Riyanto, Rudi
Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Studi Penggunaan Asap Cair Untuk Pengawetan Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Segar Dwiyitno, Dwiyitno; Riyanto, Rudi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i2.397

Abstract

Penelitian tentang penggunaan asap cair untuk pengawetan ikan kembung (Rastrelliger neglectus) segar telah dilakukan dengan perlakuan perendaman larutan asap cair pada konsentrasi 0; 2,5; 5,0; 7,5 dan 10% selama 30 menit dan disimpan pada suhu kamar sampai ikan menjadi busuk. Pengamatan yang dilakukan meliputi TVB, TPC, kadar air dan organoleptik. Berdasarkan nilai organoleptik, konsentrasi larutan asap cair >5% dapat mempertahankan tingkat kesegaran ikan sampai 24 jam, lebih lama 12 jam dari kontrol. Akan tetapi, berdasarkan nilai TVB hanya perlakuan konsentrasi 7,5 dan 10% yang menghasilkan nilai TVB rendah (18,09 dan 14,10 mgN%) pada 12 jam penyimpanan. Berdasarkan nilai TPC, asap cair mampu menekan pertumbuhan bakteri pembusuk dibandingkan dengan kontrol.
Pembentukan Formaldehid Pada Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscoguttatus) Selama Penyimpanan Suhu Dingin Rachmawati, Novalia; Riyanto, Rudi; Ariyani, Farida
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i2.457

Abstract

Penelitian pembentukan formaldehid pada proses pembusukan ikan telah dilakukan untuk mengetahui proses pembentukan formaldehid secara alami dari ikan yang disimpan pada suhu dingin. Dalam penelitian ini, ikan kerapu (Ephinephelus fuscoguttatus) dalam keadaan hidup dimatikan dengan cara shock suhu dingin (hypotermia) selama 30‑60 menit atau sampai ikan mati. Kemudian ikan disimpan pada suhu 0‑4 0C menggunakan es curai dan diamati setiap 2 hari sekali. Pengamatan dilakukan terhadap kadar formaldehid yang terbentuk, serta parameter lain seperti Total Volatile Base (TVB), kadar air dan mutu organoleptik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formaldehid mulai terbentuk pada hari ke‑10 penyimpanan, sebesar 0,62 ppm, selanjutnya mengalami penurunan sampai akhir penyimpanan. Berdasarkan nilai TVB, ikan sudah tidak layak untuk dikonsumsi sejak hari ke‑10 penyimpanan dengan nilai TVB sebesar 49,77 mgN%, sedangkan berdasarkan hasil uji organoleptik, ikan ditolak oleh panelis setelah hari ke‑12 penyimpanan. Formaldehid pada kadar yang tidak terlalu tinggi (0,4‑0,6 ppm) yang terdeteksi pada ikan kerapu macan yang telah mengalami deteriorasi selama penyimpanan dalam es, diperkirakan terbentuk secara alami sebagai hasil dari proses pembusukan.