Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Informasi Absensi Dosen Dengan Validasi Mahasiswa Berbasis Web Firliana, Rina; Rhohman, Fatkur; Purwinanto, Rolistian Willy
Jurnal Sains dan Informatika Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Sains dan Informatika
Publisher : Teknik Informatika, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.884 KB) | DOI: 10.34128/jsi.v4i2.142

Abstract

Tidak dipungkiri bahwa kehadiran dosen dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, apalagi untuk pembelajaran yang menuntut komunikasi dosen dan mahasiswa. Seperti halnya dalam proses pembelajaran di Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik, Universitas Nusantara PGRI Kediri. Untuk memastikan kehadiran dosen saat perkuliahan, dibutuhkan suatu sistem yang dapat memastikan bahwa dosen telah benar-benar hadir di kelas untuk perkuliahan yang telah terjadwal. Sehingga dibuat sebuah  perancangan system informasi absensi kehadiran dosen dengan validasi dari mahasiswa selaku penanggung jawab matakuliah (PJM) saat perkuliahan akan berlangsung. Desain sistemnya dibuat dengan Unifield Modelling Language (UML) untuk menvisualisasikan, merancang dan memberikan gambaran sistem yang akan dibuat. Gambaran sistem adalah dosen dapat melakukan absensi apabila sudah masuk dalam kelas untuk waktu yang terjadwal saat itu. Selanjutnya mahasiswa sebagai PJM dari dosen yang bersangkutan akan memberikan validasi sebagai bentuk konfirmasi bahwa dosen matakuliah saat itu benar-benar telah ada berbasis WEB. Hasil dapat  membantu absensi lebih efisien dalam penanganan absensi mahasiswa dan dosen selain itu aplikasi sistem absensi ini menyajikan informasi absensi ke mahasiswa, dosen, admin, serta Ka.prodi secara online. Keywords: WEB, Absensi Dosen, Mahasiswa, PJM
Mesin Pencacah Cengkeh Fauzi, Ahmad Sulhan; Predianto, Engga; Rhohman, Fatkur
Rekayasa Vol 10, No 1: April 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.819 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v10i1.3605

Abstract

Telah dirancang mesin pencacah cengkeh untuk skala home industry dengan modifikasi model pisau dan sistem perajangan. Perancangan mesin menggunakan variasi model pisau, pisau pertama berbentuk memanjang horisontal dengan dimensi alas pisau 15 mm, tinggi pisau 3 mm, panjang 150 mm. Pisau kedua dengan bentuk zigzag horisontal dengan dimensi alas pisau 20 mm, tinggi 3 mm, panjang 50 mm. Modifikasi bentuk pisau ini diharapkan memberikan perbedaan hasil cacahan yang halus dan teratur. Dalam perancangan mesin pencacah cengkeh ini juga ditentukan daya motor yang akan digunakan yaitu 0,4625 HP pada putaran 1.400 Rpm. Perancangan mesin pencacah cengkeh ini diharapkan bisa menghasilkan mesin yang sederhana dan mudah digunakan dengan kualitas yang baik, untuk kapasitas pencacahan kurang lebih 5 kg/jam. Dengan menggunakan mesin pencacah ini dalam jangka panjang diharapkan bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah penghasil cengkeh.Kata Kunci: model pisau, sistem perajangan, hasil cacahan. ABSTRACTIt has been designed clove slicer machine for home industry scale with knife modification and slicer system. The machine used a variation of the knife model, the first knife was horizontally elongated with the dimensions of the knife layer 15 mm, 3 mm height, 150 mm length and the knife length 50 mm. The second knife with a horizontal zigzag with the dimensions of the layer knife 20 mm, 3 mm height, 50 mm long. The modification of knife shape is expected to give the good difference and orderly sliced results. In designed of this machine also determined the clove slicer force motor power, it will be used 0.4625 HP at 1,400 Rpm. The design of clove slicer machine is expected to produce a simple and easy to use machine in good quality, for slicering capacity of approximately 5 kg/hour. In the future, using this slicer machine is expected to improve income of the clove-producing societies.Keywords: knife, slicer system, sliced result.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR ANNEALING TERHADAP KEKERASAN SAMBUNGAN BAJA ST 37 Hesti Istiqlaliyah; Fatkur Rhohman
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 4 (2016): JTM Edisi Spesial 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v5i4.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur annealing pada sambungan las terhadap kekerasan baja ST 37. Penelitian ini menggunaka baja ST 37 yang mengandung komposisi 0,118% C, 99,310% Fe, 0,375 Mn dan beberapa unsur paduan yang lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian eksperimen. Pengelasan menggunakan las busur listrik. Kemudian dilakukan perlakuan panas annealing pada suhu 450°C, 550°C dan 650°C dan waktu penahanan (holding time) 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Kemudian didinginkan menggunakan media pendingin udara ruangan selama 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan kenaikan temperatur annealing dan waktu penahanan (holding time) mempengaruhi tingkat kekerasan pada titik – titik pengujian terutama pada sambungan las (logam las). Semakin tinggi temperatur annealing dan waktu penahanan (holding time) akan menurunkan tingkat kekerasan sehingga sambungan las akan memiliki tingkat kekerasan yang menurun daripada daerah lainnya. Pada pengujian di titik 3 menunjukkan pada temperatur annealing 650°C dengan waktu penahanan (holding time) 90 menit memiliki nilai tingkat kekerasan 73,6 HRB sedangkan pada temperatur annealing 450°C dengan waktu penahanan (holding time) 30 menit memiliki nilai tingkat kekerasan 86,87 HRB.
OPTIMALISASI PROSES PRODUKSI TAHU UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PRODUSEN TAHU Fatkur Rhohman; Dwi Ari Budiretnani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2018
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.27 KB) | DOI: 10.20956/pa.v2i2.3151

Abstract

Tahu termasuk makanan populer di Kediri. Banyak perusahaan tahu berdiri, mulai dari skala besar, maupun rumah tangga. Perusahaan tahu sangat bergantung pada harga kedelai di pasar. Jika ada kenaikan harga kedelai, BBM, dan TDL, maka akan mengurangi pendapatan produsen. Kesalahan yang dilakukan untuk menyiasati peningkatan harga tersebut, produsen tahu menggunakan ban bekas untuk bahan bakar. Penggunaan bahan bakar tersebut sangat berbahaya untuk lingkungan, pekerja dan makanan. Selain itu, produsen juga menjual ampas tahu ke peternak sapi untuk dijadikan makanan. Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengoptimalkan nilai produksi dari limbah tahu itu sendiri. Ampas tahu yang dijadikan makanan sapi, sebenarnya masih mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama protein nabati yang bisa dioptimalkan kembali untuk bahan baku makanan. Sedangkan limbah tahu yang berwujud cair, yang selama ini berbahaya untuk lingkungan, bisa ditata dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan pengetahuan di masyarakat terkait pelestarian lingkungan, bahaya polusi, dan terbentuknya kesadaran masyarakat untuk melakukan rekondisi lingkungan. Selain itu, juga diharapkan dapat mengolah ampas hasil produksinya, karena dimungkinkan diperoleh hasil dengan nilai ekonomis lebih tinggi.
Pengaruh proses perlakuan panas terhadap penggunaan media pendingin terhadap kekuatan tarik material ST-41 Dwi Setyawan; Fatkur Rhohman; Am. Mufarrih
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12291

Abstract

Kekerasan pada komponen mesin yang terbuat dari baja, dapat diperoleh melalui proses perlakuan panas atau perlakuan permukaan. Proses peningkatan kekerasan menggunakan panas kemudian dengan dinginkan dengan media pedingin serta holding time yang ditentukan merupakan cara yang banyak dilakukan untuk baja karbon medium dan tinggi. Penelitian untuk memperoleh hasil kekuatan tarik dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin dan holding time pada proses perlakuan panas terhadap kekuatan tarik material ST 41. Metode penelitian yang digunakan eksperimen murni (true experimental) dengan analisa data menggunakan analysis of varians pada program minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang mampu memberikan pengaruh paling besar terhadap kekuatan tarik adalah holding time selama 15 menit dengan media pendingin air sebesar 64 kN. Hasil analisa untuk holding time memiliki pengaruh terhadap kekutan tarik dengan p-value sebesar <0,05 (nilai signifikan) sedangkan untuk media pendinginan tidak memiliki pengaruh terhadap kekuatan tarik dimana p-value sebesar >0,05 (nilai signifikan). Sehingga dapat disimpulkan faktor holding time berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan untuk faktor media pendingin tidak berpengaruh terhadap kekuatan tarik secara signifikan.
Analisa posisi derajat tonjolan magnet (trigger magnet) pada konsumsi bahan bakar Fatkur Rhohman; Susdi Subandriyo; Hesti Istiqlaliyah
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12295

Abstract

Dalam dunia otomotif, banyak dilakukan berbagai modifikasi untuk meningkatkan performa mesin. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pembakaran yang terjadi di ruang bakar. Dengan memaksimalkan sistem pengapian dalam proses pembakaran, diharapkan dapat memperbesar percikan bunga api dari busi. Salah satu komponenyang mempengaruhi proses pembakaran adalah Magnet, berfungsi untuk menimbulkan listrik yang akan menjadi arus listrik tegangan tinggi dan memungkinkan terjadinya loncatan bunga api pada busi. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah modifikasi tregger magnet yang dimundurkan 0,50, menjadi 9,50 dan 90. secara umum tidak terdapat perbedaan signifikan. nilai Fhitung untuk hasil pada jenis trigger magnet = 3.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0) artinya memundurkan tonjolan magnet (trigger magnet) 90 dan 9,50 tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, Fhitung untuk hasil putaran mesin rpm 6000, 7000, 8000 menghasilkan = 1.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0) artinya tingkat putaran mesin tersebut tidak berpengaruh secara signifikan. Jadi tidak ada pengaruh konsumsi bahan bakar pada trigger magnet yang dimodifikasi, maupun pada rpm 6000, rpm 7000 dan rpm 8000
Analisa Dasar Proses Pengolah Sampah Plastik Bekas Menjadi Bahan Bakar Alternatif Dengan Proses Pirolisis Nuryosuwito Nuryosuwito; fatkur Rhohman
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13124

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya sampah plastik yang sulit terurai. Sampah plastik menjadi sebab munculnya berbagai permasalahan, seperti: sumber penyakit, pencemaran tanah, pencemaran air, dan jika dibakar menjadi pencemaran udara yang sangat berbahaya bagi yang menghirupnya. Belum adanya cara pengolahan sampah plastik yang tepat menjadi masalah yang serius kedepan. Upaya pemanfaatan kembali (Reuse) hanya berguna untuk memperpanjang masa pakai, tetapi tidak mengurangi jumlah sampah yang ada. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk menyelesaikan permasalahan dari sampah plastik dengan cara merubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti bensin. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil data yang dihasilkan dari proses pirolisis, meliputi data suhu api kompor, suhu tungku, suhu dalam tungku, suhu pendingin, jumlah cairan yang dihasilkan dari hasil proses pirolisis tersebut, dan residu yang dihasilkan dari proses pirolisis tersebut. sehingga dapat diperoleh menurunan bobot dari sampah awal dengan sampah akhir. Gambaran proses untuk merubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif tersebut adalah dengan dilakukan pembakaran sampah agar menjadi bentuk cair dalam alat pirolisis. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa data yang diperoleh dari hasil proses pirolisis tersebut. Dari data yang telah diketahui, untuk suhu api, suhu luar tungku, dan suhu dalam tungku, dan jumlah BBM hasil pirolisis senderung meningkat, sampai pada suatu waktu cenderung stabil. Hal itu menandakan bahwa proses telah selesai karena sampah sudah tidak bisa diolah menjadi bahan bakar cair lagi. Sedangkan untuk suhu ruang pendingin, terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak stabil. Sehingga tidak bisa digambarkan dengan baik
Analisa dan evaluasi rancang bangun insinerator sederhana dalam mengelola sampah rumah tangga Fatkur Rhohman; Muhammad Muslimin Ilham
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengevaluasi pengelolaan sampah yang menggunakan insinerator sederhana. Tujuan awal pembuatan insinerator tersebut adalah untuk mengurangi tumpukan sampah rumah tangga di desa ABC. Dengan mempelajari model insinerator limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun) di rumah sakit, akhirnya penduduk dan akademisi berinisiatif untuk membuat insinerator sederhana. Namun dalam pelaksanaanya, ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan proses pembakaran dalam insinerator tersebut tidak berjalan baik. Sehingga proses pengelolaan sampah dengan menggunakan insinerator tersebut tidak bisa menyelesaikan permasalahan sampah secara sempurna. Pada akhirnya, sampah-sampah tersebut menjadi gunungan sampah di tempat pembuangan sampah.
Perbandingan Bahan Bakar Premium Dengan Produk Cair Hasil Pyrolisis Plastik PET dan PP warandani yulianto; nuryosuwito Nuryosuwito; fatkur Rhohman
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i2.13627

Abstract

Salah satu alternative penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengubah sampah plastik menjadi bahan bakara alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan bakar cair dari pirolisis sampah plastik, dengan nilai kalor dan mutu bahan bakar minyak yang baik. Metode yang digunakan adalah menggunakan proses pirolisis. Pirolisis atau devolatilisasi adalah proses fraksinasi material oleh suhu. Proses pirolisis dimulai pada temperature sekitar 500°C, ketika komponen yang tidak stabil secara termal, dan volatile matters pada sampah akan pecah dan menguap bersamaan dengan komponen lainnya. Hasil dari proses pirolisis ini berupa cairan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif, selain itu gas yang dihasilkan dari proses pirolisis juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat proses pirolisis berlangsung. Berdasarkan hasil eksperimen dan analisa data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa konsumsi bahan bakar plastik PET dan PP lebih rendah dari bahan bakar premium dengan perbedaan yang signifikan. Dimana bahan bakar plastik PET dan PP dengan nilai konsumsi bahan bakar rata-rata untuk kecepatan 2000 rpm selama 2 menit sebesar 8,7 ml sedangkan nilai konsumsi rata-rata bahan bakar premium dengan kecepatan dan waktu yang sama sebesar 13 ml, sehingga dapat dipastikan hasil produk pirolisis plastik PET dan PP lebih irit daripada bahan bakar premium.
Perbandingan Zat Penyusun Dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Energi Alternatif Biogas Nasyiruloh Dwi Susetyo; Fatkur Rhohman; M. Muslimin Ilham
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i2.14185

Abstract

Limbah padat dan cair pada pembuatan tahu cukup menggangu masyarakat. Pembuatan tahu di kediri masih menggunakan cara tradisional sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan baku) dirasakan masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Bioenergy merupakan sumber energi yang dihasilkan oleh sumber daya hayati seperti tumbuh - tumbuhan, minyak nabati, dan limbah peternakan dan pertanian. Jenis energi yang dihasilkan berupa energi dalam bentuk gas, cair, atau padat. Energi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menghasilkan panas, gerak, dan listrik tergantung pada alat yang digunakan dan kebutuhan pengguna. Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari aktivitas bakteri metanogenik pada kondisi anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik. Biogas merupakan produk dari pendegradasian substrat organik secara anaerobik. Karena proses ini menggunakan kinerja campuran mikroorganisme dan tergantung terhadap berbagai faktor seperti suhu, pH, hydraulic retention, rasio C:N dan sebagainya sehingga proses ini berjalan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui erbandingan zat penyusun dalam pemanfaatan limbah cair produksi tahu sebagai energi alternatif biogas. Untuk membuat biogas alat yang digunakan antara lain: Digester dan manometer. Bahan baku yang digunakan untuk komposisi pertama adalah limbah tahu cairan pertama 30 liter dengan 50 ml Em4 dan air kelapa 2 liter. Sedangkan untuk komposisi kedua adalah limbah tahu cairan pertama sebanyak 30 liter dengan 50 ml Em4 dan molase 500 ml. Data diambil selama 14 hari dengan pengamatan dilakukan setiap hari. Dari hasil uji prasyarat normalitas, diperoleh bahwa kedua data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji prasyarat homogenitas, dinyatakan bahwa data bersifat homogen. Karena yang dibandingkan adalah 2 data, maka cukup menggunakan Uji-T. Dari hasil Uji-T, diperoleh bahwa komposisi kedua lebih baik daripada komposisi pertama. Sehingga daat disimpulkan bahwa pembuatan biogas dari limbah cair yang ditambahkan dengan molase memberikan hasil yang lebih baik daripada pembuatan biogas dari limbah cair tahu ditambah dengan air kelapa.