Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP SENSORI WARNA PRODUK SARI BUAH LEMON Rois Nurlatifah; Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Melly Fera
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1281

Abstract

Kualitas produk sari buah tergantung dari kesegaran dan kandungan zat. Warna merupakan salah satu indikator untuk menentukan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas sensori pada warna yang disebabkan oleh pengaruh temperatur pemanasan sari buah lemon. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan perlakuan suhu dengan pengamatan sensori warna. Hasil menunjukkan bahwa semua perlakuan memiliki warna yang sama yaitu kuning pucat. Perlakuan pemanasan pada 00C pada suhu ruang terjadi kerusakan dengan munculnya gas dalam botol dan aroma tidak lagi segar.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSRAK BUAH NANAS TERHADAP SIFAT FISIK (pH dan SUSUT MASAK) DAN UJI SENSORI DAGING ENTOK Iman Syariffudin; Yunika Purwanti; Melly Fera; Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1282

Abstract

Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis ternak unggas domestik yang mempunyai peranan cukup besar sebagai unggas penghasil daging. Buah nanas mengandung enzim proteolitik bernama bromelin, yang digunakan untuk melunakkan daging. Lama perendaman biasa disebut juga dengan lama marinasi. Prinsip marinasi daging adalah perendaman dalam bahan marinade (larutan atau saus) yang mengandung ingredient tertentu sehingga secara perlahan-lahan terjadi transpor pasif dari bahan marinade ke dalam daging secara osmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang optimum dalam proses lama perendaman ekstrak buah nanas terhadap sifat fisik dan sensori daging entok. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan yang digunakan sebanyak 5 perlakuan yaitu perendaman ekstrak nanas dengan dosis 35 ml pada 100 g daging entok yang direndam selama (P0 = tanpa perendman, P1 = 15 menit, P2 30 menit, P3 = 45 menit dan P4 = 60 menit). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji anova (analisis sidik ragam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak nanas pada daging entok tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap susut masak (cooking loss), aroma, dan rasa daging entok. Akan tetapi pemberian larutan ekstrak nanas pada daging entok memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pH, warna, tekstur dan kesukaan daging entok
PENDAMPINGAN APLIKASI KOMPOS DAUN BAWANG MERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI BAWANG MERAH DI BREBES Muhammad Juwanda; Melly Fera; Nurwati Nurwati; Ismatun Nissa; Khoerul Anam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18992

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang berfungsi sebagai bumbu penyedap masakan. Brebes merupakan sentra bawang merah nasional, namun telah terjadi penurunan produktivitas akibat dari rendahnya bahan organik di dalam tanah. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tani Hasil“ merupakan organisasi kumpulan kelompok tani di kelurahan Gandasuli, Kabupaten Brebes yang secara umum melakukan budidaya tanaman bawang merah. Petani anggota Gapoktan “Tani Hasil” selama ini dalam kegiatan pemupukan selalu menggunakan pupuk kimia pabrikan secara terus menerus tanpa adanya pemberian bahan organik ke lahan. Hal ini yang menyebabkan kesuburan tanah dilahan pertanaman menjadi rendah. Oleh karena itu perlu adanya penambahan bahan organik. Salah satu bahan organik yang mudah dibuat adalah kompos. Tujuan pendampingan aplikasi kompos daun bawang merah ini adalah memberikan pengetahuan dasar kepada petani anggota Gapoktan “Tani Hasil” Kelurahan Gandasuli tentang inovasi teknologi terbaru manfaat pemberian kompos daun bawang merah yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman bawang merah di lahan rendah bahan organik / C-organik. . Hasil berat kering umbi menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian kompos daun bawang merah diperoleh rata-rata hasil 14,25 t/ha lebih baik dibandingkan dengan kontrol atau tanpa pemberian kompos yaitu sebesar 10,41 t/ha. Pemberian kompos menunjukkan kenaikan hasil sebesar 36,89 % dibandingkan dengan kontrol. Petani menjadi memahami pentingnya pemanfaatan limbah daun bawang merah untuk dijadikan kompos dan dimanfaatkan kembali ke lahan pertanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman bawang merah.
Analisa Proksimat Ekstrak Limbah Kulit Kedua Bawang Merah (Allium Cepa L.) Zul Muzhahir; Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Melly Fera
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 3 No. 2 (2023): JFAP
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v3i2.4608

Abstract

This research used samples of shallot skin (Allium cepa L.) where shallot skin contains many chemical compounds such as flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids or triterpenoids. The aim of this research was to determine the amount of proximate levels in the waste extract of the second skin of shallots and the process of preserving duck meat using shallot skin waste. The methods used in this research are protein testing using the Kjedhal method, fat content using the Soxhlet method, water content using the oven method, ash content using the tannur method, and carbohydrates using the by different method. The results of the proximate test on the waste extract of the second skin of shallots, namely water content amounting to 98.34% ash content 0.12% fat content 0.03% protein content 0.24% and carbohydrates amounting to 1.28%. Keywords: Proximate, Shallots, Shallot skin