Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Nia Jusniani; Lenti Nurmasidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Matematika Realistik Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Matematika Realistik
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v2i2.1404

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran generatif dan menggunakan model pembelajaran biasa, serta untuk mengetahui sikap siswa menggunakan model pembelajaran generatif. Desain penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretes-postes. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran biasa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangtengah. Adapun yang di jadikan sampel dalam penelitian ini di pilih sebanyak 2 kelas dari sebelas kelas yang ada, dipilih dengan teknik purposive sampling. Untuk mendapatkan data hasil penelitian, digunakan instrumen berupa tes kemampuan komunikasi matematis dan angket sikap siswa. Pengolahan data pencapaian kemampuan komunikasi matematis menggunakan persentase hasil nilai postes siswa sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis menggunakan Mann-Whitney dan sikap siswa menggunakan persentase jawaban angket setiap siswa. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran generatif dengan kategori rendah, sedangkan pencapaian kemampuan komunikasi siswa yang menggunakan pembelajaran biasa dengan kategori sangat rendah. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran generatif lebih baik daripada kemampuan komunikasi siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran generatif sebagian besar positif. 
Kemampuan higher order thinking skills dalam pembelajaran metakognitif ditinjau dari persepsi siswa Gustaf Carel; Nia Jusniani; Erma Monariska
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 16, No 2: December 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v16i2.37926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dengan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) perbedaan kemampuan HOTS antara siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional jika dilihat dari tingkat persepsi siswa (tinggi, sedang, rendah); dan (3) pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat persepsi siswa pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan HOTS siswa. Teknik analisis data menggunakan ANOVA dua jalan pada taraf signifikansi 5%. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan berupa tes dan non-tes, instrumen jenis tes adalah tes kemampuan HOTS berupa pretest dan posttest sedangkan instrumen non-tes adalah angket persepsi siswa pada pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dengan kemampuan HOTS siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan HOTS antara siswa yang memperoleh pembelajaran metakognitif dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional jika dilihat dari tingkat persepsi siswa (tinggi, sedang, rendah); dan (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat persepsi siswa pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan HOTS siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan HOTS siswa dapat ditingkatkan dengan metode pembelajaran metakognitif. Analyzing higher-order thinking skills in metacognitive learning based on students' perception  AbstractThis study aims to reveal (1) the differences in the higher order thinking skill (HOTS) of the students who receive metacognitive teaching with HOTS of those who receive conventional teaching; (2) the differences in HOTS between the students who receive metacognitive teaching and those who receive conventional teaching viewed from the level of student perception; and (3) the effect of the interaction between learning strategies and the level of students' perceptions of mathematics teaching on students' HOTS. This research is a quasi-experiment with the nonequivalent group pretest-posttest design. The instruments used include the HOTS test, and a questionnaire on students' perceptions of mathematics teaching. The data analyzed using two-way ANOVA. The results show that (1) there are differences in HOTS of the students who received metacognitive teaching with the HOTS of those who received conventional teaching; (2) there are differences in HOTS between the students who received metacognitive teaching and those who received conventional teaching, viewed from the level of students' perceptions; and (3) there is no interaction effect between teaching strategies and the level of students' perceptions of mathematics teaching on students' higher-order thinking skill. These results imply that HOTS can be improved through metacognitive teaching.
Penyusunan Artikel Ilmiah dan Pengenalan Open Journal System (OJS) bagi Guru-Guru Matematika SMA di Kabupaten Cianjur Ari Septian; Nia Jusniani; Muhammad Husni; Widyawati Widyawati
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 9 No.1 (Januari, 2021) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Sains & Teknol
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v9i1.5994

Abstract

Abstract. The purpose of community service activities is to provide insight and knowledge about the importance of scientific publications for teachers, introducing an open journal system (OJS) for scientific publications, teachers can create scientific articles published online and find out teachers' responses to the activities of article preparation scientific and introduction to the open journal system (OJS). The method used is the socialization, practice training in the use of the open journal system (OJS), mentoring by the team and evaluation. The participants of this activity are 50 mathematics teachers at the Cianjur. The evaluation instrument used teachers' response sheets to the activities of preparing scientific articles and the introduction of the open journal system (OJS). As a result of this activity, teachers gain insight and knowledge about the importance of scientific publications, 84 % of mathematics teachers can apply the open journal system (OJS) for scientific publications, 78% of mathematics teachers can make scientific articles published online and teachers' responses to the activities of preparing scientific articles and the introduction of the open journal system (OJS) by 88% or good category.Keywords: Scientific Publications, Mathematics, Open Journal System.Abstrak. Tujuan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya publikasi ilmiah bagi guru, memperkenalkan open journal system (OJS) untuk publikasi ilmiah, guru dapat membuat artikel ilmiah yang dipublikasikan secara online dan mengetahui respon guru-guru terhadap kegiatan penyusunan artikel ilmiah dan pengenalan open journal system  (OJS). Metode yang digunakan yaitu dengan sosialisasi, latihan praktik penggunaan open journal system (OJS) , pendampingan oleh tim dan evaluasi. Peserta kegiatan ini yaitu guru-guru matematika pada jenjang Sekolah Menengah Atas se-Kabupaten Cianjur sebanyak 50 orang. Instrumen evaluasi menggunakan lembar respon guru-guru terhadap kegiatan penyusunan artikel ilmiah dan pengenalan open journal system  (OJS). Hasil kegiatan ini, guru mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya publikasi ilmiah, 84 % dari guru-guru matematika dapat mengaplikasikan open journal system (OJS) untuk publikasi ilmiah, 78 % dari guru-guru matematika dapat membuat artikel ilmiah yang dipublikasikan secara online dan respon guru-guru terhadap kegiatan penyusunan artikel ilmiah dan pengenalan open journal system  (OJS) sebesar 88 % atau kategori baik.Kata Kunci: Publikasi Ilmiah, Matematika, Open Journal System.
Mathematical Representation Ability and Student Confidence through Auditory Intellectually Repetition Nia Jusniani; Eka Firmansyah
Hipotenusa : Journal of Mathematical Society Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/hipotenusa.v3i2.5442

Abstract

The purpose of this study is to determine the difference in the ability of mathematical representation of students students' confidence who use the auditory intellectually repetition learning model with students who use the usual learning model. This research is used quantitative analysis with the Quasi-Experimental Design method. The research design used is a nonequivalent control group design. This study's population was grade VII students academic year 2018/2019. The samples in this study were selected using a purposive sampling technique with grade VII-1 as an experimental class of 30 students and grade VII-2 as a Control class with 30 students. Experimental classes follow learning with auditory Intellectually Repetition models, and control classes follow conventional learning. The research analysis results showed that there were differences in the ability of mathematical representation of students using auditory intellectual repetition learning models with students using ordinary learning models. There is a difference in the confidence of students who use Auditory Intellectually Repetition learning with students who use the usual learning model.
Door-to-Door Counseling on Covid-19 Prevention in Selahuni Village, Nagrak Village, Cianjur District Laila Nur Amalia Danu Miharja; Yogas Bastian Masit; Erwan Setiawan; Nia Jusniani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.241 KB)

Abstract

The emergence of the Covid-19 outbreak has had a huge impact on various social activities. The implementation of health protocols is an absolute thing that must be done by the community in every activity to suppress the spread of the epidemic. However, the facts on the ground are that there are still many people who ignore this. One way to overcome this is by conducting counseling. The extension system used is door-to-door counseling, this strategy is used to prevent crowds and to increase the effectiveness of delivering materials. The program was implemented in Selahuni Village, Nagrak Village, Cianjur District, Cianjur Regency. The purpose of this program is to increase public awareness about the implementation of health protocols, to remind the dangers of Covid-19, and to provide information about the importance of Covid-19 vaccination. The stages of the program are socialization, counseling, distribution of masks, pasting posters, and evaluation. As a result, public awareness about the discipline of health protocols has increased, people have knowledge about the dangers of Covid-19, and people have more awareness to participate in the Covid-19 vaccination program. Hopefully this program can support the government's program to make Indonesia free from Covid-19.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN MULTIMEDIA Nia Jusniani
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v4i1.1380

Abstract

Dalam proses pembelajaran matematika ditemukan banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Salah satu kendala yang dihadapi oleh siswa, yaitu siswa cenderung sulit untuk memahami materi matematika diantaranya disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran, kurangnya media pembelajaran dan anggapan negatif siswa terhadap matemtika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model Problem Based Instruction dengan multimedia lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran biasa, dan mengetahui sikap siswa terhadap Problem Based Instruction dengan multimedia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode “quasi eksperiment” dengan desain penelitian Non equivalent Control Group Pretest-postest design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Instruction berbantuan multimedia dan kelas kontrol dengan pembelajaran biasa, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII di MTs Negeri 1 Cianjur. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII A sebagai kelas kontrol, dan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman matematis dan non tes berupa skala sikap. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa menggunakan model Problem Based Instruction (PBI) berbantuan multimedia lebih baik daripada kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran model Problem Based Instruction (PBI) dengan multimedia.Kata kunci:  Problem Based Instruction berbantuan multimedia, pemahaman matematis, sikap siswa. 
ANALISIS KESALAHAN JAWABAN SISWA PADA KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Nia Jusniani
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v7i1.361

Abstract

Pembelajaran matematika yang selama ini memang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Hasil kontes PISA beberapa tahun ini skor siswa Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan jawaban siswa pada kemampuan pemahaman matematis siswa, untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menjawab soal matematika melalui pembelajaran matematika menggunakan pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran pendekatan kontekstual ini menuntut siswa untuk lebih aktif dalam mencari sendiri permasalahan yang berikan guru dari serangkaian materi atau masalah yang berbentuk kontekstual. Sehingga dapat memotivasi siswa supaya dalam menyelesaikan suatu masalah dalam matematika. Materi yang diberikan dalam pelaksanaan penelitian yaitu materi lingkaran pada semester genap kelas VII SMP. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan grounded theory. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen tes (instrumen tes dan observasi). Lembar jawaban siswa untuk dianalisis jenis kesalahan yang dilakukan siswa yang sesuai dengan indikator kemampuan pemahaman matematis. Penelitian ini terdiri dari satu kelas yang dilaksanakan dalam delapan pertemuan diberikan perlakuan berupa pembelajaran kontekstual. Berdasarkan hasil kesalahan yang banyak ditemukan pada indikator menyajikan situasi matematika kedalam berbagai cara serta mengetahui perbedaannya, dan mengembangkan konsep yang telah dipelajari. Jenis kesalahan yang telah dilakukan siswa dalam menjawab soal pemahaman matematis siswa sebagian besar pada kesalahan biasa dan miskonsepsi. Hasil analisis lembar observasi menunjukkan bahwa selama pembelajaran berlangsung aktivitas siswa. Dengan demikian pembelajaran kontekstual dapat mengurangi kesalahan siswa dalam menjawab soal kemampuan pemahaman matematis. Hasil analisis kesalahan jawaban siswa, diperolah bahwa siswa masih banyak kesalahan dalam indikator mengidentifikasi sifat-sifat konsep dan mengenal syarat yang menentukan suatu konsep sebanyak 53,05%. Kata Kunci:  kemampuan pemahaman matematis, analsis kesalahan jawaban, kontekstual.
Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Interpolasi Berdasarkan Analisis Kesalahan Newman Erwan Setiawan; Nia Jusniani; Andi Sutandi
PRISMA Vol 10, No 2 (2021): PRISMA Volume 10 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v10i2.1596

Abstract

Interpolasi merupakan salah satu metode numerik yang digunakan untuk memprediksi suatu nilai data yang tidak diketahui. Materi interpolasi sangat penting dikuasai dengan baik oleh mahasiswa, terutama untuk menunjang kegiatan penelitian dalam pengerjaan tugas akhir. Untuk mengetahui efektifitas dalam pembelajaran interpolasi di masa pandemi ini maka salah satu caranya perlu dilakukan analisis kesalahan. Melalui analisis kesalahan, dosen mengetahui bentuk-bentuk kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa, sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui analisis hasil jawaban mahasiswa terhadap soal Ujian Tengah Semester. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Suryakancana yang mengampu mata kuliah metode numerik tahun akademik 2020 - 2021. Jumlah mahasiswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 20 orang. Hasil dari penelitian ini adalah kesalahan keterampilan proses merupakan bentuk kesalahan yang paling sering dilakukan mencapai 71% berdasarkan tahap analisis kesalahan Newman. Pada kelompok yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah bentuk kesalahan yang paling sering dilakukan adalah kesalahan memahami permasalahan, pada kelompok sedang adalah kesalahan keterampilan proses, dan pada kelompok tinggi adalah kesalahan penulisan jawaban.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Match Mine Erma Monariska; Nia Jusniani; Neng Hani Sapitri
PRISMA Vol 10, No 1 (2021): PRISMA Volume 10, No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v10i1.1228

Abstract

Komunikasi matematis memiliki peranan penting karena dapat melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan berbagai bentuk antara lain merefleksikan gambar, tabel, grafik ke dalam ide-ide matematika, memberikan penjelasan ide, konsep atau situasi matematika dengan bahasa sendiri dalam bentuk penulisan secara matematis dan menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa, serta untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine. Penelitian dilakukan pada SMP Negeri 2 Warungkondang. Metode penelitiannya adalah metode eksperimen dengan jenis penelitiannya adalah Quasi Experiment. Desain penelitian berbentuk Two Group Randomized Posttest-Only Control Design. Setelah dilakukan tes awal (pretest) pada kedua kelas, selanjutnya dilaksanakan pembelajaran dengan perlakuan berbeda. Pada kelas eksperimen dilaksanakan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Match Mine beserta pemberian lembar kerja siswa (LKS), sedangkan pada kelas kontrol hanya dilaksanakan pembelajaran biasa tanpa adanya LKS. Pokok bahasan yang disajikan dengan materi Statistika. Setelah proses pembelajaran selesai, selanjutnya dilakukan tes akhir (posttest). Berdasarkan analisis penelitian, diperoleh 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran biasa; 2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine dengan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa; dan 3) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Match Mine positif.
MATHEMATICAL REPRESENTATION ABILITY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS ON SURFACE AREA OF CUBE AND CUBOID Nurani Mardhiyatul Gina; Nia Jusniani; Hedi Budiman
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2021): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v5i1.2769

Abstract

Students still have difficulty in solving contextual math problems. It is because students are not used to solving problems using diverse mathematical representations. The representation can make it easier for students to solve abstract math problems. This study aims to determine and identify the types of errors and factors made by students in mathematical representation ability test questions. This study's subjects were 20 students of class VIII-H at SMPN 1 Cugenang on the Surface Area of Cube and Cuboid. The method used is qualitative. The process of collecting data is observation, written test, interview. The results showed that the level of students' mathematical representation ability based on indicators: (1) was 41% on the indicator using visual representations to solve problems and make geometrical drawings to clarify problems and facilitate resolution, (2) by 64% on indicators of problem-solving by involving mathematical expressions, (3) 61% of indicators create problem situations based on data or representations given. Furthermore, based on the analysis of students' answers in tests on a matter of mathematical representation ability, students making mistakes that are data errors, using definitions or theorems, and technicalities. Factors causing students to make mistakes are forgetfulness, lack of accuracy, learning difficulties, family environment.