Krislina Pattipeiluhu
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Keluarga Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di Jemaat GKI EL-ROI Sentani Jayapura Papua Bernard Labobar; Krislina Pattipeiluhu
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2023): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran keluarga sangat dominan dalam mendukung dan membangun karakter anak. Hubungan positif yang dibangun sejak dini dalam keluarga memberikan kontribusi pada kemampuan anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keluarga kristen dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Jemaat GKI Elroi Sentani Kabupaten Jayapura Papua. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik mengumpulkan data yaitu observasi and wawancara. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara terfokus terhadap 20 keluarga yang memilki anak usia dini. Sedangkan observasi dilakukan terhadap anak usia dini di lingkungan keluarga, gereja, sekolah, dan sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran keluarga Kristen terhadap pembentukan karakter anak kurang optimal. Ada empat acuan yang digunakan dalam melihat pembetukan karakter anak yaitu kebiasaan beribadah, berdoa, pengenalan firman Tuhan, dan Penanaman Kasih. Keempat acuan tersebut belum menunjukkan kontribusi positif orangtua untuk memenuhinya. Pokok persoalan yang terjadi di Jemaat Elroi Sentani adalah, orang tua lebih sibuk dengan pekerjaan sehari-hari mereka sehingga megakibatkan perkembangan pembentukan karakter anak usia dini tidak berkembang dengan baik. Hal itu nampak dari perilaku anak terhadap orang tua/keluarga  dan sesamanya seperti, suka melawan orang tua, malas mengikuti ibadah sekolah minggu, mengucapkan kata tabuh, dan sebagainya