Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Universitas Respati Yogyakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Riwayat Penyakit Cerebrovaskuler Terhadap Ankle Brachial Indeks Pada Pasien Hemodialisis Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare; Nekada, Cornelia Dede Yoshima; Wahyuningsih, Melania
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.348 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.262

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan alasan tersering tindakan hemodialisis. Ginjal pada pasien ini sudah tidak dapat bekerja secara normal. Nefron pada pasien gagal ginjal kronis telah kehilangan fungsi filtrasinya minimal 70% di bawah normal. Penyebab gagal ginjal sendiri dapat berasal dari berbagai gangguan seperti penyakit hipertensi, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, maupun penyakit generative yang terjadi pada system regulasi tubuh yaitu gangguan cerebrovaskuler. Gangguan cerebrovaskuler mungkin tidak menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis, namun cerebrovaskuler memiliki peran utama dalam regulasi untuk menjaga homeostatis tubuh. Peran regulasi tersebut salah satunya dapat dilihat dari situasi peredaran darah manusia melalui pengukuran nilai ankle brachial indeks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap nilai ankle brachial indeks. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 135 pasien hemodialisis, dengan memperhatikan kriteria pengambilan sampel. Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi square, dengan nilai p adalah 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap ankle brachial indeks.
Perbedaan Tingkat Depresi Lansia Wanita yang Tinggal Bersama Keluarga DI Kelurahan Wirogunan Dengan TInggal di Panti Wredha Hanna Yogyakarta Juliantika, Juliantika; Prabowo, Tri; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2195.925 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i1.202

Abstract

Peringatan UHH
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSI DI BPSTW YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO Ximenes, Pulqueria Lay; Syafitri, Endang Nurul; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.349 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v3i2.30

Abstract

Latar Belakang:Meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan umur harapan hidup. UHH di Indonesiameningkat menjadi 69,43 tahun pada tahun 2010 dan tahun 2011 UHH meningkat menjadi 69,65 tahun. UHH dan jumlah Lansia yang meningkat, mencerminkan perbaikan kesehatan salah perbaikan kesehatan bagi lansia dengan pemeliharaan tidur. 34,3% lansia mengalami sulit tidur. Hasil wawancara pada sembilan lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso mengatakan sering terbangun dimalam hari. Masalah kualitas tidur pada lansia dapat diatasi dengan pemberian terapi musik. Terapi musik sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi masalah tidur. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso. Metode Penelitian : Metode yang digunakan quasi experimentdengan rancangan penelitian pre test dan post testnonequevalen control group. Teknik sampling menggunakan convenience samplingjumlah 20 lansia setiap kelompok. menggunakan analisa independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol dan paired testuntuk sebelum dan setelah terapi musik. Hasil:skor kualitas tidur pada kelompok kontrol sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,30 dan 9,15. Skor kualitas tidur pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,55 dan 4,30 dengan p value0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso pada kelompok intervensi tetapi, pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh. Kata kunci :Kualitas tidur, lansia, terapi musik.
EFEKTIFITAS ART THERAPY DAN BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Erwanto, Rizky; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.645 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.38

Abstract

Efektifitas Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia   Rizky Erwanto 1, Thomas Aquino Erjinyuare Amigo2   1,2 Dosen Program Pendidikan Profesi Ners Universitas Respati Yogyakarta                                  Email: rizkyerwanto@gmail.com     ABSTRAK   Jumlah lansia di dunia semakin lama mengalami peningkatan. Seiring dengan peningkatan jumlah lansia tersebut perlu mendapat perhatian dikarenakan lansia termasuk kelompok/populasi beresiko (population at risk). Populasi berisiko merupakan kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Perubahan kemampuan fisik dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Salah satu perubahan yang terjadi pada proses penuaan yaitu perubahan kognitif pada lansia. Perubahan kognitif yang sering terjadi pada lansia adalah demensia Alzheimer. Penderita demensia Alzheimer dapat mengalami gangguan pada aktifitas fisik sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan biaya perawatan sehari-hari dan dapat menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.Untuk mengurangi dampak tersebut, maka diperlukan suatu terapi non farmakologis yaitu dengan modifikasi intervensi art therapy dan brain gym. Intervensi ini dapat dilakukan oleh perawat maupun care giver di layanan institusi atau BPSTW yang dilaksanakan sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedure). Intervensi ini dapat mendorong keluarnya ekspresi seseorang, melalui eskpresi artistik dapat memahami emosi, dan melalui proses kreatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kognitif dan daya ingat pada lansia.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Penelitian ini menggunakan metode Quasy experimental one group pre post test. Teknik pengambilan dengan menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 52 lansia. Peneliti menggunakan istrumen MMSE dan HVLT untuk mengukur fungsi kognitif lansia. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan MMSE, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,5 point. Uji Wilcoxon signed rank test  didapatkan p value 0,002. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan HVLT, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,56 point. Uji Paired t didapatkan p value 0,00. Hasil uji bivariate menggunakan instrument MMSE dan HVLT menunjukkan bahwa intervensi art therapy dan brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur.     Kata kunci : Art Therapy dan Brain Gym,Fungsi Kognitif, Lansia
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Penderita Kusta Di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto Hidayati, Rina Nur; Roifah, Ifa; Wahyuni, Nur; Erjinyuare Amigo, Thomas Aquino
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.114 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v6i2.311

Abstract

Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi pada penderita bukan hanya dari segi fisik saja, tetapi juga masalah psikososial yaitu depresi. Keluarga merupakan sumber koping terdekat, sehingga dukungan yang diberikan akan sangat berarti bagi penderita kusta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat depresi pada penderita kusta di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penderita kusta yang mengalami cacat tingkat II.Sampel yang diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 54 responden.Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan depresi ZSDS (Zung Self-Rating Depression Scale).Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik sebanyak 32 responden (59.3%) dan tidak mengalami depresi sebanyak 30 responden(55.6%). Berdasarkan hasil uji Spearman Rho bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi penderita kusta (Pv 0,000 < 0,05). Dukungan keluarga dapat menurunkan tingkat depresi penderita kusta.Keluarga hendaknyamemberikan perhatian, menghargai dan mendengarkan keluhan penderita kusta, serta mengantar penderita kusta dalam memeriksakan kesehatannya.
PENGARUH EDUKASI PERAWATAN JANGKA PANJANG PADA LANSIA DENGAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DI AREA KOMUNITAS Thomas Erjinyuare Aquino Amigo; Cornelia Dede Yoshima Nekada
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.101 KB) | DOI: 10.32584/jikk.v2i2.408

Abstract

The elderly population which increases rapidly along with the downgrading of various systems generate impacts on the health condition of the elderly, thus, long-term care is required. The long-term care requires health cadres or caregivers who support the health workers, however, health cadres or caregivers need to conceive a decent knowledge regarding long-term care on the elderly. According to this phenomenon, therefore, the researchers were interested to conduct a study concerning the impact of the long-term care education for elderly on the knowledge of health cadres. This research aimed to discover the impact of long-term care education for elderly on the knowledge of health cadres in Pokoh Hamlet, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Special Region. The research was performed through a quasi-experimental method with nonequivalent control group pre and posttest design. The knowledge of the respondent was measured before the education regarding long-term care is provided, then, the respondents were educated, and the knowledge of cadre about long-term care was measured at end of the meeting. Respondents involved in this research were individuals who follow the education and cadres or local people who nurse the elderly. The knowledge of cadres was measured through the questionnaire of long-term care. The statistical hypothesis test was performed on the obtained data through Wilcoxon’s test. A total sampling was used as the sampling technique in this research which resulted in 16 respondents as the sample. The results of this research indicated that the median score of the knowledge of health cadres was 39.5 before the intervention and 45 after the intervention with 0.000 of p-value, there was a significant difference of knowledge between before and after the long-term care education was given on health cadres. The conclusion is that there was a significant difference between the long-term care education with the knowledge of health cadres. Health cadres are expected to be able of performing screening on elderly who require long-term care and also capable of performing long-term care on the elderly which focused on the fulfillment of basic needs. 
PENGEMBANGAN DUSUN RAMAH LANSIA MELALUI PELAKSANAAN SEKOLAH LANSIA DI KARET KABUPATEN BANTUL Rizky Erwanto; Dwi Endah Kurniasih; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.723 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i6.3170

Abstract

Abstrak: Persentase jumlah lansia di Yogyakarta sebanyak 14,5 %. Peningkatan jumlah lansia akan menjadi tantangan bagi masyarakat apabila lansia mengalami masalah Kesehatan. Hal ini berdampak pada peningkatan biaya perawatan kesehatan, peningkatan disabilitas, penurunan pendapatan, kurangnya dukungan sosial dan lingkungan yang kurang ramah terhadap lansia. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan kawasan ramah lansia. World Health Organization (WHO) telah membuat indikator untuk mencapai kawasan ramah lansia. Berdasarkan hal ini, tim Abdimas mengembangkan dusun Karet, kabupaten Bantul sebagai dusun ramah lansia karena memiliki jumlah persentase lansia besar yaitu sebesar 17,81 % serta memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan dengan baik.  Salah satu upaya untuk mencapai indikator tersebut adalah dengan membentuk sekolah lansia. Pelaksanaan sekolah lansia melibatkan berbagai pihak khususnya para remaja dan kader Kesehatan lansia untuk dapat berkontribusi dalam pelaksanaan sekolah lansia. Adanya kontribusi dari lintas generasi (intergenerational learning) dapat menjadikan indicator terbentuknya sekolah lansia. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta sekolah lansia sebesar 45,74 %, adanya peran serta dari lintas generasi (intergenerational learning) dan terbentuknya dusun ramah lansia di dusun Karet Bantul.Abstract:  The percentage of the elderly in Yogyakarta about 14.5%. Increasing the number of older people will be a challenge for society if the elderly experience health problems. Moreover, this notion has an impact on increasing health care costs, increasing disability, decreasing income, lack of social support and an environment that is less friendly to the elderly. Developing an elderly-friendly area is one of the significant Efforts to build a friendly area for the elderly. The World Health Organization (WHO) has developed indicators to achieve elderly-friendly areas. Based on this, the authors developed Karet, Pleret, Bantul as a village friendly to the elderly because it has a large percentage of older people, namely 17.81% and has the potential for human resources that can be adequately developed. One of the efforts to achieve this indicator is by establishing an elderly school. The implementation of elderly schools involves various parties, especially teenagers and elderly health cadres, to be able to contribute to the implementation of elderly schools. The existence of contributions from across generations (intergenerational learning) can be an indicator of the formation of elderly schools. The results that have been achieved from this activity are an increase in the knowledge of elderly school participants about 45.74 %, the participation of intergenerational learning (intergenerational learning) and the formation of an elderly-friendly hamlet in Karet Bantul
Anxiety Level During Covid-19 on the Preparedness of New Normal Adaptation Cornelia Dede Yoshima Nekada; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo; Pauliunus Deny Krisnanto
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster is a sudden and damaging event, causing both physical and mental harm. From 2019 to the present of 2020, the whole world, including Indonesia, has experienced a pandemic caused by COVID-19. The high number of death victims, the way this disease spreads, social effects for the sufferers and the families, and the unavailability of certain medicines, has caused the anxiety amidst the society. In June 2020, the Indonesian Government socialized the policy for new normal adaptation to the society. This new normal adaptation allows people to conduct their usual activities by maintaining health protocols to prevent the threats of being exposed to COVID-19. However, there are many people who ignore this policy, so this condition worries other people. This study was carried out in an aim to analyze the relationship between people’s anxiety regarding COVID-19 and their preparedness for new normal adaptation. This study analyzed the correlational relationship between the two variables. This study used a cross-sectional quantitative design. The sampling technique in this study was an accidental sampling, with 300 Sleman residents as the sample in the age of 10-70 years who were cooperative and willing to be the respondent of this study. The data in this study were taken directly through google form. The correlation test applied the Spearman Rank. The results of this study show that there is a relationship between the COVID-19 anxiety and the preparedness for new normal adaptation, with p-value = 0,000 and r = - 0.261.
Latihan Range of Motion Berpengaruh Terhadap Mobilitas Fisik pada Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso Yogyakarta Hermina Desiane Hastini Uda; Muflih Muflih; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 4, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.887 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2016.4(3).169-177

Abstract

The increasing of Life Expectancy has raised the population of the elderly. The highest population number of elderly in Indonesia can be found in Yogyakarta Special Region with 13.05%. The increasing life expectancy brings normal and pathological changes in the elderly as it relates to aging process in various systems. Normal changes are seen in the musculoskeletal system that is in the complete loss of muscle at the age of 80 (30%-50%). The changes can be found in such cases as rheumatoid arthritis, osteoarthritis, and osteoporosis. Such changes have made the elderly susceptible to hindrances of physical mobility which can be treated by giving range of motion (ROM) Exercises. The purpose of study to find out the effect of ROM Exercises against physical mobility for the elderly in Center for Social Services, Tresna Werdha, Unit Abiyoso Yogyakarta. This study was a qualitative research with an action research design. A purposive sampling method was used to collect the data from 5 respondents. Results: Physical mobility in elderly consists of five themes, namely range of motion, muscle strength, comfort, posture, and movement. ROM exercises provides changes in the ROM, comfort, and movement, but no change in the muscle strength and posture. Changes in the range of motion are found in the increased level of the range of motion which is seen in neck area and in reduced joint stiffness. Changes in comfort are seen in a feeling of happiness and less pain; yet, shortness of breath is not reduced. Changes in movement, which are different for every elderly, can be seen in increased gait speed, increased comfort which is the effect of fine motor skills, and decreased trembling. Conclusion: Some ROM exercises show effects on the physical mobility of the elderly. The effects can be traced from increased range of motion, comfort, and gait speed. Yet, the elderly’s posture and muscle strength do not experience any changes.