Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI DAYA GUNA BUNGA ROSELA DAN HONJE MENJADI BAHAN SAMBAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Kresnadipayana, Dian; Setiawan, Alfian Fendy; Sinaga, Rebeca Ester Nauli; Ristiyanasari, Desi; Yulandari, Ariefah
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i1.8419

Abstract

Secara budaya kuliner menggambarkan identitas lokal suatu pendukung budaya yang mencirikan lingkungan dan kebiasaan yang akrab disebut sebagai kearifan lokal. Salah satu sumber daya alam yang terdapat di Indonesia berupa aneka ragam tanaman yang memiliki beragam manfaat salah satunya adalah bunga rosela dan honje. Bunga rosela dan honje memiliki manfaat gizi yang menciptakan ide kreasi dan inovasi pangan berupa Sambal Gemati Rampah Bolaho (Sambal Rosela-Honje). Sambal Gemati Rampah Bolaho adalah sambal yang memadukan rempah dan bunga rosela-honje. Mitra di dalam pelaksanan pengabdian adalah Kelompok Wirausaha Mahasiswa (KWM) Gemati. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan administrasi pada aspek manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan kemasan produk yang kurang menarik. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini adalah pendampingan dalam analisis keuangan, pelibatan dalam pameran, dan perbaikan kemasan untuk meningkatkan penjualan produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa proses pembuatan Sambal Gemati Rampah Bolaho terdiri atas dua proses pengolahan, yaitu pembuatan bumbu dan proses memasak sambal. Proses pembuatan bumbu terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan alat dan bahan, pembuatan bumbu, dan pengemasan atau penyimpanan sebelum digunakan. Pembuatan Gemati Rampah terdiri dari 3 tahap, yaitu persiapan alat dan bahan, pembuatan sambal, pengemasan produk, dan pemasaran. Proses yang telah dilalui menghasilkan analisis BEP dengan ditentukan harga jual sambal rosella-honje ini senilai Rp 20.000 per pcs dengan nilai BEP 288. Dalam jangka waktu 2 bulan telah mencapai 172 pcs. Dari sini dapat dilihat bahwa penjualan sambal bunga memiliki prospek yang cukup bagus karena grafik penjualan mengalami peningkatan.
Penetapan Kadar Etanol pada Minuman Beralkohol Berbagai Merk Melalui Pengukuran Berat Jenis Susan Primadevi; Dian Kresnadipayana
Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.212 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.265

Abstract

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.86/1977, minuman beralkohol dibedakan menjadi 3 golongan yaitu Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, Golongan B dengan kadar alkohol 5-20%, dan Golongan C dengan kadar alkohol 20-55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol di dalam minuman beralkohol berbagai merk. Penentuan kadar etanol dalam minuman beralkohol diawali dengan proses destilasi untuk memisahkan etanol dari air dan komponen lainnya. Sebelum proses destilasi campuran ditambahkan dengan serbuk MgO atau CaO yang berfungsi sebagai zat pengering karena dapat menghilangkan 5% air dari etanol dan dapat bereaksi dengan air membentuk etanol-kalsium hidroksida yang sukar larut. Berat jenis etanol diukur dengan menggunakan piknometer. Berat jenis etanol hasil pengukuran kemudian dikonversi menjadi kadar etanol menggunakan tabel farmakope. Hasil menunjukkan bahwa kadar etanol dalam minuman beralkohol merk A sebesar 9,61%, merk B 7,01%, merk C 6,56%, merk D 5,59%, dan merk E 9,09%. Kelima merk minuman tersebut dikategorikan ke dalam minuman beralkohol golongan B.
Pemberdayaan Masyarakat UKM Keripik Singkong Rasa Gadung Sebagai Produk Unggulan Daerah Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Kresnadipayana, Dian
WARTA WARTA LPM, Vol. 21, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5254

Abstract

 Desa Sidomukti Jenawi Kab. Karanganyar Jawa Tengah, terdapat  produksi keripik singkong namun memiliki rasa gadung bahwa proses pembuatan kripik singkong rasa gadung. Ibu Warti merupakan perintis UKM Keripik Singkong Rasa Gadung di mana UKM tersebut mempunyai kelompok yang banyak memiliki anggota yang banyak salah satunya adalah Kelompok Sri Rejeki yang berdiri pada tahun 2006. Mitra yang kedua pada pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Mukti Rahayu di Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar di mana berdiri pada tahun 2009 dengan pengurus antara lain; Ibu Yani sebagai Ketua, Ibu Suharni sebagai Sekretaris dan Ibu Darsimi sebagai Bendahara.Beberapa permasalahan mitra yaitu kurangnya bahan baku, kurangnya alat penunjang produksi, lemahnya sistem pemasaran dan promosi, lemahnya manajemen keuangan. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik yang tepat (probiotik), kerja sama dengan pemerintah daerah maupun swasta, pengadaan alat produksi dan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis aplikasi program/software keuangan.Mitra juga berpartisipasi dalam hal pendanaan untuk menunjang program-program yang telah kita sepakati bersama. Pendanaan tersebut merupakan sebagai wujud swadaya masyarakat sehingga adanya kepedulian terhadap kemajuan khususnya daerah Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar dan pada umumnya untuk bangsa dan negara. Mitra Kelompok Sri Rejeki memberikan swadana sebesar Rp 12.000.000,- per tahun selama 3 tahun.
Pemanfaatan Ekstrak dan Serbuk Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima Merr) untuk Mereduksi Kadar Krom(VI) dan Kadmium(II) pada Limbah Cair Artifisial Maria Fransiska Utami Bugis; Nur Hidayati; Dian Kresnadipayana
Biomedika Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.427 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v12i2.618

Abstract

Artificial waste is made using chrome K2Cr2O7 crystals, and cadmium from CdCl2 crystals. The purpose of this study was to determine the utilization of grapefruit skin extracts and powders in reducing the levels of chromium and cadmium. This research was carried out using artificial waste mixed with grapefruit peel extract and powder with a concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. Metal content was measured using the Atomic Absorption Spectrophotometry method.The results of the research on chromium content before the treatment were 46.49 ppm and after the treatment using powder levels with a concentration of 0.5%; 1%; 1.5% and 2%, are namely 29.97 ppm, 33.20 ppm, 31.05 ppm, and 33.76 ppm, while the levels of extract are 40.43 ppm, 41.94 ppm, 42.34 ppm and 48 , 23 ppm. The results of the study of cadmium metal content before treatment were 102.36 ppm and after treatment using powder levels with variations in concentration of 0.5 %%; 1%; 1.5% and 2%, namely 33.61 ppm, 20.26 ppm, 13.44 ppm, and 16.82 ppm, while the extracts are 75.45 ppm, 74.86 ppm, 80.66 ppm and 85 , 10 ppm.
The concentration of NaCl soaking to decreasing cyanide levels in Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Kresnadipayana, Dian; Waty, Helmy Indra
Jurnal Teknologi Laboratorium Vol 8 No 1 (2019): 2019 (1)
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.726 KB) | DOI: 10.29238/teknolabjournal.v8i1.156

Abstract

Cyanide is one component contained in gadung tubers, and therefore, consuming gadung that contains more than 1 ppm of cyanide can cause nausea and intoxication. This research aims to study the effect of concentration variation of NaCl soaking to the decrease of cyanide levels in gadung. This research is an experimental study with three treatment. Testing is only done once. Samples of gadung were soaked by NaCl (0% 1% 3% 5%) for 3 days. Determination of cyanide content in gadung used the UV-Vis spectrophotometry method by adding Ninhydrin 0.1% in Na2CO3 2% and NaOH 0.1 % in the sample filtrate. Result of this research had shown that cyanide content in gadung before NaCl soaking was 4.42 ppm and after NaCl soaking (0% 1% 3% 5%) were 3.52; 2.53; 0.43 and 0.01 ppm, respectively.
Pemberdayaan Masyarakat UKM Keripik Singkong Rasa Gadung Sebagai Produk Unggulan Daerah Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Dian Kresnadipayana
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5254

Abstract

 Desa Sidomukti Jenawi Kab. Karanganyar Jawa Tengah, terdapat  produksi keripik singkong namun memiliki rasa gadung bahwa proses pembuatan kripik singkong rasa gadung. Ibu Warti merupakan perintis UKM Keripik Singkong Rasa Gadung di mana UKM tersebut mempunyai kelompok yang banyak memiliki anggota yang banyak salah satunya adalah Kelompok Sri Rejeki yang berdiri pada tahun 2006. Mitra yang kedua pada pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Mukti Rahayu di Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar di mana berdiri pada tahun 2009 dengan pengurus antara lain; Ibu Yani sebagai Ketua, Ibu Suharni sebagai Sekretaris dan Ibu Darsimi sebagai Bendahara.Beberapa permasalahan mitra yaitu kurangnya bahan baku, kurangnya alat penunjang produksi, lemahnya sistem pemasaran dan promosi, lemahnya manajemen keuangan. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik yang tepat (probiotik), kerja sama dengan pemerintah daerah maupun swasta, pengadaan alat produksi dan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis aplikasi program/software keuangan.Mitra juga berpartisipasi dalam hal pendanaan untuk menunjang program-program yang telah kita sepakati bersama. Pendanaan tersebut merupakan sebagai wujud swadaya masyarakat sehingga adanya kepedulian terhadap kemajuan khususnya daerah Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar dan pada umumnya untuk bangsa dan negara. Mitra Kelompok Sri Rejeki memberikan swadana sebesar Rp 12.000.000,- per tahun selama 3 tahun.
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Pamungkas, Guruh Sri; Pamungkas, Guruh Sri; Kresnadipayana, Dian; Mulyowati, Tri
WARTA WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
Pengaruh Konsentrasi Glutaraldehida Terhadap Aktivitas Transesterase Enzim Lipase Terimobilisasi pada Proses Pembuatan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas Susan Primadevi; Dian Kresnadipayana
Biomedika Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.415 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v10i1.228

Abstract

Penggunaan lipase sebagai biokatalis mempunyai beberapa kelemahan yaitu lipase tidak dapat digunakan kembali karena terlarut dalam media reaksi, struktur lipase sangat tidak stabil terhadap adanya perubahan lingkungan (suhu, pH, kekuatan ionik), sehingga menyebabkan enzim terdenaturasi. Solusi untuk mengatasi kelemahan penggunaan enzim tersebut adalah dengan imobilisasi enzim pada chitosan beads dengan metode crosslinking. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi glutaraldehida terhadap aktivitas transesterase enzim lipase terimobilisasi pada proses pembuatan biodiesel . Penelitian diawali dengan pembuatan kitosan dari limbah cangkang rajungan. Kitosan serbuk kemudian dimodifikasi bentuknya melalui proses swelling menjadi chitosan beads. Tahap kedua adalah pemurnian minyak goreng bekas melalui tahap despicing, netralisasi dan bleaching. Tahap ketiga yaitu imobilisasi enzim lipase pada chitosan beads dengan metode crosslinking dengan menggunakan variasi konsentrasi glutaraldehida. Tahap terakhir adalah pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan yang dihasilkan memiliki rendemen sebesar 39,43%, derajat deasetilasi 83,83%, kadar abu 0,73%, kadar air 4,74% dan kadar nitrogen 7,18%. Chitosan beads yang dihasilkan memiliki diameter sebesar 3,55±0,38 mm. Konsentrasi metil ester tertinggi dihasilkan pada saat konsentrasi glutaraldehida 2%.
Biosorpsi Cu(II) oleh Limbah Padat Kayu Aren (Arenga pinnata) Teraktivasi Dian Kresnadipayana; Reny Pratiwi; Susan Primadevi
Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.046 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.268

Abstract

Penggunaan adsorben dari bahan organik (biosorben) akhir-akhir ini sangat banyak dikembangkan sebagai biosorpsi logam berat. Limbah kayu aren dari pohon aren (Arenga pinnata) yang digunakan untuk industri soon mengandung bahan organik berupa pati, lignin dan serat selulosa baik terlarut maupun partikel tersuspensi. Metode yang akan digunakan eksperimen, dengan sistem batch. Limbah kayu aren yang diperoleh dibersihkan dan od icuci dengan akuades serta diayak dengan ukuran 100 mesh dan dipanaskan pada 105 C selama 3 menit. Aktivasi biosorben menggunakan HNO3 dan NaOH. Untuk kemampuan maksimum biosorpsi dilakukan variasi waktu kontak dan konsentrasi. Karakterisasi biosorben dianalisis menggunakan spektrofotometri Infra Red (FTIR) dan untuk mengetahui karakteristik biosorpsi ion logam berat oleh biosorben melalui uji isoterm adsorpsi Langmuir dan isoterm adsorpsi Freundlich. Biosorben yang berupa limbah padat kayu aren setelah diaktivasi dapat menurunkan kadar logam Cu(II) adalah 46,43 % pada pH optimum 6 atau 7 dengan waktu kontak maksimum 48 jam. Biosorpsi logam Cu(II) mengikuti pola adsorpsi isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Berdasarkan analisis spektrofotometri Infra Red (FTIR) bahwa gugus aktif yang berikatan dengan ion logam Cu(II) adalah gugus karbonil (C=O) dari hemiselulosa dan lignin sedangkan gugus OH berasal dari selulosa dan lignin.
ADSORPSI LOGAM Cr(VI) PADA LIMBAH CAIR BATIK DENGAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI Dian Kresnadipayana; Sutarno Sutarno; Mohammad Masykuri
Biomedika Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6489.695 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v7i1.491

Abstract

ABSTRAK Zeolit alam mempunyai potensi sebagai penjerap logam berat dalam pengolahan limbah cair yang disebabkan oleh kapasitas penjerapan, selektivitasnya yang tinggi, dan jumlahnya melimpah di Indonesia. Zeolit alam diaktivasi secara fisika dengan pemanasan pada suhu 150 oC dan secara kimia dengan HCl 6 M dan NH4NO3 2 M. Variasi isian matrik adsorben pada kolom digunakan untuk mengetahui perbandingan besarnya adsorpsi dengan panjang unggun 10, 15, dan 20 cm. Kadar logam Cr(VI) pada sampel limbah cair sebesar 14,68 ppm. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah no. 10 tahun 2004, limbah tersebut telah melebihi baku mutu air limbah. Hasil elusi satu kali dengan larutan K2Cr2O7 80 ppm pada kolom adsorpsi ZA-10, ZA-15 dan ZA-20 berturut-turut sebesar 98,07 %; 99,23 %; dan 99,96 %. Hasil elusi satu kali dengan sampel limbah cair batik kadar logam Cr(VI) 14,68 ppmpada kolom adsorpsi ZA-10, ZA-15 dan ZA-20 berturut-turut sebesar 98,45 %; 99,54 %; dan 99,97 %. Limbah cair batik setelah perlakuan telah memenuhi kriteria baku mutu air limbah ditinjau dari kandungan logam Cr(VI). Kata kunci: limbah cair batik, logam Cr(VI), adsorpsi, zeolit alam. ABSTRACT Nature zeolite are capable of removing quantities of heavy metals from wastewaters, that they have potential properties as adsorbent for capacity and selectivity. Meanwhile, Indonesia has wide and large-scale distribution of zeolite. It give easy access to these minerals for characterization with respect to their function as adsorbent. The naturalzeolite was activated physically by heating it at temperature of 150° C andchemically using 6 M HCl and NH4NO3 2 M. The variations of adsorbent matrix entry in the column were used to determine the ratio of the amount of adsorption with a bed length of 10, 15, and 20 cm. The value of metal Cr(VI) was found that in wastewater samples of 14,68 ppm. Based on Regulation of Central Java Province no. 10 of 2004, the wastewater has been passed the standards of quality wastewater. The one-time elution showed that a solution of 80 ppm K2Cr2O7 in each adsorption column ZA-10, ZA-15 and ZA-20 with value adsorption of 98,07%; 99,23 %; dan 99,96 % for the adsorbent adsorption, respectively. The one-time elution showed that wastewater samples the value of the metal Cr(VI) content of 14.68 ppm in each adsorption column ZA-10, ZA-15 and ZA-20 with value adsorption for 99.97%, 98.39% and 99.39 %98,45 %; 99,54 %; and 99,97 % for the adsorbent adsorption, respectively. The liquid waste of batik manufacturing after processing showed to meets the criteria of wastewater quality standard in terms of the metal Cr(VI) content. Key words: liquid waste of batik manufacturing, metal Cr(VI), adsorption,natural zeolite.