Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud
Depertemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Preozonasi Sebagai Pretreatment Air Baku: Studi Kasus Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel I Kota Surabaya Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Ervin Nurhayati
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i1.39

Abstract

Semakin menurunnya kualitas air sungai sebagai air baku air minum membawa tantangan tersendiri bagi PDAM agar instalasi pengolahan air (IPA) yang ada tetap bisa mengolah air dengan baik. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pretreatment sebelum air diolah di IPA. Salah satu teknologi pretreatment yang dapat diterapkan adalah preoksidasi dengan menggunakan ozon yang disebut dengan preozonasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan preozonasi, sebagai bentuk pretreatment air baku, terhadap perubahan parameter pH, warna, kekeruhan, TSS, COD, dan amonia. Metedologi dalam penelitian ini adalah dengan menginjeksi ozon ke dalam sampel air (effluent bak prasedimentasi IPAM Ngagel I) dengan variasi laju alir (1, 2, dan 3 L/min) serta variasi waktu kontak (10, 20, dan 30 menit). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa preozonasi mampu menyisihkan kekeruhan (3%), warna (4%), TSS (0%), COD (26%), dan amonia (35%) serta pH yang sedikit meningkat (mendekati kondisi netral). Penyisihan tersebut didapatkan dengan cukup menggunakan variasi laju alir sebesar 2,6 L/min dan waktu kontak selama 30 menit. Preozonasi signifikan dalam menyisihkan parameter kimia (COD dan amonia) dan tidak terlalu berpengaruh terhadap parameter fisik (kekeruhan, warna, dan TSS). Dengan penambahan preozonasi ini diharapkan dapat meringankan beban pengolahan selanjutnya yaitu unit koagulasi dan flokulasi sehingga dapat mengurangi konsumsi koagulan