Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Klasifikasi Bumbu Dapur Indonesia Menggunakan Metode K-Nearest Neighbors (K-NN) Suastika Yulia Riska; Lia Farokhah
SMATIKA JURNAL Vol 11 No 01 (2021): SMATIKA Jurnal : STIKI Informatika Jurnal
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/smatika.v11i01.568

Abstract

Seasoning is one of the most important elements in a dish. Indonesian herbs or spices have a very wide variety of types. Mistakes in choosing spices have a big effect on the taste of the dish. Image processing is a branch of science in the field of technology that can be used to recognize image objeks captured by the camera. This study will classify the types of spices that are almost similar, namely ginger, galangal, turmeric and kencur. The classification method used is K-Nearest Neighbor (K-NN). In this study we tested how to split training data and data testing, namely 66.7%: 33.33%, 75%: 25% and 90%: 10%. The sharing of training data and testing data uses 90%: 10% has the greatest average accuracy compared to other distribution methods. The selection of K = 3 or K = 5 has an average accuracy that is almost the same in all methods of split training data and testing data, namely 64.66%: 65%. At K = 1 it has a fairly high accuracy compared to the previous K, which is 73%.
PELATIHAN PEMBUATAN DESAIN PROTOTIPE APLIKASI MENGGUNAKAN PROTO IO UNTUK MENUMBUHKAN MINAT PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN di SMK NASIONAL MALANG Farokhah, Lia; Ahda, Fadli Almu'ini; Riska, Suastika Yulia
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.992 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i2.869

Abstract

Mata pelajaran pemrograman merupakan salah satu mata kuliah kosentrasi atau jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau perguruan tinggi berbasis komputer. Mata kuliah pemrograman menjadisalah satu kesulitan yang dihadapi siswa-siswi maupun mahasiswa dalam menempuh pembelajaran sesuai kosentrasi atau jurusan mereka. Hal ini sangat kontradiksi dengan jurusan yang mereka ambil sehinggaperlu di ujicoba pengembangan pedagogi pengajaran untuk menunjang motivasi belajar dalam pemrograman. Pengembangan pembelajaran menjadi sangat penting karena selain kita berada pada abadteknologi yang membutuhkan lebih banyak aplikasi yang harus dikembangan untuk membantu kehidupan manusia. Pengembangan pedagogi pengajaran juga digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar pemrograman agar siswa-siswi atau mahasiswa dengan jurusan atau kosentrasi computer bisa menyukai mata pelajaran pemrograman dimana pada akhirnya menunjang kualitas lulusan yang dihasilkan sesuaibidangnya. Dalam pengembangan pedagogi pada pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMK Nasional Malang dilakukan dengan melakukan pre test pertanyaan kuesioner sebelum dan sesudah diadakannyapelatihan pembuatan prototipe aplikasi menggunakan software instan PROTO IO. Hasil yang didapat dari analisis kuesioner didapatkan peningkatan motivasi belajar pemrograman sebesar 76,67% dan peningkatan motivasi minat menjadi programmer sebesar 16,66%.
Pengukuran Penerimaan Sistem Kartu Rencana Studi (SIMAKA) di STMIK Asia Malang Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Modifikasi Hwang dan Yi Lia Farokhah; Siti Nurul Afiyah
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 10 No 1 (2016): Volume 10 Nomor 1 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Sistem Informasi kartu rencana studi (KRS) STMIK Asia Malang sudah dipakai selama bertahun tahun. Sistem KRS yang ada memiliki dampak kemudahan bagi para mahasiswa dalam kegiatan KRS-an yang dilakukan setiap semesternya, di sisi lain manfaat yang dirasakan masih belum optimal bagi para mahasiswa. Sistem KRS yang ada hanya dipandang sebagai kewajiban mahasiswa terhadap institusi karena sistem itu diimplementasikan pihak kampus dalam pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Hal ini dikemukakan mahasiswa dalam pertanyaan yang dikemukakan melalui kuesioner bagian II yaitu wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan tingkat penerimaan pengguna sisem Kartu Rencana Studi (KRS) STMIK Asia Malang dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang telah dikembangkan lebih lanjut oleh Hwang dan Yi. Hubungan regresi antar konstruk dalam TAM diteliti dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software SmartPLS versi 3.0 M3. Penelitian dilakukan terhadap 120 responden pengguna sistem KRS dengan menyebar kuesioner yang berisi 24 indikator pengukur konstruk laten untuk menjawab delapan hipotesis yang diajukan. Hasil pengujian menggunakan = 0,05 menunjukkan bahwa Pengaruh Computer Self-Efficacy (CSE) terhadap Perceived Ease of Use (PEOU) dengan nilai korelasi sebesar 0,589 (H1 diterima), Computer Self-Efficacy (CSE) terhadap Actual System Use (ASU) dengan nilai korelasi sebesar 0,181 (H2 ditolak), PEOU terhadap Perceived Of Usefulness (POU) dengan nilai korelasi sebesar 0,683 (H3 diterima), PEOU terhadap Attitude Toward Using (ATU) dengan nilai korelasi sebesar 0,088 (H4 ditolak), POU terhadap ATU dengan nilai korelasi sebesar 0,733 (H5 diterima), POU terhadap Behavioral Intention To Use (BITU) dengan nilai korelasi sebesar 0,055 (H6 ditolak), ATU terhadap BITU dengan nilai korelasi sebesar 0,715 (H7 diterima), dan BITU terhadap Actual System Use (ASU) dengan nilai korelasi sebesar 0,384(H8 diterima). Artinya ada tiga hipotesis yang ditolak dimana kemampuan berkomputer secara mandiri (CSE) baik atau sebaliknya tidak mempengaruhi kenyamanan penggunaan secara nyata (ASU) dan kemudahan yang dirasakan (PEOU) terhadap sikap positif untuk menggunakan sistem tersebut (ATU) tidak mempunyai pengaruh positif, Persepsi manfaat dalam penggunaan sistem (POU) tersebut tidak mampu memberikan kepercayaan responden dalam meningkatkan penggunaan (BITU) tidak mempunyai pengaruh positif. Dari tiga hipotesis yang ditolak ada dua hipotesis yang harus menjadi perhatian yaitu persepsi kemudahan (PEOU) dan persepsi manfaat (POU) yang tidak berpengaruhi secara positif terhadap penggunaan dan peningkatan penggunaan sistem. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan sistem yang belum bisa diterima oleh user dalam pemakaian sistem. Indikasi tersebut bisa dibandingkan dengan hasil evaluasi kuesioner bagian II yaitu wawancara terhadap responden terhadap kendala dan pandangan tentang sistem yang sudah ada dimana mengarah kearah harus adanya perbaikan dan pengembangan sistem yang lebih baik lagi.
Peningkatan Literasi Pengetahuan Kesehatan dan Teknologi untuk Pencegahan dan Deteksi Penyakit Menggunakan Digital Image Processing Farokhah, Lia; Noercholis, Achmad; Ahda, Fadhli Almuiini; Rofiq, Muhammad; Sulistyo, Danang Arbian
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v5i2.1399

Abstract

Perkembangan penyakit dan alat Kesehatan di dunia sangat berdasar dengan import. Alat Kesehatan cukup mahal harganya. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi mengikuti model The European Health Literacy Survey: the 12 subdimensions. Adopsi model ini diharapkan akan pada tahap dimensi menilai atau mengevaluasi informasi yang relevan dengan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi masyarakat khususnya perguruan tinggi yang memiliki fokus keilmuan Teknologi dan Kesehatan untuk meningkatkan literasi Kesehatan. Adapun hasil yang didapatkan selama pengabdian melalui kolaborasi webinar adalah cukup bagus untuk meningkatkan iterasi Kesehatan. Hal ini didasarkan atas fakta saat proses tanya jawab dalam penggalian informasi. Kolaborasi dua keilmuan yaitu kesehatan dan teknologi bisa membuat alat deteksi maupun pencegahan penyakit yang lebih murah namun akurat menggunakan sistem cerdas.
Kolaborasi Digital Signage dan Chatbot Messenger Sebagai Layanan Penyedia Informasi Akademik Jumardi, Rio; Farokhah, Lia; Maghfirah, Maghfirah
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Vol 4, No 2 (2020): April 2020
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/mib.v4i2.2061

Abstract

At present, the dissemination of information is easier to obtain and spread in various forms of print and electronic, but sometimes it is still presented with poor quality. The high quality of  information makes that information be transformed into knowledge that is the basis for decision making and become a separate power source for the agency or organization. The use of technology to share knowledge an organization is necessary as a means of improving the effectiveness of the technology and business processes. System development methodology used in this research using GRAPPLE which stands for Rapid Application Guidelines for Requirements Engineering with the stage of Gathering, Analysis, Design, Development and Deployment. Digital boards based on digital or digital signage can replace information boards made from conventional materials such as wood or iron by providing accurate, relevant, timely and dynamically working information. Chatbot messenger can help provide academic information to students in two directions with the concept of request-response from and to students via telegram messenger.Collaboration between digital signage and chatbot messenger can help students in fulfilling academic related information effectively and efficiently
Sistem Pengawasan Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) berbasis Android Farokhah, Lia; Sapoetra, Yudistira Arya
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.005 KB) | DOI: 10.26418/justin.v6i4.29097

Abstract

Program  pemerintah untuk peningkatan potensi desa dalam bentuk badan usaha milik desa (BUM Des) sedang digalakkan dengan serius. Pemerintah menganggap ini adalah salah satu cara mengentaskan kemiskinan dengan cara peningkatkan kesejahteraan dan memandirikan desa secara keuangan. Namun, ada banyak masalah yang ada di lapangan seperti kekurang percayaan pengurus internal BUM Des sendiri terhadap kelembagaan BUM Des. Hal ini menyebabkan banyak desa yang ragu dalam mendirikan BUM Des atau BUM Des yang sudah berdiri namun tidak berkembang. Masalah transparansi merupakan masalah yang paling utama dalam kelembagaan BUM Des. Sistem kepercayaan, pengelolaan dan transparansi keuangan serta pembagian hasil hasil usaha yang menjadi pokok tujuan hampir setiap BUM Des yaitu kesejahteraan. Dalam perancangan aplikasi pengawasan keuangan BUM Des mendapatkan hasil umpan balik sebesar sebesar 82,77%. Hal ini menunjukkan hasil umpan balik yang dianggap sangat positif.