Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DESKRIPSI SERTIFIKASI KOMPETENSI TUKANG LOKAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT Vitri, Gusni; Mazni, Deni Irda
RACIC: Jurnal Teknik Sipil Universitas Abdurrab Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.331 KB)

Abstract

The construction regulation desires that every user and service provider is required to hire a construction worker who has a work competency certificate. As one skilled manpower, construction craffs give a significant contribution to the quality of construction works. The Construction Services Development Agency (LPJK) of West Sumatera Province as an organization for the construction service community has an important role in the certification registration of construction craffs. This is a descriptive quantitative research, with primary and secondary data collection from related stakeholders. Analyzes were performed for the data of the number of certification participants in the construction building workers category with architectural classification (TA code), civil classification (code TS) and environment (Code TT) in West Sumatera Province from 2014 until October 2017. The results showed that the number of registered construction craffs during the period as many as 3286 people and only 16.71% of that number who have identity cards  domicile in the province of West Sumatra. As many as 83.29% registered construction craffs are from various regions in Indonesia (outside West Sumatra Province). Registration to obtain certificate of competence is mostly done in year 2015.
KARAKTERISTIK TANAH TIMBUN SEBAGAI PENGGANTI SUBGRADE DI LAHAN GAMBUT Srihandayani, Susy; Mazni, Deni Irda
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2021): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.3633202171

Abstract

Soil is the most important material as the base in construction. Soil is also used as landfill material on peatlands in the field of Civil Engineering work such as the subgrade, backfill, and dams. Landfill soil as a substitute for subgrade on peatlands (such as in Dumai city) has characteristics that are following existing regulations. The characteristics of peat soil are low bearing capacity, high compressibility, very high water content, and high void ratio. Therefore it is necessary to improve the land in peat soil areas. One of the improvements is to replace it with soil that has adequate carrying capacity potential. For the city of Dumai city, the materials were taken in 3 Quarry areas, namely Ex. Balai Raja Duri, Ex. Bukit Kapur dan Ex. Ujung Tanjung. It is necessary to investigate the landfill soil such as its physical and mechanical properties which are tested in the soil mechanics laboratory. In laboratory testing, soil samples are taken to a depth of approximately 50 cm from the soil surface (for undisturbed samples). Among the results of the laboratory tests, the water content values (17.85%, 21.4%, and 20%); void ratio (1.03; 1.46; and 1.63); plasticity index (13.96; 8.09; 9.6), respectively for Quarry Ex. Balai Raja Duri, Ex. Bukit Kapur dan Ex. Ujung Tanjung and CL soil classification for the 3 Quarry. So it can be concluded that the 3 Quarry is suitable to be used as a substitute for subgrade on peatlands.Keywords: Soils, Subgrade, bearing capacity
Analisis Dampak Pelebaran Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang Bayu Budi Irawan; Deni Irda Mazni
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Khatib Sulaiman merupakan salah satu ruas jalan protokol di Kota Padang yang digunakan oleh masyarakat menuju pusat kota dan sebaliknya. Pada kawasan tersebut telah berkembang menjadi pusat kegiatan jasa seperti: Hotel Whiz Prime, Pusat perbelanjaan “Trans Mart”, Rumah Sakit Hermina, dan lain-lain. Perkembangan tataguna lahan secara tidak langsung akan mempengaruhi pergerakan yang menyebabkan tarikan perjalanan menuju ruas jalan tersebut menjadi bertambah. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan pelebaran jalan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kemacetan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja ruas jalan Khatib Sulaiman. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan survey volume lalu lintas dan geometrik ruas jalan. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis kapasitas jalan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa nilai V/C rasio pada titik Depan Trans Mart untuk arah utara menuju selatan pada hari libur terjadi perubahan dari 0,71 menjadi 0,49 dan pada hari kerja dari 0,59 menjadi 0,41. Sedangkan arah selatan menuju utara nilai V/C rasio pada hari libur dari 0,69 menjadi 0,48 dan pada hari kerja dari 0,50 menjadi 0,34. Sedangkan titik di Depan Hotel Whiz Prime nilai V/C untuk arah utara menuju selatan pada hari libur adalah dari 0,48 menjadi 0,34 dan pada hari kerja dari 0,59 menjadi  0,41. Sedangkan untuk arah selatan menuju utara nilai V/C rasio pada hari libur adalah dari 0,49 menjadi 0,33 dan pada hari kerja dari 0,61 menjadi 0,42. Pelebaran ruas jalan Khatib Sulaiman secara umum mampu meningkatkan tingkat kinerja pelayanan dari nilai C menjadi B.Kata kunci: Pelebaran Jalan, V/C rasio, Tingkat Pelayanan Jalan
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP RISIKO PEKERJAAN KONSTRUKSI DI KOTA PADANG Wendi Boy; Deni Irda Mazni; Gusni Vitri; Gito Rahman
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.317 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4538

Abstract

The Province of West Sumatra, especially the City of Padang, before the COVID-19 pandemic was actively building housing that really helped the community in the availability of decent housing. The COVID-19 pandemic has caused a decline in the number of construction projects across the country, including housing developments. So in this study, we want to know about the influence of COVID-19 on the risk of work carried out in the construction world in the city of Padang, especially in housing construction. The results of the study contained 8 risk factors for delays (material factors); labor factors (labors); equipment factors (equipment); financial factors (financing); environmental/situation factors (environment); regional restriction factors (PSBB/PPKM); Site characteristics, managerial factors and 57 risk variables for housing construction during the COVID-19 pandemic that affected work delays, found the 10 highest risks. Strategies that can be applied to the implementation of Housing Construction Projects during the pandemic and post-pandemic, are adjusted to the main factors that are formed. For the first Main component, the solutions that can be applied include: 1) Controlling the Project cash flow effectively and efficiently; 2) Application of the method of analysis of the value of the results (earn value method) to control the project budget and time; 3) Prepare project unexpected budgets; 4) Apply strict health protocols to ongoing projects
DESKRIPSI SERTIFIKASI KOMPETENSI TUKANG LOKAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT Gusni Vitri; Deni Irda Mazni
Racic : Rab Construction Research Vol 3 No 01 (2018): Terbitan Kelima Bulan Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.331 KB)

Abstract

The construction regulation desires that every user and service provider is required to hire a construction worker who has a work competency certificate. As one skilled manpower, construction craffs give a significant contribution to the quality of construction works. The Construction Services Development Agency (LPJK) of West Sumatera Province as an organization for the construction service community has an important role in the certification registration of construction craffs. This is a descriptive quantitative research, with primary and secondary data collection from related stakeholders. Analyzes were performed for the data of the number of certification participants in the construction building workers category with architectural classification (TA code), civil classification (code TS) and environment (Code TT) in West Sumatera Province from 2014 until October 2017. The results showed that the number of registered construction craffs during the period as many as 3286 people and only 16.71% of that number who have identity cards domicile in the province of West Sumatra. As many as 83.29% registered construction craffs are from various regions in Indonesia (outside West Sumatra Province). Registration to obtain certificate of competence is mostly done in year 2015.
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalur Evakuasi Dan Edukasi Bencana Tsunami Berbasis Android Pada Kecamatan Padang Barat Kota Padang Sularno larno; Renita Astri; Deni Irda Mazni
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1206

Abstract

Bencana alam adalah suatu peristiwa luar biasa yang disebabkan oleh alam sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu bencana alam tersebut adalah gempa bumi dan tsunami. Kota Padang merupakan salah satu yang termasuk daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Dengan fakta tersebut, pemerintah kota Padang membuat sejumlah tempat titik kumpul atau tempat berlindung (shelter) dengan dilaengkapi jalur rute evakuasi untuk warga kota Padang. Begitu juga di Kecamatan Padang Barat yang merupakan daerah terdekat dengan pantai dan memiliki jumlah penduduk yang tinggi. Dengan adanya sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG), informasi dapat tersampaikan dengan bentuk visual yang didalamnya terdapat informasi terkait dengan jalur evakuasi tsunami dan edukasi dalam menghadapi bencana. Sehingga masyarakat dengan mudah mengetahui jalur evakuasi menuju tempat aman dan mengurangi dampak resiko dari bencana alam yang akan datang.
ASESMEN PENYEBAB KELONGSORAN LERENG DI RUAS JALAN NASIONAL BATAS SUMATERA BARAT – RIAU Deni Irda Mazni; Bayu Budi Irawan; Yossyafra Yossyafra
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1671

Abstract

Bencana kelongsoran di perbatasan Sumbar Riau sudah beberapa kali terjadi, dari tahun 2006 sampai tahun 2016, terdapat 29 kali kelongsoran dan tanah amblas di lebih 80 titik kelongsoran. Banyak faktor penyebab kelongsoran, seperti tekstur tanah, kemiringan lereng, permeabilitas tanah, tingkat pelapukan batuan, kedalaman muka air tanah, curah hujan, beban gempa, dan kurangnya tumbuhan. Akibat kejadian kelongsoran (bencana longsor 3 Maret 2017), jalan banyak tertutup oleh material longsor sehingga beberapa waktu terputus rute jalan Sumbar dan Riau. Menyebabkan 7 orang meninggal dan banyaknya kerugian materil serta terputusnya perjalanan darat selama 2 hari dan menimbulkan kerugian secara ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor penyebab kelongsoran tersebut. Metode yang dilakukan, pengumpulan data sekunder (photo udara dan peta situasi kawasan dari dokumen terdahulu), survey lapangan pengambilan photo situasi langsung, menganalisis dan mengelompokkan jenis kelongsoran, menentukan penyebab kelongsoran, dan mengklasifikasikan faktor dominan penyebab kelongsoran. Dari analisa data-data yang ada, penyebab kelongsoran ialah akibat adanya pertambangan batubara dan non logam, penebangan pohon-pohon untuk perkebunan, dan pemotongan lereng bagian atas untuk aktifitas manusia. Selain itu juga disebabkan akibat curah hujan yang cukup tinggi (3500 mm/tahun-4000mm/tahun). Di beberapa lokasi, kemiringan lereng cukup curam, yaitu dengan kemiringan 25o hingga besar dari 45o.