Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini Ningrum, Mallevi Agustin
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p39-43

Abstract

AbstrakJiwa wirausaha tidak dapat diperoleh secara instan dan dalam waktu yang singkat. Modal utama menjadi wirausaha yang sukses adalah motivasi yang kuat dari dalam diri individu disamping keberanian dalam mengambil resiko, ketekunan dan keuletan dalam menjalankan usahanya sehingga menjadikan entrepreneur yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Hal tersebut akan terwujud apabila jiwa entrepreneur dapat dipupuk sejak usia dini. Tentunya di sini peran keluarga sangat besar karena keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan pola bagi kehidupan anak di masa yang akan datang. Pada masa inilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membentuk pola kehidupan mereka yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai moral agama, memotivasi untuk rajin belajar sehingga harapannya nanti ketika sudah dewasa dapat menjadi orang yang sukses, serta mendidik anak dengan jiwa berwirausaha sehingga ketika dewasa nanti mereka akan menyadari pentingnya penanaman moral agama, kepribadian, dan tidak bergantung pada orangtua dari segi finansial. Kesuksesan tersebut tentunya dapat ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, latihan-latihan yang diperoleh sejak dini. Salah satu cara untuk menstimulasi tumbuhnya jiwa wirausaha anak sejak dini adalah melalui bermain dan pembiasaan. Pembiasaan anak dimulai dari bangun tidur sampai anak beraktivitas kembali merupakan metode yang tepat dan harus dilakukankan setiap hari sehingga anak-anak belajar bertanggung jawab dengan apapun yang dilakukannya. Untuk itu, peran ayah sebagai kepala keluarga harus dapat mendukung peran ibu yang tugas utamanya mengasuh dan mendidik anak agar jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak usia dini. Keluarga berperan sangat besar dalam mengelola aktivitas anak sehari-hari. Tentunya di sini yang dapat mengkondisikan anak adalah orangtua. Jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak dini dengan melibatkan kerjasama kedua orangtua baik peran ayah maupun ibu. AbstractEntrepreneurial spirit can not be obtained instantly and in a short time. The main capital became a successful entrepreneur is a strong motivation from within the individual in addition to courage in taking risks, perseverance and tenacity in running their business so as to make entrepreneurs are resilient and not easily discouraged. It will be realized if the entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age. Of course, here the role of a very large family because the family is the first and primary educators for children. Early childhood is a crucial time in the formation of the pattern of life for children in the future. At this time the role of parents is indispensable in shaping their lives is by instilling moral values of religion, motivated to study hard so that his hopes later when fully grown can be successful, as well as to educate children with mental entrepreneurship so that as adults they will be aware of the importance of religious moral cultivation, personality, and not rely on parents financially. That success would be determined by education, experience, exercises derived from the outset. One way to stimulate the growth of an entrepreneurial spirit children early is through play and habituation. Habituation child starts from waking up to the child move back an appropriate method and should be underway every day so that children learn responsibility for whatever he does. To that end, the role of the father as the head of the family should be able to support the role of mothers whose primary job caring for and educating children to the entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age. The family is very great role in managing the daily activities of children. Surely here to condition the child is the parent. Entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age with both parents involved cooperation both father and mother  
Pengaruh Bermain Outdoor Dan Kegiatan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Hasibuan, Rachma; Ningrum, Mallevi Agustin
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p73-81

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bermain outdoor dan kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak usia dini khususnya anak di TK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen desain Pretest–Posttest Control Group Design dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisis data pengujian hipotesis penelitian menggunakan program SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version dengan teknik Anova 2 jalur (Uji F). Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Anova 2 jalur (Uji F), maka diperoleh sebagai berikut: (1) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,134 dan sig. = 0,107, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor, (2) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 1,733 dan sig. = 0,171, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan kegiatan finger painting, dan (3) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,778 dan sig. = 0,101, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor dan kegiatan finger painting. AbstractThis study aimed to assess the effect of outdoor play and activities finger painting to the creativity of children in Kindergarten. This study uses a quantitative research approach with a model of experimental research methods pretest-posttest control group design. Observation techniques used in data collection and documentation. While analyzing the data for the research hypothesis testing using SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version with Anova technique lane 2 (Test F). Based on the results of the study and data analysis performed using ANOVA 2 lines (Test F), it is obtained as follows: (1) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.134 and sig. = 0.107, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play, (2) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 1.733 and sig. = 0.171, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with finger painting activities, and (3) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.778 and sig. = 0.101, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play and activities finger painting. 
PENINGKATAN KAPASITAS MAHASISWI ANGKATAN 2019 PG PAUD FIP UNESA DALAM PEMBUATAN POWERPOINT KREATIF UNTUK ANAK Widayati, Sri; Ningrum, Mallevi Agustin; Setyowati, Sri; Maulidiya, Rohmatul
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.399

Abstract

AbstrakKurangnya pemahaman mahasiswi PG PAUD FIP Unesa angkatan 2019 mengenai pembuatan power point kreatif untuk anak usia dini dan keadaan saat ini terkait dengan adanya pandemiCOVID di Indonesia yang kian hari kiat meningkat menandakan masih kurangnya informasi yang di terima oleh masyarakat secara luas mengenai beragam informasi mengenai COVID. Selain itu proses kegiatan belajar mengajar merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Nomor 36962/MPK A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) membuat perlu diadakannya pelatihan pembuatan PowerPoint kreatif berbasis COVID-19 kepada mahasiswi PG PAUD angkatan 2019 FIP UNESA. Tujuan lain dari pelatihan ini akan membantu untuk menyebarluaskan informasi mengenai berbagai hal mengenai covid-19 terutama mengenai apa itu covid-19, bagaimana cara mencegah, apa saja yang dapat dilakukan oleh anak ketika berada di rumah. Serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswi untuk membuat power point yang sesuai dengan karakteristik anak (bentuk dan ukuran huruf, gambar, transisi, efek huruf dan gambar). Pelatihan berlangsung pada tanggal 29 April 2020 hingga 6 Mei 2020 dengan daring meneggunakan aplikasi WhatsApp. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu (1) diskusi; (2) tanya jawab; dan (3) pembimbingan PowerPoint secara langsung. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswi dalam membuat power point kreatif yang sesuai untuk anak usia dini.Kata Kunci: PowerPoint Kreatif, Covid-19, Mahasiswi PG PAUDAbstractThe lack of understanding of PG PAUD FIP Unesa students in 2019 regarding the creation of creative power points for young children and the current situation related to the existence of the Covid pandemic in Indonesia which is increasingly increasing tips indicates that there is still a lack of information received by the public at large about a variety of information about COVID . Also Besides, the process of teaching and learning activities refer to the Minister of Education and Culture Circular Letter No. 3 of 2020 concerning Prevention of COVID-19 in Education Units, and Number 36962 / MPK A / HK / 2020 concerning Online Learning in the Context of Preventing Corona Virus Disease (COVID-19) make it necessary to hold training on making COVID-19-based creative power points for students of PG PAUD 2019 FIP Unesa. Another purpose of this training will help to disseminate information about various things about co-19, especially about what is co-19, how to prevent, what can be done by children when at home. And improve students' understanding and ability to make power points that are appropriate to the characteristics of the child (shape and size of letters, images, transitions, letter, and picture effects). The training took place on April 29, 2020, until May 6, 2020, with online using the WhatsApp application. The methods used in this training activity are (1) Discussion; (2) question and answer; and (3) direct PowerPoint guidance. The results of this training show there is an increase in students' understanding and ability to create creative power points that are suitable for early childhood.Keywords: Creative Power Point, COVID-19, PG PAUD Students
Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini Ningrum, Mallevi Agustin
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p39-43

Abstract

AbstrakJiwa wirausaha tidak dapat diperoleh secara instan dan dalam waktu yang singkat. Modal utama menjadi wirausaha yang sukses adalah motivasi yang kuat dari dalam diri individu disamping keberanian dalam mengambil resiko, ketekunan dan keuletan dalam menjalankan usahanya sehingga menjadikan entrepreneur yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Hal tersebut akan terwujud apabila jiwa entrepreneur dapat dipupuk sejak usia dini. Tentunya di sini peran keluarga sangat besar karena keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan pola bagi kehidupan anak di masa yang akan datang. Pada masa inilah peran orangtua sangat diperlukan dalam membentuk pola kehidupan mereka yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai moral agama, memotivasi untuk rajin belajar sehingga harapannya nanti ketika sudah dewasa dapat menjadi orang yang sukses, serta mendidik anak dengan jiwa berwirausaha sehingga ketika dewasa nanti mereka akan menyadari pentingnya penanaman moral agama, kepribadian, dan tidak bergantung pada orangtua dari segi finansial. Kesuksesan tersebut tentunya dapat ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, latihan-latihan yang diperoleh sejak dini. Salah satu cara untuk menstimulasi tumbuhnya jiwa wirausaha anak sejak dini adalah melalui bermain dan pembiasaan. Pembiasaan anak dimulai dari bangun tidur sampai anak beraktivitas kembali merupakan metode yang tepat dan harus dilakukankan setiap hari sehingga anak-anak belajar bertanggung jawab dengan apapun yang dilakukannya. Untuk itu, peran ayah sebagai kepala keluarga harus dapat mendukung peran ibu yang tugas utamanya mengasuh dan mendidik anak agar jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak usia dini. Keluarga berperan sangat besar dalam mengelola aktivitas anak sehari-hari. Tentunya di sini yang dapat mengkondisikan anak adalah orangtua. Jiwa wirausaha dapat dipupuk sejak dini dengan melibatkan kerjasama kedua orangtua baik peran ayah maupun ibu. AbstractEntrepreneurial spirit can not be obtained instantly and in a short time. The main capital became a successful entrepreneur is a strong motivation from within the individual in addition to courage in taking risks, perseverance and tenacity in running their business so as to make entrepreneurs are resilient and not easily discouraged. It will be realized if the entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age. Of course, here the role of a very large family because the family is the first and primary educators for children. Early childhood is a crucial time in the formation of the pattern of life for children in the future. At this time the role of parents is indispensable in shaping their lives is by instilling moral values of religion, motivated to study hard so that his hopes later when fully grown can be successful, as well as to educate children with mental entrepreneurship so that as adults they will be aware of the importance of religious moral cultivation, personality, and not rely on parents financially. That success would be determined by education, experience, exercises derived from the outset. One way to stimulate the growth of an entrepreneurial spirit children early is through play and habituation. Habituation child starts from waking up to the child move back an appropriate method and should be underway every day so that children learn responsibility for whatever he does. To that end, the role of the father as the head of the family should be able to support the role of mothers whose primary job caring for and educating children to the entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age. The family is very great role in managing the daily activities of children. Surely here to condition the child is the parent. Entrepreneurial spirit can be nurtured from an early age with both parents involved cooperation both father and mother