Machmudah, Umi
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUDAYA MITONI: ANALISIS NILAI- NILAI ISLAM DALAM MEMBANGUN SEMANGAT EKONOMI Machmudah, Umi
El-HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.984 KB) | DOI: 10.18860/el.v18i2.3682

Abstract

Culture as the result of ideas, feelings and intention in Islam is the manifestation of worship. This paper is written through literary review that is completed with observation from some mitoni traditions. The culture form of ideas, activities and artifact is applied in 'mitoni'. It is a celebration on seventh month of pregnancy age. The activities done in mitoni are 1) bathing, 2) 'brojolan' ritual, 3) clothing change ritual, 4) prayer, 5) gift. Islamic values that inspire economic activities in mitoni are 1) thanksgiving that encourages people to be productive, 2) 'tafaa’ul' through prayer to be selective in consuming goods, 3) helping each others to manage the production cost, 4) implied education as all the activities are based on knowledge, 5) visitation to make connection through service distribution, 6) almsgiving through the gift that will maximize the production value, 7) reciting the verses of al-Quran and their meaning, some of which related to prosperity, 8) economic creativity, through the use of various apparatus and foods, bearing production activities.Budaya sebagai hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia, dalam Islam merupakan manifestasi dari ibadah. Makalah ini ditulis melalui kajian pustaka dilengkapi dengan observasi dari beberapa acara mitoni. Wujud budaya yang berupa gagasan, kegiatan dan artefak yang teraplikasi pada budaya 'mitoni' 'Mitoni' adalah perayaan tujuh bulan usia kehamilan. Rangkaian mitoni adalah 1) siraman, 2) upacara brojolan, 3) upacara pergantian busana, 4) doa dan 5) 'mberkat'. Nilai-nilai Islam yang menyemangati aktivitas ekonomi dalam budaya 'mitoni' adalah: a) tasyakuran, mendorong orang untuk produktif 2) 'tafaa’ul' (optimisme) melalui doa, yang menjadi kekuatan untuk selektif dalam mengkonsumsi barang, 3) tolong menolong, yang berdampak pada penekanan biaya produksi, 4) pendidikan (pre natal) yang tidak terstruktur, menyebabkan penghematan biaya operasional, karena semua tindakan dilandasi ilmu pengetahuan, 5) silaturrahmi, berarti membuat jejaring untuk memperluas distribusi barang atau jasa. 6) sedekah melalui 'mberkat' akan memaksimalkan nilai produksi, 7) tilawah al-Quran dan tadabbur maknanya, yang sebagian berhubungan dengan kemakmuran, 8) kreatifitas ekonomi, melalui penggunaan berbagai piranti dan makanan, yang melahirkan aktivitas produksi.
Model Bahan Ajar Bahasa Arab Sekolah Dasar Islam di Kota Malang Machmudah, Umi
An Nabighoh Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab Vol 20 No 02 (2018): Jurnal An Nabighoh
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.763 KB) | DOI: 10.32332/an-nabighoh.v20i02.1284

Abstract

Kemendiknas telah menyediakan buku ajar mulai jenjang SD/MI hingga SMA/ MA, termasuk bahasa Arab. Namun penggunaan satu sumber juga tidak dianjurkan. Penelitian (Machmudah, 20011) menunjukkan adanya kesenjangan dalam bahan ajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari sisi prinsip gradasi. Sementara dalam rangka merealisasikan salah satu program unggulannya “we can speak” Sekolah Dasar Islam (SDI) Sabilillah Malang mengemmbangkan bahan ajar “Takallum bil ‘Arobiyyah” Al Mustawa Al I’daadi Al Awwal kelas I cetakan kedua 2017 oleh Nur Chasan S.Pd. Dengan pendekatan konten, penelitian kualitatif ini bertujuan menemukan penerapan prinsip- prinsip penyusunan bahan ajar degan standart Kemendiknas 2006 dan 2008a (Nasional) serta standar Thu’aimah (Internasional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku diatas disusun sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar yang baik standart Kemendiknas 2006, 2008a yakni prinsip relevansi, konsistensi, kecukupan, gradasi (mudah sulit, konkrit abstrak) dan pengulangan. serta standart Thu’aimah 1989 yakni prinsip valid, kebermaknaan (utility), kecenderungan dan perhatian, layak dipelajari (learn abiity) dan global.