Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SPORT MALL DI MANADO. Hybrid . Ali; . Sangkertadi; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23682

Abstract

Sulawesi Utara m erupakan salah satu daerah di Indonesia dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonom i, serta m em iliki m asyarakat yang m ajem uk. Sem akin beragam nya m asyarakat Sulawesi Utara, semakin beragam juga kebutuhan yang akan dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan perbelanjaan dan hiburan. Kota Manado m erupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, dim ana Kota Manado mem iliki masyarakat yang sebagian adalah pem inat dan penikmat olahraga akan tetapi tidak m em iliki pusat perbelanjaan alat-alat olahraga yang lengkap sehingga sebagaian orang m em ilih untuk mem esan alat-alat olahraga diluar daerah Kota Manado. Melalui perancangan Sport Mall ini diharapkan dapat m em enuhi kebutuhan masyarakan akan  tem pat  perbelanjaan  dengan  fasilitas-fasilitas yang m enyediakan alat-alat pendukung kegiatan olahraga. Sport Mall di Kota Manado ini m engangkat tem a Hybrid Arsitektur, konsep Hybrid penggabungan enjadi langka dalam pengolahan bentuk yang diharapkan dapat m empunyai nilai lebih dan bisa m emberikan warna untuk bangunan-bangunan yang ada di Kota Manado.\ Kata kunci : Sport, Mall, Hybrid
SHOPPING CENTRE DI KOTA TOMOHON . Green Architecture Toni A. Tumbole; . Sangkertadi; Hanny Poli
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24620

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin modern membuat manusia juga semakin memiliki banyak tuntutan. Kebutuhan penting manusia yang awalnya merupakan kebutuhan primer sandang, pangan dan papan kini seakan bergeser ke kebutuhan sekunder dan tersier yang lebih diutamakan. Untuk itu, adanya pusat perbelanjaan yang menunjang kebutuhan masyarakat tentu dapat membantu memenuhi setiap kebutuhan masyarakat era modern saat ini. Tomohon merupakan kota berkembang di sulawesi utara dengan jumlah penduduk 103.506 jiwa (2015) merupakan tempat yang dinilai tepat untuk diadakan pembangunan pusat perbelanjaan karena infrastruktur sekelas pusat perbelanjaan dinilai masih minim di kota yang saat ini memiliki event tahunan TIFF (Tomohon International Flower Festival) dan sering dikunjungi oleh masyarakat domestik maupun internasional. Dengan hadirnya pusat perbelanjaan yang menyusung konsep green architecture merupakan pusat perbelanjaan dengan konsep yang baru, di daerah Sulawesi Utara khususnya Tomohon, akan membuat masyarakat untuk dapat lebih menghargai lingkungan tempat tinggal kita semua, serta lebih menghargainya untuk dapat terjaga sepenuhnya. Kata Kunci: Pusat Perbelanjaan, Kota Tomohon, Green Architecture
HOTEL HAJI DI MANADO. Arsitektur Modular Riandi A. Supardjo; . Sangkertadi; Linda Tondobala
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25048

Abstract

Kondisi Kota Manado sekarang ini yang semakin membaik dan lebih konduktif dengan terjaminnya keamanan dalam melakukan semua kegiatan termasuk dalam melaksanakan salah satu rukun islam yang kelima yaitu naik haji bagi yang mampu, membuat semakin banyak masyarat yang memiliki keinginan untuk melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman. Agar tidak terjadi permasalahan nantinya, maka dibutuhkan sebuah wadah yang mampu menampung para calon jamaah haji sekaligus sebagai tempat untuk para jamaah haji ini belajar mengenai tata cara melaksanakan ibadah haji dengan benar. Untuk membuat para jamaah haji semakin mendalami pembelajarannya maka akan dihadirkan suatu tema perancangan yaitu Arsitektur Modular dengan konsep Islami sehingga dapat dirancangnya sebuah wadah untuk memfasilitasi fasilitas pada musim haji dan diluar musim haji yaitu sebuah Perancangan Hotel Haji di Manado. Kata Kunci : Kota Manado, Hotel Haji, Arsitektur Modular
GALERI DAN PERTUNJUKAN MUSIK DI MANADO. Metaphor Architecture Farrell H. J. Kesek; . Sangkertadi; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26702

Abstract

Musik adalah seni yang sangat melekat di Indonesia, khususnya di Manado. Musik dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menampung dan mengekspresikan diri dalam seni pertunjukan musik. Berbagai kegiatan pertunjukan dan pameran musik selalu disertai dengan berbagai jenis kegiatan, yang mana musik tersebut menjadi bagian dari proses kehidupan dan simbol dari jati diri masyarakat. Hingga saat ini berbagai kegiatan musik terus dipertahankan. Salah satu cara mempertahankan dan mengembangkannya adalah dengan membuat komunitas musik ataupun sanggar-sanggar musik. Sangat disayangkan, saat ini dengan adanya sanggar-sanggar musik yang menunjang pelestarian dan berkembangnya musik  di Manado, belum ada sarana Gedung yang memadai,  untuk mewadahi mereka yang berjuang dalam bidang musik secara keseluruhan di kota Manado ini.Melihat kurangnya fasilitas seni musik yang dapat menampung serta mengembangkan minat atau hobi masyarakat dalam bermusik di Manado, maka penulis tertarik untuk merencanakan pembangunan Galeri dan Pertunjukan Musik di Manado, dan mengambil lokasi di daerah Mapanget karena melihat kedepannya pusat keramaian dan fasilitas kota Manado akan dialihkan ke daerah Mapanget dan sekitarnya. Dengan mengambil tema Arsitektur Metafora, perancangan Galeri dan Pertunjukan Musik skala kota Manado ini akan dibuat dengan menerapkan konsep sebagai gagasan bentukan perancangan Galeri dan Pertunjukan Musik di Manado Kata Kunci : Galeri dan Pertunjukan Musik, Arsitektur Metafora, Kota Manado, Mapanget
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Arsitektur Organik Frigia M. Langi; . Sangkertadi; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30153

Abstract

Wisata Kuliner saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup pada hampir seluruh lapisan masyarakat. Kota Manado sendiri sudah di kenal sebagai salah satu p usat kuliner nusantara, hal ini dikarenakan Kota Manado memiliki sangat banyak tempat makan. Pusat Wisata Kuliner di Manado dapat di definisikan sebagai suatu kawasan kuliner dengan sarana edukasi, rekreasi, dan informasi tentang kuliner. Dimana  pengunjung dan wisatawan  dapat memenuhi dan  menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Maka penulis terinspirasi untuk merencanakan pembangungan Pusat Wisata Kuliner di Manado ini di rancang untuk mewadahi, menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar dan tidak menerapkan tema arsitektur untuk menunjang perancangan lebih baik.Dengan menggunakan tema Arsitektur Organik, perancangan Pusat Wisata Kuliner di Manado ini sebagai suatu proses kemajuan dalam hal keindahan tidak hanya menekankan pada bentuk, struktur, dan segi ekonomis saja, tetapi keselarasan dengan lingkungan dan alam sekitarnya merupakan bagian yang menjadi pertimbangan dalam merancang bangunan. Arsirektur organik juga sebuah konsep arsitektur yang memadukan antara ruang dan bentuk dan juga konsep bangunan dimana manusia bisa tetap menyatu dengan alam tanpa kehilangan unsur modern-nya.Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Arsitektur Organik