Aji Septiaji
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Universitas Majalengka

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Social Discrimination in Antology of Poetry Essay Atas Nama Cinta Written by Denny Ja (Content Analysis Research) Septiaji, Aji
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5540

Abstract

Essay poetry is regarded as a matter of thinking and experience of social conditions in society nowadays. Although it has different role in the variety of literary form, it can be well received by society. Essay poetry should consist of three conditions, namely (1) essay poetry explores the inner side of an individual who is in a social conflict; (2) essay poetry using language that is easily understood; and (3) essay poetry is fiction. It may tell about real characters based on the history. However, the reality enriched with various fictional and dramatic figures that the essay poetry emphasizes is a reflection and moral content conveyed through a story, not merely an accurate portrait of history. The research method used is qualitative through content analysis technique. The data were collected based on anthology of poetry essay Atas Nama Cinta written by Denny JA. Through this poetry essay, it will be examined on social issues such as discrimination experienced by humans in general, such as discrimination against different religions, gender, Chinese, and others. The stories that are presented seem to open the knowledge about the other side of the human love story that commonly romantic and cheerful. The social and cultural conditions of discrimination embrace society in a real way. In fact, this reflects social conditions of society in general in the era of globalization and information.Keywords: discrimination, social, essay poetry
DISKRIMINASI SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI ESAI ATAS NAMA CINTA KARYA DENNY JA (Penelitian Analisis Isi) Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.761 KB)

Abstract

Puisi esai dianggap sebagai jelamaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Meskipun memiliki peran berbeda dalam ragam bentuk sastra. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi. Boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi yang dipentingkan oleh puisi esai adalah renungan serta kandungan moral yang disampaikan lewat sebuah kisah, bukan semata potret akurat sebuah sejarah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini ialah antologi puisi esai Atas Nama Cinta karya Denny JA. Melalui puisi esai ini akan diteliti mengenai permasalahan sosial berupa diskriminasi yang dialami manusia pada umumnya, seperti diskriminasi terhadap paham beda agama, gender, kaum Tiong Hoa, dan lain-lain. Kisah-kisah yang disajikan seolah membuka wawasan tentang sisi lain dari kisah cinta manusia pada umumnya yang bernuansa romantik dan berbunga-bunga. Keadaan sosial dan budaya diskriminasi merangkul masyarakat secara nyata. Bahkan, menjadi cerminan kondisi sosial masyarakat pada umumnya di era globalisasi dan informasi.  Kata Kunci: diskriminasi, sosial, puisi esai
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM TEKS SASTRA TRADISIONAL MELALUI MEDIA PETA PIKIRAN DIGITAL SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN BAGI GURU PENDIDIKAN DASAR Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.697 KB)

Abstract

Sastra selalu memikat perasaan dan pikiran kepada setiap pembaca. Penulisnya meramu hasil ciptaan dari sebuah gagasan melalui sebuah tulisan. Gagasan yang tercipta bukan hanya sebatas imajinasi melainkan dari kenyataan sebuah peristiwa yang dialami. Sastra dapat dikatakan sebagai media pembangun kesadaran. Setiap pembaca mampu meresapi aneka peristiwa yang tersaji dengan berbagai daya imajinasi. Sastra dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Nilai-nilai karakter dalam sastra merupakan kekuatan yang dapat dimunculkan dalam berbagai cerita, meliputi tokoh, alur cerita, ataupun pesan yang ada di dalamnya. Nilai-nilai karakter yang dimaksud meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, kebangsaan, menghargai prestasi, ramah/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, berpikir logis, dan tanggungjawab. Guru sebagai aktor utama dalam menghadirkan, menyajikan, dan mengimplementasikan pembelajaran kepada peserta didik perlu memiliki inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Sastra sebagai dunia imajinasi bagi anak-anak perlu ditanamkan dan dieksplorasi oleh guru yaitu dengan menyajikan cerita-cerita yang mendidik dan berkarakter sehingga dapat berpengaruh pada pola karakter anak. Terdapat beberapa faktor permasalahan dalam pembelajaran terutama bidang sastra, yaitu penggunaan media pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penyajian bahan ajar. Penyajian bahan ajar sastra kepada siswa bukan hanya melalui teks sebagai medianya melainkan perlu media lain berbasis teknologi sebagai penunjang keberhasilan. Siswa bisa mudah memahami, memiliki daya tarik, dan dapat melatih kemampuan berpikir secara kreatif. Media peta pikiran digital (iMindMap) bisa sebagai solusi kreatif dan menyenangkan bagi siswa dalam memahami teks sastra tradisional terhadap isi teks. Bentuk media pembelajaran tersebut berupa perangkat lunak (software) dari model pembelajaran Mind Map. Kata Kunci: nilai-nilai karakter, teks sastra tradisional, peta pikiran digital, inovasi pembelajaran
DIMENSI CINTA PEREMPUAN DALAM ANTOLOGI 135 PUISI ROMANTIS KARYA PENULIS GRUP PEDAS: PENDEKATAN EKOFEMINISME Dede Septiyadi; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.115 KB)

Abstract

Puisi pada saat ini mengalami perkembangan begitu pesatnya. Itu semua dikarenakan puisi menjadi media penyampai ide atau pemikiran yang sastrawan sering gunakan. Selain lebih praktis dalam menentukan waktu menciptakannya, puisi juga menjadi media yang paling menarik bagi sastrawan baik sebagai penulis atau penyair begitupun pembaca dan penikmat sastra. Penulis memilih antologi 135 puisi romantis ini dengan memilih beberapa sampel puisi yang berkaitan dengan ekologi (lingkungan) dan perempuan di dalamnya atau biasa dikenal dengan ekofeminisme. Ekofeminisme sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis salahsatunya kritik sastra marxis, feminis ideologis, kritik sastra ginokritik, dan masih terdapat beberapa lagi. Dalam hal ini, penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme ginokritik yang didalamnya mengkaji karya sastra yang dihasilkan oleh penulis perempuan. Kata Kunci: perempuan, puisi, ekofeminisme Poetry is currently experiencing rapid development. This is all because poetry is a medium for conveying ideas or thoughts that writers often use. Apart from being practical in determining the time to create it, poetry is also the most attractive medium for people who are either writers or poets who are readers and connoisseurs of literature. The author chooses this anthology of 135 romantic poetry by selecting several samples of poetry related to ecology (environment) and the women in it or commonly known as ecofeminism. Ecofeminism itself is divided into several types, one of which is Marxist literary criticism, feminist ideology, gynocritical literary criticism, and there are several more. In this case, the authors in this study use a gynocritical eco-feminism approach which examines literary works produced by female writers. Keywords: women, poetry, ecofeminism
TOKOH-TOKOH PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM NOVEL PARTIKEL KARYA DEE LESTARI: PENDEKATAN EKOFEMINISME Yusi Nuraeni; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.732 KB)

Abstract

Kajian mengenai lingkungan alam (ekologi) dan peranan perempuan (feminisme) dinamakan ekofeminisme. Ekofeminisme merupakan salah satu aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang berusaha untuk menunjukkan hubungan antara semua bentuk penindasan manusia, khususnya perempuan, dan alam. Objek dalam penelitian ini ialah novel Partikel karya Dewi Lestari. Ekofeminisme memandang bahwa perempuan secara kultural dikaitkan dengan alam. Oleh sebab itu, tokoh perempuan merupakan bagian dari sebuah cerita dalam karya sastra. Seperti halnya tokoh laki-laki, tokoh perempuan juga memiliki peranannya sesuai dengan jalan cerita yang telah ditetapkan oleh penulis. Peranan perempuan dalam karya sastra selalu menjadi hal yang menarik terutama jika tokoh tersebut memiliki karakter atau penokohan yang sangat unik seperti adanya perjuangan dalam menuntut pendidikan, pelestarian lingkungan serta memperjuangkan hak sebagai perempuan. Tokoh perempuan identik dengan kajian feminis atau kritik feminis. Dominasi laki-laki di dalam kehidupan juga terlukiskan pula di dalam karya sastra, bukan hal yang aneh bahwa dominasi patriarki seringkali menjadikan tokoh perempuan sebagai tokoh yang tertindas atau tokoh yang hanya akan didominasi oleh tokoh laki-laki.Kata kunci: perempuan, lingkungan, novel, ekofeminisme The study of the natural environment (ecology) and the role of women (feminism) is called ecofeminism. Ecofeminism is one of the schools of thought and feminist movement that seeks to show the relationship between all forms of human oppression, especially women, and nature. The object of this research is the novel Partikel by Dewi Lestari. Ecofeminism views women as culturally associated with nature. Therefore, female characters are part of a story in literary works. Like male characters, female characters also have a role in accordance with the storyline set by the author. The role of women in literary works is always interesting, especially if the character has a very unique character or character, such as the struggle to demand education, environmental preservation and fighting for women's rights. Female figures are synonymous with feminist studies or feminist criticism. The dominance of men in life is also depicted in literary works, it is not strange that patriarchal domination often makes female characters as oppressed figures or figures that will only be dominated by male characters.Keywords: women, environment, novels, ecofeminism
HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO: KRITIK SASTRA MIMETIK Ayum Yayah Sefia; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.591 KB)

Abstract

Sastra adalah bentuk kreasi imajinatif dengan paparan bahasa tertentu yang menggambarkan dunia rekaan, menghadirkan pemahaman, dan pengalaman tertentu, serta mengandung estetika yang bisa dibuat oleh anak-anak maupun orang dewasa sesuai dengan kegemarannya. Sastra sebagai karya imajinatif turut menghadirkan polemik antara khayalan, mimpi, dan realitas. Melalui kritik sastra, setiap karya dapat menjadi representasi kehidupan yang dialami oleh tokoh dalam suatu cerita. Mimetik suatu pendekatan dalam kritik sastra mengulas sudut pandang bahwa isi karya sastra mengenai tiruan atau rekaan atas kehidupan yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan analisis isi. peneliti ini menginterpretasikan dan berusaha memahami realita yang terdapat pada kumpulan puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono. Kata Kunci: kumpulan puisi, hujan bulan juni, pendekatan mimetik, kritik sastra
Social Discrimination in Antology of Poetry Essay Atas Nama Cinta Written by Denny Ja (Content Analysis Research) Aji Septiaji
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5540

Abstract

Essay poetry is regarded as a matter of thinking and experience of social conditions in society nowadays. Although it has different role in the variety of literary form, it can be well received by society. Essay poetry should consist of three conditions, namely (1) essay poetry explores the inner side of an individual who is in a social conflict; (2) essay poetry using language that is easily understood; and (3) essay poetry is fiction. It may tell about real characters based on the history. However, the reality enriched with various fictional and dramatic figures that the essay poetry emphasizes is a reflection and moral content conveyed through a story, not merely an accurate portrait of history. The research method used is qualitative through content analysis technique. The data were collected based on anthology of poetry essay Atas Nama Cinta written by Denny JA. Through this poetry essay, it will be examined on social issues such as discrimination experienced by humans in general, such as discrimination against different religions, gender, Chinese, and others. The stories that are presented seem to open the knowledge about the other side of the human love story that commonly romantic and cheerful. The social and cultural conditions of discrimination embrace society in a real way. In fact, this reflects social conditions of society in general in the era of globalization and information.Keywords: discrimination, social, essay poetry
PERAN SASTRA, INTELEKTUALITAS, DAN POPULARITAS DALAM ESAI 33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH KARYA JAMAL D. RAHMAN, DKK Aji Septiaji
Jurnal Tuturan Vol 6, No 1 (2017): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.099 KB) | DOI: 10.33603/jt.v6i1.1583

Abstract

Karya sastra sebagai karya imajinatif dan monumental hingga memunculkan polemik dan kontroversi, sejatinya hanya memberikan kesan bahwa sastra ada dalam kehidupan dan akan berpengaruh pada aspek yang ada di dalamnya. Sejak lama, sastra diakui sebagai media pembangun kesadaran. Sastra diyakini memiliki fungsi hiburan dan edukasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media penanaman nilai-nilai yang berorientasi terhadap pengembangan kehidupan seseorang, masyarakat, dan bangsa. Sastra memiliki tuntutan bahwa karya yang diberikan harus bernilai dan memiliki tingkat keberpikiran yang sepadan sehingga diharapkan mengembangkan wawasan para pembaca. Dengan adanya sastra, masyarakat mampu menyelami berbagai fenomena yang terjadi dan bisa menghayati dengan prespektif yang berbeda. Pemikiran sastrawan dalam mengolah dan mengelola karya yang begitu apik adalah pertanda bahwa sastra tidak terlepas dari intelektualitas dan kreativitas. Namun, setelah kreativitas dipertunjukkan kemudian timbul peluang yang menuai kontroversi atau polemik maka sastra hadir dan menjelma sebagai popularitas. Setidaknya hal inilah yang terjadi pada esai 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang memunculkan hal-hal kontroversi yang akan menuai popularitas dengan tidak menghilangkan keintelektualitasan para penulisnya, seperti Puisi Esai milik Danny JA atau Novel Saman milik Ayu Utami. Intelektualitas dipahami sebagai bakat untuk mempresentasikan dan mengartikulasikan pesan, pandangan, sikap, atau filsafat kepada publik. Sedangkan, popularitas lahir karena intelektualitas yang berkembang dan mampu menembus batas antara realitas dan khayalan si pengarang dengan disertai bukti-bukti nyata yang mampu merangkul masyarakat dari sisi politik, budaya, dan agama. Dengan demikian, karya sastra yang bermutu hanya dapat diciptakan oleh seseorang yang memiliki tingkat intelektual yang memadai.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS FABEL BERMUATAN KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Development of Fables Text Teaching Materials with Local Authenticity for Indonesian Language Learning) Suherli Kusmana; Indrya Mulyaningsih; Maman Suryaman; Aji Septiaji
SAWERIGADING Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.568 KB) | DOI: 10.26499/sawer.v27i1.894

Abstract

AbstractThe availability of fables text teaching materials that contain local wisdom is still limited. This study aims to provide alternative teaching materials as character education by utilizing learning technology. This research is development research conducted from January to June 2020 in junior high schools (SMP) in Regency of Indramayu, Cirebon and city. The researched through the stages of analyzing the needs of teaching materials with character education, collecting, selecting, and analyzing fable texts from the student’s cultural environment and students’ psychological development. Data collected through interviews, observation, and document analysis. The validity of the data is done through expert judgment. Data were analyzed using this analysis. The results showed that fable texts containing local wisdom could be used as character education. The visual presentation of teaching materials is more attractive and effective in improving character education for students. AbstrakKetersediaan bahan ajar teks fabel yang bermuatan kearifan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan memberi alternatif bahan ajar pendidikan karakter dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2020 di SMP se-Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Penelitian dilakukan secara bertahap dengan menganalisis kebutuhan bahan ajar yang bermuatan pendidikan karakter, mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis teks fabel dari lingkungan budaya siswa dan yang sesuai dengan perkembangan psikologis siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data dilakukan dengan cara penilaian pakar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks fabel yang bermuatan kearifan lokal dapat digunakan sebagai pendidikan karakter. Penyajian bahan ajar secara visual lebih menarik dan efektif dalam meningkatkan fungsi pendidikan karakter kepada siswa. 
KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI ESAI: SERAT KEMBANG RAYA KARYA FATIN HAMAMA, DKK (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Aji Septiaji
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.101 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.02

Abstract

Sastra bersumber dari dalam masyarakat dan akan berdampak pengaruhnya pada masyarakat. Bahkan, adanya hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hubungan tersebut berupa konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Puisi esai hadir sebagai genre sastra baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Tahun 2012 menjadi kontroversi bagi puisi esai, yaitu kemunculan Denny JA sebagai konsultan politik yang menggagas antologi puisi esai Atas Nama Cinta yang sarat diskriminasi sosial. Puisi esai dianggap sebagai jelmaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Adapun puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi, boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi. Serta yang dipentingkan oleh puisi esai ialah renungan atas kandungan moral melalui sebuah kisah. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek sosiologi sastra, yaitu hubungan antara pengarang, karya, dan masyarakat. Antologi ini berisi lima puisi esai, kisah yang ditampilkan beragam mulai dari dilema seorang pelajar SMA karena terenggut keperawanannya hingga berdampak kepada masa depannya; kisah seorang gadis desa yang merasa tersakiti hatinya atas kondisi ekonomi dan kisah cinta yang memprihatinkan; kisah seorang perempuan yang diberasarkan melalui kekerasan dalam keluarga; kisah keluarga tanpa sosok ayah, istri dan anaknya harus menelan kerasnya kehidupan; dan situasi sosial yang dialami pengarang yang berhubungan dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kata Kunci: konflik sosial, puisi esai, sosiologi sastra