Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberian Motivasi Orang Tua Dalam Menggosok Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Timbulnya Karies Gigi Saputro, Heri; Fazrin, Intan; Sari, Avi Dian
Journal of Nursing Practice Vol 1 No 1 (2017): Journal Of Nursing Practice
Publisher : STIKes Surya Mitra Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v1i1.20

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang terdapat pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang mengalami proses kronis regresif. Penyebab karies karena malas atau salah dalam menggosok gigi, bahkan tidak ada dukungan orang tua untuk menggosok gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian motivasi orang tua dalam menggosok gigi pada anak usia prasekolah terhadap timbulnya karies gigi di TK Dharma Wanita Singonegaran I Kota Kediri. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua orang tua siswa usia prasekolah sebanyak 85 responden. Besar sampel sebanyak 70 responden yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Variabel independent adalah pemberian motivasi orang tua, sedangkan variabel dependent adalah timbulnya karies gigi. Hasil analisa menggunakan Spearman rho. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pemberian motivasi orang tua adalah kurang sebanyak 42 responden (60%), dan hasil observasi didapatkan 64 anak (91%) mengalami karies. Hasil uji statistik Spearman rhodiketahuiρ value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan pemberian motivasi orang tua dengan timbulnya karies gigi
KECERDASASAN INTELEKTUAL ANAK PRASEKOLAH DITINJAU DARI STIMULASI KELUARGA Chusnatayaini, Arina; Saputro, Heri; Fazrin, Intan
MEDICA MAJAPAHIT Vol 10, No 1 (2018): MEDICA MAJAPAHIT
Publisher : SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak prasekolah merupakan anak yang berusia antara 3-6 tahun dan merupakan pada masa keemasan untuk kemampuan otak anak dapat menyerap informasi yang tinggi. Keluarga mengharapkan bahwa mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi dan anak bertumbuh kembang optimal. Kecerdasan intelektual  yang tinggi tanpa ada produktifitas bukan merupakan kecerdasan yang baik. Faktor – faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang secara optimal yang paling dominan setelah pascanatal adalah genetik, lingkungan dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stimulasi keluarga dengan kecerdasan intelektual pada anak prasekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti semua keluarga yang mempunyai anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Banaran Kota Kediri, dengan teknik propotional stratified random sampling diperoleh sampel berjumlah 53 responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuisioner serta untuk kecerdasan intelektual menggunakan Coloured Progressive Matrices. Hasilnya dianalisis menggunakan uji spearman pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan Setengah responden memiliki stimulasi keluarga dalam kategori cukup, yaitu 26 responden (49,1%). Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan stimulasi keluarga (p=0,000), dengan kecerdasan intelektual pada anak prasekolah. Peran keluarga dalam memberikan kebutuhan dasar dalam memberikan kasih sayang, memberikan kebutuhan asuh, dan kebutuhan stimulasi pembelajaran akan berdampak pada kecerdasan intelektual pada anak.Kata Kunci : Stimulasi keluarga, Anak prasekolah, Kecerdasan intelektual
Pemberian Motivasi Orang Tua Dalam Menggosok Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Timbulnya Karies Gigi Sari, Avi Dian; Fazrin, Intan; Saputro, Heri
Journal Of Nursing Practice Vol 1 No 1 (2017): Journal Of Nursing Practice
Publisher : STIKes Surya Mitra Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v1i1.20

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang terdapat pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang mengalami proses kronis regresif. Penyebab karies karena malas atau salah dalam menggosok gigi, bahkan tidak ada dukungan orang tua untuk menggosok gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian motivasi orang tua dalam menggosok gigi pada anak usia prasekolah terhadap timbulnya karies gigi di TK Dharma Wanita Singonegaran I Kota Kediri. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua orang tua siswa usia prasekolah sebanyak 85 responden. Besar sampel sebanyak 70 responden yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Variabel independent adalah pemberian motivasi orang tua, sedangkan variabel dependent adalah timbulnya karies gigi. Hasil analisa menggunakan Spearman rho. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pemberian motivasi orang tua adalah kurang sebanyak 42 responden (60%), dan hasil observasi didapatkan 64 anak (91%) mengalami karies. Hasil uji statistik Spearman rhodiketahuiρ value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan pemberian motivasi orang tua dengan timbulnya karies gigi
Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Anak di Paud Lab School UNPGRI Kediri Baba, Kristianus Jaha; Trianti, Indri Retno; Widiana, Deni; Fazrin, Intan; Amalia, Miszar Nuralita; Smaut, Mondry Yandri
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT IN HEALTH Vol 1 No 2 (2018): Journal of Community Engagement in Health
Publisher : STIKes Surya Mitra Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Agar seorang anak memiliki perkembangan yang baik, maka perlu ada deteksi dini tumbuh kembang anak yang memiliki tujuan tercapainya optimalisasi perkembangan seorang anak. Sangat disayangkan masih sedikit orang tua yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak ini. Melalui metode penyuluhan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak orang tua diharapkan memiliki kesadaran dan keahlian dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pertumbuhan status gizi ( 87,5 % ), lingkar kepala ( 100 % ), perkembangan menggunakan  KPSP dengan hasil ( 100 %), perkembangan mental emosional ( 77,8 % ), tes daya dengar ( 100% ), tes daya lihat ( 100 % ) bahwa pasca penyuluhan, orang tua  dan guru memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingya melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak.
Pemberian Motivasi Orang Tua Dalam Menggosok Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Timbulnya Karies Gigi Sari, Avi Dian; Fazrin, Intan; Saputro, Heri
Journal Of Nursing Practice Vol. 1 No. 1 (2017): Journal Of Nursing Practice
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.89 KB) | DOI: 10.30994/jnp.v1i1.20

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang terdapat pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum yang mengalami proses kronis regresif. Penyebab karies karena malas atau salah dalam menggosok gigi, bahkan tidak ada dukungan orang tua untuk menggosok gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian motivasi orang tua dalam menggosok gigi pada anak usia prasekolah terhadap timbulnya karies gigi di TK Dharma Wanita Singonegaran I Kota Kediri. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua orang tua siswa usia prasekolah sebanyak 85 responden. Besar sampel sebanyak 70 responden yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Variabel independent adalah pemberian motivasi orang tua, sedangkan variabel dependent adalah timbulnya karies gigi. Hasil analisa menggunakan Spearman rho. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pemberian motivasi orang tua adalah kurang sebanyak 42 responden (60%), dan hasil observasi didapatkan 64 anak (91%) mengalami karies. Hasil uji statistik Spearman rhodiketahuiρ value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan pemberian motivasi orang tua dengan timbulnya karies gigi
PELATIHAN DAN PEMBINAAN HEALTH AND HYGIENE EDUCATION (HHE) BAGI PENGGUNA SANIMAS DI KOTA KEDIRI Indasah, Indasah; Fazrin, Intan; Rachmathiany, Ridha
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.367

Abstract

Kegiatan Pengabdian untuk pelatihan, pembinaan pada kelompok swadaya masyarakat “KSM” SANIMAS (sanitasi Berbasis Masyarakat) di Kota Kediri . Kegiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan kesadaran tentang permasalahan kesehatan dan hygiene dengan menyediakan informasi yang tepat dan mempromosikan praktek kesehatan dan hygiene yang baik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode focus grup discussion (FGD) sehingga partisipan dapat mengemukakan permasalahan dan mendapatkan solusi yang tepat. Hasil kegiatan ini partisipan mendapat informasi tentang sanimas dan health hygiene education (HHE) yang dapat memberdayakan masyarakat untuk mencegah penyakit terkait sanitasi, memperbaiki perilaku kesehatan dan hygiene, mencegah penyakit diare dengan memutus rute kontaminasi,  memberikan pengetahuan yang tepat mengenai perawatan fasilitas sanitasi dan inovasi dari pengolahan limbah seperti halnya dalam pembuatan biogas, program hidroponik, budidaya ikan,  tempat mandi cuci kakus yang indah untuk sarana edukasi serta pemahaman  dan keterampilan organisasi dan perawatan  SANIMAS.  Dukungan kerjasama pemerintah kota, lintas sektor dan masyarakat sehingga mewujudkan kota Kediri bebas dari buang air besar sembarangan, lingkungan yang sehat, bersih, indah, dan bermanfaat.
The Correlation Between Stimulation, Nutritional Status and Child Development Heri Saputro; Intan Fazrin; Eva Agustina Yalestyarini
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1Sp (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1Sp.20596

Abstract

Introduction:Developmental disorder could be affected by many factors, such as stimulation and nutritional status. This study aimed to determine the correlation between stimulation, nutritional and development of children aged 3 to 6 years old.Methods: The study design was an analytic survey with cross-sectional approach. Population was parents having children aged 3 to 6, as many as 419 in Sonorejo Village, the Work Area of the UPTD Puskesmas Grogol, Kediri Regency. Sample used were 109 respondents taken by simple random sampling technique. Independent variables were stimulation and nutritional status collected using questionnaire. Dependent variable was development of children aged 3 to 6 years old, collected using observation. Data were analyzed using ordinal regression test.Results: Results showed roughly half of respondents (52, 47.7%), with good stimulation, those with normal nutritional status 80 respondents (73.4%) and having appropriate development 88 respondents (80.7%). There was an effect caused by stimulation and nutritional status for development of children aged 3 to 6 years. Results  from the statistical test showed p value 0.000 for stimulation factor. This means that stimulation was a dominant factor for children's development.Conclusion: stimulation and nutritional status are very important for development of children aged 3 to 6 years old. This study suggested that parents should be more active in joining with health service centers so they can give an appropriate stimulation and increasing nutritional status for their children, so they can have   optimal growth and development.
Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Akibat Hospitalisasi dengan Penerapan Terapi Bermain Heri Saputro; Intan Fazrin
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.944 KB) | DOI: 10.21067/jki.v3i1.1972

Abstract

Children who are sick and hospitalized have an impact, both physically and psychologically, such as anxiety, feeling alien to the new environment, dealing with unknown individuals, lifestyle changes and having to accept painful medical or medical treatment. The purpose of this study was to determine the decrease in anxiety of children treated in hospital with the provision of play therapy. This research is a pre experimental research using One Group Pretest-Posttest Design approach in pre-school age children. The study was aimed at hospitalized children who experienced anxiety during hospitalization, then 3-day intervention (play therapy), then re-examined anxiety levels in children, anxiety measurements using a modified Spence Children's Anxiety Scale Parent Report And has tested the validity. The results showed a decrease in child's anxiety after being given a play therapy intervention with a p value of 0.002.
Intelegensi Quotient Pada Anak Usia Prasekolah Ditinjau Dari Stimulasi Pendidikan Anak Usia Dini Intan Fazrin; Heri Saputro; Arina Chusnatayaini
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2017): November
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.025 KB) | DOI: 10.30994/sjik.v6i2.9

Abstract

The child is a unique creature, the family expects that the child will grow optimally, the factors that influence the optimal growth and development of the most dominant after pasalkanatal are genetic, environment and family. The purpose of this study is to know the relationship between intelligence quotient with educational stimulation in early childhood. The research design used was correlational with cross sectional approach. The population studied by all families who have preschool children in kindergarten Dharma Wanita Banaran Kediri, with propotional stratified random sampling technique obtained sample amounted to 53 respondents. Data collection using questionnaire, the results were analyzed using spearman test at α = 0,05. The results of the study most of respondents assessed the educational stimulation of children aged within the category enough, ie 28 respondents (52.8%). Nearly the average upper quotient intelligence with 30 respondents (55.6%) The results of the analysis (p = 0,000) indicate that there is an association of early childhood educational stimulation with quotient intelligence in preschoolers. Needs intelligence quotient of stimulation is needed for the child's intellectual development process. The role of the family is to provide facilities for children to facilitate children to go to school in educational facilities that have good quality and provide stimulation independently when the child at home
PENGARUH HEALTH EDUCATION TENTANG STRATEGI PELAKSANAAN HALUSINASI PADA KELUARGA TERHADAP PERAN KELUARGA DALAM MEMBANTU KLIEN SCHIZOPHRENIA MENGONTROL HALUSINASI DI KOTA KEDIRI Byba Melda Suhita; Intan Fazrin
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2013): May
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.666 KB)

Abstract

Families need enough knowledge to help solve clients experiencing hallucinations nursing problems , one of which knowledge to assist the family members in helping clients control hallucinations . The purpose of this study to determine the effect of health education on hallucinations implementation familly strategic towards the family’s ability to help schizophrenia clients control hallucinations in Kediri. Research design in use One Group Pre – Test Post Test . Population family in Kediri with purposive sampling technique. Samples in this study were schizophrenia patients families in Kediri precisely at the Balowerti Public Health Centre and Sukorame Public Health Centre that meet the inclusion and exclusion criteria . Data collection is done by the questioner sheet , analysis of research data in the Mc Nemar test with α = 0.05 . The results showed that the role of the family in helping clients schizophrenic with hallucinations to controll hallucinations before being given health education, mostly in the active category , amount 8 respondents (66.75 %) and after being given health education have known that among the active role and passive half of the same number 6 respondents ( 50 % ) . The analysis showed no effect of health education on hallucinations implementation familly strategic towards the family’s ability to help schizophrenia clients control hallucinations in Kediri with p – value = 0.1. Health education is an continued process, provision of health education is only one conflict with the family’s experience in caring for schizophrenic patients and may reduce the role of the family , thus requiring continuous health education by health institutions up to the family to help schizophrenia clients control the hallucinations.