Almakki, Arsyad
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FILOLOGI (Sebuah Pendekatan Mengkaji Kitab Keagamaan) Almakki, Arsyad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks keagamaan dalam bentuk kitab atau buku - dalam berjalannya waktu - banyak yang tidak dipelihara dengan cermat, Akibatnya mengalami banyak kerusakan. Sehingga untuk membaca dan memahami teks keagamaan tersebut mengalami kendala cukup besar. Filologi merupakan salah satu pendekatan dalam studi keislaman (Islamic Studies). Pendekatan yang bisa digunakan untuk mengkaji teks atau kitab-kitab keagamaan (fiqh, tafsir, tasawuf). Filologi dalam dalam dunia Islam di kenal dengan Tahqiq. Filologi digunakan untuk mengkaji teks atau kitab-kitab keagamaan yang telah banyak rusak dimakan waktu atau korup serta memurnikan teks dengan mengadakan kritik sehingga menghasilkan suatu teks yang paling mendekati aslinya.
KEBIJAKAN EKONOMI UMAR BIN KHATTAB Almakki, Arsyad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umar bin Khattab adalah Khalifah kedua setelah Abu Bakar, seorang Khalifah yang berpikir kreatif dan inovatif. Umar melakukan langkah-langkah yang berani mengambil ijtihad dalam masalah furuiyah ketika merespons persoalan yang belum ada ketetapan nasnya. Pada masa Umar ini lah perkembangan ekonomi berkembangan pesat, luasnya daerah kekuasaan Islam membutuhkan kebijakan-kebijakan yang mensejahterakan masyarakat yang berada dalam daerah-daerah kekuasaan Islam. Kebijakan-kebijakan Umar tentang pengelolaan tanah, zakat, usyr, jizyah, kharaj dan yang paling mengesankan adalah pembentukan administrasi yang baik dalam menjalankan roda pemerintahan yang besar. Ia mendirikan institusi administrasi yang hampir tidak mungkin dilakukan pada abad ketujuh sesudah masehi. Salah satu kebijakan terkenalnya adalah membuat baitul mal yang regular dan permanent, untuk mengawasi keuangan Negara dan mengatur urusan pengumpulan dan pengeluaran. Baitul mal secara tidak langsung bertugas sebagai pelaksana kebijakan fiscal Negara Islam dan Khalifah adalah yang berkuasa penuh atas dana tersebut. Pada masa Umar inilah masyarakat Negara Islam mengalami kemakmuran yang pesat.