Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA PERANTAU YANG 1 2 BERKULIAH DI JAKARTA Lastary, Lisa Dwi; Rahayu, Anizar
IKRAITH-HUMANIORA Vol 2 No 1 (2018): IKRAITH-HUMANIORA vol 2 Nomor 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.439 KB)

Abstract

Mahasiswa yang merantau diluar kota, jauh dari orangtua untuk berkuliah, pada kenyataannya sering kalimengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang tidak penting, sehingga kuliah menjadi tertunda danpenyelesaiannya sering tidak tepat waktu.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungandukungan sosial dan self efficacy dengan prokrastinasi akademik mahasiswa perantau yang berkuliah dijakarta.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 121 mahasiswa perantau yang berkuliah di jakarta. Yangdiambil dengan teknik insidental. Skala yang digunakan adalah skala dukungan sosial, skala self efficay danskala prokrastinasi akademik. Berdasarkan hasil analisis data bivariate correlation dengan bantuan programSPSS 15.00 for windows. Ditemukan“Ada hubungan antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademikmahasiswa perantau yang berkuliah di jakarta” dan ”Ada hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasiakademik pada mahasiswa perantau yang berkuliah di jakarta”. Sedangkan dari hasil analisis data multivariatecorrelation ditemukan“Ada hubungan dukungan sosial dan self efficacy dengan prokrastinasi akademikmahasiswa perantau yang berkuliah di jakarta”.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI REMAJA KELAS X SMA ANGKASA I JAKARTA Aristya, Della Nur; Rahayu, Anizar
IKRAITH-HUMANIORA Vol 2 No 2 (2018): IKRAITH-HUMANIORA vol 2 Nomor 2 Bulan Juli 2018
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.292 KB)

Abstract

Masa remaja dianggap sebagai masa yang labil, dimana individu berusaha mencari jati dirinya di tengahpergaulan sesama remaja. Masalah – masalah yang dihadapi remaja siswa SMA terutama di awal – awal sekolahantara lain tidak mampu beradaptasi terhadap situasi atau keadaan sekolah yang baru. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan konsep diri dengan penyesuaian diri remaja di SMA.Penyesuaian diri mencakup aspek adaptation, comformity, mastery, individual variation. Dukungan sosialmelibatkan aspek-aspek dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan informatif.Sedangkan konsep diri terdiri dari aspek subjective self, objective self, social self, dan ideal self.Pengambilansampel penelitian dengan teknik purposive sampling yang melibatkan seluruh siswa kelas X SMA Angkasa Ijakarta di semua jurusan yang berjumlah 200 orang. Adapun metode pengumpulan data menggunakan angketyang terdiri dari angket penyesuaian diri , angket dukungan sosial dan angket konsep diri. Analisis data dengankorelasi bivariat digunakan untuk mengukur korelasi antara variabel dukungan sosial dengan penyesuaian diridan konsep diri dengan penyesuaian diri, sedangkan korelasi multivariat digunakan untuk mengukur korelasiantara variabel dukungan sosial dan konsep diri dengan penesuian diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwadukungan sosial berkorelasi positif signifikan dengan penyesuaian diri remaja di SMA. Konsep diri jugaberkorelasi positif signifikan dengan penyesuaian diri remaja di SMA. Selanjutnya, dukungan sosial dan konsepdiri keduanya berkorelasi positif signifikan dengan penyesuaian diri remaja di SMA.
PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL HUBUNGANNYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI WANITA YANG MENGHADAPI MASA MENOPAUSE Chaerani, Rachma Fajri; Rahayu, Anizar
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2019): IKRAITH-HUMANIORA Vol 3 No 2 Bulan JULI 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.664 KB)

Abstract

AbstrakMenopause merupakan masa yang pasti dilewati oleh setiap wanita pada usia tengah baya. Datangnyamenopause disertai dengan perubahan-perubahan penurunan kondisi fisik. Hal ini seringmenimbulkan kecemasan tersendiri bagi setiap wanita, terutama yang tidak siap menghadapinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan diri dan dukungan sosial hubungannya denganpenyesuaian diri wanita yang menghadapi masa menopause. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif, populasinya adalah wanita di RW 03 Bintara VIII, kelurahan Bintara Bekasi Barat yangberusia 47 – 52 tahun. Sampel berjumlah 152 orang, yang diambil dengan menggunakan tekniksimpel random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala model likert yang terdiri dariskala penyesuaian diri yang diadaptasi dari teori Desmita (2016), skala penerimaan diri yang disusundari teori Supratiknya (1995) dan skala dukungan sosial yang diacu dari teori Sarafino dan Smith(2012). Teknik analisis data menggunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dalam programSPSS 24.0 for windows. Hasil analisis menggunakan regresi diperoleh nilai R sebesar 0,354 yangberarti ada hubungan positif signifikan penerimaan diri dan dukungan sosial dengan penyesuaian diri.Dari uji Stepwise ditemukan konstribusi variabel penerimaan diri dan dukungan social terhadappenyesuaian diri sebesar 12,5%. Konstribusi penerimaan diri diutamakan lebih besar dari dukungansosial.
PENERIMAAN DIRI DAN RESILIENSI HUBUNGANNYA DENGAN KEBERMAKNAAN HIDUP REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN Dumaris, Shinta; Rahayu, Anizar
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2019): IKRA-ITH HUMANIORA Vol 3 No 1 Bulan Maret 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.191 KB)

Abstract

AbstrakRemaja yang tinggal panti asuhan mempersepsikan dirinya kurang beruntung, kurang bisa menerimakelebihan dan kekurangan diri dan kurang tangguh dalam menghadapi kesulitan hidup, yangmenyebabkannya sulit untuk menemukan makna hidup. Padahal kebermaknaan hidup sangat pentingdirasakan oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri danresiliensi dengan kebermaknaan hidup remaja yang tinggal di panti asuhan. Populasi dalam penelitianini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri Jakarta, adapunsampelnya berjumlah 108 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metodepengambilan data menggunakan skala Likert, terdiri dari skala kebermaknaan hidup yang diadaptasidari teori James Crumbaugh dan Leonard Maholick, skala penerimaan diri yang diadaptasi dari teoriSupratiknya, dan skala resiliensi yang diadaptasi dari teori Reivich dan Shatte. Hasil analisis datadiperoleh nilai R sebesar 0.695 yang berarti ada hubungan positif signifikan antara penerimaan diridan resiliensi dengan kebermaknaan hidup, artinya semakin tinggi penerimaan diri dan resiliensiremaja panti asuhan, maka akan semakin tinggi kebermaknaan hidupnya. Dari uji stepwise ditemukankontribusi variabel penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebermaknaan hidup sebesar 48.2%,kontribusi penerimaan diri 45.5% dan resiliensi 2.7%.
Kepribadian Hardiness dan Optimisme Hubungannya Dengan Subjective Well Being Pemulung Barang Bekas di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur Irawan, Dhimas Handika; Rahayu, Anizar
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2019): IKRAITH-HUMANIORA VOL 3 NO 3 Bulan November 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.687 KB)

Abstract

Penelitian Kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabelkepribadian hardiness dan optimisme dengan subjective well being. Subyek padapenelitian ini adalah pemulung, yaitu individu yang sehari-hari bekerja memulungbarang bekas untuk dijual atau dimanfaatkan kembali, yang tinggal di KelurahanKlender Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur yang berjumlah 152 orang. Teknikpengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, adapun instrument pengumpulandata penelitian menggunakan skala model Likert yang terdiri dari 3 skala, yaitu : skalakepribadian hardiness, skala optimisme, dan skala subjective well being. Analisis datapenelitian menggunakan analisis bivariate correlations dan analisis multivariatecorrelations dengan regressions metode enter. Hasilnya menunjukkan ada hubungansignifikan antara kepribadian hardiness dengan subjective well being; ada hubungansignifikan antara optimisme dengan subjective well being; dan ada hubungan signifikanantara kepribadian hardiness dan optimisme dengan subjective well being.
Gratitude and social support as predictors for fishermen's subjective well-being Shaleh, Abdul Rahman; Rahayu, Anizar; Zubeir, Azlee; Istiqlal, Akhlis
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Prsikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v5i1.4859

Abstract

Everybody aspires and deserves some personal well-being. This kind of well-being is subjective, and it is shaped by the way individuals perceive and feel the situations surrounding their lives. This study aimed to investigate the effect of gratitude and social support on fishermen's subjective well-being. This study's subjects were 299 fishermen living in the coastal area of Pelabuhan Ratu, who were chosen through an accidental sampling technique. In collecting data, subjective well-being was measured using Flourishing Scale (Diener et al., 2009) and Scale of Positive and Negative Experience (Diener Biswas-Diener, 2008), Gratitude Scale, which was based on Gratitude Resentment and Appreciation Test (Watkins, Woodward, Stone, Kolts, 2003), and Social Support Scale that was based on Multidimensional Scale of Perceived Social Support (Dahlem, et al., 1991). Multiple regression analysis showed that the entire independent variables significantly influenced subjective well-being. Meanwhile, each dimension's regressive coefficient on the independent variables showed four sub-variables that significantly influenced the dependent variables: sense of abundance, simple appreciation, appreciation to others, and family support.
Mother’s Love beyond the Mask: Resilience of Covid-19 Mother Survivors in Indonesia Nabhani Nurany, Putri; Marliani, Rosleny; Rahayu, Anizar
Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v14i1.740

Abstract

The curve of Covid-19 in Indonesia has not sloped, the positive number of this virus continues to increase. One groups affected Covid-19 are working mothers who have babies and still need to feed and take care for the babies. The positive status of Covid-19 for these mothers is certainly not easy because it has its own dynamics. They got anxiety about their health and safety as well as the babies. It is aggravated by anxiety of self-isolation so they are forced to be separated from their family and relatives. This study aims to understand a unique case in depth so that the methodology used is a case study. The data obtained through interviews with one subject, a mother who has survived Covid-19. The research data were analyzed by data reduction stages, by making verbatim and then making exploratory comments. From these exploratory comments the data then developed into emergent themes which will then be reduced and grouped under super-ordinate themes. The results of the study describe eight themes, namely: (1) Dark phase, (2) Closure, (3) Coping strategies, (4) Refocusing and Move on, (5) Adaptable, (6) Social Support, (7) Spirituality, and (8) Self Regard. This study found that during self-isolation, participant succeeded in developing her resilience in facing difficult times.
The Effect Of Work-Life and Social Media Balances On Moslem Family Teachers In Pandemic Time Anizar Rahayu; Abdul Rahman Shaleh; Rosleny Marliani
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 7 No 2 (2021): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v7i2.8247

Abstract

Distance learning demands extra work and adjustment of teachers in doing a task to educate their students. This condition causes a conflict such as interfering with wholeness that leads to family resilience conflict. In Islamic teaching, family resilience can be achieved by living the principles of zawaj (pair), mitsaqan-ghaliza (solid bond), musyaran (good association), and musyawarah (mutual agreement) in relationship between family members. The study aimed to find out the effect of work-life and social media balances on teachers' families' resilience and was measured by Islamic family resilience values. The participants were 161 teachers aged 21-36 years in Cikarang area of Bekasi Regency who used social media. Data was taken through Google-form with three scales, namely Islamic Family Resilience which was developed by Islamic family resilience aspect of BP4 called IMRS®, the scale of work balance was from Fisher, Bulger, & Smith (2009), and the scale of social media balance was from Kumar & Priyadarshini (2018). Data was taken by a nonprobability sampling with purposive sampling technique. The data were analyzed with multiple regression analysis. The results showed that the variables of work-life and social media balances had a significant effect on family resilience. The study also showed that three dimensions had a significant effect, namely (2) the mixing of person to work, (3) enrichment of personal life from work, and (6) the use of social media for personal. This study implied that the importance of understanding family members related to the fulfillment of common goals and must be communicated.
Kecerdasan Emosi Dan Persepsi Pola Asuh Demokratis Perannya Terhadap Kepatuhan Menjauhi Kerumunan Pada Protokol Kesehatan Anggia Sarah Febriani; Anizar Rahayu
Psikologi Kreatif Inovatif Vol 1 No 1 (2021): Psikologi Kreatif Inovatif Vol 1 No 1 November 2021
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.729 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kecerdasan emosi dan persepsi pola asuh demokratis berperan terhadap kepatuhan menjauhi kerumunan pada protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan purposive sample sebagai teknik pengambilan sampel. Sampel sebanyak 230 orang dewasa awal berusia 20-30 tahun, yang bersekolah atau bekerja di daerah sekitar Tebet. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala model likert yang terdiri dari skala kepatuhan, skala kecerdasan emosi, serta skala persepsi pola asuh demokratis. Analisis data dalam pengujian hipotesis menggunakan Uji Regresi Linear, dan Uji Regersi Berganda, sedangkan untuk uji komparatif menggunakan Uji Mann Whitney, dan Uji One Way Anova. Hasil uji hipotesis didapati kecerdasan emosi berperan secara signifikan dengan arah positif terhadap kepatuhan menjauhi kerumunan pada protokol kesehatan dengan nilai Bx1y: 0.335 dan nilai p: 0.000 (<0.05). Persepsi pola asuh demokratis berperan terhadap kepatuhan menjauhi kerumunan pada protokol kesehatan juga ditemukan signifikan dengan arah positif secara signifikan terhadap kepatuhan menjauhi kerumunan pada protokol kesehatan, dengan nilai Bx2y: 0.418, dan nilai p: 0.000 (p<0.05). Berikutnya uji hipotesis kecerdasan emosi dan persepsi pola asuh demokratis berperan secara signifikan dengan arah positif terhadap kepatuhan menjauhi kerumunan pada protokol kesehatan dengan nilai R: 0.430, dan nilai R2: 0.185 sehingga kontribusinya 18,5%.
Gratitude and social support as predictors for fishermen's subjective well-being Abdul Rahman Shaleh; Anizar Rahayu; Azlee Zubeir; Akhlis Istiqlal
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : The Faculty of Psychology and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v5i1.4859

Abstract

Everybody aspires and deserves some personal well-being. This kind of well-being is subjective, and it is shaped by the way individuals perceive and feel the situations surrounding their lives. This study aimed to investigate the effect of gratitude and social support on fishermen's subjective well-being. This study's subjects were 299 fishermen living in the coastal area of Pelabuhan Ratu, who were chosen through an accidental sampling technique. In collecting data, subjective well-being was measured using Flourishing Scale and Scale of Positive and Negative Experience, Gratitude Scale, which was based on Gratitude Resentment and Appreciation Test, and Social Support Scale that was based on Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Multiple regression analysis showed that the entire independent variables significantly influenced subjective well-being. Meanwhile, each dimension's regressive coefficient on the independent variables showed four sub-variables that significantly influenced the dependent variables: sense of abundance, simple appreciation, appreciation to others, and family support.