Apriyanto, Mulono
Departmen of Food Technology, of Agriculture, Universitas Islam Indragiri, Jalan. Provinsi Parit 1 Tembilahan Hulu Kab.Indragiri Hilir

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI PENAMBAHAN KEMIRI ( Aleurites Moluccanus ) TERHADAP MUTU DAN KEKENTALAN KECAP MANIS AIR KELAPA Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.784 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.317

Abstract

Penelitian ini berjudul Studi Penambahan Kemiri (Aleurites Moluccanus) terhadap Mutu dan Kekentalan Kecap Manis Air Kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui perlakuan terbaik dengan menambahkan kemiri (Aleurites Moluccanus) terhadap mutu kekentalan kecap air kelapa yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik. Terletak pada perlakuan A, dimana perlakuan A (Kemiri 5% dan air kelapa 1 kg dengan hasil analisa kimia kadar air 25,914%, Kadar lemak 9,673%, Kadar kalium 0,03%, Viskositas 3031,22%, dengan skor uji organoleptik terhadap warna 3,20%, Aroma 3,15%, Rasa 3,25%, dan tekstur 3,10%.
ANALISA MUTU MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH DI POM IV NYATO PT. TH INDO PLANTATIONS KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU Irianto Irianto; Mulono Apriyanto
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.44

Abstract

POM (Palm Oil Mill) IV Nyato PT. TH Indo Plantation adalah salah satu perusahaan besar yang telah maju dan berkembang khususnya dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Analisa mutu minyak sawit yang dilakukan di PT.TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau yaitu analisa Asam Lemak Bebas (ALB) dan Kadar Air serta analisa kadar kotoran / dirt. Di PT. TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau, standar Asam Lemak Bebas (ALB) yaitu >3 % untuk di vacum atau CPO produksi dan < 4 % untuk di BST % sedangkan standar Kadar Air yaitu 0,15-0,18 % dan untuk standar dirt atau kadar kotoran ialah 0,02. Untuk ketiga standar yang ditetapkan oleh POM Nyato, analisa yang sering melebihi dari standar ialah analisa moisture dan analisa dirt.
ANALISA MUTU MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH DI POM IV NYATO PT. TH INDO PLANTATIONS KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU Irianto, Irianto; Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.411 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.44

Abstract

POM (Palm Oil Mill) IV Nyato PT. TH Indo Plantation adalah salah satu perusahaan besar yang telah maju dan berkembang khususnya dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Analisa mutu minyak sawit yang dilakukan di PT.TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau yaitu analisa Asam Lemak Bebas (ALB) dan Kadar Air serta analisa kadar kotoran / dirt. Di PT. TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau, standar Asam Lemak Bebas (ALB) yaitu &gt;3 % untuk di vacum atau CPO produksi dan &lt; 4 % untuk di BST % sedangkan standar Kadar Air yaitu 0,15-0,18 % dan untuk standar dirt atau kadar kotoran ialah 0,02. Untuk ketiga standar yang ditetapkan oleh POM Nyato, analisa yang sering melebihi dari standar ialah analisa moisture dan analisa dirt.
PERUBAHAN pH , KEASAMAN DAN INDEKS FERMENTASI BIJI KAKAO SELAMA FERMENTASI HASIL BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO) Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.653 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v6i1.97

Abstract

Most cocoa beans are produced by farmers Indonesia is dry cocoa drying whose quality can be improved by the fermentation method, but it takes more optimization for fermentation can run well. This study aimed to determine changes in the chemical properties of fermented dry cocoa beans drying. Dry beans drying is obtained by drying the wet cocoa beans (fresh) in a cabinet dryer with a previously conditioned at a temperature such as drying in the sun, and each determined the reduction of sugar levels. Experiments fermented dry cocoa beans are fermented in the fermentation container with the amount of 100 grams of seed per container. Before the first fermented dry cocoa beans drying on rehydration to obtain a moisture content approaching fresh beans, dry beans drying then incubated for six days and without inverted during fermentation. Each treatment was repeated three times and observed every 24 hours to 120 hours. Reduction sugar, acid levels tertitrasi, the population of yeasts and acetic acid bacteria in fermented pulp was observed during the fermentation process. To determine the quality of dry beans drying measurement of pH and the fermentation index during fermentation.
FORMULASI TEPUNG CAMPURAN SIAP PAKAI BERBAHAN DASAR TAPIOKA-MOCAF DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKTRIN SEBAGAI TEPUNG PELAPIS KERIPIK BAYAM Razak, Abdul; Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.704 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v3i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan proporsi tepung mocaf dan tapioka yang tepat supaya menghasilkan TCSP untuk produk gorengan dengan kualitas terbaik yaitu tekstur renyah, kenampakan menarik dan kandungan minyak rendah. 2) Menentukan penambahan maltodekstrin yang tepat supaya menghasilkan TCSP untuk produk gorengan dengan kualitas terbaik yaitu tekstur renyah, kenampakan menarik dan kandungan minyak rendah. 3) Menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara proporsi tepung mocaf dan tapioka serta penambahan maltodekstrin supaya menghasilkan TCSP untuk produk gorengan dengan kualitas terbaik yaitu tekstur renyah, kenampakan menarik dan kandungan minyak rendah.Proporsi tapioka : tepung mocaf = 60 : 40 % mampu menghasilkan keripik bayam dengan tekstur renyah (3,17); tepung pelapis agak rata (1,61); warna putih kecokelatan (3,39) dan kadar lemak 27,35 %bk. Penambahan maltodekstrin 0,2 % mampu menghasilkan keripik bayam dengan tekstur renyah (2,73); tepung pelapis agak rata (2,37); warna putih kecokelatan (2,86) dan kadar lemak 31,14 %bk. Hasil perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas diperoleh dari kombinasi perlakuan proporsi tapioka : tepung mocaf = 60 : 40 dan penambahan maltodekstrin 0,2 % (T4M2). Hasil perlakuan ini memiliki kadar air TCSP 12,48 %bb; kadar abu TCSP 2,26 %bk; viskositas TCSP 165 cp; kapasitas penyerapan minyak TCSP 179,09 %bk; kadar air keripik bayam 2,49 %bb; tingkat penyerapan.
STUDI PENCAMPURAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT YANG DIHASILKAN Priyono, Eko; Ninsix, Retti; Apriyanto, Mulono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.781 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penambahan labu kuning tingkat pencampuran dan penambahan labu kuning terhadap perubahan komposisi kimia (kadar air, kadar abu , dan kadar protein) dan profil sensori yang dihasikan (ketampakan, bau dan rasa, sifat tekstural) biskuit labu kuning yang dihasilkan serta menentukan penambahan labu kuning yang tepat dalam pembuatan biskuit dengan penambahan labu kuning. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu, A= (Labu kuning 30 % + Tepung beras 70 %), B= (Labu kuning 40 % + Tepung beras 60 %), C= (Labu kuning 50 % + Tepung beras 50 %), dan D= (Labu kuning 60 % + Tepung beras 40 %). Didalam pelaksanaan penelitian ini tiga tahap yang dilakukan yaitu analiasa biskuit labu kuning kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Sehingga mendapatkan biskuit yang diinginkan. Analisa ini dilakukan untuk menentukan dan mengetahui kadar air, kadar abu, kadar protein dan organoleptik (Warna, tekstur, rasa dan aroma). Hasil terbaik biskuit yaitu perlakuan B 40% Labu kuning + 60% Tepung beras. Dengan hasil kadar air 4,80%, kadar abu 0,93% kadar protein 7,00%, nilai warna 3,6%, tekstur 3,7%, rasa 3,95%, dan aroma 3,8%.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN DAN JENIS KERTAS PEMBUNGKUS TERHADAP KUALITAS SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KIMIA BUAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum L) Suryanti, Sevia Dwi; Apriyanto, Mulono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan jenis kertas pembungkus pada pemeraman buah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L) terhadap kualitas sifat organoleptik dan kimia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok). Jenis pisang yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisang ambon kuning dengan 1 kontrol dan 2 perlakuan, berupa pisang ambon yang diperam menggunakan kertas kraft polos dan kertas kraft bertinta sebesar 20% dari berat pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeraman terdapat pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap sifat kimia yaitu vitamin C dan gula reduksi. Kadar Vitamin C dan gula reduksi meningkat selama proses pemeraman, nilai tertinggi terdapat pada hari ke-5 pemeraaman yaitu 84,48 mg untuk vitamin C dan 5,90% untuk gula reduksi. Pada jenis kertas pembungkus terdapat pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap sifat kimia yaitu vitamin C dan gula reduksi. Jenis kertas pembungkus bertinta dapat mempercepat proses pematangan. Uji organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur) yang paling banyak disukai panelis adalah buah pisang ambon kuning dengan media pemeraman kertas bertinta
ANALISA MUTU MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH DI POM IV NYATO PT. TH INDO PLANTATIONS KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU Irianto, Irianto; Apriyanto, Mulono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sahaan besar yang telah maju dan berkembang khususnya dalam bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Analisa mutu minyak sawit yang dilakukan di PT.TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau yaitu analisa Asam Lemak Bebas (ALB) dan Kadar Air serta analisa kadar kotoran / dirt. Di PT. TH Indo Plantations POM Nyato Kabupaten Indragiri Hilir Riau, standar Asam Lemak Bebas (ALB) yaitu >3 % untuk di vacum atau CPO produksi dan < 4 % untuk di BST % sedangkan standar Kadar Air yaitu 0,15-0,18 % dan untuk standar dirt atau kadar kotoran ialah 0,02. Untuk ketiga standar yang ditetapkan oleh POM Nyato, analisa yang sering melebihi dari standar ialah analisa moisture dan analisa dirt.
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KACANG HIJAU DALAM PENGOLAHAN MIE KERING Sriyanto, Sriyanto; Apriyanto, Mulono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.228 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mie dari pencampuran tepung terigu dengan penambahan bahan tepung kacang hijau yang digunakan. Pencampuran bahan, penggilingan, pencetakan, pengukusan (100 0C selama 12 menit). Pendinginan (15 menit)dan menghasilkan mie. Penambahan tepung kacang hijau dengan berbagai variasi yaitu, 80% tepung kacang hijau, 20% tepung terigu, 70% tepung kacang hijau, 30% tepung terigu, 60% tepung kacang hijau 40% tepung terigu dan 50% tepung kacang hijau 50% tepung terigu dan dilakukan 4 kali ulangan.Untuk analisa dilakukan untuk menetukan kadar protein, kadar abu, kadar air, penilaian organoleptik meliputi warna mie, tekstur mie, aroma mie , rasa mie dan kekenyalan mie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan penambahan tepung kacang hijau 50% tepung kacang hijau dan 50% tepung terigu mendapatkan hasil yang baik, semakin tinggi volume tepung terigu semakin baik pula mie yang dihasilkan.
PENGARUH VARIASI BAHAN SUSU KACANG TOLO TERHADAP SIFAT KIMIA DAN KADAR SERAT KASAR Safitri, Fenthy Marlina; Rahmadewi, Yunda Maymanah; Apriyanto, Mulono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kandungan kimia dan serat kasar dengan variasi bahan susu kacang tolo.Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan sampel desain acak menggunakan 3 perlakuan, 2 ulangan dan 2 unit coba. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik One Way Anova dilanjutkan dengan analisis Tukey jika ada perbedaan. Variasi bahan susu kacang tolo dibedakan menjadi kulit kacang tolo, kacang tolo tanpa kulit dan kacang tolo dengan kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pH dari ketiga bahan susu kacang tolo memiliki rentang nilai 6,6-6,8 dan tidak berbeda secara signifikan, namun pada parameter kadar lemak, protein dan serat kasar berbeda secara signifikan. Rerata kadar lemak sebesar 0,29% untuk susu kacang tolo dari kulit kacang tolo, susu kacang tolo dari kacang tolo tanpa kulit 0,48% dan sebanyak 0,78% pada susu kacang tolo dari kacang tolo dengan kulit. Rerata protein didapatkan 4,49%, 7,06% dan9,81% secara berurutan untuk susu kacang tolo dari bahan kulit kacang, kacang tolo tanpa kulit dan kacang tolo dengan kulit. Rerata kandungan serat kasar padasusu kacangtolo dari kulit kacang tolo, kacang tolo tanpa kuit dan kacang tolo dengan kulit secara berurutan adalah 3,71%, 2,40%, 5,35%. Susu kacang tolo yang terbuat dari kacang tolo dengan kulit memiliki konsentrasi tertinggi pada parameter lemak dan protein secara berurutan yaitu 0,78% dan 9,81%.Sementara susu kacang tolo yang terbuat dari kulit kacang tolo mengandung serat kasar paling tinggi yaitu 5,35%.