Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Terhadap Beras Organik Ekspor (Suatu Kasus di Gapoktan Simpatik Kabupaten Tasikmalaya) Tirsa Neyatri Bandrang; Ronnie S. Natawidjaja; Maman Karmana
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan beras organik  merupakan salah satu tuntutan pasar Internasional dalam hal peningkatan mutu dan kesehatan. Sehingga dalam aplikasi penerapan beras organik ekspor ini menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan secara konsisten dan keberlanjutan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif beras organik ekspor,  2)  menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap  beras organik ekspor.Teknik penentuan responden dalam penelitian ini  dilakukan dengan teknik sampel random bertingkat (multistage random sampling) yaitu di Kecamatan Cisayong dan Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui daya saing suatu komoditi dan dampak kebijakan pemerintah terhadap komoditi tersebut yaitu Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras organik ekspor memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Ini digambarkan dari nilai indikator efisiensi pengusahaan beras organik ekspor  yaitu nilai PCR ( 0,275) dan DRC (0,031)  yang bernilai kurang dari satu. Kebijakan pemerintah terhadap input dan output secara keseluruhan berdampak menghambat produsen untuk berproduksi dan belum berjalan secara efektif.  Namun, secara keseluruhan komoditas beras organik ekspor memiliki daya saing.                Sehingga dari penelitian mengenai analisis daya saing beras organik ekspor ini diharapkan keikutsertaan pemerintah untuk lebih proaktif dalam pengembangan beras organik ekspor agar lebih memiliki nilai jual serta daya saing di pasar Internasional.Kata kunci : beras organik, daya saing, Gapoktan Simpatik
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (Suatu Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kuala Pembuang Kalimantan Tengah) Tirsa Neyatri Bandrang
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.651 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.32

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras serta menganalisis tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di Kecamatan Seruyan Hilir. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras meliputi harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga ikan bandeng, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga berpengaruh nyata terhadap variabel terikat yaitu permintaan telur ayam ras. Secara individual faktor harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga beras, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras sedangkan untuk harga ikan bandeng dan tingkat pendidikan formal ibu rumah tangga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di kecamatan Seruyan hilir, untuk elastisitas harga bersifat inelastis, dimana suatu kenaikan harga telur ayam ras akan menyebabkan perubahan jumlah yang diminta lebih kecil dari perubahan harga. Nilai koefisien elastisitas harga adalah -0,175. Untuk elastisitas silang untuk harga ikan asin dan harga beras adalah negatif yang merupakan barang komplementer (pelengkap) dan positif terhadap ikan bandeng yang merupakan barang substitusi (pengganti). Sedangkan elastisitas pendapatan adalah positif 0,843 menunjukkan bahwa permintaan telur ayam ras merupakan elastisitas pendapatan inelastis yang bersifat barang normal yaitu apabila telur ayam ras mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan.Berdasarkan hasil ini, disarankan bahwa upaya lebih lanjut untuk meningkatkan produksi telur ayam ras harus selalu dibuat dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan konsumsi dan untuk mengejar standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan.
Faktor Dominan Dari Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Penangkaran Burung Walet Di Kecamatan Danau Sembuluh Tirsa Neyatri Bandrang
Agri Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2022): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v14i1.48

Abstract

Budidaya burung walet banyak diminati masyarakat Banyak orang yang menganggap bahwa sarang burung walet memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, selain banyak manfaat bagi kesehatan nilai jual sarang burung walet ini terhitung sangat mahal, yaitu berkisar 10 – 16 Juta per kg. Perkembangan penangkaran burung wallet yang sangat cepat menyebabkan pendirian bangunan brung wallet ini bergabung dengan pemukiman warga menyebabkan persepsi yang berbeda-beda tiap warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap keberadaan penangkaran burung wallet dan mengidentifikasi faktor yang dominan dari preferensi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan menggunakan teknik survey yang dilakukan kepada masyarakat di Desa Sembuluh, kecamatan Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan. Sembuluh tepatnya yang tinggal di sekitar bangunan penangkaran burung wallet meliputi suara burung wallet, suara rekaman burung wallet, rumah/ bangunan burung wallet, dan juga penyakit. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang responden, penentuan jumlah sampel diambil secara acak dari populasi yang sesuai. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah systematic random sampling dengan respon survey artinya responden yang berada di sekitar tempat bangunan penangkaran burung wallet. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa masyarakat sekitar sangat terganggu terhadap suara burung walet dan suara rekaman pemanggil burung walet yang berpengaruh terhadap preferensi masyarakat terhadap penangkaran burung Walet.
PENGARUH IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Robitul Khoirot An Naser; Tirsa Neyatri Bandrang
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 1 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v3i1.909

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sekumpulan kewajiban organisasi untuk melindungi dan memajukan masyarakat di mana organisasi berada. PT Bangun Jaya Alam Permai-01 merupakan perusahaan terbatas yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahannya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah implementasi program CSR PT Bangun Jaya Alam Permai-01 berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh implementasi program CSR PT Bangun Jaya Alam Permai-01 terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian lapangan (field research) dengan data primer diperoleh dari kusioner dan data sekunder dari dokumentasi jurnaljurnal perusahaan. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 44 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif statistik deskriptif dan data diolah dengan menggunakan software SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Program CSR berpengaruh secara postif namun tidak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu sebesar 2,305 t hitung > t tabel atau 2,018 (t hitung > t tabel 2,305 > 2,018) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,026 < 0,05). Berdasarkan hasil uji koefesien determinasi (R2) diperoleh hasil 0,112 sehingga sumbangan pengaruh variabel (X) program CSR terhadap variabel (Y) peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah sebesar 11 persen di desa Sukorejo dan sisanya 89 persen dipengaruhi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP JASA PENGGILINGAN PADI (Studi Kasus Penggilingan Padi Tunas Karya Desa Persil Raya, Kecamatan Seyuran Hilir, Kabupaten Seruyan) Tirsa Neyatri Bandrang; Anggun Erli Santika
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v4i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pelanggan dan menganalisis kepuasan pelanggan Jasa Penggilingan Padi Tunas Karya, karena pelanggan yang merasa puas merupakan asset penting bagi tempat usaha Penggilingan Padi Tunas Karya. Dalam melakukan penelitian ini, untuk tujuan pertama menggunakan metode analisis deskriptif yakni untuk melihat karakteristik pengunjung dan untuk tingkat kepuasan konsumen di Penggilingan Padi Tunas Karya menggunakan dua metode, yakni Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk menentukan kepuasan pelanggan secara menyeluruh dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kepentingan dari variabel-variabel yang diukur, dan Importance Perfoemance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui keadaan masing-masing variabel dari faktor-faktor kepuasan ditinjau dari segi tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut, serta menggunakan diagram kartesius dan yang terdapat pada empat kuadrat. Hasil uji realibilitas untuk butir soal evaluasi kepentingan dan evaluasi kinerja menunjukan nilai yang lebih besar dari nilai kritis yang ditoleransi yaitu 0,81 untuk butir soal evaluasi kepentingan dan 0,86 untuk butir soal evaluasi kinerja. Hasil penelitian berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) pada kuadran I terdapat 1 atribut, Pada kuadran II terdapat 11 atribut, Kuadran III terdapat 4 atribut, Pada kuadran IV terdapat 3 atribut. Berdasakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) posisi pada tingkat kepuasan pelanggan berada pada tingkat sangat puas dengan hasil 0,85 yang didasarkan pada tabel indeks kepuasan pelanggan untuk atribut-atribut yang telah diuji.
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN ELASTISITAS PENDAPATAN TERHADAP PENGELUARAN PANGAN DAN NON PANGAN KARYAWAN PT SALONOK LADANG MAS Rio Cahya Perdana; Tirsa Neyatri Bandrang
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 1 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v3i1.915

Abstract

Pola konsumsi karyawan memiliki perbedaan pada tingkat jabatan dan pendapatan sehingga berpengaruh terhadan tingkat konsumsinya serta pola konsumsi dan pengeluaran konsumsi suatu rumah tangga pada karyawan serta berbeda pula persentase penggunaan pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi karyawan PT Salonok Ladang Mas, sehingga dapat dilihat perbedaan pola konsumsi pangan antara karyawan pimpinan dengan karyawan pelaksana, selanjutnya dapat diketahui besarnya perubahan konsumsi pangan akibat perubahan pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah secara purposive dengan alasan keragaman pendapatan yang sangat bervariasi. Pengambilan sampel karyawan sebanyak 14 sampel untuk karyawan pimpinan dan 90 sampel untuk karyawan pelaksana. Dengan metode simple random sampling. Jumlah sampel ditentukan dengan Metode Slovin. Metode di analisis dengan metode analisis deskriptif, menghitung persen rata-rata pengeluaran konsumsi pangan, Marginal Propensity to Consume (MPC), dan Elastisitas pendapatan. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai pola konsumsi hanya yang membedakan adalah jumlah bahan pangan yang dikonsumsi dan besarnya pengeluaran konsumsi. Pengeluaran konsumsi pangan karyawan pelaksana lebih tinggi di bandingkan karyawan pimpinan, ini menunjukkan tingkat kesejahteraan karyawan pimpinan lebih tinggi dibandingkan karyawan pelaksana. tingkat pendapatan terhadap jumlah pengeluaran konsumsi pangan adalah “ inelastis”.
Analisis Usaha Pengolahan Kerupuk Ikan Pipih Mama Erwin Tirsa Neyatri Bandrang; Rita Setiawati; Rado; Ariadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i4.831

Abstract

Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah (1) Proses pengolahan kerupuk ikan pipih Mama Erwin, (2) Keragaan usaha pengolahan ikan pipih Mama Erwin, dan (3) Menganalisis keuntungan usaha pengolahan kerupuk ikan pipih Mama Erwin. Penelitian dilaksanakan Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Juli 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode wawancara. Adapun wawancara yang kami lakukan langsung dengan pemilik usaha pengolahan kerupuk ikan pipih yaitu ibu Winarti. Teknik pembuatan kerupuk ikan pipih Mama Erwin masih dilakukan secara tradisional. Setelah adanya pembinaan dari instansi terkait, para pengolah dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Untuk rincian jumlah total biaya produksi kerupuk ikan pipih adalah Rp. 11.431.000. Jadi keuntungan pengolahan kerupuk ikan pipih Mama Erwin selama 1 bulan adalah Rp.17.752.000. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu (1) Kerupuk ikan pipih adalah salah satu makanan khas dari Kuala Pembuang, Seruyan Hilir, dan (2) Kecamatan Seruyan Hilir merupakan Kecamatan yang paling banyak mengembangkan usaha pengolahan kerupuk ikan pipih.  
PKM Kegiatan Usaha Keripik Singkong Dalam Meningkatkan Usaha Kelompok PKK Tirsa Neyatri Bandrang; Ratna Rianti; Qurrotul A’yun Fatimah Azzahro
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.607 KB) | DOI: 10.59086/jpm.v1i2.121

Abstract

PKM penerapan analisis usaha keripik singkong ini bertujuan untuk menjawab struktur usaha keripik singkong, bagaimana cara perencanaan pemasaran keripik singkong, dan bagaimana proses pembuatan keripik singkong, serta bagaimana cara perencanaan usaha keripik singkong kelompok PKK di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus pada objek. Data di kumpulkan dengan cara wawancara dengan narasumber yang merupakan sekelompok orang yang menjalankan usaha keripik singkong tersebut. Adapun jadwal penelitian dilakukan pada hari Kamis, 14 Juli 2022 di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Hasil PKM yang dilakukan memperoleh informasi tentang usaha rumahan yang memproduksi cemilan keripik singkong di Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur dengan produksi yang sangat sederhana serta masih menggunakan alat yang sederhana. Adapun factor yang mendukung berkembangnya usaha ini yaitu adanya minat beli masyarakat yang tinggi sehingga produksi ibu-ibu PKK ini mudah untuk dipasarkan, keinginan yang kuat dalam mengembangkan usaha keripik singkong ini dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama ibu-ibu PKK yang aktif didalamnya. Sedangkan factor penghambat keripik ini adalah persaingan dengan kelompok PKK lain yang juga sama-sama memproduksi keripik singkong. PKM yang dilakukan ini sangat penting karena usaha ini merupakan UMKM yang dikelola oleh kelompok dari ibu-ibu PKK dan perlu adanya analisis usaha agar dapat membantu kelompok PKK meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bangun Harja.  
DAMPAK DITERAPKANNYA KEBIJAKAN RED II (RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE II) UNI EROPA TERHADAP EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Tirsa Neyatri Bandrang; Ditho Ramadhan
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i1.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap dampak diterapkannya kebijakan Red II (Renewable Energy Directive II) Uni Eropa khususnya Negara Belanda terhadap Ekspor Kelapa Sawit Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri dan konsep kepentingan Nasional diberlakukannya RED II pada Tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan literatur pendukung dari dampak kebijakan serta upaya yang dilakukan pemerintah Indonesias serta berbagai isu yang terkait mengenai Red II. Kemudian pengolahan data primer dan sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan memperoleh hasil bahwa kebijakan Red II ini sangat mempengaruhi terhadap nilai ekspor pemerintah Indonesia ke Belanda, selain itu terjadi perubahan kepentingan di mulai dari dampak lingkungan sampai pada ekonomi. Upaya yang mampu dilakukan oleh pemerintah Indonesia yaitu dengan cara tetap memproduksi minyak kelapa sawit dan memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit di dalam negeri agar tercukupi terlebih dahulu, selain itu pemerintah Indonesia juga mengkampanyekan produk kelapa sawti ke negara-negara lain yang memiliki potensi untuk membeli minyak kelapa sawti seperti Asia selatan (India, Pakistan), Afrika. Sebagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia selanjutnya mewajibkan petani kelapa sawit swadaya memiliki sertifikat ISPO degan tujuan pelestarian lingkungan. Karena kebijakan Red II ini tidak hanya sebatas pelestarian lingkunganakan tetapi juga mempengaruhi kepentingan ekonomi negara lain
PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN HARGA JUAL TANDAN BUAH SEGAR (TBS) TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN PADA PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT DESA BANGUN HARJA KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i1.45

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama Indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil atau PKO) ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Salah satu komoditi dari subsektor perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Kabupaten Seruyan adalah kelapa sawit. Namun, sayangnya, perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Seruyan masih di dominasi oleh pihak swasta termasuk penetapan harga jual. Berdasarkan gambaran lebih lanjut terkait permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian ke petani rakyat desa Bangun Harja dalam jangka waktu 3 bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh biaya produksi dan harga jual terhadap tingkat keuntungan petani rakyat. Dari 48 petani rakyat ini diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif antar biaya produksi terhadap tingkat keuntungan petani. Berbeda dengan harga jual. Harga jual berpengaruh negatif terhadap tingkat keuntungan petani sawit rakyat. Hal ini dikarenakan harga jual ditetapkan oleh perusahaan sawit sehingga posisi tawar menawar petani sawit rakyat masih sangat rendah dan pada saat penelitian ini berlangsung terjadi anjlok harga TBS di tingkat petani. Secara simultan biaya produksi dan harga jual berpengaruh positif terhadap tingkat keuntungan petani Sawit. Berdasarkan hasil pengujian nilai korelasi antara biaya produksi terhadap tingkat keuntungan yakni 0,995 artinya biaya produksi memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan tingkat keuntungan. Sedangkan harga jual memiliki tingkat korelasi -2,44 hal ini mengartikan bahwa harga jual berpengaruh nyata terhadap tingkat keuntungan.