Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RESISTEN HERBISIDA GLIFOSAT DAN PARAQUAT DARI RIZOSFER TANAMAN PADI - (ISOLATION AND IDENTIFICATION OF RESISTANT BACTERIA TO GLYPHOSATE AND PARAQUAT HERBICIDE FROM RHIZOSPHERE OF RICE PLANTS) Widowati, Tiwit; Ginting, Rohani Cinta Badia; Widyastuti, Utut; Nugraha, Asep; Ardiwinata, Ardiwinata
Biopropal Industri Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.265 KB)

Abstract

Glyphosate and paraquat are broad-spectrum herbicides that commonly used in rice fields to control weeds. This study aims to isolate and identificate bacteria from rhizosphere of rice plants which resistant to glyphosate and paraquat herbicides. Thirty bacterial isolates were isolated from rhizosphere of rice plants and screened for their resistance of glyphosate and paraquat herbicides. One isolate was resistant to 4,000 ppm of glyphosate and 1,600 ppm of paraquat. Based on Biolog omniLog identification system, isolate 4.2 was identified as Ensifer meliloti.Keywords: bacteria, herbicide, resistant, rhizosphere  ABSTRAKGlifosat dan paraquat adalah herbisida berspektrum luas yang biasanya digunakan untuk mengendalikan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari rizosfer padi sawah yang resisten terhadap herbisida glifosat dan paraquat. Tiga puluh isolat bakteri telah diisolasi dari rizosfer padi sawah dan diseleksi resistensinya terhadap herbisida glifosat dan paraquat. Terdapat satu isolat yang resisten terhadap 4.000 ppm glifosat dan 1.600 ppm paraquat. Berdasarkan sistem identifikasi Biolog omniLog, isolat 4,2 merupakan Ensifer meliloti.Kata kunci: bakteri, herbisida, resisten, rizosfer
PERBANDINGAN ELIMINASI LAKTAT MENGGUNAKAN METODE RECOVERY AKTIF (JOGGING) DAN RECOVERY AKTIF (JOGGING) PLUS MASASE Nugraha, Asep; Sumardiyanto, ,; Imanudin, Iman
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 2, No 1 (2017): JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v2i1.5342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan eliminasi laktat menggunakan metode recovery aktif (jogging) dan recovery aktif (jogging) plus masase . 21 mahasiswa ilmu keolahragaan angkatan 2015 berpartisipasi menjadi sampel penelitian ini. Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Pretest Posttest Control Group Design. Sampel dibagi kedalam tiga kelompok berdasarkan perlakuan yang diberikan , yaitu kelompok recoveri aktif (jogging), recovery aktif (jogging) plus masase, dan kontrol. Setiap kelompok melakukan tes Cunningham and Faulkner untuk merangsang terjadinya akumulasi laktat. Setelah itu, setiap kelompok diberikan perlakuan recovery aktif (jogging), recovery aktif (jogging) plus masase dan kontrol (tidak diberikan perlakuan). Durasi recovery selama 15 menit setiap kelompoknya dengan intensitas sedang 55-69% denyut nadi maksimal. Hasilnya, setiap kelompok mengalami eliminasi laktat yang signifikan setelah diberikan perlakuan dengan presentase laktat yang tereliminasi 46.02% (jogging), 26.42% (jogging plus masasei), 22.93% (kontrol). Selain itu, terdapat perbedaan signifikan eliminasi laktat (0.035 0.05). hasil uji lanjut, perbedaan eliminasi laktat terjadi antara kelompok jogging dengan kelompok kontrol yang signifikan (0.049 0.05) sedangkan kelompok joging dengan joging plus masase joging plus masase dengan control tidak signifikan (0.071 0.05. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa metode recovery aktif  jogging dan recoveri aktif jogging plus masase memiliki pengaruh yang sama terhadap eliminasi asam laktat.