Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG BERANGKAT PULANG SEKOLAH JALAN KAKI DAN NAIK SEPEDA Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.473 KB)

Abstract

Physical fitness is the ability to perform daily activities without incurring significant fatigue and still have the energy to cope with the extra workload. Physical Freshness components include: strength, endurance, flexibility, speed, agility, coordination, balance, accuracy. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study the number of 32 students who walk and ride bicycles. The research instrument was Tests Physical Freshness Indonesia (TKJI). Data were analyzed using mean and percentage. Results from this study is that physical fitness test on by boys that go to and from school on foot average value generated 15.89 medium category. Students daughter to and from school on foot average value generated 16.33 less category. While the male student who go to and from school by bicycle average value generated 17.63 medium categories. Students daughter to and from school by bicycle average value generated 17.29 less category. Concluded that physical fitness test results in students classified as less although there is one of two students who have a good level of physical fitness is average students who ride a bike, so for all eighth grade students of SMA Negeri 1 Banda Aceh will raise the recommended physical activity especially cycling when to and from school that can increase physical fitness. Abstrak The physical fitness adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Komponen Kesegaran Jasmani meliputi: kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 32 siswa yang jalan kaki dan naik sepeda. Instrumen penelitian adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Teknik analisis data menggunakan mean dan prosentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tes kesegaran jasmani pada siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 15,89 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 16,33 kategori kurang. Sedangkan siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,63 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,29 kategori kurang. Simpulan bahwa hasil tes kesegaran jasmani pada siswa tergolong kurang meskipun ada satu dua siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik yang rata-rata adalah siswa yang naik sepeda, sehingga untuk semua siswa kelas XII SMA Negeri 1 Banda Aceh disarankan agar lebih memperbanyak aktivitas fisik terutama bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah supaya kesegaran jasmani dapat meningkat. Kata Kunci: survey, kesegaran jasmani, kecepatan, kekuatan, daya ledak, daya tahan
EVALUASI MODEL MODIFIKASI KETERAMPILAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA USIA10-17 TAHUN PADA SEKOLAH SEPAK BOLA BINTANG MUDA BANDA ACEH Irfandi Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.031 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v6i2.903

Abstract

Research aims to know the basic skill level of playing the age of 10-17 years at the Football School (SSB) of the young star of Banda Aceh. " This research is classified in descriptive research. The population used in this study was that of the Young Football School (SSB) Bintang Banda Aceh numbered 26. Data collection techniques at the age of 10-17 years with basic skill Test playing football are: Pass the ball (passing), dribble, and the ball (heading), Shoot the ball (shooting), throw in, touch the ball (running with the ball). Data is processed using statistics by calculating the average and percentage values. The overall research results gained in this study were 4% being a good category of catagories, 77% were in both categories and 19% in medium category. The conclusion in this research is the skill level of playing football athletes SSB young star Banda Aceh aged 10-12 years is good. It is expected to coach to further steer the athlete during practice and apply a strategy practice pattern so that each regular game performs. To the athlete of the Youth School (SSB) The young star is expected to be more pocus in practice, especially in terms of playing football skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bermain sepakbola usia 10-17 tahun pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda Banda Aceh.” Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Sekolah Sepak Bola(SSB)Bintang Muda Banda Aceh berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data pada usia 10-17 tahun dengan tes keterampilan dasar bermain sepakbola yaitu: mengoper bola (passing), menggiring bola (driblling), menyundul bola (heading), menembak bola (shooting), lemparan kedalam (throw in), sentuhan terhadap bola (running with the ball.Data diolah dengan menggunakan statistik dengan menghitung nilai rata-rata dan presentase. Hasil penelitian keseluruhan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 4% berada katagori baik sekali, 77% berada pada kategori baik dan 19% dalam kategori sedang. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkaat keterampilan bermain sepak bola atlet SSB Bintang Muda Banda Aceh usia 10-12 tahun tergolong baik. Diharapkan kepada pelatih untuk lebih mengarahkan atlet pada saat latihan dan menerapkan pola latihan strategi sehingga setiap melakoni pertandingan biasa menerapkannya. Kepada atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda diharapkan lebih pokus dalam latihan,terutama dalam hal keterampilan bermain sepak bola. Kata kunci : Evaluasi, Keterampilan Dasar, Sepakbola
EVALUASI NILAI – NILAI GERAK DAN LAGU DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA SMA NEGERI 9 KOTA BANDA Zikrur Rahmat; Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.716 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v7i1.1007

Abstract

The problem so far is where there is still no increase in fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City students. Through the use of the method of motion and song, it is assumed that the fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City students, in the 2019/2020 school year, then at the end of the second cycle it is known that there has been an increase in class average of 34.66%, ie from the average test initial conditions 60 to 75. While the level of completeness of student learning at the end of the second cycle has reached 92% with a percent increase from cycle I of 34.61% compared to pre-cycle which only reached 34.13%. Non-test observations also showed that student activity increased more in cycle I and cycle II when compared to pre cycle. Thus most of the students of class XI-1 of SMA Negeri 9 Banda Aceh City have experienced an increase in learning outcomes in physical education material that is improving fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City, Academic Year 2019/2020. Abstrak Permasalahan selama ini adalah dimana masih belum meningkatnya kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh. Melalui penggunaan metode gerak dan lagu dianggap dapat kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, tahun ajaran 2019/2020, kemudian pada tahap akhir siklus II diketahui telah terjadi peningkatan rata-rata kelas 34,66 %, yaitu dari rata- rata tes kondisi awal 60 menjadi 75. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar siswa pada akhir siklus II telah mencapai 92% dengan persen peningkatan dari siklus I sebesar 34,61% dibandingkan dengan pra siklus yang hanya mencapai 34,13%. Hasil pengamatan non tes juga menunjukkan aktivitas siswa lebih meningkat pada siklus I dan siklus II jika dibandingkan dengan pra siklus. Dengan demikian sebagian besar siswa kelas XI-1 SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh telah mengalami peningkatan hasil belajar pada materi pendidikan jasmani yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, Tahun Ajaran 2019/ 2020. Kata Kunci: Kemampuan Motorik Halus, Gerak Dan Lagu
ANALISIS KETERAMPILAN MEMANAH BAGI MAHASISWA UIN, SERAMBI DAN UBUDIYAH DI STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.548 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v7i1.1012

Abstract

The purpose of this article is to increase strength, speed, accuracy, endurance, and coordination and balance are crucial in producing good and correct archery basic techniques, so as to produce good archery accuracy. In line with that, we think that in order to get the automation and effectiveness of arm muscle strength, arrow speed in order to reach the target in archery, in this case it is necessary to have regular and directed physical training, this is felt to be more effectively done through devotion activities carried out by the student . But in its application the field is actually different, isotonic training, which is a form of exercise with shortened and elongated muscle contractions, in this case the chosen form of exercise is bow pulling training, whereas isometric training is a form of training that contracts with no shortening or elongation, in this case the form of exercise used is to hold the arc pressure (balance). The system of implementing the two forms of training is adjusted to the training program that has been planned and established for the achievement of the peak achievements of UIN, Serambi and Ubudiyah students at the STKIP BBG Banda Aceh. The aim is to improve skills, accuracy, right on target when archery, so in this case the solution offered in this service is to conduct training activities based on daily, weekly and monthly training programs. Abstrak Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, ketepatan, daya tahan, dan koordinasi serta keseimbangan sangat menentukan dalam menghasilkan teknik dasar memanah yang baik dan benar, sehingga menghasilkan ketepatan memanah yang baik. Sejalan dengan itu, kami berpikir bahwa untuk mendapatkan otomatisasi dan efektivitas kekuatan otot lengan, kecepatan anak panah demi mencapai target dalam memanah, maka dalam hal ini perlu latihan fisik secara rutin dan terarah, hal ini dirasa lebih efektif dilakukan melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa tersebut. Namun dalam aplikasinya dilapangan justru berbeda, latihan isotonik yaitu suatu bentuk latihan dengan konstraksi otot memendek dan memanjang dalam hal ini bentuk latihan yang dipilih adalah latihan menarik busur, sedangkan latihan isometrik merupakan suatu bentuk latihan yang berkontraksi dengan tidak terjadi pemendekan atau pemanjangan, dalam hal ini bentuk latihan yang dipergunakan adalah menahan tekanan busur (keseimbangan). Sistem pelaksanaan kedua bentuk latihan disesuaikan dengan program latihan yang telah direncanakan dan ditetapkan untuk pencapaian prestasi puncak mahasiswa UIN, Serambi dan Ubudiyah di STKIP BBG Banda Aceh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, ketepatan, tepat sasaran saat memanah, maka dalam hal ini solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan berpedoman pada program latihan harian, mingguan dan bulanan. Kata Kunci: Keterampilan, Memanah, Mahasiswa.
PELAKSANAAN STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI TENAGA BIDANG KEOLAHRAGAAN PADA CABANG OLAHRAGA ATLETIK SELAMA POMNAS XIV ACEH 2015 Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.914 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi tenaga keolahragaan pada cabang olahraga atletik selama pelaksanaan POMNAS XIV Aceh. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui arah kebijakan, kendala dan hambatan dalam pelaksanaan standardisasi tenaga keolahragaan khsusnya cabang olahraga Atletik. Penelitian dilakukan di beberapa obyek yaitu di Dinas Pemuda dan Olahraga, Kantor Sekretariat Olahraga Universitas Syiah Kuala, dan di Kantor PB PASI Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi sehingga proses analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Sinopsis dalam penelitian ini bahwa masih lemahnya sistem manajemen implementasi pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi, sinergi lembaga pelaksana standardisasi, akreditasi dan sertifikasi yang masih belum maksimal karena fungsi dan wewenang dari lembaga pelaksana yang masih rancu dan belum begitu optimal. Penelitian juga menyimpulkan rendahnya pemahaman masyarakat/ insan, pemerhati olahraga terhadap pelaksanaan standardisasi, dan sertifikasi tenaga keolahragaan karena belum didukung dengan sistem akreditasi secara konsisten.
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (THE PHYSICAL FITNESS) MAHASISWA PENJASKESREK ANGKATAN 2016-2017 STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.402 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran Jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. Sedangkan sampel yang terwakili adalah seluruh Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG. sebanyak 85 orang dengan menggunakan tes Tingkat Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil pengolahan data menujukan rata-rata tingkat kebugaran jasmani bervariasi. Jadi gambar keseluruhan tingkat kesegaran jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG bahwa 17 orang berada pada katagori tingkat baik sekali atau 20%, 18 orang berada pada katagori tingkat baik atau 22%, 16 orang berada pada katagori sedang atau 19%, 14 orang berada pada katagori kurang atau17%, 20 orang berada pada katagori sangat kurang atau24%. Jadi kesimpulan pada penilitian tentang tingkat kebugaran jasmani Mahasiswa Penjaskesrek Angkatan 2016 – 2017 STKIP BBG sangat bevariasi, ada yang baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK SERVIS BAWAH, SERVIS ATAS DAN CEKIS DALAM BOLAVOLI Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.171 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun berbagai macam draft desain model latihan teknik, serta menyusun dalam pembuatan produk awal, melaksanakan uji kelompok kecil, uji kelompok besar, dan melaksanakan uji efektivitas produk, pada atlet putri tingkat menengah (Intermediate) klub Bolavolli di Kota Sigli. Hasil penguasaan model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis yang diperoleh berdasarkan dari: 1) Rekapitulasi data hasil persentase quesioner dan validasi oleh sejumlah ahli yang diperoleh dengan rata-rata skor sebesar 67% dan 73%, dan itu termasuk pada kategori yang cukup valid, artinya produk model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis sehingga dapat digunakan dan diterapkan sebagai pedoman model latihan pada Klub Bolavolli atlet putri tingkat menengah (Intermediate). Data persentase hasil model yang diuji cobakan pada kelompok kecil diperoleh dari penguasaan model latihan keterampilan teknik atlet yakni sebesar 81,10%, yang berarti valid digunakan, dan kelompok besar diperoleh penguasaan model latihan teknik servis atas dan servis bawah dalam bolavolli adalah sebesar 85,34% artinya produk valid digunakan, sehingga dapat dimaknai jika model yang dikembangkan secara real mampu memberikan hasil, dan konstribusi yang sangat luar biasa akurat terutama dalam penguasaan model latihan teknik servis atas, servis bawah dan cekis dalam bolavolli. Berdasarkan data hasil pretest-postest atlet menunjukkan sejumlah hasil penguasaan terhadap model latihan keterampilan teknik adalah sebesar 62,27%, kemudian setelah dilaksanakan produk model (proses pemberian treatment) maka terjadinya efek peningkatan yang sangat signifikan terhadap penguasaan produk model latihan keterampilan teknik dengan memperoleh hasil sebesar 67,27%. Perbedaan angka dalam bentuk persentase tersebut merupakan dampak dari hasil pemberian dan penerapan produk model (berupa treatment), dimana dampak produk model yang diberikan dan menunjukkan efek yang sangat luar biasa signifikan pada level yang lebih, dalam hal penguasaan produk model terutama model latihan teknik servis atas, servis bawah dan cekis dalam bolavolli.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KETERAMPILAN TEKNIK MENGGIRING SLALOM DAN MENGOPER DALAM SEPAKBOLA Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.589 KB)

Abstract

This research aims to compose various kinds of draft design model of technical skill training, compose in the manufacture of the initial product, carry out small group test, large group test, and carry out product effectiveness test, thereby obtaining the result of improving the quality of exercise and mastery of athlete technique, especially led slalom and passes in football to a high school athlete at Football School (SSB) at Banda Aceh Town. The method used by research and development of Borg and Gall version, 1983. The result of mastery of technique skill training model leads slalom and pass from the results: 1) Recapitulation of questionnaire result data and validation by a number of experts obtained with average score of 67% and 73 %, including valid categories. The data of percentage of model result which is tested in small group is obtained from the mastery of the technique of athlete skill model that is equal to 81,10%, the valid meaning is used, and the big group is acquired mastery of skill training technique technique slalom and pass in football is equal to 85,34% it means valid product is used. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun berbagai macam draft desain model latihan keterampilan teknik, menyusun dalam pembuatan produk awal, melaksanakan uji kelompok kecil, uji kelompok besar, dan melaksanakan uji efektivitas produk, sehingga memperoleh hasil berupa peningkatan kualitas latihan serta penguasaan teknik atlet, terutama menggiring slalom dan mengoper dalam sepakbola pada atlet putra tingkat menengah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan penelitian dan pengembangan versi Borg and Gall, 1983. Hasil penguasaan model latihan keterampilan teknik menggiring slalom dan mengoper dari hasil: 1) Rekapitulasi data hasil persentase quesioner dan validasi oleh sejumlah ahli yang diperoleh dengan rata-rata skor sebesar 67% dan 73%, termasuk kategori valid. Data persentase hasil model yang di ujicobakan pada kelompok kecil diperoleh dari penguasaan model latihan keterampilan teknik atlet yakni sebesar 81,10%, artinya valid digunakan, dan kelompok besar diperoleh penguasaan model latihan keterampilan teknik menggiring slalom dan mengoper dalam sepakbola adalah sebesar 85,34% artinya produk valid digunakan. Kata Kunci: Desain, Menggiring Slalom, Mengoper, dan Penelitian Pengembangan
EVALUASI MANAJEMEN PENGELOLAAN PELATIHAN KLUB OLAHRAGA ATLETIK BINAAN DISPORA PROVINSI ACEH Zikrur Rahmat; Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.647 KB)

Abstract

In general, this study aims to evaluate the management of the training of Athletic Athletics Athletics Training Club Dispora Aceh, and specifically aims to assess the extent to which the development of the management of Athletic sports clubs in each District / Sub-Dinas Dispora Aceh, in the study of this study there Sabang , Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue and Aceh Singkil. In this research the method used is qualitative research method, where only judging, see the feasibility of development management of Athletic sports club management. This research activity is divided over a period of two years. Year One is to make an evaluation design of the management management of Athletic Athletics Training club at Dispora Training in Aceh Province, including all the Dispora in every Regency / City that overshadows to foster Athletic sports activities. Year Two is to analyze the feasibility of designing the development of management evaluation of the training of Athletic Athletics Training Club Dispora in Aceh Province including all the Dispora in every Regency / City that shade to foster Athletic sports activities. The results of the research are 1) To make an evaluation plan of management management of training of athletics sport club at Dispora Athletics in Aceh Province, including all Dispora in every regency / city that overshadows to foster Athletic sports activities, 2) ISBN textbook publication, and journal international indexed, 3) intellectual property rights / copyrights, 4) Make an MoU with the local government and Dispora that exist in each Kota District. The result of the research and discussion shows that the management process of Athletic Athletic Athletic Athletic Club in Aceh is still relatively low, this is because the process of management, management, recruitment process and financing are still classified as less. Abstrak Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora Aceh, dan secara khusus bertujuan untuk menilai sejauh mana perkembangan pengelolaan klub olahraga Atletik yang ada di setiap Kabupaten/Kota dibawah Binaan Dispora Aceh, dalam kajian penelitian ini yakni Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue dan Aceh Singkil. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dimana hanya menilai, melihat kelayakan perkembangan manajemen pengelolaan klub olahraga Atletik. Kegiatan riset ini terbagi dalam kurun waktu selama dua tahun. Tahun Pertama adalah membuat rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik. Tahun Kedua adalah menganalisis kelayakan perancangan perkembangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik. Hasil penelitian yakni 1) Membuat suatu rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik, 2) Publikasi buku teks ber-ISBN, dan jurnal internasional terindeks, 3) Hak atas kekayaan intelektual/hak cipta, 4) Membuat suatu MoU dengan pihak Pemda dan Dispora yang ada disetiap Kabupaten Kota. Hasil penelitian dan pembahasannya menunjukkan bahwa proses pengelolaan klub olahraga Atlet Atletik Aceh yang ada didaerah masih tergolong minim, hal ini dikarenakan proses manajemen, pengelolaan, proses perekrutan dan pembiayaan masih juga tergolong kurang. Kata Kunci: Evaluasi, manajemen, binaan, dan atletik
ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG BERANGKAT PULANG SEKOLAH JALAN KAKI DAN NAIK SEPEDA Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.473 KB)

Abstract

Physical fitness is the ability to perform daily activities without incurring significant fatigue and still have the energy to cope with the extra workload. Physical Freshness components include: strength, endurance, flexibility, speed, agility, coordination, balance, accuracy. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study the number of 32 students who walk and ride bicycles. The research instrument was Tests Physical Freshness Indonesia (TKJI). Data were analyzed using mean and percentage. Results from this study is that physical fitness test on by boys that go to and from school on foot average value generated 15.89 medium category. Students daughter to and from school on foot average value generated 16.33 less category. While the male student who go to and from school by bicycle average value generated 17.63 medium categories. Students daughter to and from school by bicycle average value generated 17.29 less category. Concluded that physical fitness test results in students classified as less although there is one of two students who have a good level of physical fitness is average students who ride a bike, so for all eighth grade students of SMA Negeri 1 Banda Aceh will raise the recommended physical activity especially cycling when to and from school that can increase physical fitness. Abstrak The physical fitness adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Komponen Kesegaran Jasmani meliputi: kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 32 siswa yang jalan kaki dan naik sepeda. Instrumen penelitian adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Teknik analisis data menggunakan mean dan prosentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tes kesegaran jasmani pada siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 15,89 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 16,33 kategori kurang. Sedangkan siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,63 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,29 kategori kurang. Simpulan bahwa hasil tes kesegaran jasmani pada siswa tergolong kurang meskipun ada satu dua siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik yang rata-rata adalah siswa yang naik sepeda, sehingga untuk semua siswa kelas XII SMA Negeri 1 Banda Aceh disarankan agar lebih memperbanyak aktivitas fisik terutama bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah supaya kesegaran jasmani dapat meningkat. Kata Kunci: Survey, kesegaran jasmani, kecepatan, kekuatan, daya ledak, daya tahan