Johannes V. Rate
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MUSEUM SEJARAH MINAHASA DI MANADO, Arsitektur Dekonstruksi Imanuel K. Mokalu; . Suryono; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34576

Abstract

Museum ditatap selaku tempat hiburan serta fasilitas pembelajaran yang terjangkau, namun popularitasnya masih sangat kurang dibanding destinasi yang lain semacam mall ataupun bioskop. Eksistensi kemajuan teknologi serta media sosial mempengaruhi terhadap kegiatan Museum disaat ini. Tugas museum disaat ini pasti tidak alami pengeseran namun metode penyajian dari kontennya yang alami pengembangan, Transformasi tersebut mempengaruhi terhadap definisi serta kedudukan Museum disaat ini. Mulai dari elemen interaktif sampai integrasi teknologi. Tujuan perancangan dalam Museum Minahasa ini yakni buat menghasilkan museum yang dapat membagikan koleksi berbagai aktivitas serta kegiatan kebudayaan, bukan sekedar membagikan koleksi benda mati, tapi nantinya fokus museum ini bakal sebagai pondasi dalam melakukan aktivitas kegiatan kebudayan Minahasa. Dalam perancangan Museum Sejarah Minahasa di Kota Manado ini lebih menekankan perpindahan peranan tipologi museum ke faktor rekreatif serta entertaiment, dengan Arsitektur dekonstruksi selaku pendekatan terhadap perancangan bangunan dengan berupaya memandang arsitektur dari segi estetika wujud serta program bangunan selaku daya tarik wisatawan. Konteks objek Museum Minahasa diharapkan bisa jadi salah satu pusat orientasi kota Manado dan jadi barometer aktivitas budaya wilayah serta aktivitas tamasya yang berdifat edukatif, sekalian pula sanggup memacu pertumbuhan pariwisata serta perekonomian wilayah kota Manado.Kata Kunci : Museum, Minahasa, Dekonstruksi.
GELANGGANG ASTRONOMI DI TOMOHON, Arsitektur High Tech Nikita Dompas; Julianus A. R. Sondakh; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34602

Abstract

Di era modern saat ini, Ilmu pengetahuan dan Teknologi berkembang sangat pesat. Perancangan serta pengembangan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi ini terus dilakukan, sehingga diperlukan wadah dalam menunjang dan mewujudkan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi tersebut. Salah satu Ilmu pengetahuan yang berkembang dan banyak diteliti saat ini adalah Ilmu Astronomi. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengamati serta mempelajari ilmu Astronomi dapat didapatkan dalam sebuah Planetarium dan Observatorium. Gelanggang Astronomi dirancang sebagai sarana rekreasi dan edukasi serta pergelaran Olimpiade tingkat internasional yang diperuntukan untuk segala kalangan masyarakat. Penerapan arsitektur High-Tech selaras dengan perancangan bangunan yaitu kegiatan yang ditampung didalamnya menunjang teknologi tingkat tinggi selain peryaratan bangunan yang menuntut struktur modern sehingga citra bangunan yang ditampilkan akan menonjolkan ekspresi teknologi tingkat tinggi dan modern. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode proses desain John Zeisel dengan pendekatan perancangan terhadap 3 poin utama yaitu pendekatan tipologi, pendekatan tema dan pendekatan kajian tapak dan lingkungan, sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, rencana utilitas bangunan, spot interior, spot eksterior, dan perspektif bangunan. Kata Kunci: Gelanggang Astronomi, Arsitektur High-Tech, Planetarium, Observatorium, Sulawesi Utara
KOMPLEKS PERSEKOLAHAN YAYASAN EBEN HAEZAR DI MINAHASA UTARA, Rasio Emas dalam Arsitektur Rexvan L. Podung; Jefrey I. Kindangen; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34679

Abstract

Adalah suatu persepsi umum apabila seorang anak menempuh pendidikan wajib 12 tahun di sekolah ternama yang menjunjung tinggi pendidkan karakter dengan orientasi pada nilai-nilai spesifik dan memiliki beragam prestasi di kancah nasional maupun internasional maka sang anak dipastikan memiliki kualifikasi lebih baik dalam bidang akademik, non akademik serta moralitas. Hal ini berlaku juga di Sulawesi Utara yang memiliki demografi mayoritas beragama Kristen, sehingga sekolah swasta berorientasi Kekristenan. Beragam instansi swasta berkarakter Kekristenan menyadari potensi ekonomi dari persepsi ini dan saling bersaing dalam menghadirkan sarana edukasi formal dengan identitas yang telah dikemukakan di atas yang didukung fasilitas-fasilitas mumpuni untuk menarik minat siswa-siswi berprestasi. Dalam menghadirkan sarana edukasi, para penyedia edukasi sering melupakan esensi dasar perencanaan yang sejak jaman perunggu menjadi esensi superioritas beragam peradaban besar dalam penguasaan ilmu konstruksi sebagai perpanjangan geometri: Rasio Emas. Rasio Emas sendiri merupakan bentuk pendekatan paling sederhana dan mendasar namun universal dan penyedia solusi yang efektif. Pendekatan geometri cocok digunakan dalam karakter apapun termasuk bangunan berkarakter Kristiani.Untuk menjawab permintaan demografi akan hal diatas dan juga menjawab kebutuhan spesifik internal, maka salah satu yayasan swasta ternama di Sulawesi Utara menghadirkan kompleks persekolahan di Minahasa Utara. Perencanaannya diharapkan memberi solusi terhadap permintaan yayasan dan kondisi tapak eksisting. Menyikapinya, digunakan metode yang dikemukakan Horst Rittel yakni dengan mengembangkan beragam variabel yang kemudian ditindaklanjuti melalui pengembangan atau pereduksian.Kata Kunci: Sekolah, Yayasan, Rasio Emas
SPORT CENTER DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR, Asitektur Metafora Efriko F. Mamahit; Herry Kapugu; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34731

Abstract

Olahraga menjadi aktivitas penting selain untuk menjaga kebugaran juga sebagai hobi masyarakat. Di Indoensia sendiri olahraga mengalami peningkatan yang cukup signifikan hal tersebut dapat dilihat dari prestasi yang dicapai atlet- atlet Indonesia di berbagai kejuaraan olahraga internasional. Di Bolaang Mongondow Timur olahraga berkembang cukup signifikan dimana peningkatan minat masyarakat Bolaang Mongondow Timur terhadap olahraga yang terus naik ke angka 2.5% dari tahun sebelumnya. Pemikiran akan suatu objek arsitektural yang bertujuan untuk mewadai segala aktifitas dalam bidang olahraga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang berujung pada suatu objek arsitektural yakni Sport Center. Bentuk dukungan nyata pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terhadap pengadaan Sport Center yakni dengan memasukkan rencana pembangunan Sport Center dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Implementasi Arsitektur Metafora pada Sport Center di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini nantinya akan terwujud pada bentuk bangunan, struktur dan sistem struktur bangunan serta utilitas bangunan sesuai dengan ciri Arsitektur Metafora.Kata Kunci: Olahraga, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sport Center, Arsitektur Metafora