Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelaksanaan Tugas Polri Mendukung Penerapan Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Covid-19 Iswidodo -; Taufik Firmanto; Muhammad Amin
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 10 No. 2 (2021): Fundamental : Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v10i2.56

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis pelaksanaan tugas Polri guna mendukung penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dalam rangka terwujudya situasi kamtibmas yang kondusif. Metode yang digunakan dalam penelitian dan penulisan ini adalah metode penelitian hukum normatif, dengan beberapa pendekatan yang biasa digunakan dalam penelitian hukum, antara lain; pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, pendekatan kasus, pendekatan analisis, dan pendekatan historis. Hasil temuan menunjukkan bahwa sesuai fungsinya, Polri telah melaksanakan tugas guna mendukung penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dalam rangka terwujudya situasi kamtibmas yang kondusif. Hal tersebut dilaksanakan dengan cara antara lain: Pertama, preventif: menerbitkan STR untuk panduan anggota melaksanakan Tindakan-tindakan pada masa pandemi dan masa transisi Normal Baru, Binmas, Sabhara, Lalu Lintas dan satker-satker lainnya terlibat aktif memberikan informasi dan penyadaran pada masyarakat. Bersama-sama dengan Pemerintah Daerah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan memanfaatkan teknologi, misalnya dengan CCTV, drone, aplikasi-aplikasi online. Merangkul masyarakat dengan humanis, sehingga masyarakat yang terdampak Covid-19 secara kesehatan maupun secara ekonomi dapat survive. Kedua: preemtif: melakukan patrol-patroli dan razia-razia untuk mencegah kejahatan. Ketiga: penegakan hukum sebagai upaya terakhir bagi orang-orang yang melakukan perlawanan meski melanggar, termasuk memerintahkan pengendara motor dan mobil untuk putar balik karena larangan mudik Lebaran.
The Existence of Majaz Mursal in Surah Al-Baqarah from the Perspective of ‘Ilmu Al-Bayan Murdiono Murdiono; Lailatul Mauludiyah; Muhamad Amin; Renat Sarimov
Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 1 (2022): Izdihar: Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : Arabic Education Department, Islamic Studies Faculty, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jiz.v5i1.18682

Abstract

This study analyzed Majaz mursal contained in Surah Al-Baqarah according to Bayan Science Perspective.  Majaz mursal is part of majaz lughawi which discusses the use of lafazd not for its original meaning because there is alaqah which is in addition to likeness and there is also currynah that blocks understanding with the meaning of haqiqi (original). Research methods are libraryresearch, and data analysis techniques that use qualitative descriptive analysis techniques.   The result of this study is that "Majaz mursal in surat Al-Baqarah there are sixteen verses, namely Majaz Sababiyah is in verse 55, Musabbabiyah is in verses 174, 235, Majaz Juziyyah is found in verses 43, 112, 115, 125, 144, 177. Kuliyyah is found in verses 50, 19, Majaz I'tibaru ma'kana is not found in surat Al-Baqarah, Majaz I'tibaru maa yakuunu is found in verses 17, 49, 230, Majaz Mahaliyyah is found in verse 9, Majaz Haliyyah is found in verse 81, and Majaz Aliyah is not found in Surah Al-Baqarah.
Pendampingan Tahsin Musykilatul Qira’at Imam Hafs dalam Membaca Al-Qur’an Untuk Masyarakat Malang Raya Murdiono Murdiono; Moh. Fery Fauzi; Muhammad Amin
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v10i1.4458

Abstract

The purpose of this devotional activity is to provide assistance to the people of Malang Raya, especially the congregation of Ahmad Dahlan Karangploso Mosque in improving the ability to read musykilatul Qira'at in Reading the Qur'an according to imam hafs ashim history. The method of devotion with lectures and practice directly. The lecture method contains socialization to the community about qiro'at musykilatul. While the training is used by practicing directly the readings or verses that include Musykilatul verses according to the imam hafs. Stages of service implementation; (1) socialization for the delivery of materials to participants, (2) Implementation of musykilatul verse practices. (3) evaluation of activities. The output of this activity is the ability to read musykilatul verses of imam hafs properly.  The service program was held on July 20, 2020 at masjid KH. Ahmad Dahlan Karangploso. Participants who attended the event were about 25 people. The results of this devotional activity show that the community has a high motivation in learning the Qur'an and understanding the reading of musykilatul verses of imam hafs, as well as being able to practice the reading well and correctly which is shown by the ability to answer questions about musykilat verses.
Majaz Isti’arah in Qur’an Surah Al-Baqarah: A Balaghah Science Perspective Based Analysis Murdiono Murdiono; Muhamad Amin; Hadi Nur Taufiq
Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v28i1.20843

Abstract

PurposeThis study examined the Majaz Isti'arah contained in the Qurán Surah (Q.S) Al-Baqarah according to the Perspective of Balaghah Science. Majaz isti'arah wasa part of the majaz lughawi which discussed the use of a word that was not in its real sense.MethodThe study relied on verbal data in the form of Quranic verses taken from Q.S Al-Baqarah through carefully reading to identify Majaz isti'arah. The identified Majaz isti'arah were qualitatively in accordance with Balaghah science perspective. It was done by balaghah scholars to get the most appropriate interpretation.Results/FindingsThe study found out that in Q.S. Al-Baqarah has 19 verses of Majaz Isti'arah. They were distributed into Majaz Isti'arah tasrihiyah with nine verses, namely Q.S. Al-Baqarah (2): 7, 16, 41, 49, 138, 143, 168, 175, 187, and Isti'arah makniyah with nine verses, namely Q.S. Al-Baqarah (2): 9, 27, 74, 81, 93, 250, 256, 257, 259; Isti'arah thaba'iyyah there with 15 verses, namely In Q.S. AlBaqarah (2): 7, 16, 27, 41, 49, 74, 81, 93, 143, 168, 175, 187, 250, 257, 259; Isti'arah Tamstsiliyah, with two verses, namely, Q.S. Al-Baqarah (2): 138, 266; and Isti'arah ashliyah with two verses, namely Q.S. Al-Baqarah (2): 138, 256.ConclusionThe data illustrates the existence of the isti'arah majaz which cannot be separated in understanding the Qur'an in particular. Q.S. Al-Baqarah. Therefore, this study suggests the need to explore the science of balaghah and further research on other suras in the Qur'an.
Praktek Gadai Hak Atas Tanah Dibawah Tangan Dilihat dari Sudut Undang-Undang No.5 Tahun 1960 dan Hukum Islam (Studi di Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima) Muhammad Amin; Jufrin; Taufiqurrahman
NALAR: Journal Of Law and Sharia Vol 1 No 2 (2023): Nalar: Jurnal of Law dan Sharia
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini meneliti dan menganalisis tentang praktek gadai hak atas tanah dibawah tangan yang terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat, yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah terus menerus dilakukan oleh masyarakat dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan hidup. Praktek gadai semacam ini patut dilanggengkan atau perlu dibatasi baik dari aspek Undang-undang Agraria maupun dalam hukum Islam. Pasal 53 Undang-undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, bahwa Gadai Hak Atas Tanah sementara. Kemudian Undang-undang No. 56 Prp. Tahun 1960, Pasal 7 menetapkan: Hak Gadai tanah yang sudah berlangsung 7 (tujuh) tahun wajibmengembalikan dengan tidak ada uang tebusan. Dalam hukum Mu’amalah Islam dilarang melakukan memungut melebihi atau memberatkan pihak lain ( riba ). Tulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yaitu dengan menguji aturan-aturan yang bersifat normatif dengan fakta-fakta yang terjadi dalam kehidpan masyarakat; dari hasil penelitian ditemukan bahwa pada umumnya masyarakat Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima Praktek Gadai Tanah dibawah tangan sangat dominan dengan alasan saling bantu membantu padahal bantu membantu dengan cara gadai ini sangat merugikan pihak pemberi gadai.
Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan Di Sekolah Juhriati; Muhammad Amin; Ahmad; M. Asad Imaduddin
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual merujuk pada tindakan yang melibatkan paksaan atau pelecehan seksual terhadap seseorang tanpa persetujuan mereka. Perundungan, atau sering disebut bullying, adalah tindakan agresif dan berulang yang dilakukan oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi korban. Kekerasan seksual dan perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah. Anak-anak dan remaja rentan menjadi korban dan pelaku tindakan ini. Namun, karena sifat tabu dari masalah ini, banyak kasus tidak dilaporkan, sehingga statistik yang ada mungkin tidak mencerminkan angka sebenarnya. Kekerasan seksual dan perundungan di sekolah memiliki dampak serius pada korban. Mereka dapat mengalami trauma psikologis, gangguan kecemasan, depresi, penurunan prestasi akademik, dan bahkan berisiko tinggi untuk bunuh diri. Lingkungan sekolah yang tidak aman juga dapat mempengaruhi seluruh populasi siswa, menghambat belajar dan pertumbuhan sosial mereka. Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap kekerasan seksual dan perundungan di sekolah, termasuk ketidakpedulian institusi terhadap laporan dan tindakan, kurangnya kesadaran dan pendidikan yang memadai, ketidakseimbangan kekuasaan, norma sosial yang merugikan, dan pengaruh media yang negatif. Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di sekolah melibatkan kerja sama antara siswa, guru, orang tua, staf sekolah, dan komunitas. Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di sekolah adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya fisik dan psikologis. Dengan pendidikan yang tepat, dukungan sosial, dan tindakan proaktif, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung bagi semua individu
Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Seminar Hukum Dan Kesehatan Di Desa Sai Alkhair Alkhair; Muhammad Amin; Muh. Asad Imaduddin; Israjuna; Ahmad
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara keseluruan, Indonesia menduduki urutan tertinggi kedua pernikahan dini di Asia Tenggara setelah Kamboja. Pada 2019, angka pernikahan anak di NTB mencapai 16,016 % yang menempati posisi ke 7. Kemudian di tahun 2020 meningkat di angka 16,61 menjadi peringkat keempat nasional. Di Kabupaten Bima Sejak tahun 2020 hingga 2021 ada hampir seribu anak-anak di Bima menikah diusia dini. 350 dari Kabupaten Bima, sisanya dari Kota Bima. Sedangkan di Desa Sai terdapat 6-7 kasus pernikahan anak usia dini setiap tahun. Hal ini yang kemudian melatar belakangi perlu dilakukan upaya edukasi terhadap masyarakat terkait dampak pernikahan dini. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat terkait dasar hukum, dan dampak pernikahan dini secara kesehatan. Adapun mitra PKM adalah pemerintah Desa Sai Kecamatan Soromandi yang sasarannya adalah masyarakat, remaja, pemuda, dan orang tua. Adapun metode pelaksanaan PKM meliputi tahap persiapan (desain pamflet, mencetak pamflet, membuat undangan kegiatan, adminstrasi, dan konsumsi. Kemudian tahap pelaksanaan (Pembukaan oleh sekretaris Desa, sambutan ketua posko, sambutan perwakilan institusi Universitas Muhammadiyah Bima, lalu di lanjutkan dengan penyampaian materi). Lalu kemudian Tahap Evaluasi (mengevaluasi titik-titik yang kurang maksimal pada kegiatan). Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat, pemuda, dan pelajar yang hadir pada kegiatan yang diharapkan dapat memberikan edukasi kepada keluarga, tetangga, sanak saudara terkait dampak pernikahan dini dalam perspektif hukum dan kesehatan