Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK (Studi Kasus: Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat) Indah Cipta Gobel; Faizah Mastutie; Windy Mononimbar
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v7i1.8278

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan terhadap sistem pengelolaan air limbah domestik masih kurang memadai pada wilayah–wilayah yang termasuk dalam lingkup wilayah pusat kota dan hal ini terjadi pula pada wilayah Kelurahan Mongkonai sebagai bagian dari pusat Kota. Dengan bertambahnya volume air limbah yang dihasilkan masyarakat maka diperlukan proses pengelolaan air limbah yang tepat agar tidak berdampak buruk bagi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Airlimbah domestik khususnya black water di Kelurahan Mongkonai hingga saat ini masih dibuang pada saluran terbuka dan ke badan air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisiscara pengelolaan air limbahdomestik di KelurahanMongkonai. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan serta wawancara/kuesioner. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengelolaan air limbah domestik khususnya black water di Kelurahan Mongkonai hanya mencapai 35% atau belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal.
PERPUSTAKAAN DI MANADO. MIMESIS DALAM ARSITEKTUR Ceryn V. Turyanto; Papia J. C. Franklin; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17087

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan. Oleh sebab itu, di Indonesia, khususnya di Kota Manado, perancangan diperlukan inovasi suatu sarana baca yang tidak hanya bersifat edukatif dan informatif, tetapi juga bersifat rekreatif. Perancangan Perpustakaan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Dari data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan perpustakaan. Perancangan perpustakaan ini terletak di Kota Manado, ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, dimana masyarakatnya mudah tertarik terhadap suatu hal yang baru dan menarik. Untuk memaksimalkan, maka diterapkan ruang akan keperpustakaan dalam tema mimesis dalam arsitektur. Mimesis merupakan salah satu wacana yang ditinggalkan plato dan Aristoteles sejak masa keemasan filsafat Yunani Kuno, hingga pada akhirnya Abrams memasukannya menjadi salah satu pendekatan utama menganalisa seni selain pendekatan ekspresif, pragmatic, dan objektif. Penerapan Arsitektur Mimesis dituntut bukan hanya sekedar meniru saja melainkan merupakan suatu proses pemikiran peniruan yang membutuhkan imajinasi dan fantasi seseorang, namun juga memerhatikan perancangan arsitektur yang dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : Arsitektur, Mimesis, Perpustakaan
MANADO DESAIN CENTER. Semiotika Arsitektur Yosua Tangkere; Faizah Mastutie; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17624

Abstract

Kebutuhan masyarakat  akan fasilitas penunjang kegiatan  merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Kebutuhan  desain, informasi tentang desain dan hasil desain dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana atau wadah  yang bukan hanya terbatas pada satu jenis desain pada gedung, melainkan beberapa desain yang digabungkan dan menjadi sesuatu yang terpusat. Bangunan Desain Center di Manado mewadahi beberapa jenis desain.Manado Desain Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisatanya dan bisa menjadi brand imagenya sebuah kota.  Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika. Melalui pendekatan semiotika arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Manado Desain Center, diketahui bahwa desain sebuah bangunan Desain center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.  Kata Kunci: Manado Desain Center, Semiotika Arsitektur
REDESAIN EX SHOPPING CENTER PASAR 45 & GEDUNG PARKIR DI MANADO. Arsitektur Simbiosis (Symbiosis Nature & History and Present) Andretha M. V. Bawole; Frits O. P. Siregar; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18397

Abstract

Shopping center yang populer pada tahun 1980-1990an kini sudah tidak seperti dulu. Selain karena bermunculan tempat-tempat perbelanjaan yang baru, secara arsitektural bangunan ini sudah tidak representatif lagi. Walaupun begitu, kawasan ini merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai historis terhadap perkembangan kota Manado, baik pelabuhan, perkampungan Cina, perkampungan Arab, hingga Taman Kesatuan Bangsa. Untuk itu diperlukan sebuah pendekatan perancangan yang mampu menghidupkan kawasan ini serta memaksimalkan potensi akan zona-zona tersebut. Dengan melakukan redesain gedung ex Shopping Center serta menghadirkan gedung parkir diharap mampu menjawab permasalahan yang ada di kawasan ini. Konsep Arsitektur Simbiosis ((Nature & History and Present) dipakai dalam rancangan ini dengan memadukan bangunan terhadap kondisi lingkungan sekitar, menggabungkan nilai-nilai masa lalu serta masa yang sekarang. Berdasarkan Analisa pada site, bangunan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan yang ada. Selain menghadirkan suasana yang baru, bangunan ini juga mampu mengakomodir nilai-nilai masa lalu namun tetap menonjolkan kesan yang modern.Kata kunci: Arsitektur Simbiosis, Gedung Parkir, Redesain Shopping Center 
HOTEL WISATA DI KOTAMOBAGU. Arsitektur Nusantara Juan O. Kiriman; Judy O. Waani; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19023

Abstract

Perkembangan perekonomian Kota Kotamobagu ke depan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang pesat dikarenakan dinamika sosial ekonomi yang sangat aktif. Dapat dibayangkan saat ini Kota Kotamobagu telah menjadi simpul utama bagi beberapa kabupaten sekitar yang berdekatan seperti: Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan bahkan Minahasa Selatan.            Pada bagian lain Kota Kotamobagu telah berkembang jasa hotel dan restoran yang sangat mendukung pengembangan pariwisata di daerah, baik di Kota Kotamobagu sendiri maupun kabupaten-kabupaten sekitar serta provinsi dan nasional, maka untuk lebih mendukung wisatawan datang ke Kota Kotamobagu, harus ada hotel-hotel mewah yang menarik para wisatawan berkunjung ke Kotamobagu.            Pengembangan Hotel Wisata dengan Tema Arsitektur Nusantara akan menjadi prospek yang menjanjikan dimasa moderen sekarang ini dengan berbagai alasan. Dengan menghadirkan hotel yang berkarakter Kotamobagu akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Kotamobagu.     Kata Kunci : Hotel, Kotamobagu, Arsitektur Nusantara
ISLAMIC FASHION COLLEGE DI MANADO. Kongruensi Islamic Fashion dalam Rancangan Arsitektur Widya C. P. Kurnia; Faizah Mastutie; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19307

Abstract

Perkembangan Islamic fashion atau busana muslim saat ini berkembang sangat pesat. Beragam faktor yang membuat Islamic fashion terus berkembang. Mulai dari semakin banyaknya perempuan muslim yang memakai jilbab, munculnya banyak komunitas seperti Hijabers Community, semakin banyaknya Islamic fashion designer baru yang bermunculan sampai diselenggarakannya beragam bazar, dan peragaan busana muslim . perkembangan pesat itu tak lepas dari perhatian dan rencana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai world Islamic fashion center di tahun 2020.Perkembangan Islamic fashion juga dirasakan di Kota Manado, walaupun Kota Manado bukan merupakan kota dengan mayoritas beragama muslim, tapi dampaknya kian terlihat. Melihat perkembangan minat dalam bidang fashion di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, hal itu mendorong penulis untuk dapat menghadirkan Islamic fashion college sebagai suatu sarana pendidikan dan pelatihan tata busana, sarana informasi, promosi dan sekaligus dapat menampung seluruh aktifitas dan kegiatan bagi para penggiat mode yang ada di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado. Dengan tema “Kongruensi Islamic Fashion Metaphoric Dalam Rancangan Arsitektur” mencoba mendukung objek agar kehadirannya di Manado melalui Islamic Fashion College tidak hanya menghadirkan suatu bangunan yang hanya mengutamakan fungsinya saja namun juga dapat menggambarkan bangunan tersebut sebagai fasilitas yang ditujukan khusus untuk penggiat fashion, sehingga memberikan perasaan visual bagi yang menempati maupun yang hanya sekedar melihatnya.Kata Kunci: Islamic fashion, Manado, kongruensi Islamic fashion metaphoric
SEKOLAH SEPAK BOLA DI MANADO. Self Enclosed Modernity - Tadao Ando Michael Salilo; Fela Warouw; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21251

Abstract

Sepakbola adalah  salah satu media olahraga untuk mengenali diri dan mengasah mind body-soul, dimana mengacu pada pengalaman yang dicapai melalui latihan terus menerus sampai mencapai chemistry tubuh, pikiran dan jiwanya. Sekolah Sepak Bola” adalah suatu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan vokasi cabang olahraga sepak bola pada anak sejak usia dini yang akan dilatih baik secara teori maupun praktek sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat oleh sekolah sepak bola tersebut dengan kurun waktu tertentu.Dalam hal ini Self Enclosed Modernity – Tadao Ando merupakan sebuah konsep perancangan yang pada dasarnya merupakan gabungan dari konsep kesederhanaan bentuk, kealamian, dan konsep kekosongan pada diri manusia itu sendiri. Jadi dengan kata lain, Self Enclosed Modernity sangat menjamin rancangan bangunan Sekolah Sepak bola terutama untuk menghadirkan perasaan ketenangan, kesederhanaan, dan harmonisasi yang menyediakan kebutuhan akan kenyamanan dan penunjang aktivitas dari setiap pengguna bangunan didalamnya, terutama dalam membentuk kebutuhan spiritualnya melalui olahraga, sehingga mampu mencapai chemistry mind body-soul.Kata Kunci: Sekolah Sepak Bola, Self Enclosed Modernity, Tadao Ando  
PUSAT REHABILITASI PENDERITA STROKE DI MANADO. Pendekatan Tema Arsitektur Tropis Gisella T. Ponga; Reny Syafriny; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21265

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang tergolong berbahaya karena dapat menyerang seseorang dengan usia produktif maupun usia lanjut yang berakibat pada kematian dan kecacatan baik secara fisik maupun mental. Sulawesi Utara merupakan tempat yang kasus strokenya tertinggi, melihat pola gaya hidup orang Manado yang pola makannya kurang baik yang sering mengonsumsi daging sehingga dapat menyebabkan stroke. Orang yang telah menderita stroke pastinya membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan kembali bentuk atau fungsi yang normal setelah pasca stroke. Pusat rehabilitasi penderita stroke sebagai tempat pasien melakukan rehabilitasi untuk mendapatkan terapi secara intensif baik terapi fisik maupun terapi psikologi sehingga mampu menekan angka kematian di Sulawesi Utara. Tema yang diangkat dalam perancangan bangunan Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke di Manado yaitu Arsitektur Tropis. Konsep perancangan dengan tema Arsitektur Tropis ini memberikan kenyamanan dan pemulihan yang cepat bagi pasien dalam menjalani rehabilitasi. Tema arsitektur tropis ini diimplementasi pada bangunan baik mengenai sirkulasi ruang, bukaan pada bangunan untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penataan taman ruang dalam (interior) maupun luar bangunan (eskterior) yang dimanfaatkan untuk ruang hidroterapi outdoor dan gymnasium outdoor.Kata kunci : Arsitektur Tropis, kota Manado, Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke, Stroke
RUMAH SAKIT BERSALIN di KOTA MANADO. Arsitektur Perilaku Jeniver G. L. Maabuat; Vicky H. Makarau; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21300

Abstract

Peranan seorang ibu untuk sebuah Negara sangatlah penting, hal ini dikarenakan seorang ibu akan melahirkan seorang anak  yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Suatu Negara dapat dikatakan Negara maju apabila kasus kematian ibu atau Angka Kematian Ibu (AKI)  saat melahirkan berkurang setiap tahun.oleh karena itu para pemerintah semakin membenah diri dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak yaitu dengan prioritasnya yaitu program pelayanan kesehatan khususnya ibu dan anak. Di kota Manado sendiri ketersediaan rumah sakit bersalin masih sedikit sementara untuk fasilitasnya masih kurang memadai serta design bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan anak.Kurangnya ketersediaan fasilitas yang diperuntukan untuk ibu dan anak di kota Manado ini menjadi daya tarik untuk peulis dalam merencanakan pembangunan Rumah Sakit Bersalin di Kota Manado. Perancangan Rumah Sakit Bersalin ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk para ibu dan anak di kota Manado.Dalam perancangan Rumah Sakit Bersalin ini menggunakan  konsep “Arsitektur Perilaku” dimana design bangunan ini menguutamakan keperluan ibu dan anak yang memperhatikan perilaku dari paenggunanya.Kata Kunci : Arsitektur Perilaku, Kota Manado, Rumah Sakit Bersalin
MUSEUM SEJARAH di MALUKU UTARA. Arsitektur Nusantara Ervi R. Papehaseng; Julianus A. R. Sondakh; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23681

Abstract

Maluku utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan peninggalan sejarah yang tinggi, dalam hal ini peninggalan-peninggalan bangsa asing kolonialis yang melakukan monopoli hak perdagangan rempah-rempah dan juga peniggalan-peninggalan tentang empat kerajaan yang eksis pada saat itu, yaitu sering disebut Moloku Kie Raha. Adapun tujuan pemerintah untuk melestarikan peninggalan sejarah sehingga dapat mewujudkan Kota Ternate sebagai Kota Pusaka Dunia yang merupakan salah satu kota di provinsi maluku utara. Upaya untuk melakukan pelestarian terhadap peninggalan sejarah, nantinya akan diwadahi dalam suatu bangunan agar terjaga keamanan, keawetan, dan kelestariannya. Museum Sejarah di Maluku Utara ini diwujudkan sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi dan sebagai wadah konservasi benda peninggalan bersejarah.Kota Ternate merupakan lokasi terpilih dalam perancangan objek Museum Sejarah di Maluku Utara. Selain itu penerapan perancangan dengan pendekatan Arsitektur Nusantara sebagai tema perancangan, kiranya museum ini dapat menjadi salah satu objek yang mampu menarik apresiasi masyarakat lokal maupun wisatawan asing untuk lebih mengenal sejarah maluku utara. Kata kunci : Arsitektur Nusantara, Museum Sejarah, Maluku Utara