Dessy Syahniar, Dessy
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGUKUR RASA SYUKUR: PENGEMBANGAN MODEL AWAL SKALA BERSYUKUR VERSI INDONESIA Listiyandini, Ratih Arruum; Nathania, Andhita; Syahniar, Dessy; Sonia, Lidwina; Nadya, Rima
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.079 KB) | DOI: 10.24854/jpu22015-41

Abstract

Abstract — Feeling grateful has emotional and interpersonal advantages. When looking at suffering as something positive, person will be able to increase the ability of new coping. Development of gratitude measurement scale expected to help research, assessment, or interventions related gratitude in Indonesia population. Using non-probability accidental sampling, subjects in this research was 264 Indonesia people composed of 90 men (34%) and 174 women (66%), with age range of 20 to 75 years. Based on psychometric testing which is done through internal consistency and construct validity test, Indonesia gratitude scale seems has good reliability and validity. The scale can measure the construct consistently, can distinguish individuals with high and low gratitude, and valid to measure the gratitude construct through three factors, namely the sense of appreciation, positive feelings, and expression of gratitude. Having good psychometric standards, Indonesia gratitude scale version presented in this study can already be used to measure the gratitude in the context of research and clinical interventions in Indonesia population. Abstrak — Bersyukur memiliki keuntungan secara emosi dan interpersonal. Dengan melihat dan merasakan penderitaan sebagai sesuatu yang positif, maka seseorang akan bisa meningkatkan kemampuan coping barunya baik secara sadar maupun tidak. Pembuatan alat ukur bersyukur diharapkan dapat membantu penelitian, pemeriksaan, atau intervensi terkait rasa syukur pada populasi di Indonesia. Subjek penelitian berjumlah 264 orang terdiri dari 90 orang pria (34%) dan 174 orang wanita (66%). Rentang umur responden dari 20 sampai 75 tahun. Berdasarkan uji psikometri yang dilakukan melalui konsistensi internal dan uji validitas konstruk, skala bersyukur versi Indonesia memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Skala ini dapat mengukur satu kontruk yang sama secara konsisten, dapat membedakan individu dengan rasa syukur tinggi dan rendah, dan valid untuk mengukur konstruk bersyukur melalui tiga faktor, yaitu sense of appreciation, perasaan positif, dan ekspresi rasa syukur. Dengan standar psikometri yang sudah baik, maka skala bersyukur versi Indonesia yang dipaparkan dalam penelitian ini sudah dapat digunakan untuk mengukur rasa syukur dalam konteks penelitian maupun intervensi klinis pada populasi di Indonesia.
Mengukur rasa syukur: Pengembangan model awal Skala Bersyukur versi Indonesia Listiyandini, Ratih Arruum; Nathania, Andhita; Syahniar, Dessy; Sonia, Lidwina; Nadya, Rima
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu39

Abstract

Feeling grateful has emotional and interpersonal advantages. When looking at suffering as something positive, person will be able to increase the ability of new coping. Development of gratitude measurement scale expected to help research, assessment, or interventions related gratitude in Indonesia population. Using non-probability accidental sampling, subjects in this research was 264 Indonesia people composed of 90 men (34%) and 174 women (66%), with age range of 20 to 75 years. Based on psychometric testing which is done through internal consistency and construct validity test, Indonesia gratitude scale seems has good reliability and validity. The scale can measure the construct consistently, can distinguish individuals with high and low gratitude, and valid to measure the gratitude construct through three factors, namely the sense of appreciation, positive feelings, and expression of gratitude. Having good psychometric standards, Indonesia gratitude scale version presented in this study can already be used to measure the gratitude in the context of research and clinical interventions in Indonesia population.
PREDIKTOR INTENSI PERILAKU SOCIAL DISTANCING: APLIKASI BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL Saputra, Dinar; Syahniar, Dessy; Sabrina, Olivia Ayu; Hidayah, Kurnia Nurul; Maulana, Muhammad Iqbal; Wulandari, Devi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 23, No 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1384

Abstract

COVID-19 menyebar secara cepat ke berbagai belahan dunia dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Guna mencegah penyebarannya, dibutuhkan Perilaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi laju penularan COVID-19 atau yang dikenal dengan social distancing. Namun, perilaku masyarakat terhadap social distancing belum seragam. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui prediktor intensi perilaku social distancing berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). 487 responden mengisi kuesioner untuk mengukur intensi social distancing dan prediktornya berdasarkan teori HBM. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi jamak. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori HBM menjelaskan sebesar 36,2% dari varians intensi social distancing pada responden dengan prediktor yang signifikan adalah penghalang (barriers), manfaat (benefits) dan kerentanan (susceptibility). Hasil ini menunjukkan bahwa teori HBM dapat digunakan untuk memprediksikan intensi perilaku social distancing pada warga DKI Jakarta.