Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PKM PEMBERDAYAAN PETANI BAWANG MERAH LOKAL PALU MELALUI PENERAPAN MODEL SLPHT DI DESA WOMBO KECAMATAN TANANTOVEA KAB. DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH Arfan Arfan Arfan; Asrawaty Asrawaty
Jurnal Abditani Vol. 1 No. 1 (2018): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v1i0.8

Abstract

Target yang dicapai dari program PKM adalah: Meningkatnya keterampilan anggota kelompok tani di Desa Wombo Kalonggo tentang teknologi pengendalian hama dan penyakit pada budidaya bawang merah lokal Palu sedangkan luaran yang ingin dicapai dari program PKM ini adalah: Meningkatnya produksi bawang merah lembah palu melalui transformasi teknologi pengendalian hama dan penyakit bawang merah lembah palu secara terpadu. Dalam meningkatkan keterlibatan dan menciptakan kemandirian anggota kelompok tani pada pelaksanaan program PKM dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA), secara bersama-sama dengan anggota kelompok tani dapat menyelesaikan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh anggota kelompok.Penguatan kapasitas sumber daya manusia petani secara individu dan kelompok, introduksi dan adopsi teknologi pertanian dengan basis ramah lingkungan dengan pendekatan model demonstrasi percobaan dengan metode sederhana Sekolah Lapangyang mencakup: Introduksi Teknologi Budidaya Tanaman Sehat, Introduksi Teknologi Bioinsektisida Berbahan Aktif Beauveria bassiana dan Trichoderma sp, Introduksi Teknologi Bioinsektisida Berbahan Aktif Trichoderma sp, TeknologiPupuk Organik,Teknologi Pasca Panen.
WISATA PANTAI SEBAGAI SENTRA OLAHAN MINYAK KELAPA TAHAN SIMPAN DAN VIRGIN COCONUT OIL PASCA GEMPA DI DESA SALUBOMBA Asrawaty Asrawaty; Sitti Sabariyah; Marjun Marjun; Muhammad Jufri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.589-594.2020

Abstract

Desa Salubomba memiliki potensi hasil pertanian melimpah, namun belum mampu mengangkat tingkat kesejahteraan yang lebih baik, karena ketidakberdayaan masyarakat mengelola potensi sumberdaya yang dimiliki dan manajemen lemah pasca gempa. Salah satunya belum dapat mengolah minyak kelapa yang tahan simpan dan virgin coconut oil (VCO). Meningkatkan pendapatan masyarakat pasca gempa perlu diberdayakan pengolahan hasil pertanian sehingga menghasikan produk bernilai ekonomi tinggi dipasarkan pada lokasi wisata pantai. Tujuan PPDM yaitu membantu program pemerintah membangun masyarakat, membantu mensukseskan terlaksananya program RPJM desa serta membantu kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Mitra PPDM yaitu kelompok mengolah minyak tahan simpan dan Virgin Coconut Oil serta pengelola wisata sebagai pengrajin lidi kelapa. Kegiatan berbasis teknologi meliputi penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pengolahan hasil pertanian serta pendampingan pasca pelatihan. Proses untuk mengembangkan kelompok mitra yang lebih berdaya guna, dengan pendekatan learning by doing yaitu belajar sambil berusaha. Pendekatan dilakukan pasca pelatihan untuk pengembangan usaha, sehingga tercipta wirausaha baru untuk peningkatan ekonomi masyarakat pasca gempa. Kegiatan non teknis; manajemen kelompok melalui penguatan kelembagaan kelompok mitra, strategi pemasaran dan pembukuan kelompok mitra. Keseimbangan antara kegiatan teknis pengolahan hasil pertanian dan manajemen kelompok, berkembang menuju kelompok mandiri, memasarkan produk olahan lokal menunjang kepariwisataan di desa Salubomba. Kata kunci: Kelapa, Minyak kelapa, VCO, Wisata pantai ABSTRACT Salubomba village has the potential for abundant agricultural products, but has not been able to raise a better level of welfare, due to the powerlessness of the community to manage its potential resources and weak post-earthquake management. One of them has not been able to process storage-resistant coconut oil and virgin coconut oil (VCO). Increasing the income of the community after the earthquake, it is necessary to empower agricultural product processing so as to produce high economic value products marketed at coastal tourism locations. The objectives of PPDM are to assist government programs to build communities, to help the implementation of the village RPJM program and to help the independence and welfare of the community. PPDM partners, namely a group processing storage resistant oil and virgin coconut oil as well as tourism managers as coconut stick craftsmen. Technology-based activities include counseling, education and training on agricultural product processing as well as post-training assistance. The process of developing a more efficient partner group with a learning by doing approach, namely learning by doing. The approach is carried out after training for business development, so as to create new entrepreneurs to improve the community's economy after the earthquake. Non technical activities; group management through institutional strengthening of partner groups, marketing strategies and bookkeeping of partner groups. The balance between technical activities of agricultural product processing and group management, developing towards an independent group, marketing local processed products to support tourism in the village of Salubomba. Keywords: Coconut, Coconut oil, Virgin coconut oil, Beach tourism
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus Kelurahan Lere Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Asrawaty, Asrawaty; If?all, If?all
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 2 No 1 (2018): JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Dosen Indonesia JATIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.212 KB) | DOI: 10.36339/je.v2i1.111

Abstract

Today's urban society is inclined to buy practical, ready-to-cook food and ready to eat. Ready of cook means thatit takes less time to prepare food. One form of food that is ready to cook is a nugget. Fish nuggets are very easy to processand the raw material of tuna is easily obtained in Lere urban village. aims to empower communities around the campuswith a commercial business orientation and accelerated the development, coaching, creati on of network marketing results,continuously. Using Community Education methods with Participatory Rural Appraisal (PRA/ RRA), training methods,demonstration experiments, and coaching and evaluation of small business partner groups. The demonstrationdemonstration demonstration demplot was conducted with the introduction of technology covering fish nugget processingtechnology. The result of this training activity is the Improvement of ability in running the partner business through thetraining activity that is held. Increasing the capability and income of community partners activities with the existence offish processing technology into nugget is one of food diversification and food preservation
PERBANDINGAN BERBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN JENIS IKAN TERHADAP MUTU FISH NUGGET Asrawaty Asrawaty; If'all If'all
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.502 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i1.305

Abstract

KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK VIRGIN COCONUT OIL PADA BERBAGAI PENAMBAHAN RAGI TEMPE Asrawaty; Sitti Fathurahmi; Spetriani; Ridwan
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i2.38

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dan mempelajari tentang karakteristik kimia dan organoleptik terhadap penambahan ragi tempe pada pembuatan VCO. Rancangan digunakan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu penambahan ragi tempe dan lama waktu fermentasi yang terdiri dari 6 level (Kanil+ragi tempe), yaitu: P1=500 mL + 8 g (12 jam), P2= 500 mL + 10 g (12 jam), P3= 500 mL + 12 g (12 jam), P4= 500 mL + ragi tempe 8 (24 jam), P5= 500 mL + 10g (24 jam), dan P6= 500 mL + 12g (24 jam). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, maka dilakukan uji keragaman. Bila hasil uji keragaman menunjukan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai kadar ragi tempe dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, uji organoleptik aroma dan warna VCO. Kadar air VCO terendah diperoleh pada perlakuan ragi tempe 12g lama fermentasi 12jam, yakni rata-rata 0,12g. Hasil uji kesukaan terhadap aroma dan warna VCO tertinggi terdapat pada pelakuan ragi tempe 8g lama fermentasi 24jam, yakni rata-rata 3,64 (agak suka) dan 4,00 (suka).
KARAKTERISTIK FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP BUAH MANGGA PADA PENAMBAHAN GULA YANG BERBEDA Asrawaty Asrawaty; Hasmari Noer
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.551

Abstract

Buah mangga matang dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dari pada buah mangga segar. Sebagai produk olahan, rasa khas dapat dinikmati setiap waktu karena sudah menjadi produk yang awet. Salah satu produk olahan buah mangga adalah sirup mangga. Setiap 100 gram mangga mengandung energi 44,00 kal, protein 0,7 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 11,2 gram dan vitamin C 41 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik kimia dan organoleptik sirup buah  mangga pada penambahan gula yang berbeda.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada parameter vitamin C, viskositas, pH, kadar total gula, dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk parameter uji organoleptik, empat perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu penambahan gula P1=400 g, P2=450 g, P3=500 g, dan P4=550 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, yang dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula yang berbeda terhadap sirup buah mangga pada uji organoleptik; warna, aroma, dan rasa disukai oleh panelis. vitamin C (0,0104), viskositas (808), pH (3), dan kadar total gula (45,71).
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI PASCA GEMPA DIMASA PANDEMIK COVID-19 DI DESA SALUBOMBA Asrawaty; Sitti Sabariyah; Marjun; Muhammad Jufri
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.143

Abstract

Kelapa (Coconut) adalah salah satu potensi unggulan Desa Salubomba yang merupakan tanaman industri karena semua bagian dapat diolah menjadi produk yang ekonomi. Potensi tersebut sehingga tumbuh kelompok usaha pembuatan minyak kelapa, VCO dan kopra. Usaha ini sempat berhenti saat gempa tahun sejak akhir 2018, namun mulai digalakkan kembali sejak akhir 2020 dimasa covid-19. Pembuatan minyak kelapa, VCO dan pengolahan kopra menghasilkan limbah sabut kelapa yang cukup banyak selama 3 (tiga) bulan mencapai kurang lebih 1-3 ton. Hal ini merupakan masalah yang dihadapi kelompok mitra karena belum adnya penanganan limbah sabut kelapa, sebab telah memberikan dampak dapat merusak sanitasi lingkungan. Salah satu tujuan dari kegiatan PPDM yaitu mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pendekatan yang digunakan diantaranya Participatory Technology Development (PTD), Pada pelaksanaan kegiatan metode yang dikembangkan meliputi penyuluhan (sosialisasi) dan pelatihan yang meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis berorientasi ke proses pembuatan produk, sedangkan pelatihan non teknis melalui pemasaran produk, manajemen kewirausahaan, dan penguatan kelembagaan. Sabut kelapa diolah atau dicacah dengan menggunakan teknologi tepat guna yang menghasilkan tiga produk terdiri dari: serat sabut kelapa yang panjang dibuat untuk sapu sabut kelapa, serat pendek dibuat untuk pot bunga, serta serbuk sabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik padat. Melalui pendampingan PPDM ini limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pasca gempa di masa pandemik covid-19 di desa Salubomba.
PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA NELAYAN DESA KALIBURU KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Ahsan Mardjudo; Asrawaty Asrawaty
Jurnal Abditani Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.038 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v2i0.34

Abstract

Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kelompok wanita nelayan melalui transformasi teknologi pengolahan dan pengemasan ikan tuna menjadi berbagai macam jenis olahan yang bernilai ekonomis, menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan pengelolaan usaha home industry dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui penjualan dari hasil pengolahan ikan tuna berupa abon ikan, nugget ikan dan pancake fish. Dalam kegiatan PKM metode yang dikembangkan adalah kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta demo pembuatan aneka produk yang berasal bahan baku perikanan. Selain itu menggunakan pendekatan learning by doing melalui kelompok home industri yaitu belajar sambil bekerja/berusaha. Melalui PKM ini akan mengembangkan usaha home industi yang berbasis potensi lokal yang di fokuskan pada pengolahan hasil perikanan. Dengan sentuhan PKM kelompok mitra akan mampu mengembangkan potensi sumberdaya ikan dapat meningkatkan produk yang bernilai ekonomis. Pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan penguasaan teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TTG), masyarakat mampu mengakses potensi yang ada di lingkungan mereka, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga menuju masyarakat sejahtera dan mandiri. Adapun realiasi kegiatan adalah terlaksananya pelatihan pengolahan abon ikan, nugget ikan dan pancake fish.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PETANI KAKAO TERDAMPAK BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI DESA SALOYA KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH Arfan Arfan; Asrawaty Asrawaty; Hasmari Noer
Jurnal Abditani Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.263 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v2i0.39

Abstract

Target kegiatan KKN-PPM untuk sasaran masyarakat adalah Masyarakat aktif dalam kegiatan program KKN-PPM yang berbasis pemberdayaan masyarakat; peningkatan keterampilan 80% dalam menangani serangan Organisme Pengganggu Tanaman kakao; Masyarakat mampu menerapkan Teknologi pengendalian secara terpadu dalam menangani serangan Organisme Pengganggu Tanaman tanaman kakao; Masyarakat menguasai keterampilan dan teknologi dalam pengolahan potensi local masing-masing desa sebagai produk olahan yang bernilai ekonomi sedangkan untuk sasaran Mahasiswa adalah: Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat; Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bekerjasama pada suatu kelompok;Menumbuhkan empati mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya .Jenis luaran yang dihasilkan adalah: masyarakat mampu keluar dari tekanan trauma yang diakibatkan musibah bencana alam gempa bumi melalui peningkatan aktivitas keseharian dam mampu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman secara terpadu melalui penguasaan teknologi pengendalian.Metode yang diterapkan dalam mencapai target dan penyelesaian masalah dari program KKN-PPM ini, adalah metode pendidikan masyarakat dengan pendekatan Learning by doing dengan metode pelatihan (training), demonstrasi demplot percobaan.
KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BURGER IKAN TUNA YANG DISUBTITUSI DENGAN TEPUNG BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) Evi Huzaibah; Asrawaty Asrawaty; Minarny Gobel
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v3i1.6

Abstract

The purpose of this research is to know the effect of addition of noni flour as substitution of tapioca flour to protein content, moisture content, and ash content and organoleptic nature of tuna burger. This study used Completely Randomized Design (RAL) and Randomized Block Design (RAK). The experimental treatment were: B1 (0% noni flour + 15% tapioca flour), B2 (2.5% noni flour + 12.5% tapioca flour), B3 (5% noni flour + 10% tapioca flour), B4 7.5% noni flour + 7.5% tapioca flour). To know the effect of treatment, then the analysis of variance and if the treatment has real effect continued with BNT advanced test. Based on the result of the research, it can be concluded that the addition of noni flour as substitution of tapioca flour to 7.5% can increase the protein tuna burger protein by 14.87%, moisture content 71.07% and ash content 2.07%, and aroma, taste, color, and texture are relatively the same on all treatments