Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Ilustrasi Penari Legong Pada Media Komunikasi Visual Gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa Putraka, Agus Ngurah Arya; Wasista, I Putu Udiyana
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 5 (2017): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.463 KB) | DOI: 10.31091/sw.v5i0.186

Abstract

Pemilihan ilustrasi pada suatu media komunikasi visual sangat mempengaruhi kesan dan pesan dari media tersebut. Beberapa desainer berusaha untuk menggunakan berbagai ilustrasi agar sesuai dengan konsep yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu media komunikasi visual. Begitu juga dengan pemilihan ilustrasi penari Legong pada media komunikasi visual gerakan Bali tolak reklamasi teluk Benoa, tentunya desainer ingin berusaha menyampaikan suatu kesan dan pesan tertentu dengan menggunakan ilustrasi penari Legong tersebut. Penulis mengangkat kasus ini dengan harapan agar kedepan hasil penelitian ini dapat menjadi suatu temuan ilmiah dan berguna untuk penelitian berikutnya, serta sebagai refrensi dalam mengkaji makna yang terkandung pada ilustrasi penari Legong dari media komunikasi visual gerakan Bali tolak reklamasi teluk Benoa ini baik dari segi makna denotatif dan makna konotatif.  Adapun metode yang akan digunakan dalam proses penelitian ini ialah dengan metode pengumpulan data kualitatif, dengan pengumpulan data primer dan skunder, kemudian menganalisa kedua sumber data tersebut sehingga akan didapat suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan.  Sehingga pada akhirnya kesimpulan dari penelitian dapat digunakan sebagai refrensi ilmiah dan sebagai bahan ajar untuk kegiatan perkuliahan pada Jurusan/Program Studi Desain Komunikasi Visual.The selection of illustrations in a visual communication media would greatly affect the impression and massage from the media, some designers try to use various illustrations to fit the concept used as a reference in designing a visual communication medium, as well as the selection of illustrations of Legong dancers on the visual communication media Bali movement rejects reclaimed bay of Benoa, of course designers want to try to convey a certain impression and massage by using the illustration of the Legong dancer.  The outhors raised the case wuth the hope that the future of this study can be a scientific and useful find for subsequent research, and as a refrence in reviewing the meaning contained in the illustration legong dancer from the  visual communication media Bali movement reject the reclamation of this bay of Benoa both in term of denotative meaning and connotative meaning. As for method that will be used in this research process is with qualitative data collection method, with primary and secondary data collection, then analyze the two data sources so that will get a reliable conclusion. So in the end the conclusions of the research can be used as a scientific refrence and as teaching materials for lectures in the major/programs of visual communication design.
Jenis Dan Bentuk Pepalihan Peciren Bebadungan Pada Pemesuan : Studi Kasus Desa Kesiman Udiyana Wasista, I Putu; Dwi Noorwatha, I Kadek
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 6 No 2 (2018): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.882 KB) | DOI: 10.31091/sw.v6i2.552

Abstract

Pepalihan peciren bebadungan merupakan pakem pepalihan yang berkembang di wilayah Denpasar. Pakem pepalihan ini tersisa di wilayah Desa Kesiman, disebabkan daerah Kesiman tidak tersentuh vandalisme arsitektur pada masa penjajahan Belanda. Pepalihan digunakan pada arsitektur tradisional Bali sebagai ornamentasi dengan tujuan estetis. Salah satu jenis arsitektur tradisional bali yang menggunakan pepalihan adalah pemesuan. Penelitian ini memfokuskan pada pemesuan, disebabkan pemesuan merupakan identitas dari sebuah wilayah. melalui pepalihan pada pemesuan di wilayah Desa Kesiman, dapat diketahui bentuk dan jenis pepalihan peciren bebadungan yang lumrah digunakan sebagai gambaran identitas wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif melalui hasil wawancara dengan undagi. Pepalihan peciren bebadungan menggunakan permainan garis geometris dengan sistem konstruksi gandeng yang cukup rumit. Melalui permainan tersebut tercipta estetika khas bebadungan yang terkesan kokoh dan modern. Jenis pepalihan yang lumrah digunakan pada pemesuan di wilayah Desa Kesiman adalah palih sebitan, palih tiasan, palih ganggong, palih gumulung, palih gegilik, palih baong capung, palih kekarangan, palih sasak, dan palih lelempong.Pepalihan peciren bebadungan is a standard transfer system that is developing in the Denpasar area. This transfer system is left in the Kesiman Village area, because the Kesiman area was not touched by architectural vandalism during the Dutch colonial period. Transfers are used in traditional Balinese architecture as ornamentation with aesthetic purposes. One type of traditional Balinese architecture that uses transfer is pemesuan. This research focuses on traditional Balinese entrance, because the traditional Balinese entrance is the identity of a region. Through the transition to the establishment in the Kesiman Village, it can be seen that the shape and type of the traditional Peciren switch that is commonly used as an illustration of regional identity. This study uses a qualitative approach with descriptive comparative methods through the results of interviews with undagi. The transfer system of peciren bebadungan uses a geometric line game with an articulate construction system that is quite complicated. Through the game created a distinctive aesthetic that is solid and modern. The types of shifting that are commonly used in the processing in Kesiman Village are palih sebitan, palih tiasan, palih ganggong, palih gumulung, palih gegilik, palih baong capung, palih kekarangan, palih sasak, and palih lelempong. 
Studi Penataan Ruang Sociopetal Dan Sociofugal Pada Ruang Publik Di Kota Denpasar Yupardhi, Toddy Hendrawan; Udiyana Wasista, I Putu
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 7 No 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.13 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.673

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis mengenai bentukan pola penataan ruang yang dikaji dari lima lokasi ruang publik terbuka, khususnya di wilayah Kota Denpasar. Berdasarkan identifikasi pola tersebut, dapat diketahui kecenderungan pola penataan ruang publik yang menjadi objek studi lebih mengarah pada penataan ruang dan fasilitas yang mendorong individu untuk saling berinteraksi (sociopetal), atau lebih mengarah pada minimalisasi interaksi (sociofugal). Penelitian kualitatif ini disajikan secara deskriptif, yang dimulai dengan merumuskan pemahaman mengenai pola penataan ruang sociopetal dan sociofugal sebagai rujukan dalam mengidentifikasi dan mengintepretasi bentuk pola penataan ruang pada lokasi kasus yang sudah ditentukan. Langkah selanjutnya, dilakukan pendataan lapangan dengan mengumpulkan bentuk pola penataan ruang dan fasilitas publik pada lima lokasi objek studi. Tahap identifikasi data dan analisis interpretatif dilakukan kemudian dengan pendekatan keilmuan proxemics. Melalui hasil analisis, dapat dilihat kecenderungan pola penataan ruang publik pada objek kasus secara kuantitas masih dominan menggunakan pola sociofugal.
Persepsi Warna Terhadap Sisi Afeksi Konsumen Pada Produk Pada Ruang Retail Wasista, I Putu Udiyana
Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24 No 1 (2020): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada peran warna pada ruang retail dalam mempengaruhi persepsi dan psikologi konsumen. Metode sytematic review digunakan untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian yang disajikan secara sistematis deskriptif melalui analisis terhadap beberapa jurnal dari penelitian terdahulu. Warna berperan dalam membentuk persepsi pada konsumen terkait nilai produk dan ruang, serta mempengaruhi keputusan berbelanja sekaligus perilaku dalam menghabiskan waktu pada ruang retail. Apabila dipadukan dengan pencahayaan, warna mampu lebih dalam mempengaruhi afeksi konsumen terhadap produk yang meningkatkan keinginan membeli produk.
Ilustrasi Penari Legong Pada Media Komunikasi Visual Gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa Agus Ngurah Arya Putraka; I Putu Udiyana Wasista
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 (2017): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.662 KB) | DOI: 10.31091/sw.v5i0.186

Abstract

Pemilihan ilustrasi pada suatu media komunikasi visual sangat mempengaruhi kesan dan pesan dari media tersebut. Beberapa desainer berusaha untuk menggunakan berbagai ilustrasi agar sesuai dengan konsep yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu media komunikasi visual. Begitu juga dengan pemilihan ilustrasi penari Legong pada media komunikasi visual gerakan Bali tolak reklamasi teluk Benoa, tentunya desainer ingin berusaha menyampaikan suatu kesan dan pesan tertentu dengan menggunakan ilustrasi penari Legong tersebut. Penulis mengangkat kasus ini dengan harapan agar kedepan hasil penelitian ini dapat menjadi suatu temuan ilmiah dan berguna untuk penelitian berikutnya, serta sebagai refrensi dalam mengkaji makna yang terkandung pada ilustrasi penari Legong dari media komunikasi visual gerakan Bali tolak reklamasi teluk Benoa ini baik dari segi makna denotatif dan makna konotatif.  Adapun metode yang akan digunakan dalam proses penelitian ini ialah dengan metode pengumpulan data kualitatif, dengan pengumpulan data primer dan skunder, kemudian menganalisa kedua sumber data tersebut sehingga akan didapat suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan.  Sehingga pada akhirnya kesimpulan dari penelitian dapat digunakan sebagai refrensi ilmiah dan sebagai bahan ajar untuk kegiatan perkuliahan pada Jurusan/Program Studi Desain Komunikasi Visual.The selection of illustrations in a visual communication media would greatly affect the impression and massage from the media, some designers try to use various illustrations to fit the concept used as a reference in designing a visual communication medium, as well as the selection of illustrations of Legong dancers on the visual communication media Bali movement rejects reclaimed bay of Benoa, of course designers want to try to convey a certain impression and massage by using the illustration of the Legong dancer.  The outhors raised the case wuth the hope that the future of this study can be a scientific and useful find for subsequent research, and as a refrence in reviewing the meaning contained in the illustration legong dancer from the  visual communication media Bali movement reject the reclamation of this bay of Benoa both in term of denotative meaning and connotative meaning. As for method that will be used in this research process is with qualitative data collection method, with primary and secondary data collection, then analyze the two data sources so that will get a reliable conclusion. So in the end the conclusions of the research can be used as a scientific refrence and as teaching materials for lectures in the major/programs of visual communication design.
Jenis Dan Bentuk Pepalihan Peciren Bebadungan Pada Pemesuan : Studi Kasus Desa Kesiman I Putu Udiyana Wasista; I Kadek Dwi Noorwatha
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2018): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.882 KB) | DOI: 10.31091/sw.v6i2.552

Abstract

Pepalihan peciren bebadungan merupakan pakem pepalihan yang berkembang di wilayah Denpasar. Pakem pepalihan ini tersisa di wilayah Desa Kesiman, disebabkan daerah Kesiman tidak tersentuh vandalisme arsitektur pada masa penjajahan Belanda. Pepalihan digunakan pada arsitektur tradisional Bali sebagai ornamentasi dengan tujuan estetis. Salah satu jenis arsitektur tradisional bali yang menggunakan pepalihan adalah pemesuan. Penelitian ini memfokuskan pada pemesuan, disebabkan pemesuan merupakan identitas dari sebuah wilayah. melalui pepalihan pada pemesuan di wilayah Desa Kesiman, dapat diketahui bentuk dan jenis pepalihan peciren bebadungan yang lumrah digunakan sebagai gambaran identitas wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif melalui hasil wawancara dengan undagi. Pepalihan peciren bebadungan menggunakan permainan garis geometris dengan sistem konstruksi gandeng yang cukup rumit. Melalui permainan tersebut tercipta estetika khas bebadungan yang terkesan kokoh dan modern. Jenis pepalihan yang lumrah digunakan pada pemesuan di wilayah Desa Kesiman adalah palih sebitan, palih tiasan, palih ganggong, palih gumulung, palih gegilik, palih baong capung, palih kekarangan, palih sasak, dan palih lelempong.Pepalihan peciren bebadungan is a standard transfer system that is developing in the Denpasar area. This transfer system is left in the Kesiman Village area, because the Kesiman area was not touched by architectural vandalism during the Dutch colonial period. Transfers are used in traditional Balinese architecture as ornamentation with aesthetic purposes. One type of traditional Balinese architecture that uses transfer is pemesuan. This research focuses on traditional Balinese entrance, because the traditional Balinese entrance is the identity of a region. Through the transition to the establishment in the Kesiman Village, it can be seen that the shape and type of the traditional Peciren switch that is commonly used as an illustration of regional identity. This study uses a qualitative approach with descriptive comparative methods through the results of interviews with undagi. The transfer system of peciren bebadungan uses a geometric line game with an articulate construction system that is quite complicated. Through the game created a distinctive aesthetic that is solid and modern. The types of shifting that are commonly used in the processing in Kesiman Village are palih sebitan, palih tiasan, palih ganggong, palih gumulung, palih gegilik, palih baong capung, palih kekarangan, palih sasak, and palih lelempong. 
Studi Penataan Ruang Sociopetal Dan Sociofugal Pada Ruang Publik Di Kota Denpasar Toddy Hendrawan Yupardhi; I Putu Udiyana Wasista
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.13 KB) | DOI: 10.31091/sw.v7i1.673

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis mengenai bentukan pola penataan ruang yang dikaji dari lima lokasi ruang publik terbuka, khususnya di wilayah Kota Denpasar. Berdasarkan identifikasi pola tersebut, dapat diketahui kecenderungan pola penataan ruang publik yang menjadi objek studi lebih mengarah pada penataan ruang dan fasilitas yang mendorong individu untuk saling berinteraksi (sociopetal), atau lebih mengarah pada minimalisasi interaksi (sociofugal). Penelitian kualitatif ini disajikan secara deskriptif, yang dimulai dengan merumuskan pemahaman mengenai pola penataan ruang sociopetal dan sociofugal sebagai rujukan dalam mengidentifikasi dan mengintepretasi bentuk pola penataan ruang pada lokasi kasus yang sudah ditentukan. Langkah selanjutnya, dilakukan pendataan lapangan dengan mengumpulkan bentuk pola penataan ruang dan fasilitas publik pada lima lokasi objek studi. Tahap identifikasi data dan analisis interpretatif dilakukan kemudian dengan pendekatan keilmuan proxemics. Melalui hasil analisis, dapat dilihat kecenderungan pola penataan ruang publik pada objek kasus secara kuantitas masih dominan menggunakan pola sociofugal.
Program Edukasi Masyarakat Pasca Pandemi COVID-19 di Banjar Taman kaja, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar dan di Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli I Putu Udiyana Wasista; Gusti Agung Istri Tamara Kepakisan; Sang Ayu Made Diah Sri Anjani
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2020): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.262 KB) | DOI: 10.31091/sw.v8i2.1179

Abstract

KKN yang dilaksanakan ISI Denpasar bertema tentang kegiatan pasca pandemi COVID-19. Adanya tema tersebut memberikan sebuah pemikiran untuk mengedukasi warga yang terdampak COVID-19, seperti yang dilakukan dalam program KKN oleh mahasiswa di lingkungannya masing-masing. Program edukasi yang dijalankan ada yang mengarah pada edukasi ekonomi kreatif, serta pengembangan perekonomian desa pasca pandemi. Selain itu, terdapat program edukasi lainnya seperti edukasi melalui sosialisasi kepada warga tentang pentingnya protokol kesehatan serta edukasi tari secara daring untuk tetap melestarikan budaya Bali di era pandemi. Hasilnya berupa video edukasi yang diunggah di YouTube, yang nantinya mampu memberikan edukasi yang lebih luas di kalangan pengguna YouTube. Respon yang diberikan warga pun cukup antusias, mengingat cukup banyak warga desa yang bersedia ikut dalam program edukasi tersebut.
DESAIN INTERIOR MOBIL KONSELING BAGI ANAK PRA REMAJA PADA PANTI ASUHAN DI DENPASAR BALI Anisa Nabilahusna Prabowo; I Wayan Balika Ika; I Putu Udiyana Wasista
Jurnal Vastukara Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.937 KB)

Abstract

Setiap manusia akan mengalami fase pra remaja di dalam hidupnya, di mana pada fase ini anak akan memiliki perilaku yang cenderung negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa pada masa ini adalah masa negatif. Tidak terkecuali pada anak yang saat ini sedang berada di bawah pengasuhan panti asuhan. Untuk itu, sudah dirasa diperlukan desain mobil konseling yang dapat membantu ibu asuh dalam mengawasi kesehatan psikologis anak asuhnya agar dapat terhindar dari kehidupan yang negatif. Perencanaan mobil konseling dengan kemampuan mobilitasnya yang tinggi dimaksudkan untuk dapat membantu kinerja Dinas Sosial Kota Denpasar secara proaktif mengatasi masalah kesejahteraan sosial anak dengan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan membangun ‘rumah’ konseling yang permanen. Konsep yang diimplementasikan pada desain interior mobil konseling adalah Tri Kaya Parisudha, yang merupakan ajaran agama Hindu mendefinisikan kesatuan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan, sejalan dengan tujuan dari mobil konseling itu sendiri. Penerapan secara visualnya tercermin pada penggunaan garis lengkung, implementasi warna monokromatik dari biru, serta penataan fasilitas di setiap ruangnya.
DESAIN INTERIOR PUSAT HIDROTERAPI BAGI PENDERITA INSOMNIA Ni Putu Sani Indrayanti; Made Ida Mulyati; I Putu Udiyana Wasista
Jurnal Vastukara Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat perkembangan jaman sekarang ini mobilitas kehidupan sangat tinggi dan tuntunan hidup semakin tahun semakin tinggi. Melihat kondisi tersebut maka manusia jaman sekarang sering mengalami beberapa penyakit salah satunya penyakit insomnia yang disebabkan oleh tingkat stress yang cukup tinggi. Salah satu pengobatan yang dapat meredakan hingga menyembuhkan penyakit insomnia yaitu hidroterapi yang merupakan pengobatan menggunakan media air. Seiring dengan berjalanya waktu situasi di daerah perkotaan yang krodit dan situasi pandemi COVID-19 mengakibatkan tingkat stress dan penyakit insomnia menigkat dan pandemi juga berdampak kepada menurunnya perekonomian pariwisata khususnya di daerah Bali. Dengan adanya program pemerintah dalam mewujudkan Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan (Medical Tourism). Dalam karya tulis ini, membahas tentang solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahn dan gagasan ide dalam upaya menciptakan desain interior pusat hidroterapi bagi penderita insomnia sebagai pusat penyembuhan dan juga wisata kesehatan yang ada di Bali dengan memilih lokasi ubud sebagai salah satu daerah pariwisata yang cukup terkenal. Berdasarkan hal tersebut, penulis hendak menciptakan desain interior dengan tradisi melukat yang sering dilakukan oleh umat hindu di Bali. Dengan mengaplikasikan ide dari tradisi melukat pada proses desain diharapkan dapat memperkenalkan budaya tradisi Bali kepada wisatawan.