Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EVALUASI DAMPAK PEMICUAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI LINGKUNGAN II DAN IV KELURAHAN HUTA TONGA-TONGA, KECAMATAN SIBOLGA UTARA, KOTA SIBOLGA TAHUN 2019 Seri Asnawati Munthe; Elliwati Ginting; Asima Sirait; Ronni Naudur Siregar
Jurnal Akrab Juara Vol 5 No 4 (2020)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi dampak pemicuan Stop Buang air Besar Sembarangan (BABS).Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di Lingkungan II dan Lingkungan IV Kelurahan Huta Tonga-Tonga Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga. Populasi penelitian sebanyak 50 orang (KK) dan sampel diperoleh sebanyak 33 orang (KK). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pemicuan Stop BABS di Lingkungan II dan Lingkungan IV Kelurahan sudah baik. Masyarakat merasa jijik dan malu BAB sembarangan, takut terkena penyakit, merasa berdosa, mengingatkan perempuan karena tidak sopan BAB sembarangan, memiliki rasa tanggungjawab. Tetapi masih ada yang tidak mau menganjurkan anggota keluarga dan tetangga agar tidak BABS, tidak menjelaskan kepada keluarga dan tetangga tentang BABS yang memiliki banyak negatif terhadap kesehatan.Evaluasi dampak pemicuan BABS sudah membuat atau memiliki jamban, jamban terbuat dari bahan yang kuat, membangun jamban dengan dana sendiri,membuat jamban di dalam rumah,jarak jamban dan sumur gali lebih dari 10 meter, jamban tidak menimbulkan bau yang menyengat. Tetapi sebagian lagi membuat jamban dari dana dinas PU, memiliki septic tank yang kurang baik (bocor/merembes), air kotoran dari jamban dialirkan ke parit langsung, tidak sabun untuk mencuci tangan setelah buang air besar, masih ada yang tidak tersedia air bersih yang cukup di dalam kamar mandi/jamban.
ANALISIS PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2021 Didik Subarma; Daniel Ginting; Asima Sirait; Rahmad Alyakin Dachi; Frida Lina Tarigan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1700

Abstract

Keselamatan pasien merupakan merupakan program utama yang harus dijalan rumah sakit. Angka  insiden keselamatan pasien menjadi tolak ukur berjalannya program keselamatan pasien di rumah sakit. Untuk menekan tingginya angka insiden, rumah sakit harus menerapkan budaya keselamatan pasien. Survey awal didapatkan angka Insiden Keselamatan Pasien (IKP) semester pertama tahun 2020 di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan ditemukan ada 90 insiden yang terjadi dengan rincian Angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)  19 insiden (21,11%), Kejadian Nyaris Cedera (KNC)  69 insiden (76%), Kondisi Potensi Cedera (KPC) 1 insiden (1,1%), dan Kejadian Tidak Cedera (KTC) 1 insiden (1,1%). Persentase pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) dari rawat inap 9,4%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2021. Desain penelitian kualitatif dengan analisis domain yang bertujuan untuk mengetahui secara jelas respon perawat terhadap penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Data kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan dengan kriteria inklusi dan hasil observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan budaya ketebukaan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan sudah berjalan baik. Penerapan budaya pelaporan di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Pirngadi Kota Medan sudah berjalan, namun masih banyak kendala. Penerapan budaya keadilan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan belum berjalan cukup baik. Penerapan budaya pembelajaran di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan berjalan baik. Penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan sudah berjalan, namun belum optimal. Rekomendasi: Membuat kebijakan tentang penerapan budaya keselamatan pasien, program edukasi berkala dan ciptakan lingkungan yang mendukung untuk pelaporan insiden keselamatan pasien, hilangkan blaming culture dan ciptakan safety culture.Kata Kunci: Penerapan Budaya Keselamatan, Pasien Rawat Inap
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN K4 PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG TAHUN 2019 Nurbaiti, Nurbaiti; Nababan, Donal; Sirait, Asima
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5492

Abstract

During pregnancy routine monitoring can be done using K1 and K4 coverage. In 2017 K4 coverage was 96.7%. Whereas in 2018, K4 coverage for pregnant women amounted to 356 (68.5%) of the target pregnant women amounted to 519 (100%). From these data it can be seen that in 2018 the coverage of K4 in pregnant women decreased compared to the K4 coverage in 2017. The aim of the study was to determine the relationship of knowledge, parity, family support, availability of pregnancy check-ups, coverage of health services, support of health workers and other factors. most dominant on K4 visits for pregnant women in the Work Area of Kualasimpang City Health Center, Aceh Tamiang Regency. This type of research is analytic with cross-sectional design methods. The population of this study was the third trimester pregnant women who examined their pregnancies in the Work Area of Kualasimpang City Health Center in Aceh Tamiang Regency with a total of 356 samples using a Slovin formula of 78 people. The sampling technique uses accidental sampling technique. From the results of multiple logistic regression tests with a value of value = 0.25, it was found that there was a significant relationship of knowledge (p = 0.000, PR = 0.075), parity (p = 0.001, PR = 15,863), the availability of a pregnancy checkup (p = 0.011, PR = 0.132), range of health services (p = 0.006, PR = 0.112), support (p = 0.007, PR = 0.084), the most dominant variable is parity (p = 0.001; PR = 15,863; 95% CI: 3,221- 78,114) which means that respondents with multigravida parity have a risk of not doing K4 visits 15,863 times greater than primigravida parity. It is expected that pregnant women will be more active and active in conducting K4 visits in order to detect all possibilities that can occur so as to avoid danger during pregnancy or before delivery.ABSTRAKSelama kehamilan dapat dilakukan pemantauan rutin dengan menggunakan cakupan K1 dan K4. Tahun 2017 cakupan K4 berjumlah 96,7%. Sedangkan pada tahun 2018, cakupan K4 pada ibu hamil berjumlah 356 (68,5%) dari sasaran ibu hamil berjumlah 519 (100%). Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pada Tahun 2018 cakupan K4 pada ibu hamil menurun dibandingkan dengan cakupan K4 di Tahun 2017.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, paritas, dukungan keluarga, ketersediaan alatpemeriksaan kehamilan, jangkauan ketempat pelayanan kesehatan, dukungan petugas kesehatan serta faktor yang paling dominan terhadap kunjungan K4 pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian adalah analitik dengan metode rancangan crossectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang berjumlah 356 dengan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 78 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Dari hasil uj iregresi logistic berganda dengan nilaip value = 0.25, diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan (p=0.000, PR=0.075), paritas (p=0.001, PR=15.863), ketersediaan alat pemeriksaan kehamilan (p=0.011, PR=0.132), jangkauan ketempat pelayanan kesehatan (p=0.006, PR=0.112), dukungan (p=0.007, PR=0.084), variabel yang paling dominan adalah paritas (p=0.001; PR=15.863; 95%CI:3.221-78.114)yang berarti bahwa responden dengan Paritas multigravida mempunyai risiko tidak melakukan kunjungan K4 15.863 kali lebih besar dibandingkan paritas primigravida. Diharapkan kepada ibu hamil agar lebih aktif dan giat dalam melakukan kunjungan K4 agar terdeksi segala kemungkinan yang dapat terjadi sehingga terhindar dari bahaya selama kehamilan maupun menjelang persalinan.
Tingkat Kecemasan Menurun Setelah Diberikan Terapi Hipnotis Lima Jari pada Pasien Preoperatif Pardede, Jek Amidos; Hulu, Darto Eli Syah Putra; Sirait, Asima
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 1 (2021): Maret
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preoperatif merupakan persiapan pasien sebelum dilakukan tindakan operasi, pada tahap ini pasien sering mengalami kecemasan. Kecemasan ini dapat menyebabkan kegagalan atau penundaan operasi. Untuk penanganan kecemasan tersebut diperlukan terapi keperawatan yang tepat, salah satunya adalah terapi hipnotis lima jari. Terapi hipnotis lima jari yaitu cara merileksasikan diri dengan menggunakan kekuatan pikiran. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap kecemasan pasien preoperatif. Desain penelitian ini adalah Quasy experiment with one-group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini semua pasien pre operatif yang berjumlah 69 orang dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 27 responden dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan responden sebelum dilakukan Terapi hipnotis lima jari, mayoritas cemas sedang sebesar 88,9% dan setelah dilakukan terapi hipnotis lima jari mayoritas cemas ringan sebesar 59,3% serta nilai p-value = 0.000 (p <0.1) dengan menggunakan Hasil uji wilcoxon. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh yang signifikan terapi hipnotis lima jari terhadap kecemasan pasien pre operatif.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS ( PROLANIS ) DI PUSKESMAS PARSOBURAN KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2021 Manullang, Hanna Junima; Dachi, Rahmat A.; Sitorus, Ester J.; Priajaya, Sonny; Sirait, Asima
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1595

Abstract

ABSTRAK Program Pengelolaan  Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengelola penyakit kronis yaitu diabetes mellitus dan hipertensi, yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Puskesmas Parsoburan sudah melaksanakan prolanis sejak Tahun 2013 dan memiliki jumlah peserta prolanis terbanyak di Kota Pematangsiantar  pada Tahun 2021, yaitu sebanyak  480 orang. Persentase  rata-rata kunjungan  ke puskesmas 49%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar.  Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriftif. Data diperoleh dari  wawancara mendalam kepada 3 narasumber utama dan 4 narasumber triagulasi untuk keabsahan data, serta data juga diperoleh dari  hasil observasi dan  dokumentasi.  Analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa implementasi prolanis di Puskesmas Parsoburan belum mencapai indikator 75%, komunikasi belum berjalan dengan optimal, walaupun  dimensi transformasi dan konsisitensi informasi sudah berjalan dengan baik, namun dimensi kejelasan informasi masih kurang ; sumber daya sudah  tersedia  dengan baik mencakup sumber daya anggaran, sumber daya manusia dan fasilitas; disposisi atau sikap pelaksana  dalam implementasi Prolanis pada umumnya sudah  baik;  dan  struktur birokrasi belum berjalan dengan maksimal  dimana  fragmentasi sudah berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan BPJS  dan koordinasi internal di puskesmas  tapi  SOP dalam dalam pelaksanaan prolanis belum tersedia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan belum berjalan dengan optimal.Kata Kunci :    Prolanis,  Implementasi
Tingkat Kecemasan Kelompok Lanjut Usia Di Situasi Pandemi Covid-19 Aritonang, Juneris juneris; Sirait, Asima; Lumbantoruan, Mestika
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT AKBID PELAMONIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v5i1.200

Abstract

Pandemi Covid-19 ini menimbulkan dampak buruk lainnya termasuk diantaranya adalah terganggunya kesehatan psikososial, dan danpak ini akan lebih lama pemulihannya pandemi itu sendiri. Beberapa alasan penyebab hal tersebut adalah isolasi selama beberapa bulan (lock down) yang menimbulkan kejenuhan, kecemasan, bahkan insomnia. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 membawa dampak buruk bagi mental semua orang, terlebih pada kelompok lanjut usia. Situasi pandemi Covid-19 ini meningkatkan stres dan kecemasan. Kelompok lansia adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan kelompok lanjut usia di situasi pandemi covid-19. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Sari Batang Kecamatan Kuis Kabupaten Deli Serdang. Besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang berarti seluruh kelompok lansia yang berada dan bersedia dijadikan sample pada saat penelitian berlangsung sejumlah 41 orang. Penelitian ini dilakukan masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga alat tulis diberikan 1 per responden penelitian dalam mengisi kuesioner tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dan nyata. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan menggunakan angket/lembar kusioner yang diberikan langsung kepada responden saat penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat.. Mayoritas responden berada di tingkat kecemasan ringan (56.1%) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Desa Tanjung Sari tahun 2021. Disarangkan agar lansia dapat meningkatkan pemahaman terkait Covid-19 dengan informasi dapat diperoleh dari media cetak maupun elektronik maupun dari petugas kesehatan yang ada di Desa Tanjung Sari.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS ( PROLANIS ) DI PUSKESMAS PARSOBURAN KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2021 Hanna Junima Manullang; Rahmat A. Dachi; Mido Ester J. Sitorus; Sonny Priajaya; Asima Sirait
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1663

Abstract

ABSTRAK Program Pengelolaan  Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengelola penyakit kronis yaitu diabetes mellitus dan hipertensi, yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Puskesmas Parsoburan sudah melaksanakan prolanis sejak Tahun 2013 dan memiliki jumlah peserta prolanis terbanyak di Kota Pematangsiantar  pada Tahun 2021, yaitu sebanyak  480 orang. Persentase  rata-rata kunjungan  ke puskesmas 49%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar.  Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriftif. Data diperoleh dari  wawancara mendalam kepada 3 narasumber utama dan 4 narasumber triagulasi untuk keabsahan data, serta data juga diperoleh dari  hasil observasi dan  dokumentasi.  Analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa implementasi prolanis di Puskesmas Parsoburan belum mencapai indikator 75%, komunikasi belum berjalan dengan optimal, walaupun  dimensi transformasi dan konsisitensi informasi sudah berjalan dengan baik, namun dimensi kejelasan informasi masih kurang ; sumber daya sudah  tersedia  dengan baik mencakup sumber daya anggaran, sumber daya manusia dan fasilitas; disposisi atau sikap pelaksana  dalam implementasi Prolanis pada umumnya sudah  baik;  dan  struktur birokrasi belum berjalan dengan maksimal  dimana  fragmentasi sudah berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan BPJS  dan koordinasi internal di puskesmas  tapi  SOP dalam dalam pelaksanaan prolanis belum tersedia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan belum berjalan dengan optimal.Kata Kunci :    Prolanis,  Implementasi
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KETERPAPARAN MIOPIA PADA SISWA-SISWI SMP N 3 KECAMATAN ONAN GANJANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Lidia Silaban; Jenny Marlindawani Purba; Kesaktian Manurung; Heru Santoso; Asima Sirait
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1814

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggalakkan MKJP lebih dari 10 tahun yang lalu namun hingga saat ini MKJP masih belum menjadi pilihan mayoritas pasangan usia subur di Indonesia. Rendahnya pemakaian kontrasepsi IUD disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pengalaman, rasa takut penggunaan IUD terhadap efek sampingnya, biaya mahal, prosedur yang rumit, pengaruh dan pengalaman akseptor lain, sosial ekonomi, serta persepsi yang salah tentang IUD. Banyak mitos yang dipercayai oleh masyarakat antara lain kontrasepsi IUD dapat berpindah-pindah tempat sendiri, IUD dapat menyebabkan tumor pada rahim, IUD dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi, dan IUD dapat menyebabkan hubungan seksual tidak nyaman. Keikutsertaan PUS di Puskesmas Darul Imarah untuk menggunakan MKJP masih sangat rendah. Penggunaan IUD 0,5% dari keseluruhan pengguna KB. Alasan tidak menggunakan IUD karena takut efek samping IUD dan tidak mendapatkan izin suami. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya hubungan persepsi individu dengan minat PUS dalam pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah PUS pengguna kontrasepsi sederhana, pil dan suntikan berjumlah 79 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 1-30 Juni 2020. Analisa data dengan menggunakan  uji chi square diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan minat PUS menggunakan MKJP di Puskesmas Darul Imarah. (ρ=0,001 CI 1,8-13,0). Kesimpulan diperoleh bahwa persepsi yang positif tentang MKJP mempengaruhi minat PUS untuk menggunakan MKJP. Disarankan kepada Bidan untuk meemberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang MKJP, serta memberi dukungan kepada ibu untuk menggunakan MKJP. Kata Kunci                 : AKDR, persepsi, minat
Pendidikan Kesehatan Media Booklet Mengurangi Kecemasan Ibu pada Imunisasi Dasar di Era Pandemi Covid-19 Mestika Lumbantoruan; Asima Sirait; Juneris Aritonang; Kristimone Andayani
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2022): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v9i1.1557

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed customary procedures, including causing disruptions in routine immunization programs. At the beginning of the Covid-19 pandemic in Indonesia, posyandu services had stopped and finally, during the implementation of immunization service activities, there was a decline. Data from observers of child immunization found that 83.9% of immunization services were disrupted due to the Covid-19 pandemic, the results in April 2020. One of factors was the feeling of worry and fear of mothers being infected with Covid-19 in health facilities including posyandu. Education is needed to change behavior of individuals for the better on this matter. This study aims to analyze health education with booklets on maternal anxiety in providing basic immunization in the era of the Covid-19 pandemic. The design of this study used quasi-experimental, data analysis using the Mc. Nemar. The results, there was an effect of providing health education with booklet media on the anxiety of mothers of babies 0-12 months in giving immunizations in the era of the covid-19 pandemic in the Desa Pekan Tanjung Morawa in 2021 with a p-value 0.015. There was a decrease in the number of respondents with mild anxiety from 65% to 33%, and no more respondents with moderate anxiety levels were found. The number of respondents who were not anxious increased by 39 people. The results of this study need to be carried out holistically related to immunization during the pandemic and others using booklets. Keywords: Health Education, Immunization, Maternal Anxiety, Media Booklets , The Covid-19 Pandemic
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI PUSKEMAS BATANG BERUH KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI TAHUN 2019 SUSIANI .; SONNY PRIAJAYA; ASIMA SIRAIT
JURNAL ILMIAH SIMANTEK Vol 3 No 3 (2019): JURNAL ILMIAH SIMANTEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.95 KB)

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a problem found in society in both developed and developing countries including Indonesia. Hypertension is a condition of increasing systolic blood pressure more than 140 mmHg and diastolic more than 90 mmHg. The purpose of this study was to analyze the risk factors for the incidence of hypertension in young adults in Batang Beruh Health Center, Sidikalang District, 2019. This type of research is analytic correlation research with case-control design. The population in this study were hypertensive patients at the age of 18-40 years who went to the Batang Beruh Health Center Sidikalang District as many as 42 people as well as residents aged 18-40 years who were not hypertensive patients who went to the Puskesmas as many as 42 people. The data analysis method used in this study consisted of univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of the study were obtained: there was a correlation between genetic risk factors (p = 0,000), alcohol consumption (p = 0,040), coffee consumption (p = 0,046), smoking (p = 0,001), salt consumption (p = 0,001), physical activity (p = 0,033), food (p = 0.003) and stress (p = 0.000) with the incidence of hypertension in young adults. Risk factors that are dominantly associated with the incidence of hypertension are genetic risk factors (p = 0,000, Exp (B) = 8,159). It is recommended that hypertension sufferers and the public be able to maintain a healthy lifestyle by carrying out a healthy diet, doing physical activities such as exercise regularly and being able to maintain psychology to avoid stress and the health center can socialize healthy life to avoid health problems such as hypertension.