Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MODEL PERLINDUNGAN KONSUMEN BATIK DAN PENJAGA KEBERLANGSUNGAN BATIK ASLI KOTA PEKALONGAN MELALUI APLIKASI E-LABEL BATIK YANG MEMANFAATKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERBASIS CLOUD COMPUTING Christianto, Paminto Agung; Susanto, Eko Budi; Kurniawan, Ichwan
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 3)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetidaktahuan serta kesalahan persepsi konsumen yang menganggap produk printing tekstil bermotif batik adalah produk batik asli, merupakan salah satu faktor pengganggu eksistensi batik asli di kota Pekalongan. Faktor tersebut, tidak hanya menyebabkan kerugian untuk produsen batik yang mengalami penuruan omset penjualan karena konsumen cenderung membeli produk printing tekstil bermotif batik (dihasilkan oleh pabrik tekstil) yang harganya jauh lebih murah, tetapi juga membuat konsumen menjadi rentan dari berbagai upaya penipuan oknum produsen batik yang tidak jujur. Hal tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah kota Pekalongan dan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014, semua produk batik asli yang dibuat dan dijual di kota Pekalongan diwajibkan menempelkan label “Batik Pekalongan”. Label tersebut menjadi penanda resmi yang membantu konsumen dalam  membedakan jenis produk batik yang dibelinya (tulis/cap/kombinasi) serta membedakannya dengan produk printing tekstil bermotif batik. Data yang terkumpul dari berbagai sumber akan dianalisis, kemudian dengan memanfaatkan teknologi augmented reality berbasis cloud computing akan dibangun aplikasi e-label batik. Aplikasi tersebut, tidak hanya mampu mencetak label “Batik Pekalongan” saja, namun juga mampu memudahkan pemerintah kota Pekalongan dan ASEPHI kota Pekalongan untuk melakukan pengawasan dan kontrol pemakaian label tersebut, sehingga keberadaannya akan memberikan kepercayaan tinggi dan melindungi hak-hak konsumen batik. Kata kunci: Agumented Reality, Batik, Label, Pekalongan, Printing
Protecting Batik Customers and the Existence of Pekalongan Original Batik by Augmented Reality Technology Based on Cloud Computingin Batik Label Christianto, Paminto Agung; Susanto, Eko Budi; Kurniawan, Ichwan
International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) IJIBEC VOLUME 1 NO. 1 JUNE 2017
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.092 KB) | DOI: 10.28918/ijibec.v1i1.896

Abstract

The wrong assumption stating batik printed textilebatik issimilar withoriginal batik bears a loss for batik producers, because customers tend to buy printed textilewhich are cheaper than originalones (“tulis”, “cap” or “combination” batik). The misperception used by some batik enterpreneurs who mentioned that products he sold arekinds of original batik, although theyare printed textile. It disrupts the existence of Pekalongan traditional batikas well andmany customers experience losses. This research is an effort to support Indonesian government in maintaining batik as an Indonesian cultural heritage, and Pekalongan city government in maintaining the existence of "World's city of Batik" byissuing Regional Regulation No. 6 of 2014 Pekalongan about the use of Pekalongan batik label. Through the use of augmented reality technologybased on cloud computing, it will create a "Batik Pekalongan" label which provides information about the authenticity of Pekalongan batik products through smartphones access, and convenience for Pekalongan city government or Pekalongan ASEPHI in supervising the use of the label. Therefore, it will not be misused by unscrupulous batik entrpreneurs.
PROTOTIPE E-PARKIR UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA PEKALONGAN Susanto, Eko Budi; Binabar, Sattriedi Wahyu; Maulana, M. Reza
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 13 (2017)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.798 KB)

Abstract

Ada beberapa jenis pajak daerah sesuai dengan Undang-Undang nomor 28 tahun 2009, salah satunya adalah pajak parkir yang merupakan salah satu jenis pajak daerah dari pajak kota / kabupaten. Untuk mengoptimalkan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) diperlukan pengelolaan pajak parkir yang profesional dan transparan. Pengelolaan pajak parkir masih memiliki beberapa kendala, antara lain: kurangnya pengawasan di lapangan, adanya orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan pengabaian tersebut untuk menuai keuntungan, pendapatan parkir tidak sepenuhnya diberikan kepada pemkot. Salah satu solusi untuk mengatasi kebocoran dalam pengelolaan dana pajak parkir adalah dengan menerapkan parkir elektronik atau E-Parki, sehingga proses pengawasan segala hal yang berkaitan dengan parkir dapat dilakukan dengan baik, dan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pajak parkir.
INTEGRASI INFORMASI KESEHATAN PADA INSTANSI KESEHATAN DI KOTA PEKALONGAN MELALUI SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN Susanto, Eko Budi; Kurniawan, M. Faizal; Christianto, P. A.
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 13 (2017)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.877 KB)

Abstract

Ketersediaan sistem informasi layanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari sistem kesehatan di suatu negara. Dengan sistem tersebut, masyarakat akan dimudahkan untuk mendapatkan layanan kesehatan dari berbagai institusi kesehatan yang ada. Selain itu, masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan berbagai informasi tentang kesehatan yang terjadi di lingkungannya. Saat ini, kebutuhan masyarakat akan informasi layanan kesehatan yang terintegrasi, sangatlah penting, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Pada penelitian sebelumya telah dihasilkan prototipe sistem informasi layanan kesehatan. Prototipe tersebut dibuat hanya pada bagaian sisi user umum/masyarakat yang akan mengakses sistem informasi layananan kesehatan. Pada penelitian ini akan dibangun integrasi data pada halaman administrator sistem informasi layananan kesehatan yang dapat mengintegrasikan data pada instansi kesehatan.
DAHBOARD EKSEKUTIF SEBAGAI MEDIA KOORDINASI DAN MONITORING KEGIATAN UNTUK PENINGKAT KINERJA APARATUR PEMERINTAH Maulana, Mohammad Reza; Syaifudin, Anas; Budijanto, Hari Agung; Susanto, Eko Budi
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 19 (2020)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.58 KB)

Abstract

Pekalongan City Government continues to strive to improve good governance in maximizing the use of Information Technology, this is evidenced by the participation of the Pekalongan City Government in the Movement Towards 100 Smart City programs. One effort that can be made to optimize the use of information technology is the executive dashboard for monitoring RT / RW activities. In 2019, Pekalongan City has 340 RW and 1660 RT. The existence of this executive dashboard application can optimize the role of RT and RW and all information at the lower level can be obtained immediately, such as information on population data, submission of grants and assistance, and others. The information in the monitoring dashboard is the realtime data that currently exists. This research will make a dashboard monitoring RT / RW activities with a prototype model approach. The prototype model and Joint Application Development (JAD) are the most widely used models in creating executive dashboards. The research steps started from data collection, data analysis, application design, application development and testing. From the data collected, a functional and non-functional requirements analysis process was carried out. After that the application design process is carried out and conti nued with the design implementation in the application development process. Then from the results of the Alpha Test and Beta Test, the application can work according to functional and non-functional needs. In the future, this application prototype can be developed in conjunction with the One Data application in Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Pekalongan City. Keywords: Executive dashboard, smart city, prototype.
SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN BERBASIS MOBILE YANG MENGINTEGRASIKAN INSTANSI LAYANAN KESEHATAN DI KOTA PEKALONGAN Susanto, Eko Budi; Christianto, Paminto Agung; Kurniawan, M. Faizal
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 11 (2016)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.226 KB)

Abstract

THE ABSENCE OF MOBILE-BASED HEALTH INFORMATION SYSTEMS THAT CAN INTEGRATE ALL HOSPITALS, HEALTH CENTERS, HEALTH CLINICS AND PHARMACIES IN PEKALONGAN, WILL BOTHER PEOPLE WHO NEED HEALTH INFORMATION QUICKLY, ACCURATELY, ANYTIME AND ANYWHERE. LIKE SCHEDULE DOCTOR, INPATIENT ROOM AVAILABILITY INFORMATION FOR ALL HEALTH INSTITUTIONS, SO WITH THIS INFORMATION SO PEOPLE CAN MAKE DECISIONS QUICKLY AND ACCURATELY.THIS STUDY INTENDS TO SUPPORT A SOLUTION TO THE DIFFICULTY IN OBTAINING ACCURATE INFORMATION, SUCH AS THE SCHEDULE OF DOCTORS, INPATIENT, THE STOCK OF BLOOD, HOSPITAL THROUGH THE DEVELOPMENT OF INFORMATION SYSTEMS THAT INTEGRATE HEALTH-CARE INSTITUTIONS IN THE CITY OF PEKALONGAN
PENGUATAN CITRA PEKALONGAN SEBAGAI KOTA BATIK MELALUI PEMBANGUNAN PUSAT INFORMASI UMKM BATIK BERBASIS MOBILE YANG MAMPU MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM BATIK DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Christianto, Paminto Agung; Susanto, Eko Budi; Kurniawan, M. Faizal
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 11 (2016)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.666 KB)

Abstract

ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) HAS STARTED, THIS WOULD OPEN UP MANY OPPORTUNITIES OR EVEN POSE A THREAT TO HUNDREDS OF SMES BATIK PEKALONGAN. OPPORTUNITIES OBTAINED IS THE EXPANSION OF MARKET SHARE, WHEREAS THE EXISTING THREAT IS THE COLLAPSE OF SMES BATIK PEKALONGAN BECAUSE OF COMPETITION WITH SIMILAR EFFORTS FROM COUNTRIES BELONGING TO THE MEA, WHICH WOULD POTENTIALLY INCREASE IN UNEMPLOYMENT, POVERTY AND CRIME RATE IN PEKALONGAN. THIS STUDY INTENDS TO ESTABLISH AN INFORMATION CENTER PEKALONGAN BATIK SMES CAPABLE OF INTEGRATING MOBILE-BASED SMES WITH BATIK PEKALONGAN BATIK OBSERVERS, AMONG FINANCIAL INSTITUTIONS, ACADEMIA, THE CHAMBER OF COMMERCE AND THE CITY OF PEKALONGAN. THIS RESEARCH RESULT IS THE CREATION OF A PROTOTYPE THAT HAS BEEN DEVELOPED WITH A WIDER RANGE OF TERRITORY NOT ONLY IN PEKALONGAN, BUT TO THE AREA OF CENTRAL JAVA. WITH THE INFORMATION CENTER, THEN BATIK SMES WILL HAVE THE ADVANTAGE IN COMPETING IN THE ERA OF THE ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC), THROUGH THE ACCELERATION OF INFORMATION THAT CAN BE RECEIVED, EITHER IN THE FORM OF INFORMATION FINANCING FROM FINANCIAL INSTITUTIONS, INFORMATION BUSINESS OPPORTUNITIES OF THE CHAMBER OF COMMERCE OF PEKALONGAN, INFORMATION INNOVATION FROM ACADEMICS AND BATIK OBSERVERS, AS WELL AS INFORMATION PROGRAMS RELATED TO HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT OF THE BATIK SMES OF THE GOVERNMENT OF CENTRAL JAVA
KAMPUNG BATIK DIGITAL BERBASIS VIRTUAL TOUR SEBAGAI WADAH PROMOSI BATIK KOTA PEKALONGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 (Studi Kasus: Kampung Batik Banyurip) Susanto, Eko Budi; Wijonarko, Rizqi; Purwanto, Edi; Binabar, Sattriedi Wahyu
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 17 (2019)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.994 KB)

Abstract

The promotion of batik products in the Pekalongan batik city needs to be carried out so that it can be better known to the community, but is constrained by the limited working hours available. On the other hand President Joko Widodo stressed that the need to create a virtual trade exhibition, so that buyers can interact without the need to wait for an exhibition or are constrained by time. To respond to the appeal of Mr. Joko Widodo, through the development of virtual reality tenology which has also given birth to virtual tour innovations, a virtual tour village based on virtual tour will be built, so that batik artisans will have more time to promote their products, as well as visitors / consumers who have not had time to come to the batik village, will still be able to see the atmosphere of the existing batik village by accessing the digital batik village application of Pekalongan batik city based on virtual tour, and keep interacting with Pekalongan batik craftsmen, whenever and wherever. The application of this research will have a positive impact on several parties, namely: 1) batik artisans, 2) visitors / consumers, and 3) Pekalongan city government. The existence of digital batik villages based on virtual tours will be a new breakthrough / new paradigm in creating and managing batik villages so that they can be visited from anywhere and anytime. Keywords: Batik Village, Digital, Virtual Tour
Penerapan aplikasi e-label batik sebagai upaya mendukung penerapan peraturan daerah Kota Pekalongan nomor 6 tahun 2014 Christianto, Paminto Agung; Susanto, Eko Budi; Kurniawan, Ichwan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 12 (2017)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.069 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Perda Nomor 6 Tahun 2014 telah mewajibkan untuk semua produsen batik yang memproduksi dan menjual produk batik di/dari kota Pekalongan untuk menempelkan label “Batik Pekalongan”. Perda ini merupakan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjaga keberlangsungan pengrajin batik di kota Pekalongan, sekaligus melindungi masyarakat yang membeli produk batik di/dari kota Pekalongan, akan tetapi sejak 3 (tiga) tahun perda tersebut diterbitkan, penerapannya di lapangan belum berjalan baik. Untuk mendukung upaya pemerintah kota Pekalongan, maka melalui penelitian ini akan diciptakan aplikasi e-label batik yang mampu menghasilkan label “Batik Pekalongan” dan berfungsi sebagai penanda terpercaya untuk melindungi masyarakat pembeli produk batik di/dari kota Pekalongan sekaligus melestarikan batik sebagai warisan budaya bukan benda. Menjadi penanda terpercaya karena didalam prosesnya aka nada tahapan validasi produk batik yang ditempeli label “Batik Pekalongan” oleh pemerintah kota Pekalongan sehingga masyarakat yang membeli produk batik berlabel “Batik Pekalongan” akan terlindungi dari upaya penipuan sekaligus menjadi penanda yang membedakannya dengan produk tekstil bermotif batik.
Meningkatkan daya saing umkm batik kota pekalongan dalam menghadapi era masyarakat ekonomi asean melalui pembangunan pusat informasi berbasis web yang mengintegrasikan umkm batik dengan masyrakat umum, kalangan perbankan, kalangan akademik, Kadin dan Pemerintah Kota Pekalongan Christianto, Paminto Agung; Ariyanto, Tory; Susanto, Eko Budi; Kurniawan, M. Faizal
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 8 (2015)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.766 KB)

Abstract

Pada akhir tahun 2015 ini kita akan memasuki era masyarakat ekonomi asean (mea) yang tentunya akan meningkatkan persaingan di dunia usaha, begitupun Kondisi persaingan yang akan dialami oleh umkm batik kota pekalongan. Agar UMKM Batik mampu bertahan dan memenangkan persaingan di era mea tersebut, Dibutuhkan suatu media yang dapat memberikan umkm batik suatu keunggulan Tersendiri serta mampu memberikan penguatan daya saingnya. Media tersebut harus Mampu mengintegrasikan kalangan pemerintah, kalangan akademisi, kalangan Pengusaha dan masyarakat umum. Untuk membangun media tersebut, peneliti Menggunakan menggunakan metode action research, dengan model pengembangan System development life cycle (sdlc) dan teknik analisis dan desain terstruktur. Dengan terbentuknya pusat informasi berbasis web tersebut maka umkm batik Pekalongan akan memiliki keunggulan tersendiri dalam menghadapi persaiangan di Era masyarakat ekonomi asean (mea) melalui percepatan komunikasi dengan Beberapa pihak terkait dan peningkatan daya saing melalui kemudahan Mendapatkan informasi, baik berupa informasi pembiayaan dari lembaga keuangan, Informasi peluang bisnis dari kadin pekalongan, informasi inovasi dari akademisi Dan informasi peningkatan sdm dari skpd terkait, informasi-informasi terkait lainya Dari komunitas pemerhati batik/masyarakat umum.