Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDEOLOGI BAHASA POLITIK SOEKARNO: SARANA KETAHANAN, KEAMANAN, DAN PERDAMAIAN INDONESIA Latupeirissa, David Samuel; Dami, Zummy Anselmus
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.364.251-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) menggali ideologi yang terkandung dalam bahasa politik Soekarno selaku salah satu tokoh pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan NKRI, (2) menggali motivasi yang ada di balik lahirnya ideologi dalam bahasa tersebut, dan (3) melihat perubahan sosial budaya sebagai dampak dari ideologi bahasa politik Soekarno. Untuk mencapai ketiga tujuan penelitian di atas, peneliti menggunakan Teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) sebagai teori utama, dan teori Ideologi sebagai teori pendukung. Metode yang diterapkan dalam pengumpulan data adalah metode dokumentasi, sedangkan metode yang diterapkan dalam analisis data adalah metode deskripstif kualitatif yang diterapkan berdasarkan tiga level analisis AWK Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ideologi yang terkandung dalam bahasa Soekarno adalah ideologi ?persatuan dan kesatuan sebagai hal yang penting?, ideologi ?revolusi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jiwa bangsa Indonesia?, dan ideologi ?imperialisme sebagai musuh utama bangsa Indonesia?. Ideologi tersebut perlu dihidupi sebagai salah satu strategi demi menjaga ketahanan, keamanan, dan perdamaian Indonesia. Selanjutnya, ideologi tersebut dilatari oleh keadaan bangsa yang plural dan kesadaran bahwa sifat statis adalah penghalang kemajuan bangsa. Kandungan ideologi dimaksud membawa perubahan dalam cara berkomunikasi dan cara hidup bangsa Indonesia.Kata kunci: ideologi, bahasa politik, analisis wacana kritis AbstractThe current study aims at: (1) to explore the ideology conceived in Soekarno?s political language as one of the nation founding fathers and the proclaimer of Indonesia independence, (2) to explore the motivations behind the birth of ideology in the language, and (3) to see the socio-cultural changes as the result of Soekarno?s political ideology. To achieve the research objectives, researcher used Critical Discourse Analysis Theory (CDA) of Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) as the main theory, and the theory of Ideology as a supporting theory. The method applied in data collection was documentation method, while the method applied in data analysis was descriptive qualitative method that applied based on three analysis levels of Fairclough CDA theory. The results show that the ideology contained in Soekarno?s political language is the ideology of ?unity as an important thing?, the ideology of ?revolution as an integral part of the Indonesian nation soul?, and the ideology of ?imperialism as the main enemy of the Indonesia?. The ideology needs to be lived for the sake of Indonesia?s endurance, security and peace. Furthermore, the ideology is based on a plural nation state and the realization that static nature is a barrier to the progress of a nation. The ideology contents have brought changes in the way of communication and the way of Indonesian nation life.Keywords: ideology, political language, critical discourse analysis
Pengaruh Variabel Perencanaan Anggaran, Administrasi dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Penyerapan Anggaran Renoat, Ronald Enstein; Latupeirissa, David Samuel
Bisman - Jurnal Bisnis & Manajemen Vol 4 No 02 (2019): Desember
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.346 KB) | DOI: 10.32511/bisman.v2i2.56

Abstract

Tujuan penulisan antara lain yaitu untuk mengetahui gambaran, pengaruh secara parsial maupun simultan tentang perencanaan anggaran, administrasi, kompetensi sumber daya manusia dan penyerapan anggaran pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa variabel perencanaan (X1) sebesar 74,17 dikategorikan baik, variabel administrasi (X2) sebesar 80,32 dikategorikan baik, variabel kompetensi sumber daya manusia (X3) sebesar 77,98 dikategorikan baik, sedangkan variabel penyerapan anggaran (Y) sebesar 87,39 dikategorikan sangat baik. Hasil uji t menunjukan bahwa secara parsial variabel X1 = 2.810 dengan nilai signifikan 0,006, variabel X2 = 4.933 dengan nilai signifikan 0,000 dan variabel X3 =2,481 dengan nilai signifikan 0,015, dari ketiga variabel tersebut, semuanya berpengaruh positif terhadap penyerapan anggaran (Y). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur disarankan meningkatkan aspek Perencanaan, Administrasi dan kompetensi Sumber Daya Manusia dalam kaitannya dengan peningkatan penyerapan anggaran di kemudian hari.
Metode Analisis Kebijakan Ekonomi Menggunakan Pendekatan Teori Wacana Kritis Latupeirissa, David Samuel
Bisman - Jurnal Bisnis & Manajemen Vol 3 No 02 (2018): Desember
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.922 KB) | DOI: 10.32511/bisman.v2i2.56

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang didasarkan pada kajian literature. Tujuannya adalah untuk memaparkan teori Analisis Wacana Kritis sebagai dasar teori dan metode analisis kebijakan ekonomi bisnis. Sebagai kajian dasar, penelitian ini berusaha memaparkan tiga level analisis model Analisis Wacana Kritis Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006), kemudian menghubungkannya dengan usaha menganalisis kebijakan ekonomi bisnis. Analisis kebijakan dimaksud lebih dikhususkan pada analisis kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang lazim dilakukan dalam cakrawala ilmu ekonomi bisnis. Ketiga level analisis yang harus dilakukan dalam menganalisis kebijakan ekonomi bisnis adalah (1) analisis teks, yaitu analisis unsur kebahasaan dalam konstruksi kalimat yang dipakai dalam menyusun kebijakan, (2) analisis praktik diskursus, yaitu analisis latar belakang para pemegang keputusan yang menyusun kebijakan dan situasi dan kondisi lainnya yang melatari lahirnya kebijakan ekonomi bisnis, serta (3) analisis perubahan sosial budaya dan politik yang terjadi akibat kebijakan- kebijakan tersebut. Sebagai usulan konkrit, peneliti mengusulkan agar teori serta metode Analisis Wacana Kritis dapat digunakan dalam menganalisis kebijakan- kebijakan ekonomi bisnis yang ada.