Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ROS-based 2-D Mapping Using Non-holonomic Differential Mobile Robot Achmad, M.S. Hendriyawan; Nuryadi, Satyo; Fadlun, Wira; Daud, Mohd Razali
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 2 (2018): May 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.518 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v10i2.369

Abstract

This research proposes a 2-D mapping method by a mobile robot using LIDAR sensor. The mobile robot used is a non-holonomic type with a differential driver designed to operate in an indoor area. The robot applies an occupancy grid map method that uses a probability rule to handle the uncertainties of the sensor. The quality of 2-D occupied map relies on the accuracy of distance measurements by the LIDAR sensor and the accuracy of position estimation. Position estimation is obtained by using the 2-D LIDAR odometry which is based on the laser scan matching technique. This research uses simulation model which has characteristics like real nature. All the robotic software operations are managed by the Robot Operating System (ROS) as one of the most popular software frameworks currently used by robot researchers. The experimental results show that the robot can arrange a 2-D map well which is indicated by the similarity between the reference ground truth and the resulting 2-D map.
SISTEM PEMERIKSAAN PENYAKIT DEGENERATIF SECARA JARAK JAUH Nuryadi, Satyo; Pramudwiatmoko, Arif
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2017): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.437 KB) | DOI: 10.33387/protk.v4i2.381

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu dari parameter kesejahteraan manusia. Jika seseorang sakit, mereka akan mencoba memeriksakan diri ke dokter. Banyak penyakit memiliki gejala yang tidak spesifik, karena itu perlu pengetahuan untuk mendiagnose sebuah penyakit. Dokter merupakan faktor kunci dalam sistem pengobatan. Usia, gaya hidup dan polutan dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Para degeneratif memerlukan perhatian seksama dengan pemantauan rutin. Sistem pengobatan konvensional masih membutuhkan interaksi dengan dokter secara langsung. Para dokter mendengarkan keluhan, bertanya, mendiagnosa, dan memberikan perawatan medis. Di sisi lain dengan terbatasnya jumlah dokter, distribusi yang tidak merata, dan jarak yang jauh menyebabkan praktek medis konvensional tidak efisien. Dokter dapat menerima hasil, mendiagnosa dan memberikan saran secara jarak jauh menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Layanan ini dapat mencakup pula kasus-kasus darurat dan layanan pendampingan.Berdasarkan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah terutama untuk merancang dan membangun aplikasi yang dapat digunakan untuk komunikasi antara dokter dan pasien berbasis pada jaringan TCP/IP. Penekanan aplikasi dalam berbagai data yang dikirim (teks, audio, video dan file).Sistem pemeriksaan secara jarak jauh dapat diwujudkan dengan menggunakan bahan dan alat yang telah dikenal dengan baik oleh pengguna umum. Kesulitan untuk mengakses alamat IP dalam sistem ini dapat ditangani oleh penambahan jalur khusus virtual semisal Hamachi. Kecepatan komunikasi melalui LAN memberikan hasil sangat baik, memenuhi persyaratan  hampir semua fasilitas yang ada, sedangkan kecepatan komunikasi melalui internet sudah cukup untuk beberapa persyaratan sistem terutama yang yang tidak memerlukan kemampuan real-time.
Disain Piranti Digital Perekam Paras Air Otomatis Menggunakan Teknologi Rendah Daya Achmad, M.S. Hendriyawan; Nuryadi, Satyo; Fadlun, Wira
JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering Vol. 1 No. 02 (2020): JASEE
Publisher : Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jasee.v1i02.25

Abstract

Parameter hidrologi adalah salah satu bahan pengamatan yang biasa digunakan untuk memetakan potensi bencana alam yang berhubungan dengan air, seperti banjir dan tanah longsor. Salah satu parameter hidrologi yang dipantau oleh peneliti adalah ketinggian permukaan air sungai. Pengamatan secara tradisional menggunakan metode bilah ukur yang memiliki kelemahan utama yaitu akurasi yang rendah dan membutuhkan pengamatan secara visual. Peneliti membutuhkan data pengamatan yang memiliki akurasi tinggi dalam periode panjang, sehingga peneliti memerlukan alat perekam yang mampu membaca tinggi permukaan air secara akurat dan terus-menerus dalam kurun waktu bulan atau tahun. Penelitian ini menawarkan rancangan piranti perekam digital rendah daya untuk pemantauan tinggi muka air dengan resolusi bacaan sebesar 10 mm dan rata-rata konsumsi energi hanya sebesar 20 μW. Teknologi rendah daya yang ditawarkan terdiri dari dua bagian, perangkat keras yang menawarkan model teknologi pico-power yang dikendalikan oleh pengendali mikro jenis 8-bit, sedangkan perangkat lunak menjalankan fungsi rendah daya dengan operasi dasar sleep – wake up. Hasil analisis menunjukkan bahwa piranti perekam digital dengan catu tegangan utama 3.6 V dan daya 2200 mAH mampu beroperasi selama 3.7 tahun dengan nilai cut-off sumber energi diasumsikan serendah 60% dan rata-rata konsumsi arus listrik sebesar 27 μA
Hexacopter Drones for Fertilizer Sowing in the Agricultural Sector Using the Global Positioning System (GPS) Satyo Nuryadi; Rodhiyah Mardhiyyah; Bayu Ari Pratama; Zulkhairi
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3 No 2 (2021): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : University of Technology Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijets.v3i2.117

Abstract

Indonesian agricultural products are one of the highest-yielding agricultural commodities on the Asian continent. Farmers are still reliant on a manual method to agricultural land care and management, one of which is the application of fertilizer to agricultural land. As a result, with the help of an unmanned aerial vehicle (UAV) or a robot flying drone, a system or fertilizer sowing equipment is utilized on plants. The results of this study led to the creation of a hexacopter drone equipped with fertilizer-based sensors and GPS. Hexacopter refers to a quadcopter having only four rotors. Drone rides are paired with tank-shaped sower actuators and fertilizer spraying as a container and fertilizer sowing method. Using GPS sensor block m8n, which serves as a satellite signal receiver and is converted to a position point in the form of longitude and latitude values, the vehicle can travel to fertilize by following the route of the coordinate point that has been identified in the agricultural land region. The Pixhawk 2.4.8 flight control system, which uses automatic or autonomous controls, can run smoothly, allowing the ride to automatically seed the track. The Lippo 2300mAh 4s battery has a maximum ride load lifting capability of 500 grams of fertilizer and a fertilizing height of three meters.
Hexacopter Drones for Fertilizer Sowing in the Agricultural Sector Using the Global Positioning System (GPS) Satyo Nuryadi; Rodhiyah Mardhiyyah; Bayu Ari Pratama; Zulkhairi
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3 No 2 (2021): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : University of Technology Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijets.v3i2.117

Abstract

Indonesian agricultural products are one of the highest-yielding agricultural commodities on the Asian continent. Farmers are still reliant on a manual method to agricultural land care and management, one of which is the application of fertilizer to agricultural land. As a result, with the help of an unmanned aerial vehicle (UAV) or a robot flying drone, a system or fertilizer sowing equipment is utilized on plants. The results of this study led to the creation of a hexacopter drone equipped with fertilizer-based sensors and GPS. Hexacopter refers to a quadcopter having only four rotors. Drone rides are paired with tank-shaped sower actuators and fertilizer spraying as a container and fertilizer sowing method. Using GPS sensor block m8n, which serves as a satellite signal receiver and is converted to a position point in the form of longitude and latitude values, the vehicle can travel to fertilize by following the route of the coordinate point that has been identified in the agricultural land region. The Pixhawk 2.4.8 flight control system, which uses automatic or autonomous controls, can run smoothly, allowing the ride to automatically seed the track. The Lippo 2300mAh 4s battery has a maximum ride load lifting capability of 500 grams of fertilizer and a fertilizing height of three meters.