Utomo, Andri Wahyu
Universitas PGRI Madiun

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan pengaruh latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior Tahun 2017 Andri Wahyu Utomo
Journal Power Of Sports Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.804 KB) | DOI: 10.25273/jpos.v1i1.2231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017, (2) Latihan mana yang lebih baik pengaruhnya antara latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada  pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan desain pre test – post test design. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Sehingga subyek penelitian yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada yaitu seluruh pemain bola voli Putra Magetan Junior  tahun 2017. Banyaknya populasi pemain bola voli  Putra Magetan Junior sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes vertical jump untuk mengukur tinggi loncatan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t atau uji perbedaan dengan taraf signifikasi 5% dengan prasyarat melalui uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji homogenitas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada  pemain bola voli Putra Magetan Junior Tahun 2017, (t hitung = - 1.34 < t tabel 1.70). (2) Metode latihan pliometrik double leg tuck jump memiliki pengaruh yang lebih baik dan efektif dari pada barrier hops terhadap tinggi loncatan pada pemain Putra Magetan Junior tahun 2017. Peningkatan tinggi loncatan kelompok I (kelompok yang mendapat perlakuan metode latihan pliometrik barrier hops) = 0.238 % < kelompok II (kelompok yang mendapat perlakuan metode latihan pliometrik double leg tuck jump) = 0.416 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:  (1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pliometrik barrier hops dan double leg tuck jump terhadap tinggi loncatan pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017, (2)  Latihan pliometrik double leg tuck jump memiliki prosentase peningkatan kemampuan tinggi loncatan yang lebih baik pada pemain bola voli Putra Magetan Junior tahun 2017dari pada latihan pliometrik barrier hops.
Profil antropometri dan somatotipe pada atlet remaja bolavoli Kabupaten Magetan Andri Wahyu Utomo; Arif Wahyudi; Akhlis Maulaana Abdu
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antropometri dan somatotipe yang bagus akan dapat membantu atlet untuk mencapai prestasi yang maksimal dalam penguasaan teknik dan taktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti data ilmiah tentang keadaan atlet terutama pada peranan atropometri dan somatotipe olahraga bolavoli, sehingga pelatih dan atlet memperoleh acuan untuk perencanaan program latihan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi baik saat latihan maupun saat pertandingan. Metode penelitian ini adalah analisis menggunakan kuantitatif dengan analisis pendekatan deskriptif. Subyek penelitian adalah atlet bolavoli remaja putra Kabupaten Magetan berjumlah 20 orang. Kesimpulan: 1. Kondisi antropometri tinggi badan atlet bolavoli remaja Kabupaten Magetan mempunyai rata-rata 178,45 cm tergolong cukup. 2. Somatotipe atlet bolavoli remaja Kabupaten Magetan dominan memiliki mesomorph ectomorph sebesar 50 % tergolong baik. Saran: peranan antropometri dan somatotype atlet sangat perlu diperhatikan bagi pelatih maupun atlet, karena dalam penampilan performa atlet kemampuan kondisi fisik yang dimiliki atlet bolavoli antara lain daya tahan, kecepatan, kekuatan, kelenturan dan kelincahan yang baik akan berpengaruh kepada faktor tersebut. Berbagai macam-macam faktor memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan tingkat kemampuan dalam suatu permaianan olahraga, terutama faktor kondisi fisik, psikologi dan fisiologi menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat keberhasilan atlet bolavoli dalam pencapaian peak performa dalam mencapai tingkat keberhasilan suatu penampilan dan prestasi.
Sosialisasi Dan Pelatihan Kondisi Fisik Atlet Panahan Kabupaten Banjarnegara: Socialization and Training on Physical Condition of Archery Athletes in Banjarnegara Regency Roy Try Putra; Andri Wahyu Utomo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.451 KB) | DOI: 10.55606/jpmi.v1i2.225

Abstract

Berilmu sebelum beramal ini sebuah prinsip yang harus melekat kepada setiap atlet. mengilmui dahulusetiap tahapan latihan kondisi fisik sebelum melaksanakan program latihan kondisi fisik. Kondisi fisik yang baik dan berkualitas ialah wajib dimiliki oleh semua atlet. kualitas kondisi fisik yang baik akan memberikan kualitas kebugaran atlet dalam menunjang performa dan prestasi.tidak ada kata berhenti dalam melakukan latihan kondisi fisik. Dimanapun atlet berada wajib melakukan sesi latihan kondiai fisik. Latihan kondisi fisik akan mendapatkan hasil sesuai peak performance atau sesaui tujuan jika memahami prinsip-prinsip latihan dan komponen latihan kondisi fisik yang telah disesuaikan pada cabang olahraganya. Pengabdian Kepada Masyarakat kegiatan yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pelatihan kondisi fisik kepada seluruh atlet panahan kabupaten banjarnegara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan memalui bebrapa tahap, yakni: pretest, kegiatan sosialisasi dan pelatihan (pelaksanan materi, diskusi, sharing session), posttest. Pemahaman pengetahuan tentang kondisi fisik atlet rata-rata pada sesi pre test ialah 80, pemahaman pengetahuan kondisi fisik atlet rata-rata pada sesi post test ialah 85. Adapun kesimpulan setelah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan kondis fisik atlet panahan adanya peningkatan