Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan

Pelaksanaan Pelayanan Komplementer pada Masa Nifas di Praktik Mandiri Bidan Kabupaten Pringsewu Putri, Nopi Anggista; Komalasari, Komalasari; Fauziah, Nur Alfi; Fitriana, Fitriana; Isnaini, Maulia; Sulistiawati, Yuni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.591 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.782

Abstract

The postpartum period is a transitional period where many changes occur, both physically and mentally, which are different for each woman. Efforts to deal with complaints such as perineal injuries, breast problems and even postpatum depression at this time by utilizing complementary therapies using the use of herbs, massage and aromatherapy. Midwives provide complementary services to address these complaints because women tend to believe more in complementary therapies because they feel more natural and safer. This study used a descriptive type of research conducted at the Pringsewu District Midwife's Independent Practice in December 2020 - January 2021. The sample in this study was probably 21 midwives using accidental sampling technique. Data analysis using univariate analysis. The results of the research obtained from people 36 - 45 years of age were 47.6%, with a third diploma education of 52.4%, 42.9% from 11 - 20 years of age and participation in complementary service training partly said that they had attended training a number of trainings 52.4%. As many as 19 (90.5%) midwives have provided complementary services to patients, namely the types of complementary services provided are massage as much as 15 (71.4%), as well as the implementation of complementary services to assist patients in accelerating milk production during the puerperium as many as 18 (85.7%).Masa nifas merupakan masa transisi dimana banyak terjadi perubahan baik fisik maupun mental  yang berbeda pada setiap wanita. Upaya untuk mengatasi keluhan seperti luka perineum, masalah payudara bahkan depresi postpatum pada saat ini dengan memanfaatkan terapi komplementer yaitu penggunaan herbal, pemijatan dan aromaterapi.Bidan melakukan pelayanan komplementer untuk mengatasi keluhan tersebut dikarenakan para wanita cenderung lebih percaya pada terapi komplementer karena dirasakan lebih alami dan aman. Jenis penelitian deskriptif, dilakukan di Praktik Mandiri Bidan wilayah Kabupaten Pringsewu pada bulan Desember 2020 - Januari 2021.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 bidan dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas Bidan berusia 36 - 45 tahun sejumlah 47,6%, berpendidikan Diploma tiga sejumlah 52,4%, lamanya praktik 11–20 tahun sejumlah 42,9% dan keikutsertaan dalam pelatihan pelayanan komplementer sebagian bersar mengatakan pernah mengikuti pelatihan sejumlah 52,4%. Sebanyak 19 (90,5%) bidan sudah memberikan pelayanan komplementer kepada pasien, yakni jenis pelayanan komplementer yang diberikan adalah pijat sebanyak  15 (71,4%), serta penerapan pelayanan komplementer untuk membantu pasien dalam memperlancar produksi ASI pada masa nifas sebanyak 18 (85.7%).
Associated Factor Related to Anxiety on Primigravida Pregnant Women in The Third Trimester on Facing Labor in The Covid-19 Pandemic Utami, Iis Tri; Putri, Nopi Anggista; Besmaya, Beniqna Maharani; Sulistiawati, Yuni; Isnaini, Maulia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.073 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1739

Abstract

The COVID-19 epidemic has made primigravida mothers even more anxious, and the psychological effects of worry will have a detrimental effect on labor and delivery. The goal of the study was to identify the characteristics that are correlated with anxiety in primigravida pregnant women who are confronting the COVID-19 pandemic in the third trimester of labor. The study was quantitative with a cross-sectional analytical research design, a 63-person sample size, and total sampling as the sampling method. Bivariate data analysis employed the chi-square test, whereas univariate data analysis used percentage frequency distribution. The results showed that results of the chi-square test showed that there was a correlation between age (p-value = 0.000 less than 0.05), education (p-value = 0.019 less than 0.05) and socioeconomic (p-value = 0.001 less than 0.05) with anxiety on pregnant women in the third trimester of a primigravida in dealing with labor during the COVID-19 pandemic. It is expected that healthcare workers will conduct REBT counseling for pregnant women aged less than 20 years and more than 40 years who experience anxiety, and disseminate information about COVID-19. Abstrak: Kondisi pandemi COVID-19 semakin menambah kecemasan pada ibu primigravida, dampak psikologis berupa kecemasan akan memberikan dampak buruk pada proses persalinan. Tujuan penelitian mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, besar sampel 63 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi prosentase dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian uji chi square terdapat ada hubungan usia (p value =  0,000 kurang dari 0,05), dan pendidikan (p value =  0,019 kurang dari 0,05) dengan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi COVID-19. Diharapkan petugas kesehatan melakukan konseling REBT bagi ibu hamil usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 40 tahun yang mengalami kecemasan, melakukan sosialisasi informasi tentang pencegahan COVID – 19.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Tentang Menopause Putri, Nopi Anggista; Sukarni, Sukarni; Maesaroh, Siti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.614 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.5

Abstract

Abstrak: Menopause merupakan fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur. Menopause diikuti dengan gejala yang sering timbul pada tiga hingga sepuluh tahun sebelum datangnya menopause dengan berbagai keluhan, baik keluhan fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang menopause di Desa Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Desain penelitian ini adalah penelitian survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menopause yang ada di Desa Tambahrejo yang berjumlah 148 orang, dengan sampel berjumlah 60 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji chi-square. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang menopause.  CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE WITH THE ATTITUDE OF MOTHER ABOUT MENOPAUSEAbstract: Menopause is a phase in the life a woman that is marked with the stopping the fertile. Menopause is followed by symptoms that often arise on three up to ten years before the arrival of menopause with a variety complaints, either physical or psychological complaints. This research aims to know the relationship of knowledge with the attitude of mothers about menopause in the village of Tambahrejo sub-district og Gadingrejo Regency Pringsewu. Design research is survey analytical research. The population in this research is the mother of menopause in the village Tambahrejo totalled 148 people with a sample 60 people. Data analysis inthis study uses chi-square formula. Conclusion this study is there is a meaningful relationship between maternal attitudes kowledge about menopause.