Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sensitivity Analysis of Mathematical Model of Coronavirus Disease (COVID-19) Transmission Resmawan, Resmawan; Yahya, Lailany
CAUCHY Vol 6, No 2 (2020): CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi
Publisher : Mathematics Department, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.218 KB) | DOI: 10.18860/ca.v6i2.9165

Abstract

The study was aimed to introduce a new model construction regarding the transmission of Coronavirus Disease (henceforth, COVID-19) in human population. The mathematical model was constructed by taking into consideration several epidemiology parameters that are closely identical with the real condition. The study further conducted an analysis on the model by identifying the endemicity parameters of COVID-19, i.e., the presence of disease-free equilibrium (DFE) point and basic reproduction number. The next step was to carry out sensitivity analysis to find out which parameter is the most dominant to affect the disease’s endemicity. The results revealed that the parameters 𝜂, 𝜁𝑠𝑒, 𝛼,, and 𝜎 in sequence showed the most dominant sensitivity index towards the basic reproduction number. Moreover, the results indicated positive index in parameters 𝜂 and 𝜁𝑠𝑒 that represented transmission chances during contact as well as contact rate between vulnerable individuals and exposed individual. This suggests that anincrease in the previous parameter value could potentially enlarge the endemicity of COVID-19. On the other hand, parameters 𝛼 and 𝜎, representing movement rate of exposedindividuals to the quarantine class and proportion of quarantined exposed individuals, showed negative index. The numbers indicate that an increase in the parameter value could decrease the disease’s endemicity. All in all, the study concludes that treatments for COVID-19 should focus onrestriction of interaction between individuals and optimization of quarantine.
Efektifitas Vaksinasi dan Pengasapan pada Model Epidemik Transmisi Penyakit Malaria Resmawan, Resmawan
Jambura Journal of Mathematics Vol 1, No 1: Januari 2019
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjom.v1i1.2004

Abstract

Dalam artikel ini dibahas model epidemik transmisi penyakit malaria dengan mempertimbangkan faktor pencegahan berupa vaksinasi pada manusia dan pengasapan pada nyamuk. Dalam model ini, populasi manusia dibagi menjadi empat kelas, yaitu rentan, terpapar, terinfeksi, dan pulih. Adapun populasi nyamuk dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rentan, terpapar dan terinfeksi. Selanjutnya dilakukan identifikasi bilangan reproduksi dasar ( ) yang merupakan nilai harapan banyaknya infeksi tiap satuan waktu. Pada bagian akhir dalam artikel ini diberikan simulasi numerik untuk menunjukkan efektifitas vaksinasi pada manusia dan pengasapan pada nyamuk untuk menekan laju penularan penyakit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan efektifitas vaksinasi maupun pengasapan mampu menurunkan angka bilangan reproduksi dasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kuantitas vaksinasi dan pengasapan dapat menekan jumlah individu terinfeksi sehingga dalam jangka waktu tertentu penyakit akan menghilang dari populasi.
Konstruksi Bilangan Reproduksi Dasar pada Model Epidemik SEIRS-SEI Penyebaran Malaria dengan Vaksinasi dan Pengobatan Resmawan, Resmawan; Nurwan, Nurwan
Jurnal Matematika Integratif Volume 13 No 2 (Oktober 2017)
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.069 KB) | DOI: 10.24198/jmi.v13.n2.12332.105-114

Abstract

Dalam artikel ini dibahas model matematika penyebaran malaria tipe SEIRS – SEI.  Modifikasi model dilakukan dengan pemberian perlakuan pada manusia, berupa treatment vaksinasi dan pengobatan. Dalam  model ini, populasi manusia dibagi menjadi empat kelas, yaitu rentan, terpapar, terinfeksi, dan pulih. Adapun populasi nyamuk dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rentan, terpapar dan terinfeksi. Selanjutnya dilakukan konstruksi bilangan reproduksi dasar () yang merupakan nilai harapan banyaknya infeksi tiap satuan waktu.  dalam artikel ini ditentukan dengan menggunakan pendekatan matriks generasi mendatang. Pada bagian akhir dalam artikel ini diberikan simulasi numerik untuk menunjukkan efektifitas vaksinasi dan pengobatan pada manusia untuk menekan laju penularan penyakit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan efektifitas vaksinasi maupun pengobatan pada manusia mampu menurunkan bilangan reproduksi dasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah  individu  yang terinfeksi semakin berkurang dan dalam jangka waktu tertentu penyakit akan menghilang dari populasi.
Analisis Dinamik Model Transmisi COVID-19 dengan Melibatkan Intervensi Karantina Resmawan, Resmawan; Nuha, Agusyarif Rezka; Yahya, Lailany
Jambura Journal of Mathematics Vol 3, No 1: January 2021
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjom.v3i1.8699

Abstract

ABSTRAKMakalah ini membahas dinamika transmisi COVID-19 dengan melibatkan intervensi karantina. Model dikonstruksi dengan melibatkan tiga kelas penyebab infeksi, yaitu kelas manusia terpapar, kelas manusia terinfeksi tanpa gejala klinis, dan kelas manusia terinfeksi disertai gejala klinis. Variabel yang merepresentasikan intervensi karantina untuk menekan pertumbuhan infeksi juga dipertimbangkan pada model. Selanjutnya, analisis model difokuskan pada eksistensi titik kesetimbangan dan simulasi numerik untuk menunjukkan dinamika populasi secara visual. Model yang dikonstruksi membentuk model SEAQIR yang memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik. Analisis kestabilan menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit bersifat stabil asimtotik lokal pada saat R01 dan tidak stabil pada saat R01. Simulasi numerik menunjukkan bahwa peningkatan intervensi berupa karantina dapat berkontribusi memperlambat transmisi COVID-19 sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah pada populasi.ABSTRACTThis paper discusses the dynamics of COVID-19 transmission by involving quarantine interventions. The model was constructed by involving three classes of infectious causes, namely the exposed human class, asymptotically infected human class, and symptomatic infected human class. Variables were representing quarantine interventions to suppress infection growth were also considered in the model. Furthermore, model analysis is focused on the existence of equilibrium points and numerical simulations to visually showed population dynamics. The constructed model forms the SEAQIR model which has two equilibrium points, namely a disease-free equilibrium point and an endemic equilibrium point. The stability analysis showed that the disease-free equilibrium point was locally asymptotically stable at R01 and unstable at R01. Numerical simulations showed that increasing interventions in the form of quarantine could contribute to slowing the transmission of COVID-19 so that it is hoped that it can prevent outbreaks in the population.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI SEGIEMPAT Damopolii, Vemsi; Bito, Nursiya; Resmawan, Resmawan
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 1, No 2 (2019): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v1i2.14069

Abstract

The descriptive study aims to elaborate on the effectiveness of multimedia-based mathematics learning process in a lesson on the rectangular shape in 7th-grade students in SMP Negeri 11 Gorontalo. There are four indicators investigated in this study, i.e., 1) Teacher’s competence in learning management, 2) Students’ activity during the learning process, 3) Students’ learning outcome, and 4) Students’ response. The result shows that the implementation of rectangular multimedia in the mathematics learning process is categorized effectively. The teachers’ competence in learning management results in effective criteria, included in quite good category. Moreover, the students’ activity is categorized in effective criteria, as the overall percentage meets the minimum effectiveness criteria set. Further, the students’ learning outcome passes the classical competence, as 85 percent achieve score of 70 or more. The students’ response on the learning process also meets the effectiveness criteria; 84 percent of students respond positively or very positively towards the learning multimedia.
Pemodelan Data Time Series dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik B-Spline Rahasia, Zulaiha; Resmawan, Resmawan; Isa, Dewi Rahmawaty
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.4903

Abstract

Spline is one of the nonparametric approach, to adjust data so the final model has good flexibility. The purpose of this research is to model the time series data in the form of currency exchange rates by using the nonparametric B-spline approach. In B-spline modelling, determination of the order for the model, and the number and the placement of the knot are the criteria that must be considered. The best B-spline model obtained based on the selection of the optimal knot points with minimum Generalized Cross Validation (GCV) criteria. The modelling in this research use data on the exchange rate of the rupiah toward the US dollar in the period January 2014 - December 2018. The best B-spline model obtained by the 2 point knot approach, at points 11935.10 and 12438.29, with GCV valueequals to 55683.09.Keywords: Nonparametric Regression; B-Spline; Generalized Cross Validation
Pemodelan Data Time Series dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik B-Spline Rahasia, Zulaiha; Resmawan, Resmawan; Isa, Dewi Rahmawaty
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.4903

Abstract

Spline is one of the nonparametric approach, to adjust data so the final model has good flexibility. The purpose of this research is to model the time series data in the form of currency exchange rates by using the nonparametric B-spline approach. In B-spline modelling, determination of the order for the model, and the number and the placement of the knot are the criteria that must be considered. The best B-spline model obtained based on the selection of the optimal knot points with minimum Generalized Cross Validation (GCV) criteria. The modelling in this research use data on the exchange rate of the rupiah toward the US dollar in the period January 2014 - December 2018. The best B-spline model obtained by the 2 point knot approach, at points 11935.10 and 12438.29, with GCV valueequals to 55683.09.Keywords: Nonparametric Regression; B-Spline; Generalized Cross Validation
PEMANFAATAN SMARTPHONE DAN LAPTOP PRIBADI MENUJU SMART TEACHER DAN SMART SOCIETY DI DESA MONGGUPO KECAMATAN ATINGGOLA KABUPATEN GORONTALO UTARA Nurwan, Nurwan; Achmad, Novianita; Resmawan, Resmawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.342 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1876

Abstract

The widespread use of smartphones is still not comparable to the features contained therein. In fact, many useful things can be explored by utilizing the features available in smartphone devices, both for educational, community or entrepreneurial activities. Moreover, each smartphone is equipped with internet connection capability that can help users socialize and build a wider network. Having an internet connection on a smartphone and a personal laptop allows us to manage various activities more easily. The comfort internet provides causes internet users to increase over time. The purpose of this activity where teachers utilize personal smartphones and laptops in teaching is SMART Teacher. The definition of SMART in the SMART Teacher in this activity is SMART (Strategi Menghasilkan Alat belajaR berbasis Teknologi). While the use of personal smartphones and laptops for the community, especially for home industry or craft groups is the SMART Society. The definition of SMART in the SMART Society in this activity is SMART (Strategi Membangun wirausahA keReaTif). The method used in this activity is training / workshops and mentoring. The results of the training / workshop and mentoring activities are that teachers are able to utilize smartphones well in learning activities so that Smart Teachers are realized, and household industry groups, craft groups, or novice entrepreneurs are able to use smartphones to improve business for the realization of Smart SocietyABSTRAK: Penggunaan smartphone yang marak di masyarakat masih tidak sebanding dengan fitur-fitur yang terdapat didalamnya. Sejatinya, banyak hal bermanfaat yang dapat dieksplorasi dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia dalam perangkat smartphone, baik untuk kegiatan pendidikan maupun untuk kegiatan kemasyarakatan atau kewirausahaan. Terlebih lagi, setiap smartphone dilengkapi dengan fasilitas internet yang dapat membantu pengguna dalam bersosialisasi dan membangun jaringan yang lebih luas. Adanya koneksi internet pada smartphone dan melalui laptop pribadi memungkinkan mengelola berbagai macam kegiatan dengan lebih mudah. Kemudahan yang dapat diperoleh melalui internet menyebabkan pengguna internet selalu meningkat setiap saat. Tujuan dari kegiatan pemanfaatan smartphone dan laptop pribadi bagi guru dalam pembelajaran adalah SMART Teacher. Definisi SMART pada SMART Teacher yang diusung dalam kegiatan ini adalah SMART (Strategi Menghasilkan Alat belajaR berbasis Teknologi). Sedangkan kegiatan pemanfaatan smartphone dan laptop pribadi bagi masyarakat khususnya kalangan industri rumah tangga atau kelompok kerajinan adalah SMART Society. Definisi SMART pada SMART Society yang diusung dalam kegiatan ini adalah SMART (Strategi Membangun wirausahA keReaTif). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan/workshop dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pelatihan/workshop dan pendampingan adalah guru mampu memanfaatkan smartphone dengan baik dalam kegiatan pembelajaran sehingga Smart Teacher terwujud dan kelompok industri rumah tangga, kelompok pengrajin atau wirausaha pemula mampu memanfaatkan smartphone untuk membangun wirausaha sehingga Smart Society terwujud.
ANALISIS KESTABILAN MODEL PENYEBARAN PENGGUNA NARKOBA DENGAN FAKTOR EDUKASI Husain, Moh Rizal; Nurwan, Nurwan; Resmawan, Resmawan
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 14 No 1 (2020): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : MATHEMATIC DEPARTMENT, FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES, UNIVERSITY OF PATTIMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol14iss1pp069-078

Abstract

This article discusses the model of drug addicts with education. The analysis begins by constructing the model. Next, the equilibrium point and its stability conditions are determined, and numerical simulation is given at the end. Two equilibrium points obtained, those are the drug-addicts free equilibrium point and the drug-addicts endemic equilibrium point. Then the basic reproduction number ( ) as the expected value of infection per unit time is determined using the Next Generation Matrix approach. Based on the numerical simulation, every population is stable near to the drug-free equilibrium point at , means the population of the drug-addict constantly decrease and on a certain condition will be non-existent, and stable around to drug-endemic equilibrium point at , means the drug-addict population will constantly increase so the drug epidemic occurred. Through the numerical simulation, the biggest education is given, the more population susceptible to education increase which caused the number population of susceptible without education decrease.
Identifikasi Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau dari Kemampuan Spasial pada Topik Prisma dan Limas Nuna, Sofyan; Resmawan, Resmawan; Isa, Dewi Rahmawaty
Jambura Journal of Mathematics Education Vol 1, No 2: September 2020
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jmathedu.v1i2.7675

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari kemampuan spasial pada topik prisma dan limas. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif yang melibatkan siswa SMP Negeri 1 Telaga Biru sebagai subjek penelitian. Subjek penelitian sebanyak 46 orang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Instrumen penelitian menggunakan tes essay untuk mengukur kemampuan koneksi matematis siswa, tes objektif untuk mengukur kemampuan spasial dan wawancara untuk melengkapi dan memperkuat informasi tambahan yang diperlukan. Kemampuan koneksi matematis diukur dengan 3 indikator yaitu: (1) mengenal dan menggunakan hubungan antara ide-ide matematika; (2) memahami bagaimana ide-ide matematika berhubungan dan saling berkaitan sehingga merupakan satu sistem yang utuh; dan (3) mengenal dan menerapkan matematika pada masalah kehidupan sehari- hari. Kemampuan spasial diukur dengan 5 indikator yaitu: (1) kemampuan persepsi; (2) kemampuan visualisasi; (3) kemampuan rotasi; (4) kemampuan relasi; dan (5) kemampuan orientasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,49% siswa dengan kemampuan spasial tinggi, memiliki kemampuan koneksi matematis pada kategori sangat baik, 62,91% siswa dengan kemampuan spasial sedang, memiliki kemampuan koneksi matematis pada kategori baik, dan 56,56% siswa dengan kemampuan spasial rendah, memiliki kemampuan koneksi matematis pada kategori baik.