknologi BandungEka Arifianty Puspita : Institut Teknologi Bandung References:Barber,T.,Krivoshlykova,M. (2007). End-Market Study for Indonesian Home Accessories. United States Agency International Development (USAID).Brownell, B., Swackhamer, M., Satterfield, B., & Weinstock, M. (2015). Hypernatural: Architecture’s New Relationship with Nature. Princeton Architectural Press.Damayanti, N. Y., Pandanwangi, A., Dewi, B. S., & Apin, A. M. (2021). The Batik Kompeni Ornament Variety As An Acculturation Result In The Development Of Batik Decorative Motifs In Cirebon Coastal: ICON ARCCADE 2021: The 2nd International Conference on Art, Craft, Culture and Design (ICON-ARCCADE 2021), Bandung, Indonesia. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211228.004.Evans, M. (2004). A Design Approach to Trends and Forecasting: FUTUREGROUND: The Design Research Society Conference, Melbourne, Australia.Hk, A. A. P., Wulandari, D. (2019). Analisis Makna Motif Batik Ciwaringin Cirebon. Cirebon: Seminar Nasional Seni dan Desain: Reinvensi Budaya Visual Nusantara, Surabaya, Indonesia.Kim, E., Fiore, A. M., & Kim, H. (2011). Fashion trends: Analysis and forecasting (English edition). England: Bloomsbury.Kudiya, K., & Atik, S. K.(2020). Kekuatan Desain Motif Batik Cirebon sebagai Ruang Identitas Indikasi Geografis Indonesia. Waca Cipta Ruang:Jurnal Ilmiah Desain Interior,6(1), 1-12.Kusumaningtyas, W. R. (2022). Perancangan Batik Tulis Dengan Inspirasi Terciptanya Tari Eklek Pacitan. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 16. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32212.Kuwala, R.N., & Zulfia Novrita, S. (2022). Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358.Nursalim, R, I. (2022), “Batik Ciwaringin Cirebon”. Hasil Wawancara Pribadi: 31 Mei 2022, Institut Teknologi Bandung.Paramita, N.G.A., Mudra,I. W., & Rai Remawa,A.A.G. (2022). Cengkeh Sebagai Inspirasi Pengembangan Motif Batik Berbasis Digital Di Kabupaten Buleleng. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 426. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.38894.Prawira, N. G., Prawira, M. F. A., & Susanto, E. (2020). Coastal Batik Ornament Design: Aesthetic Analysis and Meaning of Batik Ornaments in Ciwaringin Cirebon, West Java. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 3(2), 48-53.Saputra, R. (2021). Motivasi Indonesia Dalam Kerjasama Ekspor Home Decoration Indonesia-Belanda Ke Eropa. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 8.8–53.Sumintarsih. (2009). Pelestarian Batik dan Ekonomi Kreatif. Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(8), 689-696.Tucholke, K., & Frohm, P. (2020). The Trend Forecasting Paradox? [Master’s thesis, The Swedish School of Textiles]. Boras: University of Boras.Tresnawati, N., Saleh, I., Sudarmin, & Wardani, S. (2020). Scientific reconstruction of local plants as the basic materials of Batik Natural Dyes. Journal of Physics: Conference Series, 1511(1), 012062.Tresnawati, N., Saleh, I., & Wardani, S. (2020). The utilization of local plants as natural dye Ciwaringin Batik, Cirebon, Indonesia. EurAsian Journal of Bio Sciences.Valenta, N. S., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Batik Batam (Studi Kasus di Indra Batik Batam di Kota Batam). Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 89. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.29696.Zahidi, M.S. (2017). Batik As Indonesian Public Diplomacy in ASEAN Economic Community (AEC). International Journal of International Relations, Media and Mass Communication Studies, 3(2), 1-9.