Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBEDAAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH JERUK SELAYAR Arzam AR, Taruna Shafa; Baba, Basri
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.231 KB)

Abstract

Buah jeruk Selayar merupakan jeruk unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki daya simpan rendah.  Penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya simpan produk hortikultura. Namun, setiap produk memiliki respon berbeda pada setiap tingkatan suhu. Penelitian ini bertujuan mempelajari suhu simpan yang tepat untuk memperpanjang daya simpan buah jeruk Selayar.  Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Tersarang (Nested design) dengan perlakuan suhu simpan (suhu 18 oC, 20 oC dan suhu ruang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk Selayar perlakuan penyimpanan suhu ruang, mengalami susut bobot dan kelunakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan suhu 18 oC dan suhu 20 oC. Namun, suhu simpan (18, 20 oC dan suhu ruang) tidak berpengaruh pada kandungan gula (Total Padatan Terlarut) dan total asam tertitrasi buah jeruk selayar.
PERBEDAAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH JERUK SELAYAR Taruna Shafa Arzam AR; Basri Baba
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.343 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.108

Abstract

Buah jeruk Selayar merupakan jeruk unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki daya simpan rendah.  Penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya simpan produk hortikultura. Namun, setiap produk memiliki respon berbeda pada setiap tingkatan suhu. Penelitian ini bertujuan mempelajari suhu simpan yang tepat untuk memperpanjang daya simpan buah jeruk Selayar.  Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Tersarang (Nested design) dengan perlakuan suhu simpan (suhu 18 oC, 20 oC dan suhu ruang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk Selayar perlakuan penyimpanan suhu ruang, mengalami susut bobot dan kelunakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan suhu 18 oC dan suhu 20 oC. Namun, suhu simpan (18, 20 oC dan suhu ruang) tidak berpengaruh pada kandungan gula (Total Padatan Terlarut) dan total asam tertitrasi buah jeruk selayar
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA MANDIRI BENIH PADI ORGANIK UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DI DESA TOMPOBULU, KECAMATAN TOMPOBULU, KABUPATEN MAROS: Community Empowerment through Development of Organic Rice Seed Self-governing Village to Increase Income of Farmers at Tompobulu Village, Tompobulu District, Maros Regency Syatrianty A. Syaiful; Nurlina Kasim; Nurbaya Busthanul; Basri Baba; Amelia Oktaviany; Fadjrin E. Mahmud; Inez Iswari
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13495

Abstract

ABSTRAK Peluang agribisnis pertanian organik khususnya padi organik terbuka luas bagi petani khususnya yang tergabung dalam kelompok tani karena tingginya permintaan konsumen pada hasil pertanian organik yang sangat baik bagi kesehatan dan juga bernilai ekonomi tinggi. Masalah yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan petani tentang produksi tanaman padi organik dan penggunaan benih organik bermutu untuk menunjang produksi tanaman. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Mitra Kelompok Tani Botolempangan, Dusun Baddo Ujung, Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini berupa alih iptek ke petani untuk meningkatkan pendapatan petani melalui usaha perbenihan padi organik, pengolahan limbah pertanian (biomassa tanaman dan limbah ternak) menjadi pupuk organik dan pembuatan pestisida organik untuk digunakan dalam budidaya padi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah: penyuluhan/pendampingan teori dan pelatihan/pendampingan  praktek. Paket teknologi yang diintroduksi berupa teknik pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian (padat dan cair) alami yang sumber bahan bakunya berbasis lokal, teknik produksi benih padi organik dan teknik budidaya padi berbasis produk alami mulai dari persiapan lahannya sampai pascapanen. Hasil PKM menunjukkan bahwa petani sangat antusias dalam mempelajari sistem pertanian padi organik. Hal tersebut  terlihat dari kehadiran Dinas Pertanian setempat dan tingkat kehadiran petani yang rata-rata tinggi yaitu sekitar 40 orang dari 20 orang yang di undang pada semua tahapan kegiatan. Lahan percontohan terpelihara dengan sangat baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga sangat baik. Kata kunci: Pertanian organik, benih organik, padi organic, desa mandiri benih, pemberdayaan petani.   ABSTRACT Opportunities for organic farming agribusiness, especially organic rice, are wide open for farmers, especially those who are members of farmer groups because of the high consumer demand for organic agricultural products which are very good for health and also have high economic value. The problem faced is the lack of knowledge of farmers about organic rice crop production and the use of quality organic seeds to support crop production. The community service activities were carried out at the Mitra Perkasa Tani Botolempangan, Baddo Ujung Hamlet, Tompobulu Village, Tompobulu Subdistrict, Maros Regency. This activity is in the form of transferring science and technology to farmers to increase farmers' income through organic rice seeding businesses, processing agricultural waste (plant biomass and livestock waste) into organic fertilizers and making organic pesticides for use in rice cultivation. The methods used in the implementation of the activity are: counseling / theoretical assistance and training / practical assistance. The technology package introduced was in the form of techniques for making organic fertilizers from natural (solid and liquid) agricultural waste with local-based raw material sources, organic rice seed production techniques and rice cultivation techniques based on natural products ranging from land preparation to post-harvest. PKM results show that farmers are very enthusiastic in studying the organic rice farming system. This can be seen from the presence of the local Agriculture Office and the high level of farmer attendance, which is about 40 out of 20 people invited to all stages of the activity. The demonstration plot is very well preserved so that the growth and development of plants is also very good. Keywords: Organic farming, organic seeds, organic rice, self-sufficient seeds villages, empowerment of farmers.
Analisis Efektifitas Dua Jenis Cendawan Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Zahraeni Kumalawati; Basri Baba; Misbawahyudi Misbawahyudi
Agrokompleks Vol 14 No 1 (2015): Agrokompleks
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v14i1.194

Abstract

Mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme antara cendawan atau fungi dengan perakaran tanaman. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian dua jenis cendawan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit dan produktivitas tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep pada Oktober hingga Desember 2014. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok menggunakan dua jenis fungi mikoriza sebagai perlakuan, yaitu tanpa perlakuan (M0), cendawan Mikoriza Glomus sp. (M1), cendawan Mikoriza Acaulospora sp. (M2) dan kombinasi fungi Mikoriza Glomus sp. dan Acaulospora sp. (M3). Hasil penelitian diketahui bahwa inokulasi cendawan Mikoriza arbuskula menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman tebu yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa mikoriza. Aplikasi kombinasi dua jenis fungi Mikoriza arbuskula yaitu Glomus sp. dan Acaulospora sp. menghasilkan pertumbuhan vegetatif bibit tebu yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian kedua jenis fungi tersebut secara tunggal.
KAJIAN PENGGUNAAN KLON UNGGUL KAKAO PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KABUPATEN BONE Junaedi Junaedi; Syahruni Thamrin; Basri Baba
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.991 KB) | DOI: 10.51978/agro.v6i2.45

Abstract

Bahan tanaman merupakan kunci penting keberhasilan usaha tani pekerbunan termasuk pada usaha tani kakao yang saat ini menjadi prioritas utama usaha tani perkebunan di Sulawesi Selatan. Penggunaan klon unggul kakao yang sesuai diikuti dengan kultur teknis yang baik merupakan syarat utama tercapainya produktivitas yang tinggi serta mutu produk yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pertanaman klon kakao yang telah diterapkan serta mendeskripsikan jenis-jenis klon unggul kakao pada perkebunan rakyat yang ada di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanaman kakao yang diusahakan oleh petani pada umumnya dilaksanakan secara poliklonal, baik dengan menggunakan 2 (dua) klon maupun 3 (tiga) klon pada lahan yang sama. Klon-klon yang digunakan adalah MCC 02, S1 dan S2. Klon-klon ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari rehabilitasi tanaman kakao melalui kegiatan sambung samping (86,67%) dan sisanya melalui penanaman kembali (replanting) (13,33%) menggunakan bibit yang berasal dari klon unggul kakao baik MCC 02, S1 maupun S2.
PRODUKSI BIOMASSA DAN KANDUNGAN UNSUR HARA PUPUK HIJAU TURI MINI (Sesbania rostrata) PADA JARAK TANAMAN DAN UMUR PANEN YANG BERBEDA Basri Baba; Muhammad Aldi; Andi Uhti Istiqamah; Abbas Karre; Elkawakib Syam'un; Muhammad Riadi; Muhammad Jayadi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v9i2.220

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lapangan untuk mengetahui produksi biomassa dan kandungan unsur hara dari tanaman turi mini (Sesbania rostrata) sebagai pupuk hijau menggunakan jarak tanam dan umur panen yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Dusun Bontouse, Kelurahan Pincengpute, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia dari Desember 2018 hingga Juli 2019. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama jarak tanam (J) 3 taraf : 5 cm x 20 cm (J1), 10 cm x 20 cm (J2), 15 cm x 20 cm (J3) dan faktor kedua umur panen pupuk hijau (U) dengan 4 taraf : 15 hari (U1), 30 hari (U2), 45 hari (U3), 60 hari (U4). Setiap unit perlakuan dibuat bedengan 3 m x 2 m dan masing-masing unit perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi biomassa kering tanaman turi mini terberat 569 g m-2 atau 5,69 ton ha-1 pada jarak tanam 5 cm × 20 cm (j1) dan berbeda nyata dengan jarak tanam 10 cm × 20 cm (j2) serta jarak tanam 15 cm × 20 cm (j3). Untuk umur panen tanaman 60 hari (u4) diperoleh rata-rata biomassa kering terberat 1.133 g m-2 atau 11,33 ton ha-1 dan berbeda nyata dengan umur panen tanaman 15 hari (u1), 30 hari (u2) dan 45 hari (u3). Sedang kandungan unsur hara Sesbania rostrata dengan penggunaan berbagai jarak tanam tidak berbeda nyata; jarak 10 cm × 20 cm (j1) kandungan nitrogen (N) (4,56 %), produksi posfor (P) tertinggi (0,24 %). Untuk umur panen 45 hari (u3) menghasilkan rata-rata kandungan nitrogen tertinggi (5,1 %), rata-rata kandungan posfor tertinggi (0,26 %), dan umur panen 15 hari (U1) rata-rata kandungan kalium tertinggi (6,54 %).
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN Junaedi Junaedi; Muhammad Yusuf; Darmawan Darmawan; Basri Baba
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.290

Abstract

Curah hujan dapat dianggap sebagai faktor utama yang dapat membatasi potensi hasil kelapa sawit dan produktivitasnya juga umumnya sangat bergantung pada komposisi umur tanaman yang ada di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan umur tanaman serta korelasinya terhadap produktivitas kelapa sawit yang ada di PT. Surya Raya Lestari II, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pengelola kebun kelapa sawit. Data sekunder untuk keperluan analisis meliputi produksi tanaman dari 5 blok tanaman yang diamati pada 4 periode tahun tanam dan data curah hujan pada tahun 2011 hingga 2017. Metode analisis menggunakan analisis regresi dan korelasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa baik perubahan curah hujan maupun umur tanaman dalam periode pengamatan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman kelapa sawit yang ada di PT Surya Raya Lestari II. Korelasi antara curah hujan dan produktivitas berada dalam kategori sedang yakni 0,419 sedangkan untuk umur tanaman dan produktivitas nilai korelasinya 0,317 atau kategori lemah. Perbedaan produktivitas yang ditunjukkan dari adanya perbedaan umur tanaman berkisar antara 11,94 ton hingga 14,09 ton per ha. Produktivitas tanaman tertinggi dicapai pada umur tanaman yang telah mencapai 13 tahun dan produksi terendah diperoleh saat umur tanaman berumur 9 tahun.
APLIKASI BERBAGAI DOSIS BOKASHI DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KOPI ROBUSTA Basri Baba
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i1.353

Abstract

This study aims to determine the vegetative growth of robusta coffee seedlings applied with bokashi and urea fertilizers. This research was conducted in Manggalung Village, Mandalle District, Pangkajene and Islands Regency, South Sulawesi Province, which took place from November 2020 to April 2021. This study was designed with a two-factor factorial randomized block design (RBD). The first factor is the dose of bokashi fertilizer (b) 3 levels: 0g (b0), 100 g (b1), and 150 g (b2) and the second factor is the dose of Urea (u): 0 g u0), 10 g (u1), and 15 g (u2). All data obtained in the study were analyzed by means of analysis of variance (ANOVA) followed by the Least Significant Difference (LSD) test with a level of accuracy (0.1 and 0.5). The results showed that with a dosage of 150 g / plant boca gave much better results and showed a very significant difference in plant height growth and number of leaves after the least significant difference (0.1%). Meanwhile, with the same dose of boca, namely 150 g (b2), it gave a good response to the increase in stem diameter. Therefore, the use of Boca fertilizer at a dose of 150 g gives good results on the vegetative growth of Robusta coffee seedlings.
INFEKTIFITAS MIKORIZA ARBUSKULA ASAL RHIZOSFER TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA KULTUR TRAPPING MENGGUNAKAN INANG KACANG HIJAU Kafrawi kafrawi; Sri Muliani; Basri Baba; Syatrawati Syatrawati; Asmawati Asmawati; Rahmat Rahmat; Jumrawati Tahang; Imzakiyyah Ramadani; Nurul Magfirah Rusdi; Nurasia Nurasia; Zahraeni Kumalawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i1.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi mikoriza arbiskula yang berasal dari rizosfer tanaman kakao pada kultur trapping menggunakan inang kacang hijau. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap jenis mikoriza arbuskula yang ditemukan dan menghitung tingkat infeksinya pada bagian akar tanaman inang. Sampel tanah yang diamatai berasal dari rizosfer tanaman kakao di dua lokasi lahan yang berbeda, yaitu pada lahan datar dan lahan miring. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara diagonal dengan menentukan lima buah titik sampel, lalu tanah di setiap titik sampel pada bagian rizosfer kakao diambil sebanyak 1 kg untuk digunakan dalam kultur trapping. Tanaman kacang hijau digunakan sebagai tanaman inang dalam kultur trapping yang dipelihara selama 3 bulan kemudian diambil akarnya untuk pengamatan tingkat infeksi mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis mikoriza yang bersimbiosis dengan tanaman kakao pada lahan datar yaitu Glomus cf. multicauli, Glomus sp., Sclerocystis sinuosa dan Scutellospora sp. tipe 1, sedangkan pada lahan miring terdapat 2 jenis mikoriza yaitu Acaulospora sp. dan Scutellospora sp. tipe 2. Rata-rata tingkat infeksi mikoriza arbuskula dalam kultur trapping bervariasi dari rendah (27%) hingga tinggi (67%). Tingkat persentase infeksi mikoriza arbuskula yang berasal dari rhizosfer tanaman kakao dalam kultur trapping dengan menggunakan tanaman inang kacang hijau tergolong tinggi pada lahan datar (52%) dan tergolong sedang pada lahan miring (40%). Komponen Fungi Mikoriza arbuskula yang ditemukan berupa hifa, spora, vesikel dan arbuskel.
KARAKTERISASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS PADI UNGGUL Rahmad D; Nurmiaty Nurmiaty; Erna Halid; Andi Ridwan; Basri Baba
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i1.383

Abstract

Hasil varietas padi unggul sangat ditentukan oleh faktor genetik, lingkungan dan pengelolaan tanaman. Penanaman padi pada kondisi lingkungan yang lebih terkontrol akan meningkatkan potensi dari setiap varietas untuk meningkatkan produksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan dan produksi beberapa varietas padi unggul yang ditanam dengan menggunakan wadah pot/ember. Penelitian ini menggunakan 12 variteas padi unggul yaitu varietas Inpari 5, Inpari 7, Inpari 8, Inpari 11, Mekongga, Inpari 4, Conde, Ciliwung, Inpari 9 dan Konawe. Hasil penelitian diperoleh untuk hasil tinggi tanaman tertinggi yaitu Varietas Inpari 5 yaitu sebesar118,67 cm, Jumlah anakan produktif terbanyak varietas Inpari 7 yaitu 56 buah anakan, jumlah gabah permalai terbanyak varietas Inpari 4 yaitu 220,33 bulir, Berat 1000 bulir tertinggi varietas Inpari 8 yaitu sebanyak 20,52 gram dan produksi Gabah Kering Panen (GKP) tertinggi yaitu variteas Inpari 4 sebesar 30,65 ton per hektar. Tanaman padi unggul yang dibudidayakan pada media ember dapat meningkatkan 2-3 kali lipat bila dibandingkan bila ditanam di lahan sawah.